Pura Luhur Giri Arjuno, Wisata Religi di Sekitaran Malang

Pura Luhur Giri Arjuno merupakan tempat ibadah pemeluk agama Hindu terbesar yang dimiliki Kota Batu. Pemandangan disekeliling pura sangat indah. Tidak  kalah elok dengan pura lain seperti Pura Ismoyo Jati yang berlatar pantai. Pura ini berlatar gunung nan sejuk, sangat nyaman bila melakukan meditasi di sini.


Pura Luhur Giri Arjuno
Pura Luhur Giri Arjono. Image via: ngalam.co

Bagi pengunjung yang bukan pemeluk agama Hindu juga diijinkan jika ingin melihat-lihat sekeliling pura. Namun ada baiknya diperhatikan, tempat ini adalah tempat peribadahan. Jangan sampai pengunjung tidak menghormati umat Hindu yang sedang beribadah. Juga ada baiknya, saat merencanakan berkunjung ke Pura Luhur Giri Arjuno hendaknya melakukan izin dan memperhatikan larangan yang disampaikan penjaga pura.

Luas pura ini sendiri kurang lebih 6 hektare. Kompleks pura dipenuhi oleh berbagai bangunan bale yang dikhususkan untuk ritual tersendiri. Yang jelas, pengunjung akan memiliki banyak kesempatan untuk berburu foto di sini.

Sangat jarang bisa menemukan pura yang berlatar langsung dengan ladang warga dan gunung sekaligus. Kecuali datang ke Bali. Namun ini tanpa perlujauh jauh ke Bali, pengujung dapat menjumpai suasana tersebut. Suasana lebih terasa khidmat, jika berkunjung saat hari sepi. Pastilah objek foto incaran akan terlihat lebih elok.

Spot Foto Pura Luhur Giri Arjuno
Spot Foto. Image via: @indhiragautama

Simak juga: Keindaan Pesona Malang.

Lokasi Pura Luhur Giri Arjuno

Pura Giri Arjuno, terletak di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur.

Berada di kawasan lereng barat gunung membuat hawa dingin dan udara sejuk semakin melengkapi daya tarik tersendiri Pura Luhur Giri Arjuno ini. Selain itu, di sekitar Pura Luhur Giri Arjuno ini terdapat kebun apel dan sayuran nan hijau.

Akses Pura Luhur Giri Arjuno

Untuk mencapai pura ini, Anda hanya butuh menempuh jarak 12 km dari Alun-alun Kota Batu dengan menggunakan kendaraan bermotor. Anda cukup mengambil rute menuju Dusun Junggo dan terus menuju utara hingga memasuki gapura pura di Desa Tulungrejo.

Setelah melewati jalanan menanjak sepanjang 3 km, akan terlihat bangunan Pura Luhur Giri Arjuno pada sisi sebelah kiri jalan.

Perkebunan di sekitar Pura  Luhur Giri Arjuno
Perkebunan di sekitar Pura. Image via: @andrechris_tian

Perjalanan ke pura ini cukup lama karena lumayan jauh dari pusat Alun-Alun Kota Batu. Untungnya akses jalan menuju pura cukup baik jadi jauhnya tidak terasa. Dalam perjalanan ke Pura Luhur Giri Arjuno, pengunjung melewati perkebunan jeruk, apel dan ladang sayur beserta para petani yang sedang bercocok tanam. Semakin mendekati lokasi, hawa dingin semakin terasa.

Akses ke pura, bisa ditempuh menggunakan kendaraan kecil, sebab jalan yang lika-liku dan sempit. Pengunjung bisa menggunakan kendaraan angkutan desa  yang disediakan oleh pemangku pura . Bila ke sana  jangan lupa membawa jaket. Sebab kalo malam karena suhu disana mencapai 10 derajat Celcius

Jam Buka Pura Luhur Giri Arjuno

Tari Jatilan Pura Luhur Giri Arjuno
Tari Jatilan. Image via: antarafoto.com

Lokasi ini terbuka 24 jam sehari. Hal ni karena sebagai situs keagamaan yang melayani kebutuhan persembahyangan umat Hindu. Tempat ini terbuka untuk persembahyangan malam dan kegiatan mekemit (sembahyang sepanjang malam di pura).

Tiket Pura Luhur Giri Arjuno

Untuk mengunjungi lokasi pura Giri Arjuno, pengunjung tidak dikenakan tiket. Hal ini karena tempat ini bukan didedikasikan sebagai tempat wisata.

Fasilitas Pura Luhur Giri Arjuno

Pure ini sebenarnya tidak dikhususkan untuk wisata. Namun sepenuhnya ditujukan untuk tujuan peribadatan agama Hindu. Namun demikian, pengunjung yang datang dapat juga memanfaatkan fasilitas umum yang niat awalnya dibangun untuk umat pemedek (yang mau sembahyang).

Fasilitas yang tersedia meliputi, warung tempat makan, Area parkir yang memadai, Hotel dan penginapan, serta Toilet.

Persembahyangan Pura Luhur Giri Arjuno
Persembahyangan. Image via: infobatumalang

Baca juga Pantai Balekambang, yang juga memilki pura.

Kisah Mistis Pemilihan Lokasi Pura

Saat awal pendirian Pura, terjadi sedikit konflik antara kaum muda dan kaum tua. Kaum muda menghendaki pembangunan Pura di sisi Utara dekat Jembatan Krecek. Lokasi ini berada  di pertengahan perkebunan Tegal Sari atas. Pemilihan lokasi itu atas pertimbangan jarak tempuh warga menuju Pura. Sedangkan kaum sesepuh menghendaki lokasi di atas Kampung Tegal Sari. Lokasi itu berada  di sekitar Pedepokan Hyang Sarip.

Akhirnya warga mengambil jalan tengah. Solusi diambil dengan cara memilih tanah lokasi berdasarkan arahan orang pintar atau paranormal yang ada di Bali. Saat itu, diambillah contoh tanah dari tiga lokasi yang dipilih masing-masing kelompok. Conoth tanah dikirim kepada “orang pintar” di Bali.

Ngayah dan Selfie
Sembahyang dan Selfie. Image via: fithaza

Dari hasil lau spiritual tokoh di Bali itu, akhirnya tanah di sekitar padepokan Hyang Sarip terpilih sebagai lokasi. Ini didasarkan pada energi positif yang dipancarkan oleh tanah tersebut. Selain itu, warga Hindu setempat percaya di lokasi itu terkubur Candi Pawon.  Candi peninggalan prajurit Majapahit, yang sampai sekarang masih misterius keberadaannya.

Pura Luhur Giri Arjuno sendiri, diusung oleh 80 Kepala Keluarga yang beragama Hindu Dharma. Sebelum Pura ini berdiri, dusun Junggo sudah memiliki Pura Indrajaya dan satu sanggar pemujan. Hari Raya Galungan dan Kuningan dilaksanakan di Pura Indrajaya, sementara Hari Raya Nyepi, Siwaratri, dan Saraswati dilaksanakan di Pura Luhur Giri Arjuno.

Di lokasi berdirinya sekarang, di dekat Pura Luhur Giri Arjuno juga berdiri padepokan Pelinggih Hyang Sarip. Saat ini, Pelinggih Hyang Sarip berada tepat di depan Pura. Warga menjaga tradisi, bahwa sebelum memasuki area Pura, setiap yang masuk, diharuskan untuk meminta ijin terlebih dahulu di Pelinggih tersebut.

Pelataran Depan Pura Luhur Giri Arjuno
Pelataran Depan Pura. Image via: @puraluhurgiriarjuno

Tips Mengunjungi Pura Luhur Giri Arjuno

Berwisata di tempat peribadatan agama tertentu, tentu saja berbeda dengan berwisata di objek yang memang sengaja di desain sebagai tempat wisata. Ada beberapa batasan-batasan dan ketentuan yang mesti diperhatikan sesuai dengan aturan yang dibuat pengelola tempat peribadatan. Demikian juga halnya dengan saat berwisata di pura Luhur Giri Arjuno ini.

Beberapa tips yang mesti diperhatikan antara lain:

  • Pakailah pakaian yang sopan
  • Perkirakan cuaca sebelum berkunjung
  • Siapkan pakaian hangat karena cuaca daerah ini cukup dingin. Dalam musim kemarau suhu bisa mencapai 10 Celcius.
  • Jangan buang sampah sembarangan
  • Jaga stamina, dan tetap berhati-hati
Latar Belakang Gunug Arjono
Berlatar Gunung Arjono. Image via: suryamalang

Objek Wisata Dekat Pura Luhur Giri Arjuno

Saat memutuskan berwisata ke Pura Luhur Giri Arjuno, pengunjung tidak perlu khawatir kehabisan objek wisata. Jika pun setelah menikmati keindahan panorama alam maupun keindahan arsitektur pura, pengujung masih memiliki waktu, pengunjung dapat beralih ke lokasi wisata lain.

Jika  mengunjungi Pura di waktu sore hari, waktu alam bisa diisi dengan berwisata ke Batu Night Spectacular. Taman wisata instagramable ini hanya berjarak 15 km dari pura Luhur Giri Arjuno.

Sedangkan jika mengunjungi pura Luhur Giri Arjuno pada pagi hari, tentu waktu siang dan sore masih banyak waktu tersisa. Pengunjung dapat mengambil alternatif untuk menikmati wisata kuliner santai, ala kaki lima di Wisata Payung Songgoriti. Lokasi wisata kuliner itu jaraknya hanta 16 km dari Pura Luhur Giri Arjuno.

Demikianlah tadi ulasan nativeindonesia.com mengenai Pura Luhur Giri Arjuno. Semoga dapat memberikan informasi yang bermanfaat serta menambah wawasan kita dalam menentukan tempat untuk berlibur bersama keluarga. Tempat berlibur yang berbeda dari biasanya. Yang jauh dari kesan glamor dan hura-hura. Sebaliknya justru tempat berlibur yang mengajak pada keheningan dan mendorong kontemplasi diri.

 

 

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment