Stasiun Garut, Bangkit Dari Tidur Panjangnya

Stasiun kereta api Garut pasca diresmikan, dan beroperasional di tahun 2022, langsung mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Garut.

Rute dari Stasiun Garut menuju Stasiun Cibatu langsung banyak diserbu oleh para penumpang. Apalagi saat itu harga tiketnya masih gratis.

Khususnya bagi masyarakat yang lahir di tahun 80 an, apalagi generasi milenial, tentu saja belum pernah melihat Stasiun Garut beroperasional. Selama ini, mereka haya bisa melihat bangunan tua, serta rel tanpa kereta api.

Kini, Stasiun Garut sudah beroperasional kembali. Bahkan menjadi salah-satu yang termegah di Indonesia. Dan inilah review sejarah Stasiun Garut dari masa ke masa yang sudah kami siapkan untuk anda.

stasiun kereta api garut
stasiun kereta api garut

Sejarah Stasiun Garut

Sejarah pembangunan Stasiun Garut beserta rutenya dimulai pada tahun 1886. Adapun sosok yang menggagas pembangunan tersebut adalah Staatsspoorwegen (SS) Westerlijnen.

Tetapi perlu diketahui bahwa proses pembangunannya satu paket dengan pembangunan jalur kereta api Cicalengka – Warungbandrek. Yang meliputi rute:

  • Cicalengka – Cibatu – Warungbandrek
  • Cibatu – Garut.

Jalur tersebut baru diresmikan pada tanggal 14 Agustus 1889. Kemudian pada tanggal 18 Juli 1911, pembangunan dilanjutkan dengan rute Garut – Cikajang, dan selesai pada tahun 1930.

Jalur kereta api Garut – Cikajang mendapatkan status sebagai jalur kereta api tertinggi yang ada di Pulau Jawa. Karena ketinggiaannya berada di 1.246 mdpl.

Keberadaan jalur kereta api pada saat itu sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hanya saja, pada tahun 1970 an masalah mulai bermunculan.

Persoalan suku cadang kereta api yang sulit, ditambah aspek managerial, serta sepinya para penumpang, menjadi cikal bakal layanan beberapa jalur kereta harus dihentikan.

Pada tahun 1983, rute kereta api Stasiun Garut – Cibatu adalah yang pertama dihentikan. Kemudian setahun selanjutnya (1983) rute Stasiun Garut – Cikajang harus dihentikan.

38 tahun menjadi tidur panjang bagi Stasiun Garut beserta beberapa jalurnya. Akhirnya, pada tahun 2022 jalur Stasiun Garut – Cibatu, dan rute Stasiun Garut – Jakarta dihidupkan kembali.

Bagi para sesepuh yang lahir sebelum tahun 80 an, beroperasinya kembali Stasiun Garut membangunkan kembali memori lama yang tak terlupakan.

Bagi generasi milenial, Stasiun Garut adalah salah-satu saksi sejarah. Buktinya, beberapa bangunan di kawasan Stasiun Garut masih tetap dipertahankan sebagai situs sejarah.

Lokasi Stasiun Garut

Lokasi Stasiun Garut sangat strategis, karena terletak di jantung kota Kabupaten Garut. Adapun alamat Stasiun Garut berada di Desa/Kelurahan Pakuwon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.

Rute Stasiun Garut

Saat ini, layanan rute di Stasiun Garut adalah sebagai berikut:

  • Stasiun Garut – Cibatuan.
  • Stasiun Garut – Pasar Senen.

Harga Tiket Kereta Api Di Stasiun Garut

  • Harga tiket kereta api lokal Garut-Cibatu sebesar Rp. 6.000,- per orang
  • Tiket kereta api Garut-Purwakarta sebesar Rp. 15.000,- per orang
  • Adapun harga tiket dengan rute Stasiun Garut – Pasar Senen Rp. 45.000.

Tiketnya dapat dibeli secara online maupun dengan datang langsung ke lokasi tiket di Stasiun Garut.

Jadwal Kereta Api Di Stasiun Garut

Untuk jadwal kereta api di Stasiun Garut saat ini belum banyak, hanya ada beberapa jadwal keberangkatan saja. Yakni:

  • Rute Garut-Cibatu berangkat pukul 06:05 dan 10:55
  • Rute Garut-Pasar Senen berangkat pukul 07:05

Galeri Foto Stasiun Garut Zaman Dulu

halte kereta api lebak jero
halte kereta api lebak jero. sumber: dinas pariwisata garut
jalur kereta api cicalengka garut
jalur kereta api cicalengka garut. sumber: dinas pariwisata garut
kereta api garut cikajang
kereta api garut cikajang. sumber: dinas pariwisata garut
lokomotif kereta api si kuik dan si gombar
lokomotif kereta api si “kuik dan si gombar”. sumber: dinas pariwisata garut
stasiun kereta api garut tahun 1889
stasiun kereta api garut tahun 1889. sumber: dinas pariwisata garut
stasiun garut tahun 1949
stasiun garut tahun 1949. sumber: dinas pariwisata garut