Pango-Pango, Negeri Atas Awan di Tana Toraja

Pango-Pango sebenarnya adalah dataran tinggi yang belum terjamah. Penduduk setempat menyebutnya “negeri di atas awan”. Singkatnya, Pango-Pango adalah hutan yang terletak di puncak bukit yang menjadi lokasi yang sempurna untuk relaksasi dan menghilangkan stres berkat suasana alam yang indah.

Pango-Pango sebenarnya adalah dataran tinggi yang belum terjamah. Penduduk setempat menyebutnya "negeri di atas awan".
Pango-Pango. Image via: indonesiatraveler.id

Pango-Pango menyediakan pemandangan yang indah dari ketinggian 1700 MDPL. Untuk mencapai puncak Pango-Pango pengunjung harus melewati jalan yang berliku mengular dengan tanjakan yang cukup curam.

Dulu, tentara Jepang menggunakan lokasi ini untuk memantau pergerakan musuh. Mereka menganggap Pango-Pango sebagai lokasi yang strategis untuk melakukan pemantauan karena letaknya yang paling tinggi. Hari ini, Pango-Pango menjadi tempat wisata yang direkomendasikan di Kabupaten Tana Toraja.

Di tempat bukit tertentu, pengunjung bisa menemukan gazebo dan beberapa tempat duduk. Dari situ, pengunjung bisa menyaksikan pemandangan alam yang indah dan menikmati angin segar sambil bersantai.

Untuk pengalaman terbaik, lebih baik membawa teropong. Juga, perlu diperhatikan memakai pakaian yang tebal dan jaket karena atmosfernya bisa sangat dingin, terutama di pagi hari.

Dari puncak bukit, pengunjung bisa melihat Kota Makale.  Pemandangan kota memang megah. Selain tamasya, pengunjung juga bisa menikmati sunset yang menakjubkan. Karena itu, pastikan untuk datang pada waktu yang tepat. Biasanya menjelang senja.

Penduduk setempat menyebut Pango-pango sebagai "negeri di atas awan"
Negeri Atas Awan. Image via: liputan6.com

Simak juga: Ragam pilihan wisata di Sulawesi Selatan

Lokasi Pango-Pango

Pango-Pango Toraja, secara administratif berlokasi di di Kelurahan Pasang, Kecamatan Makale Selatan, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Lokais ini jiak dihitung dari kota Makasar, memerlukan waktu hampir 8 jam dan jarak sekitar 300 kilometer bila menggunakan kendaraan pribadi.

Rute Menuju Pango-Pango

Jalan ke Pango Pango yakni pertama menuju ke Kabupaten Tana Toraja, sebaiknya menggunakan transportasi pesawat Trans Nusa dari kota Makasar, karena bisa ditempuh lebih cepat dibandingkan jalan darat, kira-kira selisih nya sekitar 6 jam.

Sesampai di lokasi wisata, maka harus mengambil jalan Poros Baru ke Makasar. Menggunakan mobil sewa atau kendaraan pribadi paling disarankan.

Jam Buka Pango-Pango

Sampai saat ini, belum ada jam operasional pasti dari pango-pango. Jadi secara teknis bisa dianggap lokasi ini buak 24 jam sehari, dan  7 hari sepekan.

Di bagian tertentu dari bukit, pango-pango, pengunjung bisa menemukan fasilitas istirahat berupa gazebo
Fasilitas PAngo-Pango. Image via: tribunnews.com

Tiket Pango-Pango

Pungutan uang biaya tiket di Pango-Pango ini tergolong murah. Setiap pengunjung hanya diwajibkan membayar tiket masuk sebesar Rp. 10.000.

Bila pengunjung ingin membawa barang hasil petik di kebun, diwajibkan membayar sesuai harga yang telah ditentukan oleh pihak pengelola wisata.

Fasilitas Pango-Pango

Fasilitas dasar untuk pengunjung berupa toilet juga sudah disediakan pengelola.

Di bagian tertentu dari bukit, pengunjung bisa menemukan fasilitas istirahat berupa gazebo. Dari lokasi itulah kawan bisa menyaksikan panorama alam indah serta menikmati hembusan angin sepoi-sepoi sembari beristirahat.

Daya Tarik Pango-Pango

  1. Negeri Atas Awan

Camping di atas Awan di pango-pango.
Camping di atas Awan. Image via: datawisata.com

Simak juga: Si Imut Pantai Nguyahan

Peyebab populernya Pango-Pango, adalah lokasi ini menyungguhkan pemandangan alam yang menawan. Di Pango-Pango ini ada gumpalan awan yang tidak kalah indahnya. Hamparan awan yang menyelimuti kota Makale di pagi hari membuat siapa saja yang melihatnya seakan terhipnotis.

Apalagi, ketika pancaran sinar mentari muncul dengan gagah dari balik gunung membuat destinasi wisata ini terlihat makin cantik.

Titik di mana pengunjung bisa menikmati gumpalan awan atau yang biasa di kenal dengan negeri di atas awan ini di lengkapi dengan gozebo dan spot foto yang begitu istagenic. Pengunjung bisa menikmati pemandangan sembaring berfoto selfie di spot foto ini

  1. Agro wisata

Selain gumpalan awan yang begitu istagramable, sobat juga bisa mengekslor keindahan berupa jejeran pohon pinus yang ada di kawasan Agrowisata Pango-Pango Toraja. Jejeran pohon pinus ini sudah dikelolah dengan rapi, dan di lengkapi dengan jalan setapak serta gazebo sebagai tempat istirahat

. Jejeran pohon pinus ini sudah dikelolah dengan rapi, dan di lengkapi dengan jalan setapak serta gazebo sebagai tempat istirahat
Hutan pinus. Image via: datawisata.com

Pengunjung juga bisa menjelajah ke salah satu perkebuan legendaris di Tanah Toraja yakni kebun Kopi Toraja. Terdapat juga perkebunan sayur-sayuran, jagung, enau, tamarillo dan lain sebagainya, yang tumbuh dengan subur.

Di Pango-Pango, selain berwisata, pengunjung dapat belajar tentang bagaiman cara menanam kopi khas Toraja yang mendunia. Selian kopi, pengunjung juga bisa mencari tahu tentang pohon enau, buah coklat, tamarillo dan lain-lain.

Di agrowisata ini, juga di lengkapi dengan tempat berupa gazebo yang tersebar di segala sisi kawasan wisata. Hal ini di lakukan demi untuk memanjakan para wisatawan, serta sebagai tempat peristirahatan para wisatawan jika telalu capek menjelajah.

  1. Sunrise dan Sunset

gumpalan awan di Pango-Pango pada jam 05.00 sampai 09.00 pagi akan terbentuk secara sempurna dengan pancaran sunrise yang begitu mempesona.
Sunrise. Image via: bisniswisata.co.id

Simak juga: Pemandian Raja Kuno, Bah Damanik

Lokasi ini sebaiknya didatangi apda pagi hari. Hal ini di karenakan gumpalan awan di Pango-Pango pada jam 05.00 sampai 09.00 pagi akan terbentuk secara sempurna dengan pancaran sunrise yang begitu mempesona.

Dan di kala sore hari jam 16.00 sampai 17.30 pengunjung akan disungguhi pemandangan berupa sunset yang begitu menawan.

Pada soreh menjelang malam sobat juga akan di sungguhi pemandangan berupa sunset dengan variasi warna kuning bercampur merah. Tentu hal ini sangat romantis, apalagi di saksikan bersama pasangan. Setelah menyaksikan sunset, di malam hari sobat juga bisa menyasikan pemandangan berupa kerdap-kerdip lampu Kota Makale.

  1. Kegiatan Out Bound

Selain keindahan alam, pengelola Pango-Pango juga membuat fasilitas kegiatan out bound. Salah satunya adalah Ayunan
Ayunan. Image via: idntimes.com

Selain keindahan alam, pengelola Pango-Pango juga membuat fasilitas kegiatan out bound. Salah satunya adalah Ayunan. Pengunjung bisa merasakan sensasi mendebarkan kala berayun-ayun di atas ketinggian.

Ayunan tidak biasa ini dikaitkan pada dua pohon pinus yang menjulang tinggi. Cukup was-was sih, tapi ukuran ketinggian ayunannya masih wajar, jadi gak perlu takut jatuh.

Ada juga flaying Fox, yang memiliki panjang lintasan tali sekitar 120-150 meter. Pengunjung bisa meluncur dan mencapai titik finish dalam  waktu sekitar 20 detik. Cukup menguji adrenalin, namun tak perlu khawatir karena wahana ini dijamin aman. Pastinya sangat seru dan menyenangkan bila dicoba.

jembatan gantung
Jembatan gantung. Image via: idntimes.com

Simak juga: Bertemu orang utan di TN Tanjung Puting

Ada juga wahana Rumah hobbits, yang dalam bahasa toraja yaitu kalongdai. Saat ini, ada tujuh unit rumah berkapasitas maksimal empat orang di lokasi tersebut. Ukurannya 2×3 meter dan tinggi 1,5 meter. Di dalam rumah hobbits rang dewasa tidak bisa berdiri. Tapi jika mau tidur bisa, karena lebar dua meter dan disampingnya dilengkapi kamar mandi.

Tips Mengunjungi Pango-Pango

Jika ingin sekedar berkunjung, pengunjung bisa datang kapan saja, sebab destinasi wisata ini buka 24 jam. Akan tetapi, waktu paling pas untuk mengunjungi destinasi wisata ini yakni di musim kemarau.

Selain itu, pada musim kemarau, akses menuju puncak Pango-Pango tidak licin serta sangat bersahabat

dari pango-pango di malam hari sobat juga bisa menyasikan pemandangan berupa kerdap-kerdip lampu Kota Makale.
Malam di PAngo-Pango. Image via: langkanmaega.com

Simak juga: Pantai Kasap, Raja Ampat di Pacitan

Objek Wisata Dekat Pango-Pango

Mendengar toraja, pasti langsung teringat apda tradisi pemakamannya yang unik. Salah satu makam unik yang mudah diakses adalah Makam Gua Lemo. Ada ragam patung kayu yang menghiasi bukit makam.

Bagi adat setempat, patung yang dibuat harus menyerupai orang yang sudah meninggal dan jasadnya dimakamkan ke dalam batu. Setiap keluarga memiliki tempatnya sendiri di dalam bukit, begitu juga dengan penataan patung kayu.

Wisata Iconik toraja lainnya adalah Patung Yesus Buntu Burake dan meniti jembatan kaca terpanjang di Indonesia. Pada dasarnya tempat ini merupakan objek wisata rohani untuk pemeluk agama Kristiani. Akan tetapi siapapun bisa menikmati pemandangan alam yang spektakuler dari jembatan kaca. Dibangunnya patung ini mereplikasi gaya patung yang ada di Rio De Janeiro, Christ the Redeemer.

Itulah sedikit cerita soal objek wisata Pango-Pango di Tanah Toraja. Ini tentunya masih sebagian kecil saja dari apa yang bisa ditemukan oleh pengunjung jika kita datang langsung berkunjung ke lokasi ini.

Nah sekarang, apa kamu sudah siap menjelajahi eksotisme Tana Toraja?

Baca juga:

Leave a Comment