Istana Siak, Jejak Sejarah Kesultanan Siak Sri Inderapura

Istana Siak memiliki arsitektur bercorak Melayu, Arab, dan Eropa. Bangunannya terdiri dari dua lantai. Lantai bawah dibagi menjadi enam ruangan sidang: Ruang tunggu para tamu, ruang tamu kehormatan, ruang tamu laki-laki, ruang tamu untuk perempuan.


Istana Siak memiliki arsitektur bercorak Melayu, Arab, dan Eropa. Bangunannya terdiri dari dua lantai.
Istana Siak. Image via: wonderfulllfe

Istana ini merupakan peninggalan Kesultanan Siak Sri Inderapura yang selesai dibangun pada tahun 1893. Kini istana ini masuk wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Siak.

Sejarah Awal Berdiri Istana Siak Sri Indrapura – Istana Siak adalah tempat kerajaan siak pada masa penjajahan dahulu, di istana itulah tempat raja siak tinggal dan disitu jugalah tempat menyebarnya agama islam

Lantai atas terbagi menjadi sembilan ruangan, berfungsi untuk istirahat Sultan serta para tamu istana. Di puncak bangunan terdapat enam patung burung elang sebagai lambang keberanian Istana. Sementara pada halaman istana masih dapat dilihat delapan meriam menyebar ke berbagai sisi-sisi halaman istana.

Di sebelah kiri belakang istana terdapat bangunan kecil yang dahulunya digunakan sebagai penjara sementara.

Kompleks istana ini memiliki luas sekitar 32.000 meter persegi yang terdiri dari 4 istana yaitu Istana Siak, Istana Lima, Istana Padjang, dan Istana Baroe. Istana Siak sendiri memiliki luas 1.000 meter persegi.

Kompleks istana ini memiliki luas sekitar 32.000 meter persegi yang terdiri dari 4 istana yaitu Istana Siak, Istana Lima, Istana Padjang, dan Istana Baroe.
Taman Istana. Image via: backpackerjakarta.com

Simak juga: wisata di Pekanbaru

Sejarah Istana Siak

Istana Siak Sri Inderapura atau Istana Asserayah Hasyimiah atau Istana Matahari Timur merupakan kediaman resmi Sultan Siak yang mulai dibangun pada tahun 1889. Pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim.

Kerajaan Siak Sri Indrapura didirikan oleh Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah pada 1723 M. Kerajaan Melayu Islam terbesar di Riau ini mengalami masa kejayaan pada abad ke-16 hingga ke-20. Istana Siak Sri Inderapura merupakan kediaman resmi Sultan Siak.

Kerajaan ini adalah pecahan dari Kerajaan Melayu. Dua tokoh kerajaan kemudian berseteru, yaitu Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah (Raja Kecil) dan Sultan Suleiman yang dibantu oleh Bugis. Karena kalah, Sultan Abdul Jalil menyingkir.

Beliau berpindah-pindah tempat ke Johor, Bintang, Bengkalis, dan akhirnya pedalaman Sungai Siak, Buantan. Ibukota Kerajaan Siak pun sempat beberapa kali pindah, diantaranya di Buantan, Mempura, Senapelan, Mempura. Terakhir ibukota berlokasi di Kota Tinggi atau Siak Sri Indrapura, lokasi istana siak saat ini.

Replika Permusyawarahan para pembesar istana Siak menjadi salah satu diorama di dalam istana yang bsia dilihat pengunjung
Replika Permusyawarahan. Image via: wartawisata.id

Lokasi Istana Siak

Anda dapat mengunjungi Istana Siak Sri Indrapura di Jl. Sultan Syarif Kasim, kabupaten Siak, Riau.

Lokasi ini berjarak 100 km dari kota pekan baru, ibu kota provinsi Riau. Jarak itu bisa ditempuh dalam waktru sekitar 2,5 jam perjalanan.

Rute Menuju Istana Siak

Bagi pengunjung yang akan mengunjungi Istana Kerjaan Siak Sri Indrapura, bisa menggunakan transportasi umum melalui jalur darat ataupun sungai. Namun bagi yang akan menggunakan kendaraan pribadi, dapat mengikuti jalur akses jalan yang ada di dalam peta bila dari arah Pekanbaru.

Jika berangkat dari Pekanbaru, maka pengunjung membutuhkan waktu sekitar 2 – 2,5 jam perjalanan melewati jalur darat. Selain dari darat, Istana Siak juga bisa ditempuh dengan naik speed boat dari pelabuhan Pelita Pantai Kota Pekanbaru. Lama perjalanan tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan jalur darat, yakni lebih kurang 2 jam perjalanan.

Lambang Kerajaan Siak berdiri megah di halaman istana, melambangkan kejayaan kesultanan
Lambang Kerajaan Siak. Image via: Rita

Simak juga: Serunya Galaxy Waterpark Jogja

Jam Buka Istana Siak

Istana yang kini dikelola oleh Pemda Kabupaten Siak ini buka untuk umum setiap hari pukul 09.00-17.00.

Tiket Istana Siak

Untuk memasuki Istana Siak Sri Indrapura, Anda akan dikenakan biaya retribusi sebesar Rp 10.000/orang untuk dewasa dan Rp 5.000/orang untuk anak-anak.

Fasilitas Istana Siak

Saat berkunjung ke Istana Siak, pengunjung tidak perlu kuatir kemana akan bermalam. Pasalnya di Kabupaten Siak sudah banyak hotel dan penginapan yang dapat membantu istirahat. Demikian pula dengan tempat makan, dijamin pengunjung akan ketagihan dengan menu di rumah makan yang ada di Siak.

Hal Menarik di Istana Siak

  1. Istana Yang Megah

Elang di Atap Istana Siak  melambangkan keperkasaan dan penguasaan menyeluruh ke 4 penjuru.
Elang di Atap Istana. Image via: Rita

Banyak hal-hal yang pastinya membuat pengunjung berdecak kagum akan kejayaan kerajaan Siak dimasa lampau. Tidak hanya kompleks istana, namun juga lengkap peralatan, serta mitos-mitos yang akan membuat anda penasaran.

Dengan luas sekitar 32.000 meter persegi Kompleks Istana Siak terdiri dari 4 istana yaitu Istana Siak, Istana Padjang, Istana Lima, dan Istana Baroe. Sementara Istana Siak sendiri memiliki luas 1.000 meter persegi. Arsitektur bangunan di kerajaan ini bergaya melayu yang digabungkan dengan arsitektur Eropa.

Ketika akan memasuki istana anda akan disambut dengan patung burung elang yang terletak tepat di atas istana. Burung elang ini hanya berupa replika yang menjadi lambang keberanian. Filosofi Patung Burung Elang ini adalah kepakan burung elang menandakan kekuasaan kerajaan yang mengapit berbagai wilayah.

Pengunjung bisa menemukan meriam-meriam yang dahulunya digunakan sebagai senjata melawan musuh. Pemandangan langsung menghadap Sungai Siak juga menjadi keindahan tersendiri. Seolah sungai ini menjadi penghalang bagi musuh yang akan menyerang kerajaan.

meriam istana Siak terletak di depan istana mengahdap ke sungai. Meriam berfungsis ebagai pertahanan terhadaps erangan musuh dari arah sungai
Meriam Istana. Image via: antarafoto.com

Simak juga: Indahnya P:uncak Pusunge Tahura

Ketika masuk ke dalam istana, suasana kerajaan akan semakin terasa. Pengunjung akan melihat replika-replika raja dan anggota kerajaan yang tengah bermusyawarah. Terdapat cermin yang jumlahnya mencapai 50 dengan ukuran yang begitu besar.

Dahulu cermin-cermin ini digunakan untuk mengawasi bagi mereka yang datang ke kerajaan, selain itu juga digunakan untuk memantulkan cahaya, sehingga suasana di kerajaan menjadi lebih terang.

  1. Istana 2 Lantai

Istana Siak Sri Indrapura ini terdiri dari dua lantai. Pada bagian bawah atau lantai 1 dibagi menjadi enam ruangan yang terdiri dari ruang tamu kehormatan, ruang tunggu para tamu, ruang tamu laki-laki, ruang tamu untuk perempuan, dan satu ruangan disamping kanan adalah ruang sidang kerajaan.

Ruang Sidang Kerajaan ini pada waktu-waktu tertentu juga digunakan untuk ruang acara atau kegiatan-kegiatan lain. Sementara lantai atas atau lantai 2 terbagi menjadi sembilan ruangan yang berfungsi untuk istirahat Sultan dan para tamu kerajaan.

Interior istana dilengkapi dengan koleksi benda-benda antik yang pastinnya bernilai sejarah. Misalnya kursi meja yang terbuat dari kayu antik, kristal,dan kaca, dan lampu-lampu kristal berwarna-warni bergantungan di plafon istana. Terdapat pula pula berbagai bentuk almari dan berjenis-jenis senjata dari besi dan tembaga.

  1. Bangunan Penunjang

Istana Pelawan menjadi istana Sayap Istana Siak
Istana Pelawan. Image via: travel.detik.com

Selain bangunan utama, di dalam Istana Siak juga terdapat beberapa bangunan sebagai fasilitas penunjang. Di antaranya, ada bangunan Istana Baru, Istana Panjang, Istana Limas, Gardu Lama, dapur, dan kolam istana.

Untuk Istana Baru, lokasinya ada di sebelah barat bangunan utama. Bangunan ini didirikan pada masa sultan yang terakhir. Istana Baru dilengkapi dengan selasar yang ada di sebelah kiri yang fungsinya untuk menatap bintang. Di selasar inilah keluarga raja bercerita dan tak jarang bercengkerama bersama.

Sementara, untuk Istana Panjang, fungsinya tidak begitu berarti, Istana Panjang ini sekarang isinya hanya tinggal lubang-lubang bekas tonggak yang terletak di sebelah timur bangunan utama masjid. Berdasarkan penuturan keluarga sultan, dahulu istana ini terbuat dari kayu.

Untuk Istana Limas, sekarang bentuk bangunannya sudah tidak ada, istana ini juga dulu terbuat dari kayu. Sama halnya dengan Gardu Lama yang memiliki bentuk silinder ini memiliki diameter berukuran tiga meter dengan satu buah pintu di depan berbentuk kubah yang letaknya berada di sebelah kiri bangunan istana baru.

  1. Peninggalan Kerajaan Siak

Patung perunggu Ratu Wihemina. di istana siak
Ratu Wihemina. Image via: idntimes.com

Simak juga: Canggihnya Mikie Holiday Funland

Aneka koleksi kerajaan Siak yang turun temurun dimiliki kerajaan juga tersusun rapi di dalam dan di luar lemari-lemari kaca. Salah satunya adalah patung perunggu Ratu Wihemina, yang merupakan hadiah dari Kerajaan Belanda. Selain itu terdapat patung pualam Sultan Syarif Hasim I bermata berlian.

Salah satu yang unik dari sekian banyak barang-barang kerajaan Siak adalah sejenis gramofon raksasa terbuat dari tembaga. Alat ini dimainkan menggunakan piringan bergaris tengah sekitar 1 meter dari bahan kuningan.

Gramofon berbentuk lemari buatan Jerman ini dapat mengeluarkan bunyi-bunyian musik klasik karya Beethoven dan Mozart sesuai piringan yang dimasukkan ke dalam alat gramofon. Keunikan gramofon ini adalah dari jenisnya yaitu gramofon vertikal dimana piringan gramofon berdiri, tidak seperti lazimnya gramofon horizontal dengan piringan mendatar.

koleksi guci China di Istana Siak
Koleksi Guci China. Image via: liandamarta.com

Perkakas kerajaan seperti sendok, piring, gelas-cangkir masih terdapat dalam Istana ini. Juga guci-guci besar yang indah memancarkan warna lukisan khas dari China yang mempercantik pemandangan sudut-sudut ruangan. Untuk mengetahui siapa saja tokoh-tokoh Kerajaan Siak di masa lalu, pengunjung dapat melihat melalui foto-foto berukuran besar yang terletak di dalam Istana Siak.

  1. Brankas Kuno

Dari semua peninggalan kerajaan, terdapat satu brankas besar berukuran 0,5 x 1,2 meter yang menimbulkan rasa penasaram. Sejak runtuhnya kerajaan Siak Sri Indrapura, brankas ini sama sekali tidak bisa dibuka. Siapa pun saat ini tidak mengetahui isi brankas yang memiliki berat sekitar 300 kilogram tersebut.

Menurut cerita turun temurun, brankas tersebut dibawa sang raja usai menemui Presiden Republik Indonesia di Jakarta, namun di tengah perjalanan brankas tersebut akan dirampas oleh Belanda dan dibuang oleh raja ke sungai dan kemudian ditemukan kembali. Brankas yang diperkirakan berisi rahasia presiden dan raja tersebut sama sekali tidak bisa dibuka.

  1. Misteri Istana Siak

Cermin Permaisuri istana Siak konon memilki kekuatan misterius mengabulkan niat barang siapa yang bercermin
Cermin Permaisuri. Image via: fitrianygustariny.com

Simak juga: Cantiknya Taman Limo Jatiwangi

Peniggalan lain yang juga penuh dengan misteri adalah cermin permaisuri. Mitosnya siapa yang bercermin disana dengan meniatkan sesuatu, niscaya niat tersebut bisa terkabul. Cermin ini dipercaya bisa membuat wajah semakin cerah dan awet muda.

Masyarakat lokal mempercayai bahwa cermin permaisuri sudah dibacakan zikir-zikir oleh sultan. Dengan kekuatan zikir tersebut, dipercaya dapat mengabulkan setiap niat siapa yang bercermin disana.

Unsur mistik lain terlihat di tangga dari besi berbentuk spiral yang berada tepat sisi kiri dan kanan menuju lantai 2. Tangga dari besi berhiaskan rangkaian motif tersebut terlihat sangat indah. Menurut cerita masyarakat, jumlah anak tangga saat naik dan saat turun akan berbeda.

Pos Jaga istana siak merupakans alah satu bangunan fasilitas penunjang di luar istana utama
Gardu Jaga Prajurit. Image via: wego.co.id

Objek Wisata Dekat Istana Siak

Setelah puas menjelajahi masa lalu di Istana Siak, pengunjung dapat melanjutkan langkah ke objek wisata yang menggunakan teknologi modern yakni Air mancur Zapin. Air mancur indah ini hanya berjarak kurang dari 200 meter dari kompleks istana.

Bila malam hari, air mancur di taman ini terlihat sangat indah. Tata permainan chaya lampu yang berkaloborasi dengan air dan suara musik terlihat begitu indah dan menarik perhatian bagi siapapun yang memandangnya. Air terlihat seakan menari dengan mengikuti irama lagu Zapin Berjoget maupun irama Mozart yang diputar.

Jika bersedia pergi sedikit lebih jauh, pengunjung bisa  mencoba Danau Zamrud. Danau indah ini berjarak 56 km dari Istana Siak. Danau zamrud dikenal memiliki pemandangan yang sangat indah. Bahkan objek wisata konservasi alam Kabupaten Siak ini kerap disebut sebagai salah satu keajaiban dunia sebagai rawa yang mempunyai ekosistem yang sangat unik.

Semoga informasi kami mengenai seputar Istana Siak ini bisa berguna untuk anda. Selamat berlibur.

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment