Hutan Bonsai, Aroma Mistis Sekalius Eksotis di Tanah NTT

Siapa sangka jika peophonan unik berumur ratusan tahun yang berada di area Hutan Bonsai, Kabupaten TTS sungguh nampak elok dan menarik untuk ditelisik. Dengan pemandangannya yang alami serta eksotis menjadikannya sebagai objek wisata yang tepat pada saat berada di Timor Tengah Selatan.

Hutan bonsai di Kabupaten Timor Tengah Selatan tampil Unik dan menawan. Pepohonan mirip bonsai di tempat ini berumur sekitar ratusan tahun.
Hutan Bonsai. Image via: @like_ntt

Berada di ketinggian 1.500 sampai 2.500 mdpl, suhu rata-rata wilayah Cagar Alam Mutis ini sekitar 12 sampai 19 derajat celsius. Berarti, wilayah ini merupakan daerah paling dingin di antara panas dan teriknya Nusa Tenggara Timur.

Banyak yang menyebut hutan di lereng Mutis ini dengan hutan bonsai karena ukuran kayunya. Ada juga yang menyebut dengan hutan Ampupu, karena banyak ditemukan tumbuhan ampupu atau Eucalyptus urophylla.

Saat berada hutan bonsai ini pengunjung bisa menyaksikan pemandangan alam yang indah disetiap sudutnya. Terlebih lokasinya yang berada cukup jauh dari keramaian kota mampu membuat siapa pun merasa lebih tenang serta segar kembali.

Hutan Bonsai yang tampis mistis, misterius, dan eksotis
Pepohonan eksotis. Image via: @alenamegasega

Simak juga: Ragam Wisata Timor Tengah Selatan

Lokasi Hutan Bonsai

Hutan bonsai ini tepatnya berada di Desa Fatumnasi, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Pulau Timor Nusa Tenggara Timur.

Hutan bonsai ini terletak di lereng gunung Mutis yang merupakan salah satu gunung tertinggi di pulau Timor.

Saking luasnya, sebenarnya cagar alam yang mewilayahi Hutan Bonsai, masuk ke dalam kawasan Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Kabupaten Timor Tengah Utara. Tapi paling mudah diakses dari Fatumnasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Rute Menuju Hutan Bonsai

Hutan Bonsai yang indah ini dapat pengunjung capai dengan mengambil patokan dari kabupaten Soe menuju Lereng Gunung Mutis. Akses jalannya pun cukup mudah dilalui oleh kendaraan roda dua maupun empat. Dari titik ini pengunjung setidaknya memerlukan waktu sekitar 2 jam perjalanan saja untuk sampai ke Hutan Bonsai.

HUtan bondai bila dikunjungi bersama, akan menjadi kenangan yang tak mudah dilupakan
Akan selalu terkenang. Image via: len-diary.com

Jam Buka Hutan Bonsai

Untuk mengunjungi dan menikmati keindahan Hutan Bonsai Fatumnasi ini, sebenarnya tidak ada ketentuan waktu. Pengunjung bisa datang 24 jam sehari, 7 hari sepekan. Namun demikian, karena medan jalan yang sulit dan ketiadaan penerangan, datang pada saat hari sudah gelap tidak disarankan.

Tiket Hutan Bonsai

Untuk mengunjungi Hutan Bonsai ini, seperti halnya hampir semua lokasi wisata di Fatumnasi, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk.

Wisata Seru untuk kalangan pemuda dan pemudi masa ini
Wisata Seru. Image via: @deniselan27

Simak juga: Terjepit diantara Batuan Air Tagepe

Fasilitas Hutan Bonsai

Mengenai fasilitas penunjang wisata, hutan bonsai NTT ini bisa dikatakan tidak memiliki sama sekali. Baik itu pedagang maupun tempat istirahat. Hal ini mungkin karena menjaga kelestarian lingkungan. Atau juga mungkin karena perhitungan mengani karakteristik pengunjung.

Pengunjung yang datang umumnya hanya singgah 1-2 jam saja, untuk melihat-lihat dan mengambil foto. Mereka umumnya adalah pengunjung yang kembali dari daerah gunung mutis atau wisata Fatumnasi Lainnya.

Untuk keperluan menginap, penginapan terdekat adalah, Homestay Lopo Mutis. Bentuknya unik, menyerupai rumah-rumah bulat yang di dalamnya terdapat keranjang dengan kelambu. Tarif per malam sekitar Rp100.000,00. Itupun sudah termasuk makan sebanyak 3 kali.

Daya Tarik Hutan Bonsai

  1. Pepohonan yang Unik

Pohon yang eksotis di Hutan Bonsai
Pohon eksotis. Image via: travel.detik.com

Saat sudah sampai di Hutan Bonsai, dari kejauhan akan terlihat pepohonan yang cukup unik. Penduduk lokal menceritakan jika pepohonan yang ada di area ini samam dengan peohonan yang tumbuh di Istana Hirohito, Jepang.

Kemudian, pepohonan di area ini memiliki ranting daun yang menjulur bersentuhan satu sama lain. Batang pohonnya pun sangatlah unik dengan bentuk yang meliuk-liuk serta akarnya penuh ditumbuhi dengan lumut hijau. Bila diperhatikan pepohonan yang tumbuh di hutan ini sangat mirip dengan bonsai yang biasa dijual, hanya saja ukurannya jauh lebih besar.

Bahkan, bnyak yang mengklaim jika pepohonan yang unik tersebut diklaim adalah satu-satunya di Indonesia.  Di sisi lain, lumut yang yang tumbuh pada pepohonan ini memiliki tekstur yang cukup kasar serta memiliki ukuran yang lebih besar dari lumat pada umunya.

Jika beruntung, pengunjung yang datang saat musim anggrek berbunga, akan disuguhkan dengan bunga anggrek yang bermekaran di batang-batang pepohonan hutan bonsai ini.

  1. Jenis Pohon

Pohon Ampupu adalah tumbuhan dominan di Hutan ini.
Pohon Ampupu. Image via: travel.detik.com

Simak juga: Air Terjun Oehala bertingkat 7

Pengunjung tidak akan bisa menahan keinginan untuk mencoba masuk lebih dalam ke dalam Hutan Bonsai ini. Hutan yang lebat dan penuh dengan kayu-kayu berukuran besar namun pendek. Jenis pohon yang terlihat unik dan eksotis itu adalah pohon Ampupu.

Ampupu merupakan spesies tumbuhan lokal yang tumbuh dengan baik pada ketinggian 500 hingga 3000 mdpl. Tumbuhan asli Indonesia ini sering dipakai oleh masyarakat untuk bahan bangunan, kayu bakar serta dijadikan arang.

Ampupu ternyata juga masuk dalam genus Eucalyptus yang bisa menghasilkan minyak sama halnya dengan pohon kayu puti. Sementara itu, pohon inipun semakin menarik dengan adanya lumut kerak dan jenggot resi yang bergelayutan diterpa angin.

Selain itu, area ini juga dulunya ditumbuhi dengan pepohonan cendana. Namun kini pohon tersebut nyaris tak ada satu pun. Pohon Cendana merupakan tanaman asli timor yang keberadaannya hampir punah karena adanya eksploitasi secara massive.

  1. Lingkungan yang Sejuk

Pengunjung hutan bonsai, sebaiknya Siapkan Jaket utuk antisipasi cuaca sejuk
Siapkan Jaket. Image via: @jangker21

Pengunjung bisa menikmati pemandangan di kaki Gunung Mutis dari lokasi ini. Keadaan alamnya pun sedikit berbeda dengan kaki gunung yang biasanya di datangi di pulau lain. pemandangan yang dihadirkan pun sangat lengkap beserta udara sejuk yang bisa membuat badan kembali segar.

Lebatnya pepohonan bonsai raksasa semakin membuat pengunjung akan betah berlama-lama duduk sambil mengambil gambar dari kamera yang dibawa. Kalau benar ini adalah satu – satunya Hutan Bonsai di Indonesia, sungguh kunjungan ke hutan Bonsai ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi pengunjug.

Adalahpemandangan umum di sekitar Hutan bonsai Ada Kuda di alam bebas
Ada Kuda. Image via: betantt.com

Simak juga: Bukit Fatukopa yang misterius

Objek Wisata Dekat Hutan Bonsai

Kabupaten Timor Tengah Selatan memang sangat kaya kan objek wisata. Dari pantai hingga puncak gunung, ada semua di kabupaten ini. Salah satu yang paling unk adalah air terjun segar di tengah panasnya pulau timor. Air terjun Oehala.

Air terjun ini tampil unik dengan berundak 7, menyimpan keindahan yang luar biasa. Air terjun dikelilingi dengan pepohonan yang cukup tinggi dan rindang, yang menambah kesejukan di tempat ini. Banyak wisatawan yang datang untuk mandi atau sekedar berfoto maupun duduk menikmati keadaan alam di sekitar air terjun.

Untuk pantai, TTS punya pantai Kolnano. Keunikan pantai ini salah satunya ada pada batuan pantai. Bila dilihat dengan seksama, bebatuan yang ada di pinggir pantai ini mempunyai warna yang beragam. Tidak hanya putih saja. Ada yang peach, abu-abu kehijauan, yang jingga, coklat hingga warna pink.

Bagaimana sobat Native, apakah Anda tertarik untuk menikmati hutan bonsai di Kabupaten Timor Tengah Selatan?

Baca juga:

Leave a Comment