Ayanaz Gedongsongo, Tampil Menawan Dengan 35 Spot Foto Kekinian

Angka yang luar biasa, jika melihat hasil survei yang dilakukan oleh pegipegi dengan YouGov  atas ketertarikan wisatan terhadap destinasi wisata budaya, dan warisan sejarah.

Dari 2000 responden, ternyata 51% nya menyukai untuk berkunjung ke objek wisata tersebut. Oleh karena itu, jika ada satu objek wisata meiliki lebih dari satu tema wisata, maka objek wisata tersebut dipastikan akan selalu ramai dukunjungi.

Seperti yang terjadi dengan objek wisata bersejarah, yaitu Candi Gedong Songo, yang kian lengkap dengan kehadiran Ayanaz Gedongsongo.

Ayanaz Gedongsongo
Ayanaz Gedongsongo. Google Maps. Sumber : lh5.googleusercontent.com

Ayanaz Gedongsongo merupakan objek wisata dengan ragam spot kekinian, dan Candi Gedong Songo yang notabene sebagai objek wisata sejarah dalam satu kawasan, menghadirkan sebuah kolaborasi perpaduan dua tema wisata.

Tema wisata jaman dahulu yang dibuktikan dengan kehadiran Candi Gedong Songo, serta wisata dengan tema jaman sekarang yang ditandai dengan kehadiran Ayanaz Gedong Songo.

Kawasan Candi Gedong Songo
Kawasan Candi Gedong Songo. Google Maps. Sumber : lh5.googleusercontent.com

Daya Tarik Ayanaz Gedongsongo

Daya tarik Ayanaz Gedongsongo dapat terlihat dari konsep utama objek wisata tersebut. Dan inilah pesona keindahan Ayanaz Gedongsongo yang terangkum dalam gagasan tema wisatanya :

1. Tema Wisata Kekinian

Daya tarik utama dari Ayanaz Gedongsongo adalah terletak pada konsep yang menyajikan spot yang kekinian, atau dikenal juga dengan istilah spot instagramable.

Tidak kurang dari 35 spot kekinian yang tersaji di Ayanaz Gedongsongo. Maka wajar saja jika wisatawan yang datang ke lokasi tersebut didoinasi oleh kaum milenial.

Spot Kekinian Di Ayanaz Gedongsongo
Spot Kekinian Di Ayanaz Gedongsongo. Google Maps. Sumber : lh5.googleusercontent.com

Pada faktanya, jika sebuah objek wisata dapat menyajikan ragam spot yang instagramable, maka sangat besar kemungkinannya bahwa objek wisata tersebut akan ramai dikunjungi wisatawan.

Itulah fakta yang ada saat ini. Ayanaz Gedongsongo, menjadi sebuah jawaban atas tuntutan jaman. Kehadirannya menjadi pengobat dahaga bagi para pecinta dunia fotografi.

2. Tema Wisata Keluarga

Spot – spot yang tersaji di Ayanaz Gedongsongo tidaklah berbahaya. Hal tersebut tentu saja menjadi sebuah kabar gembira bagi mereka yang sedang kebingungan mencari destinasi wisata keluarga yang cocok saat liburan tiba.

Wisata Keluarga Di Ayanaz Gedongsongo
Wisata Keluarga Di Ayanaz Gedongsongo. Google Maps. Sumber : lh5.googleusercontent.com

Kawasan Ayanaz Gedongsongo, serta kawasan Candi Gedong Songo menjadi sebuah kawasan yang recommended untuk anda dan keluarga.

Yang paling penting lagi, jangan lupakan untuk mengabadikan setiap momen kebahagiaannya.

3. Tema Wisata Edukatif, Dan Wisata Sejarah

Tema wisata edukasi dengan tema wisata sejarah adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Fakta ini tersaji di objek wisata Ayanaz Gedongsongo, dan Candi Gedong Songo menjadi sebuah penegasan.

Candi Gedong Songo diperkirakan sudah ada sejak abad ke 9, atau sekitar tahun 927 Masehi. Di kawasan tersebut, terdapat sembilan buah candi.

Wisata Sejarah
Wisata Sejarah. Google Maps. Sumber : lh5.googleusercontent.com

Jika anda berkunjung bersama keluarga ke objek wisata Ayanaz Gedongsongo, maka kehadiran Candi Gedong Songo menjadi sebuah nilai edukasi khususnya bagi anak- anak.

4. Tema Wisata Alam

Gunung Ungaran merupakan gunung  yang sangat terkenal akan pesona keindahan alamnya, tanpa terkecuali hingga sampai di lerengnya.

Yang perlu diketahui, bahwa Ayanaz Gedongsongo terletak di lereng Gunung Ungaran. Dengan demikian, spot kekinian yang terletak di alam terbuka, semakin menyempurnakan view yang tersaji.

Ayanaz Gedongsongo
Ayanaz Gedongsongo. Google Maps. Sumber : lh5.googleusercontent.com

Kawasan Ayanaz Gedongsongo terletak di ketinggian 1.200 mdpl, serta memiliki iklim yang cukup dingin. Kondisi tersebut sangat cocok bagi mereka yang terbiasa hidup di pusat kota yang dipenuhi dengan polusi.

Ragam Wahana Dan Aktivitas Wisata Di Ayanaz Gedongsongo

Seperti yang telah disampaikan di awal, bahwa tidak kurang dari 35 spot kekinian yang tersaji di Ayanaz Gedongsongo. Dan inilah beberapa spot yang menjadi favorit pengunjung :

1. Balon Udara

Spot ini menyajikan sebuah sensasi menjelajah alam terbuka dengan menggunakan balon udara. Tapi hal tersebut hanyalah sebuah sensasi saja.

Karena balon udara tersebut tetap diam, namun jepretan kamera dapat memanipulasi orang yang melihat seolah – olah sedang berada di atas balon udara. Keren kan?

Balon Udara DI Ayanaz Gedongsongo
Balon Udara DI Ayanaz Gedongsongo. Google Maps. Sumber : lh5.googleusercontent.com

2. Spot Di Tengah Kolam

Spot selanjutnya yang menjadi favorit pengunjung adalah spot di tengah kolam. Tempat yang berbentuk seperti lingkaran, dengan kursi duduk, berada di tengah kolam, sambil menikmati keindahan alam sekitar.

Spot Di Tengah Kolam
Spot Di Tengah Kolam. Google Maps. Sumber : lh5.googleusercontent.com

3. Tempat Duduk Eksotis

Spot selanjutnya adalah kursi – kursi yang didekor, sehingga memunculkan kesan eksotis. Hasil jepretan kamera di spot ini emberi kesan elegan, eksotis, dalam balutan alam terbuka.

Tempat Duduk Eksotis Di Ayanaz Gedongsongo
Tempat Duduk Eksotis Di Ayanaz Gedongsongo. Google Maps. Sumber : lh5.googleusercontent.com

Sebetulnya masih banyak ragam wahana, atau spot selfie yang sangat bagus yang ingin saya bahas. Jika anda penasaran, baiknya segera bergegas saat liburan tiba menjadikan Ayanaz Gedongsongo sebagai destinasi wisata prioritas.

Dan terdapat spot alami yang selalu ramai dikunjungi, yaitu pemandian air panas alami. Lokasinya dekat dengan Candi Gedong Songo.

Lokasi Ayanaz Gedongsongo

Ayanaz Gedongsongo itu berada di Candi Gedongsongo, Krajan, Banyukuning, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah.

Dari pusat kota Semarang, Ayanaz Gedongsongo dapat ditempuh dengan perjalanan sekitar 45 menit.

Rute Ayanaz Gedongsongo

Lokasi Ayanaz Gedong Songo berada di kawasan Candi Gedong Songo. Jadi untuk menuju ke lokasi Ayanaz Gedong Songo sama seperti jika hendak ke Candi Gedong Songo.

Jika datang dari arah Grobogan, maka rute perjalanannya adalah Godong – Gubug, Kedungjati – Tuntang – Bawen – Bandungan – Gedongsongo.

Jika datang dari Salatiga, Boyolali dan Solo, maka ikuti jalur dari jalan raya Semarang – Solo hingga menemukan papan arah menuju Bendungan.

Jika dari Jakarta dan Pekalongan, maka bisa melalui jalan pertigaan Kaliwungu Kendal – Sumowono – pertigaan lampu merah Boja Kendal ambil kiri – perempatan sebelum jembatan ambil kanan – Sumowono – Pasar Sumowono – hingga ada pertigaan lurus saja sampai ke POM bensin Palibapang maka ikuti petunjuk di atas.

Jam Buka Ayanaz Gedongsongo

Ayanaz Gedogsongo Semarang nuka setiap hari. Pengunjung yang tertarik ingin berfoto-foto di sini, bisa mengunjunginya mulai pukul 08.00 hingga 16.00.

Adapun waktu terbaik untuk mengunjungi Ayanaz Gedongsongo adalah pukul 08.00 dan 15.00 agar mendapatkan jepretan langit cerah atau senja.

Tiket Ayanaz Gedongsongo

Untuk tiket masuk ke area Ayanaz Gedongsongo bervariasi sesuai usia. Pengunjung dewasa dikenai harga Rp.25.000 per orang.

Sedangkan anak-anak di bawah 2 tahun membayar Rp 10.000. Harga tiket masuk di hari libur nasional senilai Rp 25.000.

Namun, karena Ayanaz Gedongsongo ini berada di dalam kawasan kompleks Candi Gedongsongo, maka pengunjung terlebih dahulu harus membeli tiket masuk ke kawasan Candi Gedongsongo. TIketnya seharga Rp 10.000.

Fasilitas Ayanaz Gedongsongo

Fasilitas Yang Memadai Di Ayanaz Gedongsongo
Fasilitas Yang Memadai Di Ayanaz Gedongsongo. Google Maps. Sumber : lh5.googleusercontent.com

Dari segi fasilitas, Ayanaz Gedong Songo Bandungan Semarang sudah memiliki fasilitas yang memadahi. Diantaranya area parkir yang luas, mushola, toilet dan kamar mandi. Bahkan terdapat juga gazebo yang bisa digunakan untuk bersantai.

Apabila lapar, disini terdapat banyak warung makan. Bahkan di warung makan di sekitar lokasi, pengunjung bisa menemukan makanan khas Semarang.

Penutup

Demikian info lengkap tentang Ayanaz Gedongsongo. Tetap patuhi protokol kesehatan, dan protokol kemanan.

Selalu kampanyeukan jangan membuang sampah sembarangan, karena “Sampahmu, Adalah Dosamu”.


Leave a Comment