Museum Angkut, Mengenal Sejarah Transportasi Dunia

Kota Batu, salah satu kawasan di Jawa Timur yang selalu menjadi kenangan tak terlupakan. Suhunya yang sejuk, teduh dan menyenangkan berpadu dengan beberapa objek wisata yang mengesankan. Mengunjungi Kota Batu adalah kewajiban bagi sobat native yang membutuhkan tempat untuk melepas beban dan penat yang ada.

Kawasan yang tepat untuk menjelajah dan menikmati kota ini dengan berkunjung ke Museum Angkut. Dimana, ada berbagai macam jenis angkutan tersedia disini. Mulai dari tahun 80 an hingga kekinian. Mulai dari pelosok negeri hingga luar negeri. Semua bisa dinikmati di Museum Angkut, di Batu Malang.

Museum Angkut Classic
Image via: www.instagram.com/alviantyjohnio

Museum Angkut

Nama objek wisata ini memang sudah menjadi ikon wajib selain jatim park dan selecta. Bahkan, hampir setiap wisatawan yang berkunjung ke Batu menyempatkan diri mengunjungi kawasan ini. Seakan, menjadi tempat yang wajib dan tidak boleh untuk dilewatkan.

Saat sobat native memasuki ruangan ini, sobat native akan disuguhkan dengan desain interior yang fenomenal. Dimana, disesuaikan dengan zamannya. Apabila, memasuki zaman 80 an maka, sobat native akan menemukan interior seperti pada zaman 80 an. Seperti benar-benar menyatu dengan keadaan yang ada.

Dengan mengusung tagline “transportasi menembus ruang dan waktu” membuat Museum angkut menjadi sebuah kawasan yang benar-benar menghadrikan pengalaman tersendiri. Sobat native bisa tahu, bahwa zaman dahulu awal mula sarana transportasi berada. Hingga perkembangan sedemikian rupa.

Museum Angkut Decoration
Image via: www.instagram.com/empiresuryo

Sejarah Singkat

Museum transportasi terbesar di Indonesia ini berdiri di atas luas lahan 3,8 ha. Di resmikan pada tanggal 9 maret 2014.

Koleksi dari museum ini pun bisa di bilang cukup fantastis yaitu kurang lebih 500-an koleksi. Dengan 300-an berupa mobil. Dan 200-an lainnya adalah transportasi lain.

Zona Di Museum Angkut

1. Zona Edukasi

Pertama kali masuk, zona ini yang akan menyambut sobat native. Disini, ada banyak jenis kendaraan dari zaman ke zaman.

Baca Juga :  Nusa Penida, Patahan Surga yang Menawan Hati

Di sini pula letak kendaraan Chrysler Windsor deluxe. Kendaraan yang digunakan Presiden Soekarno.

2. Zona Alat Transportasi Indonesia

Ada berbagai macam jenis kendaraan tersedia seperti andong, dari zaman pemerintahan hindia belanda sampai saat ini.

Ada juga sepeda onthel berjajar rapi. Serta mobil masa lalu milik pengusaha kaya ngeri ini.

3. Zona Runway 27 Airport

Si sini sobat native akan disuguhkan dengan pesawat presiden. Sobat native pun bisa masuk ke pesawat ini dari landasan yang juga digunakan untuk pesawat lainnya.

Sobat native bisa melihat keindahan pasar apung yang mempesona dengan lampu gemerlapnya.

4. Zona Pecinan dan Sunda Kelapa

Kawasan china akan sangat terasa disini. Semua kendaraan masyarakat tionghoa juga disajikan disini serta tipe angkutan yang ada di zaman penjajahan belanda.

5. Zona Mobil Antik

Mobil-mobil antik akan berjajar dengan megahnya di kawasan ini. Sobat native pun bisa foto-foto dengan mobil-mobil koleksi Museum Angkut.

Museum Angkut Junk
Image via: www.instagram.com/emiinurf

6. Zona Gangster Town

Inilah dia kota gangster seperti di film-film yang lengkap dengan tahanan dan penjara. Suasannya pun dibuat semirip mungkin, sehingga sedikit mencekam, dengan beberapa patung yang sudah di set.

7. Zona Eropa

Rasakan pesona angkutan eropa dengan berbagai macam dan jenis mobil yang sangat menarik.

Museum Angkut Nite Buckingham
Image via: www.instagram.com/mifta.nr

8. Zona Istana Buckingham

Pergi ke istana Buckingham memang paling menyenangkan. Berfoto dengan gadis penjual bunga dan juga ratu inggris. Atau naik kereta berputar ke area ini. melihat berbagai macam kendaraan kerajaan inggris.

9. Zona Las Vegas

Zona terakhir, zona yang membawa sobat native seperti berada di las vegas, amerika suasananya seakan sangat mirip dengan aslinya dan Sebagai penutupan sobat native akan dihibur dengan angkutan kereta api. Rasakan asyiknya kereta zaman dahulu dengan berbagai macam suasananya.

Baca Juga :  Waduk Jatiluhur, Danau Indah Penentu Nasib Jakarta
Museum Angkut Collection
Image via: www.instagram.com/diansapto

Museum Topeng D Kingdom

Museum ini, sobat native akan melihat bagaimana topeng-topeng di Indonesia disuguhkan dan dibuat.

Keindahan topeng ini seperti sebuah warisan yang tidak bisa terhindarkan. Sungguh mengagumkan sekali berada di tempat ini.

Pasar Apung Nusantara

Masih berada di kawasan museum, lebih tepatnya berada di area parkir. Ada wahana pasar apung nusantara. Di sini, sobat native akan di bawa menikmati pasar yang berdiri di atas sebuah sungai. Seperti yang berada di Bandung dengan Floating marketnya. Atau juga di Banjarmasin yang sangat fenomenal.

Tidak hanya menjual berbagai macam menu makanan saja. tetapi, kawasan ini juga menjual berbagai macam souvenir yang cantik dan menarik. Nah, di kawasan ini pula sudah dipisahkan dengan gubug-gubug dengan nama kota-kota di Indonesia. Semisal, gubug jepara, maka gubug ini akan menjual semua yang berhubungan dengan jepara. Menarik bukan?

Jadi, sobat native yang ingin menikmati sajian kuliner nusatara ada disini. sesuai dengan nama gubug yang ada. Untuk sistem pembayarannya sudah cukup kece dengan menggunakan kartu atm yang sebelumnya diisi dengan saldo terlebih dahulu. Harga minimalnya adalah 10 ribu rupiah.

Museum Angkut Floating Market
Image via: www.instagram.com/yuniumroh

Apabila, masih sisa bisa diambil dengan saldo mengendap 2 ribu rupiah. Dengan kartu ini, sobat native bisa melakukan transaksi apa pun di kawasan ini. Demi menarik pengunjung lebih dalam lagi. pihal pemgelola menghadirkan pesona memutar sungai di pasar apung. Di tempat ini sudah di sediakan dermaga dengan menghadirkan dua kapal dengan kapasitas 5- 7 orang. Harga yang harus dibayar 1 orang adalah 10 ribu rupiah.

Disarankan untuk menikmati kapal ini pada saat senja. Dimana sobat native bisa melihat indahnya senja yang terbenam dari balik kapal. Berputar-putar mengelilingi sungai, sobat native akan disuguhkan dengan perasaan takut dan menyenangkan. Lantaran, sungai ini cukup dalam. Selama perjalanan sobat native akan dihibur dengan berbagai macam pesona gubug dan topeng di museum topeng.

Baca Juga :  Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta, Bukan Sekedar Rekreasi

Biasanya, di kawasan ini akan dihadirkan kesenian berupa tari-tarian. Dari berbagai daerah akan menampilkan tarian yang menarik untuk disimak. selain itu, sobat native juga bisa melihat bagaimana berjualan di atas perahu. Karena, perahu ini pun bisa berhenti sejenak ke sebuah perahu yang menjual jajanan.

Alamat Dan Rute Lokasi

Alamat lokasi kawasan ini Jl. Terusan Sultan Agung atas No. 2, Desa Ngaglik, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur, 65135. Apabila sobat native ingin naik kendaraan pribadi bisa menggunakan rute menuju kearah Kota Batu. Nah, disini sudah banyak papan petunjuk yang akan memudahkan sobat native menuju ke kawasan ini.

Bisa juga menggunakan transportasi umum. Berangkat dari terminal arjosari. Gunakan anglot warna pink menuju ke terminal batu. Kemudian, oper menggunakan angkot menuju ke museum angkut. Mudah bukan?

Harga Tiket

Harga tiket masuk kawasan ini adalah 70 ribu rupiah untuk week day. Dan pada saat week end, harga museum ini akan bertambah menjadi 100 ribu rupiah. Bagi sobat native yang membawa kamera akan dikenakan biaya sebesar 25 ribu rupiah. Untuk museum d topeng, wisatawan bisa membayarnya dengan harga 10 ribu rupiah saja.

Bagaimana apakah sudah menggoda sobat native? Kawasan museum anglut adalah kawasan edukasi bagi siapa pun yang datang. menikmati setiap detiknya adalah sebuah keharusan apalagi, wajib pula diabadikan melalui foto dan gambar.

Saya sudah, kapan kamu akan berkunjung ke museum angkut ini?

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.