Curug Citambur, Harta Tersembunyi di Balik Gunung Lemo Ciwidey

Curug Citambur mengalir dari ketinggian tebing mencapai 100 meter. Alirannya memiliki beberapa undakan, namun didominasi oleh undakan tertinggi yang memiliki debit air paling besar. Letaknya diapit oleh dua sisi tebing yang dihiasi hamparan rumput dan aneka vegetasi liar.

Curug Citambur mengalir dari ketinggian tebing mencapai 100 meter. Letaknya diapit oleh dua sisi tebing yang dihiasi hamparan rumput dan aneka vegetasi liar.
Curug Citambur. Image via: pesonawisataindonesia.com

Curug memiliki tiga tingkatan curug, yaitu 12 meter, 116 meter dan 2 meter.   Terletak pada ketinggian 1.400 mdpl menyebabkan airnya sangat dingin dan selalu diliputi kabut tipis.  Suara jatuhan airnya sangat keras bergemuruh.

Di tepi tebing terdapat batu mencuat yang sering dijadikan tempat untuk berfoto, namun mengingat kondisi yang selalu basah dan angin kencang yang bisa tiba-tiba berhembus disarankan untuk mencari lokasi berfoto lain yang lebih aman.

Mungkin pantas jika mengibaratkan air terjun ini sebagai “harta tersembunyi”. Air terjun ini berada di balik tebing Gunung Lemo. Gunung Lemo adalah gunung yang terbentang dari Rancabali hingga Pasirkuda dalam bentuk menyerupai huruf L.

Pelangi di Curug citambur muncul dari rintik rintik air curahan air terjun.
Pelangi di Curug. Image via: akurat.co

Simak juga: 13 lokasi menawan di Cianjur

Lokasi Curug Citambur

Curug Citambur terletak di Desa Karang Jaya, Kecamatan Pagelaran, Cianjur Selatan. Dari Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung jaraknya kira-kira 40 kilometer ke arah selatan.

Sebenarnya akses menuju Citambur tak terlalu sulit. Hanya, lokasinya memang cukup jauh dari jalan utama.  Namun, jangan khawatir karena sepanjang perjalanan pengunjung akan dihibur oleh perkebunan teh nan hijau.

Rute Menuju Curug Citambur

Untuk menuju Citambur, dari Bandung, ambil arah menuju Kecamatan Ciwidey.  Setiba di Perkebunan Teh Rancabali ambil jalur yang ke kanan menuju ke perkebunan teh Sinumbra. Dari sini melalui Desa Cipelah Kecamatan Rancabali selanjutnya Desa Karang Jaya dimana Curug Citambur berada.

Perjalanan dari perkebunan Sinumbra menuju ke Desa Karang Jaya membutuhkan waktu kira-kira satu setengah jam dengan kendaraan bermotor. Kondisi jalan yang dilalui menuju lokasi air terjun itu bisa dikatakan cukup baik.  Meskipun terdapat  beberapa bagian jalan yang berbatu dan berlubang.

Jalan Setapak ke Curug Citambur.
Jalan Setapak ke Curug. Image via: @TermudaCianjur

Selanjutnya, cari Kantor Desa Karang Jaya karena gerbang masuk Curug tepat berada di depan kantor desa tersebut.  Beberapa meter dari gerbang masuk, Anda akan langsung disambut oleh Situ Rawasuro.

Bila melalui Puncak, maka masuk ke Tol Jagorawi dan keluar di gerbang Ciawi. Selanjutnya melewati jalur puncak sampai ke pertigaan tugu Cianjur Jago lalu putar balik menuju terminal Pasir Hayam. Belok kiri ke arah Cibeber sampai Kota Kecamatan Pagelaran.

Melewati Desa Pusaka Jaya sampai ke Desa Karang Jaya.  Total waktu yang dihabiskan sekitar 8 jam termasuk istirahat dan makan.

Jam Buka Curug Citambur

Lokasi wisata curug Citambur ini terbuka 24 jam sehari, 7 hari sepekan.

Namun demikian, tidak disarankan untuk berkunjung saat matahari telah tenggelam. Mengingat ini adalah wisata alam terbuka, yang tentu kewaspadaan akan keselamatan harus tetap diperhatikan.

papan lokasi curug citambur
Papan lokasi. Image via: @taufik.rdn

Simak juga: Indahnya Panorama Posong Temanggung

Tiket Curug Citambur

Harga tiket masuk Curug Citambur tergolong murah dan terjangkau. Namun, harga tiket ini belum termasuk biaya foto di spot yang tersedia.

Tiket masuk dipatok seharga Rp 15.000. Ini ditambah lagi dengan tiket parkir Motor Rp 2.000 dan Mobil Rp 5.000. Sedangkan biaya spot foto, dipatok Rp 5.000.

Fasilitas Curug Citambur

Sebagai objek wisata, Curug Citambur sudah dilengkapi sejumlah fasilitas yang memadai. Lahan parkir, toilet, serta mushola sudah tersedia di sini. Pengunjung juga tidak perlu takut kelaparan karena ada beberapa warung dan kios yang berdiri tak jauh dari area curug.

Daya Tarik Curug Citambur

  1. Pesona Curug

Keindahan Curug citambur yang tak terlupakan
Tak terlupakan. Image via: @ranisa03

Tinggi curug ini mencapai 130 meter. Di bagian bawah air terjun terdapat semacam kolam alam tempat curahan air yang jatuh dari ketinggian. Tingginya tempat jatuh air Curug Citambur itu membuat volume air jatuhan curug tersebut begitu besar.

Volume air jatuhan yang cukup besar itu membuat tak ada yang berani mandi atau berenang di bawah air jatuhannya. Sebab, badan akan terasa sakit sekali jika tertimpa air jatuhan yang menimpa tubuh dengan volume sangat besar.

Tetapi, terlepas dari ketiadaan orang yang mau mandi di bawah air terjun itu, Curug Citambur tetap memberikan pesona yang indah dan elok, sehingga seru untuk dijadikan tempat berlibur.  Panorama Curug Citambur begitu alami dan indah natural.

Suasana dan udaranya juga menyejukkan, karena dikelilingi hamparan sawah dan perkebunan teh. Cocok untuk warga kota yang ingin mencari suasana bernuansa alam nan asri. Panorama indah di sekitar Curug Citambur dilengkapi suasana khas alam.

hobbit house, salah satu spot foto di curug citambur
Hobbit House. Image via: @sitirahmaa2807

Simak juga: Rammang-Rammang, konservasi Orang Utan Pertama di dunia

Pemandangan di sekitar air terjun hampir selalu diliputi oleh kabut tipis. Suara air jatuhan Curug Citambur terdengar berdebum dengan begitu keras dan membahana. Suara air jatuhan yang demikian keras itulah yang membuat Curug Citambur terasa berbeda ketimbang air terjun lain.

Sesekali terdengar pula suara kicauan burung kutilang di antara deburan air, seakan kian memperkaya simponi suara alam di sekitar kawasan itu. Sejumlah pengunjung air terjun ini menuturkan, pesona Curug Citambur memang terletak pada suasananya yang sangat alami.

Keeksotisan itulah yang memberikan suasana berbeda di antara tempat-tempat wisata lain. Kondisi “alam perawan” itu bahkan tak urung menghadirkan pula suasana mistis di antara debur-debur Curug Citambur.

  1. Mitos

pasir kuda, sebuah batu besar di curug citambur yang dilegendakan memiliki sejarah khusus
Batu Pasir Kuda. Image via: @gan_ramadhan

Mengenai kenapa air terjun tersebut bernama Citambur, ada dua versi. Yang pertama berasal dari suara air jatuhan dari air terjun yang jatuh ke kolam di bawahnya terdengar “berdebum” dalam irama tertentu layaknya seperti tambur yang sedang ditabuh.

Saat itu volume air terjun yang jatuh itu jauh lebih besar dari sekarang. Dan kolamnya juga cukup luas. Sehingga, suara jatuhnya air menimbulkan bunyi seperti alat musik tabuh yang dipukul berulang-ulang setiap kali air jatuh menimpa kolam.

Versi kedua asal usul nama Citambur ini berhubungan dengan sesuatu yang lebih dekat dengan mitos yang berkembang di tengah masyarakat. Menurut cerita, konon lokasi curug tersebut dulu termasuk wilayah Kerajaan Tanjung Anginan dengan penguasa bernama Prabu Tanjung Anginan.

Warga sekitar meyakini batu berbentuk kursi itu sebagai tempat duduk raja. Batu tersebut terdapat disebuah bukit yang berbentuk kuda. Konon, hal itu pula yang mendatangkan nama Pasir Kuda. Sebab, pasir di dalam bahasa Sunda berarti bukit atau gunung kecil.

Ketika Kerajaan Tanjung Anginan tersebut berdiri, sang raja kerap mandi di curug itu. Setiap kali sang raja akan mandi ke curug tersebut, ia selalu diiringi oleh rombongan kerajaan. Sepanjang perjalanan, rombongan kerajaan yang mengiringi sang raja selalu dilengkapi dengan suara tetabuhan dari tambur yang ditabuh para pengawal.

rumah terbalik, spot lain di curug citambur
Rumah terbalik Citambur. Image via: @aprilliasafitrii04

Simak juga: Atlantis, taman fantasinya Arek Surabaya

Suaranya terdengar berdebum. Suara berdebumnya alat musik tabuh itu terdengar hingga jarak yang cukup jauh. Sehingga warga dapat mengenali bahwa jika terdengar suara tambur yang berdebum itu, artinya rombongan raja sedang menuju curug.

Sejak itulah, warga Pasir Kuda dan sekitarnya lantas menyebut air terjun itu sebagai Curug Citambur. Namun, versi kedua ini hingga kini lebih merupakan mitos semata. Sulit dibuktikan akan kebenarannya. Di dalam buku-buku sejarah yang ada pun nama Kerajaan Tanjung Anginan tidak dikenal.

Sehingga, tidak dapat dipastikan apakah di daerah Cianjur memang benar-benar pernah ada sebuah kerajaan bertajuk Kerajaan Tanjung Anginan. Mungkin, keberadaan Kerajaan Tanjung Anginan hanyalah sebuah legenda.

Di Curug Citambur sesekali ada orang yang datang untuk bersemedi sebagai sarana untuk mendapatkan hajat yang mereka inginkan. Mereka yang datang untuk bersemedi itu sepertinya beranggapan bahwa di curug itu ada kekuatan supranatural. Ini satu hal lagi yang membuat curug ini menjadi lekat dengan mitos.

Spot Jendela Asmara di curug citambur
Jendela Asmara Citambur. Image via: @nongaciew

Tips Mengunjungi Curug Citambur

  • Pemandangan terbaik dari Curug Citambur adalah ketika musim hujan. Pepohonan dan rerumputan tumbuh subur membentang menyerupai karpet hijau. Namun jangan datang ketika hujan.
  • Waktu terbaik mengunjungi Curug Citambur adalah pagi hari. Dan pastikan anda keluar dari lokasi wisata ini sebelum matahari tenggelam.
  • Jangan mandi di bawah air terjun karena debit air cukup deras dan tingginya mencapai 100 – 120 meter ini akan membuat badan anda sakit terkena hempasan air.
  • Berhati – hatilah karena jalanan di sini selalu basah dan licin. Serta air terjun ini berada di kawasan yang banyak tebingnya.
  • Memakai sepatu beralas kasar agar anda dapat melewati tebing – tebing sekitar air terjun yang ada dengan mudah.
  • Membawa baju ganti. Karena walaupun tidak berenang baju anda akan tetap basah terkena percikan air.
hamparan panorama indah di sekitar curug citambur
Panorama sekitar curug. Image via: @andry_hakim

Simak juga: Monumen Semangat KAA di Kiara Artha Park

Objek Wisata Dekat Curug Citambur

Wisata Curug Citambur bukanlah satu-satunya wisata yang bagus dan patut untuk dikunjungi di Bandung. Ada banyak obyek wisata lainnya di Bandung yang juga bisa menjadi alternatif wisata, antara lain: Trans Studio Bandung, Kampung Gajah Wonderland, The Lodge Maribaya, Dago Dream Park dan lainnya.

The Lodge Maribaya menawarkan berbagai hal pada pengunjung. Disini pengunjung bisa melakukan berbagai akitivitas seperti camping, trekking mengelilingi area hutan pinus yang indah, acara gathering dan team building, atau bahkan hanya sekedar refreshing menikmati kuliner. Terdapat juga berbagai wahana yang instagramable.

Area Dago Dream Park cukup luas, dengan kontur berbukit. Suasana alami di tempat ini terjaga sehingga terasa lebih fresh. Banyaknya pilihan wahana, spot berfoto, dan juga fasilitas yang ada tentunya bakal bisa memanjakan liburan anda sekeluarga.

Bagaimana, tertarik untuk berkunjung ke sini? Silahkan share pengalamannya di kolom komentar ya.

Baca juga:

Leave a Comment