Museum Ullen Sentalu, Mesin Waktu Peradaban Jawa

| | ,

Jogjakarta memang kota budaya. Propinsi ini bukan hanya dipenuhi oleh peninggalan budaya seperti candi-candi, taman air, serta bangunan Keraton. Bahkan manusianya pun adalah manusia-manusia yang mencintai kebudayaan. Salah satu bukti nyata dari hal ini, ditunjukkan oleh kerja nyata keluarga Haryono.

Melalui Yayasan Ulat Blencong beliau memprakarsai sebuah museum partikelir yang didedikasikan untuk kebudayaan Jawa, khususnya keraton Yogyakarta dan Keraton Solo. Museum ini diberi nama museum Ullen Sentalu. Ullen Sentalu merupakan akronim dari ulatting blencong sejatine tataraning lumaku. Yang artinya Pelita kehidupan umat manusia.

Pemilik museum Ullen Sentalu, bapak Haryono, membangun museum dengan arsitektur yang sangat menawan. Dari bagian luar, museum ullen Sentalu tampak gagah dengan arsitektur bangunan perpaduan gaya Gotik dan gaya Jawa.

Ditambah dengan lokasinya yang berada di pegunungan, berhiaskan dengan taman, dan dipercantik dengan pahatan-pahatan bergaya Jawa, membuat damai rasa hati ketika mengunjungi museum ini.

Ullen Sentalu
Museum Ullen Sentalu. Image via: tripjogja

Tidak seperti umumnya museum yang dikelola oleh negara, dimana pengunjungnya diberikan keleluasaan untuk berkeliling di dalam Museum,  di Museum Ullen Sentalu pengunjung tidak bisa melakukan hal itu.

Setiap pengunjung yang datang akan dimasukkan dalam kelompok-kelompok pengunjung. Setiap kelompok akan diberikan tur mengelilingi museum yang dipandu oleh seorang tur guide.

dago dream park
dago dream park
7 saudara
7 saudara Haryono mengagumi Merapi. Image via: @michael_yd

Simak juga: daftar tempat wisata di Jogjakarta

Metode ini tentu ada alasannya. Pertama tentu saja alasan keamanan, karena benda-benda dalam Museum adalah benda-benda yang tak ternilai harganya. Alasan kedua, dan mungkin justru yang terpenting, sesuai filosofi museum yaitu Pelita Kehidupan, maka museum menginginkan pengunjung mendapat penerangan secara menyeluruh dan lengkap.

Seperti umumnya kita tahu, pengunjung museum biasanya hanya akan memasuki ruang-ruang favorit saja dan mengabaikan ruangan yang lain. Padahal nilai sejarah bukan hanya ada dalam bagian perbagian, namun dalam kesinambungan keseluruhan sistem. Dengan menggunakan tour guide, pengunjung diajak menyelami peradaban masa lalu Keraton Jogja dan Solo dengan cara berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain secara kronologis. Pengunjung tidak perlu khawatir soal biaya tour guide. Fasilitas mewah ini tidak dipungut biaya tambahan.

Taman bunga museum
Taman bunga museum. Image via: @ekosetiawan27

Simak juga: review wisata Merapi Park

Lokasi Museum Ullen Sentalu

Museum Ullen Sentanu berlokasi di dataran tinggi Kaliurang. Hal ini memebrikan suasana sejuk, yang tentu sangat menunjang untuk bisa menyelami berbagai hal berharga tinggalan masa lalu dengan khusuk.

Lokasi ini tepatnya berada di: Jalan Boyong, Km 25, Hargobinangun, Kaliurang Barat, kabupaten Sleman.

Website ullen sentalu ada di ullensentalu.com

Rute Menuju Museum Ullen Sentalu

Museum Ullen Sentalu terletak di area Taman Wisata Kaliurang, 25 km utara pusat kota Yogyakarta. Lokasi ini bisa dicapai dengan kendaraan peribadi maupun angkutan umum.

Dengan Kendaraan Pribadi

Melalui Jalan Kaliurang dengan perkiraan waktu 30-45 menit. Ikuti jalan utama ke arah utara sepanjang 18 km.


Melalui Jalan Palagan Tentara Pelajar dengan perkiraan waktu 25-35 menit. Ikuti jalan utama ke arah utara sepanjang 10 km, belok kanan pada pertigaan Pulowatu dan ikuti jalan sepanjang 3 km, belok kiri di pertigaan Pasar Pakem, ikuti jalan utama sepanjang 6,5 km.

gerbang gua sela giri
Pintu masuk Goa Sela Giri. Image via: NET.YOGYA

Simak: review wisata Taman Sari Jogja

Dengan Kendaraan Umum

Dengankendaraan umum dibutuhkan waktu sekitar 60-90 menit. Gunakan Bus TransJogja rute 2B atau 3B dan turun di Shelter Ring Road Utara-Kentungan. Ganti dengan angkot rute Yogyakarta-Pakem dan turun di Pasar Pakem.

Ganti dengan angkot rute Pakem-Kaliurang dan turun di Taman Kanak-Kanak Kaliurang. Berjalan ke arah Barat kurang lebih 300 meter. Namun perlu diingat, angkot hanya beroperasi pada pukul 08.00-14.00 WIB, dengan jadwal yang tidak teratur

Area parkir untuk pengunjung museum terletak di halaman depan kompleks museum dan untuk pelanggan restoran atau museum shop terletak di halaman dalam bagian atas museum. Parkir tidak dipungut biaya dan hanya berlaku pada jam buka museum.

Jam Buka Ullen Sentalu

Jam buka museum Ullen Sentalu mirip dengan museum museum lain di indonesia. Saat hari kerja Selasa-Jumat museum buka jam 08.30 dan tutup jam 16.00. Untuk hari akhir pekan, museum dibuka untuk pengunjung jam 08.30 dan ditutup jam 17.00. Senin museum tutup.

Loket pembelian tiket ditutup 30 menit sebelum waktu tutup museum.

Harga Tiket Ullen Sentalu

Harga tiket ullen sentalu 2019 masih sama dengan  harga tiket ullen sentalu 2018.

tiket museum
Ini Tiket apa kartu pos ? Indah nian. Image via: @ceriang

Baca: info seputar Puncak Becici

Harga tiket ullen sentalu dibedakan untuk pengunjung orang indonesia dan orang asing. Untuk pengunjung orang indonesia tiket dewasa Rp. 40.000 dan Rp 20.000 untuk anak anak. Sednagakn untuk pengunjung asing dikenakan tiket Rp. 100.000 untuk dewasa dan Rp. 60.000 utnuk anak-anak.

Fasilitas Museum Ullen Sentalu

Fasilitas Museum Ullen Sentalu sangat lengkap untuk memenuhi kebutuhan pengunjung saat mengunjungi Museum Ullen Sentalu. Berikut ini berbagai fasilitas Museum Ullen Sentalu yang sangat membantu para wisatawan saat mengunjungi Museum Ullen Sentalu:

  • Pemandu wisata yang sudah termasuk di harga tiket masuk
  • Papan Informasi lengkap disetiap koleksi museum
  • Denah komplek museum
  • Toilet
  • Ullen sentalu restaurant

Misteri Ullen Sentalu

Ada hal misteri yang sering diperbincangkan orang mengenai museum Ullen Sentalu. Di sini pengunjung tidak boleh berfoto kecuali di Borobudur Relief.

relief borobudur miring
Member JKt 48 di Borobudur relief. Image via: @jkt48.diani

Simak: menikmati suasana Bukit Bintang Jogja

Ada yang mengatakan, hal ini karena alasan mistis yang berhubungan dengan keberadaan benda atau makhluk ghaib. Museum ini konon memang terkenal dengan nuansa mistis yang horor dan cukup membuat bulu kuduk merinding. Konon, di berbagai ruang museum ini  dalam wujud astralnya terdapat putri-putri bangsawan jaman dulu. Jadi pengunjung dilarang mengambil foto karena mungkin hal itu akan mengganggu keberadaan mereka.

Namun ada juga yang berpikir secara logika ilmiah. Mengenia pengelolaan museum ada konsep yang dikenal dengan “Experiencing Museum”. Yaitu museum yang memang harus dialami sendiri oleh pengunjung, bukan sekadar melihat dari foto-foto. Karena meski sudah melihat foto sekilas, pengalaman yang akan didapat setiap pengunjung akan sangat berbeda. Untuk itu, keberadaan foto tak akan bisa menggambarkan semua hal yang akan dialami pengunjung.

Museum Ullen Sentalu menyajikan hal-hal yang berhubungan dengan bagaimana bangsawan Jawa berpikir dan menjalani kehidupan mereka. Hal yang memang tidak dapat digambarkan lewat foto secara sempurna.

Ganesha gate
Ganersha Gate. Dia yang cerdas lagi bijak. Image via: phinemo

Ruang Ruang Museum Ullen Sentalu

Ruang Selamat Datang

Rruangan ini merupakan area penyambutan tamu atau pengunjung museum.

Ruang Seni Tari dan Gamelan

gambelan
Seperangkat Gambelan Jawa. Image via: Net News

Simak: keindahan Air Terjun Srigethuk

Di ruangan ini pengunjung akan menemukan seperangkat gamelan yang merupakan hadiah hibah dari seorang pangeran Kasultanan Yogyakarta.

Ruang Guwa Sela Giri

Ruangan ini terletak di bawah tanah. Ruangan bawah tanah ini memamerkan karya lukisan dokumentasi tokoh-tokoh dari Dinasti Mataram.

Ruang Syair

Sering juga disebut dengan Balai Sekar Kedaton. Tempat ini menyimpan syair-syair yang ditulis oleh para kerabat dan teman-teman GRA j Koes Sapariyam pada tahun 1939-1947.

GRAj Koes Sapariyam konon dulunya lebih dikenal dengan sebutan Tineke, yang kisah cintanya tak direstui orang tuanya. Dan para kerabat serta sahabatnya banyak mengirim surat penyemangat untuknya. Namun pada akhirnya, Putri Tineke ini melepas status ningratnya untuk mengejar cinta.

Royal Room Ratu Mas

Ruangan ini khusus didedikasikan untuk permaisuri Sunan Paku Buwana X. Ruang ini memajang foto ratu mas bersama Sunan dan putri beliau serta pakaian ratu mas seperti dodot, kain batik, topi, dan aksesoris lain. Ruangan ini juga memajang lukisan dari Ratu Mas sendiri.

Ruang Batik Vorstendlanden

Tari Corak ing canting
Fisualisasi kreatif proses membatik. Tari corak ing canting. Image via: @ullensentalu

Baca: wisata alam ke Pantai Drini

Ruangan ini banyak menyimpan koleksi batik dari wilayah Vorstendlanden, yakni Surakarta dan Yogyakarta. Ruang yang satu ini, merupakan galeri dari koleksi batik milik Sultan Hamengkubuwono dan Sunan Pakubuwana. Mulai dari zaman Sultan HB ke VII hingga Sultan HB ke VIII dan juga Sunan PB ke X hingga Sunan PB ke XII.

Dengan melihat koleksi tersebut, kita akan diajak untuk menyelami makna dari motif batik. Tidak hanya sebatas indah dipandang secara seni dan budaya namun juga memiliki nilai filosofi yang mendalam.

Ruang Batik Pesisiran

Hampir sama dengan Ruang Batik Vorstendlanden yang juga menyimpan koleksi batik. Namun bedanya batk yang disimpan di ruangan ini bukan dari keraton, tapi dari pesisiran (rakyat umum).

Ruangan ini menampilkan beberapa batik pekalongan, juga dasar-dasar dari Batik seperti jenis kain, alat yang digunakan, hingga jenis pewarna. Di tengah-tengah ruangan ini, berdiri patung penari sintren lengkap dengan kostumnya.

Ruang Putri Dambaan

Gusti Nurul
Gusti Nurul menari Srimpi di Istana Belanda. Gambelannya life via radio dari Solo. Image via: Net News

Ruangan ini menampilkan koleksi foto pribadi putri tunggal Mangkunegara VII, Gusti Nurul dari masa kecil hingga menikah.

Semasa hidupnya, Gusti Nurul ini dikenal sebagai seorang putri bangsawan Jawa yang anti poligami, cerdas dan lihai menari. Bahkan ia juga pernah menari di Belanda pada tahun 1937, di pernikahan putri Juliana. Gusti Nurul pernah hendak dipersunting oleh empat tokoh terkenal, yaitu Soekarno, Sultan Hamengkubuwono IX, Sutan Sjahrir dan Kolonel GPH Djatikusumo. Namun keempatnya ditolak, dan ia memilih untuk menikah dengan sepupunya yang seorang tentara biasa.

Sasana Sekar Bawana

sasana sekar bawana
Sasana Sekar Bawana. Image via: Net News

Ruangan ini yang berisi koleksi beberapa lukisan raja Mataram, lukisan tarian sakral Sedhaya Ketawang, hingga lukisan dan patun dari gaya tata rias pengantin adat Yogyakarta.

Sejarah Museum Ullen Sentalu

Pengambilan nama Ullen Sentalu berasal dari singkatan kalimat berbahasa Jawa. Ulating Blencong Sejatie Tataraning Lumaku yang memiliki arti nyala lampu blencong. Secara konotatif artinya petunjuk untuk manusia dalam melangkah dan menjalani kehidupan.

Filsafat kehidupan ini terinspirasi dari lampu minyak yang digunakan di pertunjukkan wayang kulit atau blencong. Lampu minyak ini memiliki cahaya yang selalu bergerak untuk menerangi perjalanan hidup manusia. Pendiri Museum Ullen Sentalu merupakan seorang ningrat dari Yogyakarta yang dikenal cukup dekat dengan keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Koleksi museum ini awalnya berasal dari koleksi pribadi bapak Haryono. Kemudian, karena terpanggil melihat rendahnya minat generasi muda terhadapp kebudayaan jawa, maka beliau membuka museum ini. Keprihatinan beliau itu digambarkan dengan relief candi borobudur yang dipasang miring pada spot foto utama di halaman museum.

2 sisi Pakubuwono X
2 Sisi Sunan Pakubuwono X. Image via: NET.YOGYA

Museum Ullen Sentalu mendapatkan beberapa pengakuan dan penghargaan. Beberapa penghargaan itu adalah situs berita detik mencantumkan Museum Ullen Sentalu sebagai salah satu dari sepuluh museum terfavorit di Indonesia dan gelar sebagai museum terbaik di Indonesia dari National Geographic dan Tripadvisor.

Demikian nativeindonesia.com bisa sedikit bercerita mengenai keberadaan museum Ullen Sentalu yang penuh dengan nilai nilai kebudayaan jawa. Untuk bisa mereguk nikmat budaya jawa, yang disuguhkan museum ini, anda harus datang langsung ke museum ini.

Tepat seperti yang dikatakan oleh direktur museum KRHT Daniel Haryodiningrat B.A., M.Hum, dalam kalimat sambutannya dalam web museum berikut:

“Perlu dipahami bahwa sebagian besar koleksi kami adalah warisan budaya tak-benda (intangible heritage) yang diabadikan dalam bentuk lukisan naratif, sehingga tidak dapat didokumentasikan oleh pengunjung sebagaima lukisan portrait pada umumnya.

Keindahan alam pegunungan Kaliurang yang berhawa sejuk tidak hanya menampilkan keindahan flora dan fauna yang beragam tapi juga menyimpan nilai filosofis yang membentang mulai dari Mataram Kuno hingga Mataram Kini”.

Museum Ullen Sentalu, Mesin Waktu Peradaban Jawa
4.6 (92%) 5 vote[s]

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Previous

De Ranch Bogor, Tempat Wisata Keluarga di Bogor Yang Hits

Telaga Warna Dieng, Telaga Berwarna Unik di Dieng Plateau

Next

Artikel Wisata Lainnya

Leave a Comment