Perpaduan Keharmonisan Budaya, Seni dan Hiburan di Taman Sriwedari

Surakarta atau yang lebih dikenal dengan Solo merupakan salah satu kota yang ada di Jawa Tengah. Kota ini menyimpan banyak sekali unsur sejarah, kebudayaan dan kesenian. Apalagi dengan keberadaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang menjadi identitasnya.


Di samping itu, Solo juga mempunyai sebuah Taman Hiburan Rakyat (THR) yang menjadi kebanggaannya, yaitu Sriwedari. Taman Sriwedari dibangun sebagai tempat dimana warga Solo seringkali menghabiskan waktunya untuk sekedar nongkrong maupun menikmati fasilitas dan berbagai pertunjukan.

Taman sri wedari
Taman Sriwedari. Image via: pergimulu

THR Sriwedari ini memang sangat cocok dijadikan tempat untuk lebih mengenal kebudayaan Solo dari dekat. Anda akan menemukan berbagai hal menarik dan unik di dalamnya.

Saking spesialnya, dulu ada salah satu musisi Indonesia yang pernah membuat judul lagu dengan nama THR ini. Menakjubkan bukan? Jadi, tak ada salahnya mampir ke Taman Sriwedari saat berlibur ke Solo.

Lokasi Taman Sriwedari

Taman Sriwedari berlokasi di pusat Kota Solo. Sedangkan alamat lengkapnya berada di Jalan Brigjend Slamet Riyadi No. 275, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Jaraknya sangat berdekatan dengan Stasiun Purwosari, yakni sekitar 2 kilometer saja. Bila Anda sudah memasuki wilayah Kota Solo, pasti akan mudah menemukannya.

Taman sriwedari
Taman sriwedari. Image via: zuckici.com

Sedangkan soal transportasi juga tak perlu dikhawatirkan. Anda dapat mencapai lokasi tujuan dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun umum. Kendaraan umum sendiri juga banyak tersedia di Solo, misalnya bus.

Jangan takut kesasar karena Anda akan menemukan jalur yang dituju tanpa kesulitan.

Simak juga: review Taman Balekambang di Solo

Rute Menuju Taman Sriwedari dari Berbagai Kota

Ada beberapa rute pilihan yang dapat Anda ambil menuju THR Sriwedari. Baik dari Kota Solo sendiri maupun luar kota. Berikut ini beberapa jalur aksesnya :

Dari Kota Solo

Rute pertama adalah dari dalam kota. Patokan keberangkatan dari Masjid Agung Surakarta yang berada di sebelah barat Alun-Alun Lor.

Pertama-tama, jalankan kendaraan Anda dari Masjid Agung menuju Jalan Kalimosodo dengan melewati Jalan K.H Hasyim Ashari dan Jalan Wijaya Kusuma III terlebih dahulu. Setelah sampai di Jalan Kalimosodo, belokkan ke Jalan Ronggowarsito.

Setelah Anda menemukan bundaran, ambillah jalan keluar pertama ke Jalan Jenderal Sudirman. Lalu lihat petunjuk jalan ke arah Taman Sriwedari.

Wayang orang
Wayang orang di Taman Sriwedari. Image via: @christysrg

Dari Kota Yogyakarta

Jika Anda memulai keberangkatan dari Yogyakarta dengan kendaraan pribadi, maka arahkan perjalanan Anda ke Kalasan menuju Candi Prambanan. Kemudian Anda akan masuk ke wilayah Kabupaten Klaten.

Ikuti papan petunjuk jalan ke Solo. Setelah sampai di Solo, teruskanlah perjalanan ke Jalan Brigjen Slamet Riyadi yang merupakan alamat lengkap Taman Sriwedari.

Lebih praktis bila Anda menggunakan aplikasi Maps pada Smartphone yang akan membantu memilihkan rute tercepat.

Dari Yogyakarta Menggunakan Transportasi Umum

Pilihan selanjutnya adalah dari Kota Yogyakarta menggunakan transportasi umum. Biasanya wisatawan yang ingin bepergian dari Yogyakarta ke Solo atau sebaliknya lebih memilih transportasi umum berupa kereta.

Selain harganya terjangkau, kereta juga dapat mengantarkan Anda dengan cepat. Salah satu jenis kereta yang populer adalah Prameks (Prambanan Ekspres).

Anda cukup membayar sekitar 8 ribu – 10 ribu rupiah saja sekali jalan. Akan tetapi Anda harus siap-siap berdiri kerena kereta Prameks menyediakan seat yang terbatas.

Meriam penjaga
Meriam penjaga. Image via: mengakubackpacker

Sebenarnya Anda bisa juga menaiki kereta yang biasa, tapi tarifnya tentu lebih mahal tergantung kelas. Nah, bila Anda ingin merasakan sensasi berdesakan di dalam Prameks menuju Solo, ambillah jurusan ke Stasiun Purwosari atau Stasiun Balapan.

Lebih baik pilih Stasiun Purwosari saja yang jaraknya lebih dekat dengan Taman Sriwedari. Kurang lebih 1 jam perjalanan Anda akan sampai di stasiun.

Kemudian keluar dari stasiun, berjalanlah menuju halte dan naik bus Batik Solo Trans (BST) ke Taman Sriwedari.

Baca juga: info seputar Taman Satwa Taru Jurug

Daya Tarik Taman Sriwedari

Apa sajakah daya tarik Taman Sriwedari sehingga sangat istimewa di hari rakyat Solo dan para wisatawan? Seperti ini uraiannya :

1. Telah Ada Sejak Lama

Daya tarik pertama Taman Sriwedari adalah sejarah pendiriannya yang ternyata sudah ada sejak jaman dahulu kala. Taman Sriwedari sudah dibangun dari era Sultan Pakubuwono X pada tanggal 1 Januari 1902.

Pada awalnya, taman ini dibangun sebagai tempat rekreasi dan hiburan para keluarga kerajaan. Konsep pembangunannya pun tak sembarangan karena terinspirasi dari kisah adanya taman surga, itulah mengapa disebut sebagai Taman Sriwedari.

tahun 1900
Taman Sriwedari Tahun 1900. Image via: kratonsoloblog

Seiring berkembangnya jaman, Taman Sriwedari ini mengalami berbagai perombakan atau renovasi. Fungsinya pun beralih dari tempat rekreasi dan peristirahatan keluarga kerajaan menjadi pusat hiburan masyarakat Solo dan sekitarnya.

Kemudian di dalamnya juga dilengkapi berbagai fasilitas dan wahana yang menunjang. Masyarakat dapat dengan leluasa menikmatinya.

2. Gedung Wayang Orang (GWO)

Anda akan menemukan bangunan Gedung Wayang Orang (GWO) di dalam kompleks Taman Sriwedari. Gedung ini dipergunakan untuk mengisi berbagai kesenian pertunjukan wayang orang. Biasanya cerita pertunjukan diambil dari kisah Ramayanan dan Mahabarata.

Tak sampai di situ, kadang pertunjukan kesenian wayang dikolaborasikan dengan seniman wayang lain dari RRI Surakarta maupun seniman luar kota, seperti Jakarta, Surabaya dan Semarang.

Ciri khas dari GWO ini adalah adanya ornamen lukisan besar yang berada di sisi kanan dan kiri dinding. Di sisi kanan terdapat lukisan yang menggambarkan tokoh bernama Dewaruchi.

Tokoh tersebut masih berkaitan dengan salah satu Pandawa Lima, yakni Werkudara. Sementara di sisi kiri dinding gedung terdapat lukisan yang menggambarkan tokoh Kresno Duto dari kisah Mahabarata.

Panggung wayang orang
Panggung wayang orang. Image via: travelingyuk

Selain itu, GWO tidak hanya diperuntukkan sebagai tempat pertunjukan kesenian wayang orang saja. Tetapi juga disewakan sebagai gedung pentas seni bagi anak-anak sekolah maupun upacara wisuda.

Bangunannya pun sebagian masih ada yang dihiasi dengan kaca. Maksud pemberian kaca ini supaya masyarakat kurang mampu masih bisa melihat pertunjukan yang ada di dalam.

3. Malam Selikuran

Daya tarik lain dari Taman Sriwedari ini adalah diadakannya acara bertajuk ‘Malam Selikuran’. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap bulan Ramadhan, yaitu pada malam ke 21. Kata ‘selikur’ jika diartikan dalam bahasa Indonesia memiliki makna 21. Itulah mengapa acara ini diselenggarakan setiap malam ke 21.

Malam Selikuran merupakan bagian dari tradisi Keraton Kasunanan dan warga Surakarta guna menyambut Lailatul Qadr. Sedangkan rangkaian acaranya adalah diawali dengan kirab 1000 tumpeng yang dimulai dari Keraton menuju Taman Sriwedari. Setelah itu diakhiri dengan doa bersama.

selikuran
Selikuran. Image via: sokopapat.com

4. Wahana Bermain

Selain daya tarik dalam bidang seni dan kebudayaan, Taman Sriwedari juga dilengkapi dengan berbagai wahana bermain untuk anak-anak hingga orang dewasa. Siapapun bisa menaikinya. Akan tetapi taman bermain ini dikelola oleh pihak swasta.

Selain itu, Anda pun dapat menemui berbagai kios yang menjual souvenir serta oleh-oleh berupa wayang, lukisan, dan sebagainya.

Harga Tiket Masuk Taman Sriwedari

Anda harus membayar tiket masuk ke Taman Sriwedari maupun GWO. Kedua tiket ini dikenakan tarif yang berbeda, namun masih tetap terjangkau. Para pengunjung diharapkan menyiapkan uang sebesar 7 ribu rupiah per orang untuk masuk ke THR Sriwedari.

Sedangkan bila ingin melihat pertunjukan di dalam GWO, maka harus membayar lagi sebesar 3 ribu rupiah per orangnya. Totalnya hanya 10 ribu rupiah bila Anda juga masuk GWO. Masih sangat murah kan?

Jam Operasional Taman Sriwedari

Taman Sriwedari yang memiliki konsep sebagai taman hiburan dan pertunjukan mempunyai jam operasional yang cukup jelas. Obyek wisata ini buka setiap hari dari pukul 10 pagi sampai 10 malam.

Sementara bila pengunjung ingin menonton pertunjukan di GWO, jam bukanya dari pukul 8 – 11 malam saja dan khusus hari minggu tutup.

rencana mesjid
Rencana mesjid Sriwedari. Image via: solo.tribunnews

Jadi, manfaatkanlah kesempatan Anda untuk mengenal lebih lanjut berbagai kesenian dan kebudayaan khas Solo dengan berkunjung ke Taman Sriwedari. Suasana akan terasa lebih ramai dan menyenangkan bila Anda datang di malam hari.

Selamat berlibur!

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment