Gudeg Jogja, Kuliner Rakyat Abad 15 Yang Naik Kelas Jadi Ningrat

Gudeg Merupakan salah satu makanan khas nusantara yang sangat melekat dengan Kota Yogyakarta. Dengan popularitasnya tak heran jika Kota yang satu ini kerap disebut dengan nama kota gudeg. Hal ini sudah tak aneh lagi karena makanan yang satu ini memang sudah lama sekali dikenal oleh masyarakat Yogyakarta.

Gudeg dalam tampilan tardisionla di dalam gentong kecil
Gudeg. Image via: sipendik.com

Sederhananya gudeg Jogja merupakan masakan yang terbuat dari Nangka muda yang dipadukan dengan berbagai bumbu. Cara pembuatannya cukup sederhana nangka tersebut mulanya di rebus denagn tambahan gule serta santan kelapa. Tak lupa berbagai bumbu pelengkap pun ditambahkan sehingga membuat cita rasa yang khas.

Biasanya olahan makanan ini dihidangkan bersama nasi putih serta tambahan toping lainnya seperti ayam, telur rebus, tahu-tempe serta sambal goreng krecek.

Varian Gudeg

Ada dua jenis varian dari gudeg Jogja yakni gudeg basah dan gudeg kering perbedaannya dari jumlah tajaran santannya. Gudeg kering takaran santannya sedikit sedangkan gudeng jogja memiliki takaran santan yang lebih banyak.

Selaind negan gentong, secar atradisional, gudeg juga kerap diwadahi dengan besek bambu
Besek Gudeg. Image via: backpackerjakarta.com

Simak juga: lokasi kuliner hits di Jogja

Pada mulanya memang gudeg Yogya lebih dikenal dengan gudeg basahnya. Namun, seiring perkembangannya mulai dibuatlah gudeg kering yang dimaksudakan untuk memenuhi permintaan oleh-oleh sehingga lebih praktis untuk dibawa.

Dengan hadirnya gudeg kering membuat makanan khas Yogya ini semakin populer. Masyarakat lebih dimudahkan selain praktis, makanan ini pun lebih tahan lama sehingga cocok untuk dijadikan sebagai oleh-oleh. Hal ini tentunya berdambak bagus bagi perekonomian warga dengan semakin banyaknya industri rumahan yang muncul.

Sejarah Gudeg

Makanan khas ini awalnya merupakan makanan yang hanya dikonsumsi oleh masyarakat biasa saja. Untuk menyiasati kebutuhan makan masyarakat yang kebanyakan adalah para pekerja, mereka membuat makanan dari nangka muda itu.

Pemilihan Nangka muda, didasari oleh pertimbangan mudah didapat. Karena jumlah nangka tersebut banyak, dimasaklah dalam porsi yang besar. Dalam memasak nangka tersebut para pekerja menggunakan alat pengaduk berupa alat menyerupai dayung perahu.

Sampai saat ini masih banyak pedagnag gudeg yang memasak dan menghidangkan dengan cara tradisional
Dimasak secara tradisional. Image via: kumparan.com

Teknik mengaduk tersebut dalam bahasa Jawa disebut hangudek atau hangudeg. Akhirnya dari situlah nama gudeg berasal.

Pada tahun 1600-an Gudeg Jogja semakin populer sebagai salah satu sajian yang dihidangkan untuk tamu kerajaan. Pada saat itu, Raden Mas Cebolang singgah ke padepokan Pangeran Tembayat yang saat ini berada di wilayah Klaten.

Di sana Pangeran Tembayat menjamu tamunya yang bernama Ki Anom dengan beragam makanan dan salah satunya adalah gudeg.

Tempat Makan Gudeg Yang Populer di Jogja

  1. Gudeg Yu Djum

Gudeg Yu Djum adalah menu paling melegenda di Yogyakarta dan resepnya sudah diturunkan hingga empat generasi
Gudeg Yu Djum. Image via: visitingjogja.com

Simak juga: wisata kuliner seputaran Ciamis

Gudeg Yu Djum bisa dibilang salah satu tempat paling melegenda karena resep yang dipakai sudah turun temurun diwariskan hingga empat generasi. Tempat yang satu ini sangat pas untuk dikunjungi bagi merekan yang mencari menu gudeg kering sebagai oleh-oleh. Kemudian siapa sangka jika pengunjung pun diperbolehkan untuk masuk ke dapurnya melihat proses pembuatan gudeg ini.

Alamat: Jalan Wijilan No. 31 Panembahan, Kraton, Panembahan, Yogyakarta, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
Jam Operasional: 06.00-22.00
Harga: Sekitar Rp30.000,00 per porsi

  1. Gudeg Manggar Bu Tinur

Gudeg Manggar Bu Tinur
Gudeg Manggar. Image via: @Suryaadalisa

Kedai gudeg Jogja yang satu cocok dikunjungi bagi mereka yang ingin mencicipi gudeg dengan varian yang berbeda. Hal ini dikarenakan tempat yang satu ini menyediakan menu Gudeg yang terbuat dari Manggar atau bunga kelapa.

Meskipun bahan yang digunakan sedikit berbeda dengan gudeg lainnya, namun cara memasaknya tetap menggunakan bumbu yang sama dengan gudeg pada umunya. Gudeg manggar ini pun rasanya sangat lezat apalagi dengan tambahan telur, ayam bacem serta sambal krecek.

Nama : Gudeg Manggar Bu Tinur – Waroeng Joglo
Alamat : Jalan Bibis Raya RT.04, Dusun Gendheng, Bangunjiwo, Kasihan, Bangunjiwo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Jam Operasional : 08.00-20.30
Harga : Sekitar Rp30.000,00 per porsi

  1. Gudeg Pawon

Ngantre di Gudeg Pawon adalah hal yang umum setiap hari
Ngantre di Gudeg Pawon. Image via: harianjogja.com

Simak juga: Wisata kuliner instgramable di Medan

Gudeg jogja merupakan salah satu makanan yang populer disantap sebelum memulai aktivitas atau singkatnya sebagai menu sarapan. Namun Gudeg Pawon justru sebaliknya, kedai ini malah buka pada saat menjelang tengah malam tepatnya pukul 22.00.

Meski demikian, pamor gudeg ini cukup terkenal sampai-sampai orang rela mengantre untuk mendapatkan olahan makanan ini. Hal ini bukan tanpa sebab, gudeg manis lengkap dengan sambal goreng krecek, ayam, dan juga cabai hijau yang dijajakan di dapur (pawon) ini memang memiliki cita rasa yang sangat lezat.

Nama: Gudeg Pawon
Alamat: l. Janturan UH/IV No. 36, Umbulharjo, Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
Jam Operasional: 22.00-24.00
Harga: sekitar Rp30.000,00

  1. Gudeg Permata Bu Pujo

Gudeg Permata Bu Pujo buka mulai pukul 20.30. Tetapi mungkin harus antri untuk bisa merasakan melegendanya rasa dari gudeg di sisi barat gedung bioskop Permata ini
Gudeg Permata Bu Pujo. Image via: visitingjogja.com

Gudeg Permata Bu Pujo merupakan kedai gudeg lainnya yang mulai berjualan pada malam hari, yakni mulai pukul 20,30. Rasa gudegnya yang manis serta gurih sudah sangat melegenda di sekitar Kota Yogyakarta. Maka dari itu, tek heran jika yang ingin mencicipi masakan ini harus rela mnegantre terlebih dahulu.

Para pengunjung akan menrasakan perpaduan yang pas antara manisnya gudeg dengan gurihnya daging ayam kampung atau kenyalnya telur serta sambal krecek yang mantap. Jadi, bagi mereka yang sedang berwisata di Yogya tak perlu merasa khawatir lagi bila perut keroncongan pada malam hari.

Nama: Gudeg Permata Bu Pujo
Lokasi: Jalan Gajah Mada, RT. 36 / RW. 07, Purwo Kinanti, Gunungketur, Purwokinanti, Pakualaman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
Jam Operasional : 20.30-24.00
Harga: Mulai dari 10,000 IDR per porsi

  1. Gudeg Mbah Lindu

Saat makan di warung gudeg Mbah Lindu, pengunjung bisa merasakan kesederhanaan khas Jogja.
Gudeg Mbah Lindu. Image via: tabloidbintang.com

Simak juga: Kulineran di Bali

Kebanyakan penjual gudeg terkenal yang ada di Yogya sudah mewariskan resepnya ke generasi berikutnya. Namun berbeda dengan Mbah Lindu. Kedai ini sudah berjualan sejak zaman penjajahan Jepang dan kini memilki ketenarannya sendiri.

Bahkan sang penjual yakni Mbah Lindu yang nyaris berusia satu abad masih setia memberikan layanan terbaiknya secara langsung kepada pelanggannya. Di sisi lain Mbah lindu juga dikenal akan keramahannya, beuliau akan dengan senag hati bercerita tentang perjalanan berjualannya termasuk bertransaksi dengan mata uang benggol dan sen.

Dengan kondisi itu, tak heran jika tempat yang satu ini sangat kental akan susana khas Jogja-nya. Bahkan, siapa sangka jika rasa gudeg yang dihadirkan oleh Mbah Lindu ternyata masih sama dengan era penajajahan dulu.

Nama: Gudeg Mbah Lindu
Lokasi: Jl. Sosrowijayan, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
Harga: Mulai dari 15,000 IDR per porsi

  1. Gudeg Mercon Bu Tinah

sensasi makan di Gudeg Mercon Bu Tinah, yang akan membuat kamu menangis sekaligus keringetan.
Gudeg Mercon Bu Tinah. Image via: @kulinerjogja

Biasa merasakan Gudeg Jogja dengan rasa yang manis, mungkin pengunjung bisa mencicipi nuansa yang berbeda. Tidak ada salahnya mengunjungi dan merasakan sensasi makan di Gudeg Mercon Bu Tinah, yang akan membuat menangis sekaligus keringetan.

Meski terkenal pedas, salah satu spot makan gudeg Jogja ini selalu ramai pengunjung. Bahkan tidak jarang pula artis ibukota datang dan mencicipi pedasnya kuliner ini. Tapi jika tertarik untuk mencoba, harus siap antri untuk mendapatkan seporsi sajian gudeg mercon ini.

Warung Gudeg Mercon Bu Tinah
Lokasi: Jl. Asem Gede No.8, Cokrodiningratan, Jetis, Kota Jogja, Daerah Istimewa Yogyakarta
Jam buka: 21.00-01.00
Harga: Mulai dari 16,000 IDR per porsi

  1. Gudeg Ceker

gudeg ceker sedap raos
Gudeg Ceker. Image via: diskon.com

Simak juga: lokasi kulineran di Solo

Potongan paha bawah atau dada ayam kampung memang aspek yang biasa dijumpai pada masakan Gudeg Jogja. Namun, tidak salahnya jika menggatinya dengan bagian ceker ayam yang tentunya akan memberikan cita rasa yang berbeda.

Bagi yang tertarik, bisa mendatangi  warung Sedep Raos, Seturan. Selain itu rasanya yang tak terlalu manis sangat pas berpadu dengan sambal krecek yang pedas. Kemudian, ceker ayamnya pun sangat lembut dan mudah dimakan. Tempat ini pun sangat cocok untuk dikunjungi bagi merekan yang ingin mencicipi sajian gudeg yang berbeda dari yang lain.

Nama: Gudeg Ceker Sedep Raos
Lokasi: Jl. Affandi No.30, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Harga: Mulai dari 8,000 IDR per porsi gudeg ceker

  1. Gudeg Manggar Bu Jumilan

Bila gudeg biasanya berbahan dasar nangka muda, tidak demikian dengan Gudeg Manggar yang berasal dari daerah Bantul. Bahan yang digunakan adalah bunga muda pohon kelapa
Gudeg Manggar Bu Jumilan. Image via: makanjogja.com

Bila Gudeg Jogja biasanya berbahan dasar nangka muda, tidak demikian dengan Gudeg Manggar yang berasal dari daerah Bantul. Bahan yang digunakan adalah bunga muda pohon kelapa, yang menjadikan tekstur gudeg menjadi lebih padat.

Meski begitu, rasa khas gudeg yang manis, areh yang gurih dan sambal krecek yang pedas tetap dipertahankan. Karena bahan dasar yang tidak biasa, agak sulit menemukan tempat makan gudeg Jogja yang menyajikan menu ini.

Sajian ini dapat ditemukan di daerah Bantul.

Nama: Gudeg Manggar Bu Jumilan
Lokasi: Jalan Srandakan Km.8, Mangiran, Srandakan, Trimurti, Srandakan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Harga: Mulai dari 8,000 IDR per porsi

  1. Gudeg Bu Tjitro 1925

Gudeg Bu Tjitro 1925 menyajikan gudeg dalamkaleng utnuk oleh-oleh perjalanan wisata.
Gudeg Bu Tjitro 1925. Image via: @gudegkalengbutjitro1925

Simak juga: Wisata Kuliner Instagramable di Semarang

Untuk pengunjung yang ingin menggunakan Gudeg sebagai buah tangan untuk teman dan keluarga di kota asal biasanya mebawa makanan ini dalam besek mau pun kendil. Namun kini telah hadir sajian gudeng yang lebih praktis dan modern.

Gudeg Bu Tjitro 1925 mengahdirkan sajian gudeg yang sanag modern dengan bentuk makanan kaleng. Mengenai rasanya tak perlu diraguakan lagi karena Gudeg Bu Tjitro merupakan salah satu pioner tempat makan gudeg Jogja, bahkan menjadi salah satu yang terbaik.

Nama: Gudeg Bu Tjitro 1925
Lokasi: Jalan Janti No. 330, Depan JEC (JOGJA EXPO CENTER), Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Harga: Mulai dari 26,000 IDR per kaleng

Nah demikian sedikit cerita soal Gudeg, bahan, jenis, sejarah, dan juga tempat-tempat favorit yang mengedaikan Gudeg. Bagi pengunjung yang berwisata ke Jogja, sudah menjadi wajib hukumnya untuk mencicipi beberapa pilihan dari Gudeg di atas.

Baca juga:

Leave a Comment