Makam Sunan Gunung Jati, Wisata Ziarah Wali di Jawa Barat

Makam Sunan Gunung jati adalah sebuah objek wisata religi berupa ziarah makam. Makam ini terletak di antara bukit gunung sembung dan bukit gunung jati. Karena itulah beliau kemudian lebih dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati.


Makam sunan gunung jati, loaksi wisata ziarah wali di jawa barat
Makam Sunan Gunung Jati. Image via: nu.or.id

Sebenarnya makam lebih masuk ke wilayah gunung sembung. Tapi karena bukit gunung jati yang lebih dikenal sebagai wilayah keramat, jadilah bukit gunung jati yang lebih populer.

Makam Sunan Gunung Jati berada di sebuah kompleks pemakaman yang terletak di atas lahan seluas lima hektare. Makam dibagi menjadi dua kompleks makam. Kompleks utama adalah kompleks tempat makam Sunan Gunung Jati berada, yaitu di Gunung Sembung, yang memuat sekitar 500 makam.

Di lokasi ini, terdapat juga makam istri Sunan Gunung Jati, yaitu Putri Ong Tien Nio atau biasa disebut Nyi Ratu Rara Semanding yang berasal dari negeri China. Putri Ong Tien Nio merupakan puteri Kaisar Hong Gie dari Dinasti Ming. Jadi tidak heran jika begitu banyak keramik yang menghiasi kompleks pemakaman ini.

Saat berkunjung ke kompleks Makan Sunan Gunung Jati, setiap pengunjung harus melepas alas kaki, mengisi buku tamu.

Di kompleks makam Sunan Gunung Jati, Astana, Cirebon, Jawa Barat, ribuan peziarah kerap datang dan pergi. Peziarah yang datang tidak hanya untuk berdoa dan mengenang jasa Sunan Gunung Jati. Sebagian pengunjung datang berziarah dengan mengharap berkah di makam sang wali.

Koleksi Guci China di makam sunan gunung jati. koleksi ini berasal dari tingkok langusng, negara asal istri sang sunan
Koleksi Guci di Makam. Image via: radarcirebon.com

Simak juga: Berbagai tempat wisata di Cirebon.

Sejarah Sunan Gunung Jati

Sunan Gunung Jati lahir pada tahun 1450 Masehi, tetapi ada juga yang mengatakan kalau beliau lahir pada tahun 1448 Masehi.

Memasuki usia dewasa, sekitar tahun 1470, beliau menikahi adik dari Bupati Banten saat itu, Nyai Kawunganten. Dari pernikahan ini lahirlah Ratu Wulung Ayu dan Maulana Hasanuddin. Maulana Hasanuddin inilah yang kelak menjadi Raja Banten pertama.

Syekh Syarif Hidayatullah berpulang ke rahmatullah pada tanggal 26 Rayagung tahun 891 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 1568 Masehi. Tanggal Jawanya adalah 11 Krisnapaksa bulan Badramasa tahun 1491 Saka. Meninggal dalam usia 120 tahun.

Dengan usia yang panjang itu putra dan cucunya tidak sempat memimpin Cirebon, karena meninggal terlebih dahulu. Kepemimpinan beliau dilanjutkan oleh cicitnya yang memimpin Kesultanan Cirebon setelah wafatnya Syarif Hidayatullah. Syekh Syarif Hidayatullah kemudian dikenal dengan Sunan Gunung Jati karena dimakamkan di Bukit Gunung Jati

gerbang pertama dari 9 gerbang berurutan dalam komplkes  makam sunan gunung jati
Gerbang pertama. Image via: kostisolo.co.id

Lokasi Makam Sunan Gunung Jati

Makam Sunan Gunung Jati berada di Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.

Lokasi Makam yang dikeramatkan ini berjarak kira-kira 3 kilometer dari kota Cirebon.

Akses Menuju Makam Sunan Gunung Jati

Akses menuju makan Sunan Gunung Jati tergolong mudah dicapai. Bisa dicapai dengan kendaraan pribadi maupun dengan angkutan umum.

Jika menggunakan kendaraan pribadi, dari kota manapun awali dengan mengarahkan perjalanan ke kota Cirebon. Dari Cirebon ambil jalur menuju Krucuk. Teruskan perjalanan  sampai melewati Tanjung pura. Setelah melewati Pantai Tirtamaya makam terletak di sebelah kiri jalan.

Jika menggunakan kereta apai, pengunjung luar kota bisa turun di Stasiun Cirebon. Dari sana naik angkot D5 jurusan dukuh semar-Krucuk. Sesampai di Krucuk dilanjutkan dengan menggunakan GG jurusan Gunung Sari. Pesan pada kondektur, untuk diturunkan di depan makam Sunan Gunung Jati.

Selain sunan dan itrinya ada ratusanm akam para pembesar cirebon yang dimakamkan di kompleks ini
Makam para pembesar. Image via: yuniarinukti.com

Simak juga: taman Kabanng iwak.

Jam Buka Makam Sunan Gunung Jati

Sebenarnya Makam Sunan gunung jati ini bukan lokasi wisata. Dan dikhususkan untuk tujuan Ziarah. Sehingga tidak ada aturan jelas soal jam operasional.

Jadi secara teknis tempat ini buka 24 jam penuh.

Tiket Makam Sunan Gunung Jati

Saat berkunjung ke kompleks Makan Sunan Gunung Jati, tidak ada pungutan biaya wajib. Pengunjung hanya diharapkan memberikan sumbangan sukarela kepada juru kunci yang merawat kompleks pemakaman ini.

Fasilitas Makan Sunan Gunung Jati

Di area makam Sunan Gunung Jati terdapat beragai macam fasilitas yang menunjangkegiatan para peziarah. Disekitar lokasitersedia: penginapan, warung makan, masjid, pendopo, parkir luas, dan alun-alun.

Di lokasi ini juga terdapat pedagang kaki lima, kios cendramata, kios buah-buahan, dan lain-lain.

Daya Tarik Makam Sunan Gunung Jati

Sebagai lokasi yang dikunjungi ratusan ribu pengunjung setiap tahunnya, tentulah lokasi ini memiliki hal yang sangat manarik. Pada kesempatan ini kami mencoba mengabarkan secara ringkas sebagian dari daya tarik.

  1. Wisata Religi Ziarah Wali

Gerbang Teratai makam sunan gunung jati. gerbang ini merupakan gerbang terakhir. masyarakat umum tidak diperkenankan mencapai gerbang ini.
Gerbang teratai. Image via: tribunnews.com

Untuk menuju ke makam Sunan Gunung Jati, peziarah harus melintasi tangga yang panjang dan berliku dengan dipenuhi ratusan kuburan. Setiap halaman terdapat kuburan lengkap dengan bangunan-bangunan kecil dari kayu.

Makam Sang Sunan terletak di tingkat sembilan dengan sembilan pintu gerbang. Kesembilan pintu gerbang itu memiliki nama masing-masing, seperti Pintu Gapura, Pintu Krapyak, Pintu Pasujudan, Pintu Ratnakomala, Pintu Jinem, Pintu Rararog, Pintu Kaca, Pintu Bacem, dan Pintu Teratai yaitu pintu untuk menuju ke area makam Sunan Gunung Jati.

Tidak seperti lazimnya makam para wali yang lain, makam Sunan Gunung Jati tidak bisa diziarahi secara langsung. Para peziarah masyarakat umum harus berpuas diri dengan berdoa di teras pintu Pasujudan.

Hanya keturunan sang wali yang bisa melanjutkan perjalanan ke teras-teras selanjutnya hingga ke gerbang teratai dan akhirnya tungkup makam.

  1. Aksen Budaya Tionghoa

Makam Putri Ong Tien, istri sunan gunung jati dari tinghoa. d makam beliau ada perlengkapan sembahyang cara tionghoa
Makam putri Ong Tien. Image via: @rieagustina

Simak juga: Makam Putri cina Pulau kemaro

Keramik Tionghoa yang cantik terlihat bertebaran di tembok pendopo, undakan dan dinding. Dua ornamen udang menempel pada dinding diantara hiasan kaligrafi pada logam bulat keemasan.

Selain keramik, pengaruh kebudayaan Tionghoa juga terlihat dengan adanya hiolo, tempat batang hio bakar.

Pada dinding tinggi bercat putih di kompleks Makam Sunan Gunung Jati permukaannya nyaris penuh berhiaskan keramik Tiongkok asli. Juga dengan hiasan batu beraneka warna yang bertebaran di sana sini. Sangat menawan dan indah.

Keramik piring dan bentuk bulatan lebih kecil yang mengelilinginya di lingkungan makam itu konon dibawa oleh Putri Ong Tien Nio, istri Sunan Gunung Djati yang berasal dari Negeri Tiongkok. Keramik yang telah berusia ratusan tahun itu warnanya terlihat belum juga pudar dan tampaknya terawat dengan cukup baik.

ritus tionghoa di kompleks makam sunan gunung jati. tepatnya di depan makam istri sunan
Ritus tionghoa. Image via: detik.com

Bukan hanya hiasan, bahkan ritus keagamaan tinghoa pun berlangsung di kompleks makam ini. Pada makam Nyi Ong Tien, tepatnya di depan pintu gerbang gaya Tionghoa bisa dilakukan ritus cara tionghoa.

Layaknya Klenteng, ritus-ritus ala Tionghoa tampak jelas, seperti kemenyan dibakar dan batangnya tertancap di atas pasir dalam tempayan, uang receh bercampur bunga-bunga dilempar-lemparkan, dan lain sebagainya.

  1. Arsitektur Makam

Setelah memasuki gapura, peziarah diminta untuk melepaskan sandal/sepatu demi kenyamanan dan kebersihan lingkungan makam.

Peziarah akan disuguhkan dengan bangunan arsitektur campuran Jawa, Cina, dan Arab.
Pada gapura dan atap bangunan adalah arsitektur Jawa berupa Limasan, dan juga ada ruangan bernama Balemangu Majapahit dan Balemangu Padjadjaran

keramik cina kuno yang menghiasi dinding kompleks makam sunan gunung jati
Keramik cina Kuno. Image via: yuniarinukti.com

Balemangu Majapahit yang merupakan hadiah sewaktu sang sunan mengawini Nyi Mas Tepasari, putri Ki Ageng Tepasan, seorang pembesar Majapahit.

Sesuai namanya, balemangu yang disebut tarkhir itu merupakan hadiah dari Prabu Siliwangi yang diberikan sewaktu penobatan Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) sebagai Sultan Kasultanan Pakungwati (sebelum kemudian lebih dikenal dengan nama Keraton Kasepuhan Cirebon).

Bagian dinding bangunan dihiasi dengan hiasan indah kaligrafi huruf Arab

COntoh salah satu keramik kuno di makam sunan gunung jati
Keramik kuno. Image via: yuniarinukti.com

Objek Wisata Dekat Makam Sunan Gunung Jati

Ketika berziarah ke makam Sunan Gunung Jati tentu tidak lengkap rasanya jika ti berkunjung ke Keraton keraton yang ada di Cirebon. Dari makam Sunan Gunung Jati, jarak ke Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, maupun Keraton Kacirebonan relatif sama. Yakni sekitar 7 km.

Bagi pengunjung yang ingin mengunjungi tempat yang menenangkan hati, bisa mencoba untuk berkunjung ke Taman Sari Gua Sunyaragi. Taman kuno peninggalan Keraton Cirebon ini berjarak sekitar 7 setengah kilometer dari makam Sunan Gunung Jati.

Mari luangkan waktu, datang dan kunjungi lokasi wisata religi Makam salah satu anggota Wali Songo ini. Rasakan sendiri sensasi dan getaran magis yang menarik hati di makan wali Allah ini.

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment