Taman Nasional Alas Purwo, Cagar Alam dan Wisata Yang Unik

| | ,

Alas Purwo, saat mendengar nama itu yang terlintas dalam kepala adalah hal hal berbau mistis, ghaib, dan horor. Tidak salah sih jika yang terpikir pertama kali adalah hal hal semacam itu. Karena reputasi Alas Purwo selama ini memang diidentikkan dengan hal hal berbau mistis.

Namun kali ini nativeindonesia.com tidak akan mengajak untuk membicartakan soal hal ghaib di Taman Nasional Alas Purwo. Biarkan hal macam itu jadi urusan roy kiyoshi saja. Kami mengajak anda untuk membahas hal hal indah yang tersimpan di Taman Nasional Alas Purwo, yang bisa kita jadikan alternatif tujuan wisata ketika jalan jalan di area Jawa Timur.

Alas Purwo
Alas Purwo. Image via: pinterest.com

Alas Purwo National Park

Alas Purwo National Park sudah sangat terkenal di Indonesia, apa lagi kalau membicarakan hal gaib. Area ini sepertinya memang sudah menjadi gudangnya. Namun Alas Purwo tidak hanya hal mistis, keindahan alamnya pun tidak kalah mempesonanya.

Dengan luas 43.420 hektare Alas Purwo terbagi dalam 6 ekosistem. 6 ekosistem itu meliputi: hutan bambu, hutan mangrove, hutan pantai, hutan alam, hutan tanaman dan juga hutan padang rumput.

Keberagaman jenis ekosisitem ini tentu saja menawarkan keberagaman hal menarik untuk dilihat. Kalau macam belanja, macam datang ke supermarket saja. Datang ke satu tempat tapi bisa memperoleh 6 jenis objek wisata berbeda-beda.

fauna
Keanekaragaman fauna Alas Purwo. Image via: idntimes.com

Simak juga: daftar tempat wisata di Banyuwangi

dago dream park
dago dream park

Taman Nasional Alas Purwo menjadi tempat yang hidup bagi flora dan fauna. Tidak kurang dari 13 jenis bambu dan 580 jenis tumbuhan lain terdata hidup di hutan ini. Bahkan beberapa tumbuhan ini adalah tumbuhan khas dan endemic seperti sawo kecik dan bambu manggong.

Taman Nasional Alas Purwo juga kaya akan fauna, diantaranya banteng, rusa, ajag, babi hutan, kijang, macan tutul, lutung, monyet ekor panjang, burung Merak, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dari berbagai fauna itu ada beberapa yang spesial yaitu yang tergolong binatang yang dilindungi seperti penyu lekang, penyu belimbing, penyu sisik, dan penyu hijau. Penyu-penyu ini memang tidak hidup di hutan, namun menggunakan pantai areal Alas Purwo sebagai lokasi bertelur tepatnya di pantai Ngagelan.

konservasi penyu
Konservasi penyu di pantai Alas Purwo. Image via: banyuwangi.merdeka.com

Lokasi Alas Purwo Banyuwangi

Taman Nasional Alas Purwo menempati lokasi yang secara administratif masuk dalam wilayah 2 Kecamatan, yaitu di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Lokasi Alas Purwo berada di perlintasan jalur antara Banyuwangi dan Situbondo.

Rute dan Transportasi Menuju Alas Purwo Banyuwangi

Untuk berkunjung ke Taman Nasional Alas Purwo ada beberapa rute yang bisa di pilih.

Untuk dari arah Banyuwangi, bisa mengambil jalur Banyuwangi – Rogojampi – Srono – Muncar – Tegaldlimo. Setelah sampai di Tegaldlimo 10 km kemudian akan menemukan pos Rawabendo, yang merupakan gerbang utama Taman Nasional Alas Purwo. Jarak yang harus ditempuh dari Banyuwangi kotan sampai ke gerbang utama Alas Purwo memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan.

Untuk kita yang datang dari arah jember, pertama-tama menuju kearah Genteng yang jaraknya sekitar 65 km. Selanjutnya menuju Tegaldilmo melalui Srono

Untuk berkunjung ke Taman Nasional Alas Purwo pengunjung harus memakai kendaraan pribadi. Sampai saat ini tidak ada kendaraan umum yang memiliki trayek sampai ke Alas Purwo.


Simak: info seputar Taman Nasional Baluran

Jam Buka Alas Purwo National Park

Untuk kunjungan pariwisata, Alas Purwo dibuka Senin-Jumat. Akhir pekan lokasi ini tidak dibuka untuk kunjungan wisatawan. Lokasi wisata ini beroperasi dari jam 07.30 pagi dan tutup jam 16.00 sore.

Namun cukup banyak juga pengunjung yang berkunjung di malam hari bahkan menginap. Umumnya yang demikian ini bukan pengunjung wisata, tapi pengunjung peribadatan. Mengingat di dalam areal taman nasional Alas Purwo terdapat pura, tempat suci umat hindu.

Tarif Tiket Masuk Alas Purwo

Unutk masuk ke Taman Nasional Alas Purwo pengunjung dikenakan tiket Rp 15.000,- untuk pengunjung dalam negeri dan Rp. 150.000,-untuk pengunjung berkewarganegaraan asing.

Baca: review wisata Pantai Pulau Merah

Wisata Alas Purwo Banyuwangi

1. Goa Istana Alas Purwo Banyuwangi

goa istana
Goa istana. Image via: travel.detik.com

Taman Nasional Alas Purwo berlokasi dalam wilayah karst. Kondisi geologi ini membuat tempat Alas Purwo memiliki Gua-gua alam. Di area Alas Purwo terdapat tidak kurang dari 44 gua.

Dari sekian banyak gua yang ada, salah satu yang bisa dikunjungi adalah Gua Istana. Gua ini berjarak sekitar 1 jam jalan kaki dari Pos Pancur dengan dengan menyusuri Hutan Bambu.

Selain Gua Istana yang biasa diunjungi wisatawan, ada juga beberapa Gua yang sering dikunjungi namun dengan tujuan wisata spiritual. Di goa goa itu pengunjung biasanya melakukan tapa semadi, sesuai keyakinan kebathinan yang mereka anut. Gua gua itu meliputi Gua Padepokan, Gua Mayangkara, Gua Gajah, Gua Haji, Gua Lowo dan Gua Basori.

2. Savana Sadengan

Savana-Sadengan
Savana Sadengan. Image via: faktualnews.co

Simak juga: review wisata Teluk Hijau Banyuwangi

Hutan padang rumput Sadengan adalah padang savana seluas 84 hektare. Lokasi ini berjarak 2 km dari pos Rawabendo. Di lokasi ini pengunjung bisa menikmati pemandangan alam bebas lengkap dengan kawanan banteng, rusa dan burung merak. Tidak berlebihan rasanya jika ada yang mengatakan wisata di lokasi ini terasa bersavari di Savana Afrika, bahkan dapat tambahan burung merak.

Untuk menikmati keindahan padang savana dengan lebih maksimal, pengelola membangun sebuah menara pandang tiga lantai. Dari atas menara pandang ini pengunjung bisa menikmati savana dengan sudut pandang yang lebih luas.

Pengunjung tidak di ijinkan bebas memasuki area padang savana. Pengelola membuat pagar pembatas agar pengunjung tidak masuk ke padang savana. Hal ini untuk menjaga keamanan pengunjung sendiri, dari resiko kontak tidak terkontrol dengan binatang liar penghuni savana.

Namun, bukan berarti kesempatan untuk mendekati kawanan hewan eksotis itu tertutup sama sekali. Pengunjung bisa memasuki padang savana dengan di dampingi petugas penjaga.

3. Pura Giri Selaka dan Situs Kawitan

Pura Giri Selaka
Pura Giri Selaka. Image via: lifestyle.okezone.com

Lokasi ke dua yang wajib anda kunjung jika ke Taman Nasional Alas Purwo adalah Pura Giri Selaka dan Situs Kawitan. Lokasi dari Pura Giri Selaka dan Situs Kawitan tepat berada di tenga-tengah hutan.

Konon Situs kawitan adalah peninggalan kerajaan Majapahit yang ditemukan secara tidak sengaja oleh warga sekitar Alas Purwo pada tahun 1967 dan mulai digunakan untuk kegiatan keagamaan pada tahun 1968.

Pura Giri Selaka terletak tidak jauh dari Situs Kawitan. Pura ini dibangun karena umat Hindu yang melakukan kegiatan keagamaan semakin banyak. maka dari itu Pura Giri Selaka dibangun agar para umat hindu yang melakukan kegiatan keagamaan di tempat ini bisa tertampung.

Upacara yang dilakukan di tempat ini adalah upaca pagerwesi yang dilakukan setiap 210 hari sekali. Upacara pager wesi adalah upacara yang menyelamati ilmu pengetahuan yang diturunkan oleh para dewa dari ancaman raksasa yang memangsa.

4. Pantai Pancur

Pantai ini dinamakan Pancur, karena ada sungai yang mengalir ke laut melalui pantai yang agak terjal sehingga membentuk Pancuran. Di pantai ini ada area pantai dengan pasir yang besar-besar sehingga disebut pasir gotri.

Kegiatan wisata yang ada di Pancur adalah Panorama sore hari (sunset), Mammal Watching dan Jungle Tracking. Di pancur juga terdapat camping ground yang biasa digunakan untuk berkemah. Tidak jauh dari Pantai Pancur terdapat karang hitam (karang mati) yang lebih dikenal dengan sebutan Parang Ireng.

5. Pantai Cungur

pantai-cungur
Burung laut pantau cungur. Image via: yukpiknik.com

Simak juga: info wisata Kawah Ijen

Cungur berada di wilayah pantai bagian Barat Taman Nasional Alas Purwo. Wilayah cungur merupakan daratan hutan pantai yang hanya dibatasi oleh pengaruh pasang surut air laut yang masuk dari Samudera Hindia ke dalam muara sungai Segoro Anakan.

Wilayah pantai cungur memiliki ekosistem khas hutan dataran rendah, hutan pantai, dan hutan mangroove. Lokasi ini sering digunakan sebagai habitat burung-burung air untuk berkembang biak dan mencari makan. Setiap tahunnya sering dilintasi dan dikunjungi oleh beberapa jenis burung migran dengan jumlah yang cukup banyak. Tercatat sebanyak ± 39 jenis burung yang terdapat di wilayah ini.

Cungur sering dijadikan sebagai obyek dan daya tarik wisata alam oleh para pengunjung Taman Nasional Alas Purwo untuk melakukan aktifitas wisata seperti Birdwatching, fotografi pemandangan dan lain sebagainya.

Para pecinta burung, fotografer dan peneliti sering mengunjungi kawasan ini untuk berburu foto. Menyaksikan atraksi alam liar berupa keberadaan burung-burung migran yang datang setiap tahunnya, pemandangan sunset tepi pantai pada sore hari, dan juga hilir mudik kapal-kapal nelayan yang bersandar di pelabuhan Grajagan.

6. Pantai Plengkung

surfing
Pantai Plengkung. Image via: piknikdong.com

Pantai Plengkung mempunyai keunikan tersendiri dengan ombak yang sangat bagus untuk surfing. Menurut surfer dunia, ombak di Plengkung termasuk 3 besar terbaik dunia. Bukti dari penilaian itu adalah hingga saat ini telah 4 kali dijadikan lokasi event tingkat internasional. Saat ini di pantai Plengkung sudah terdapat fasilitas pariwisata yang lengkap, yang dikelola perusahaan swasta.

Sekitar 1 km dari pantai konon terdapat palung dan tebing laut. Adanya palung laut dan dinding karang tersebut mengakibatkan ombak di pantai ini bisa mencapai ketinggian antara 2-3 meter. Ombak laut yang besar dengan panjang mencapai 1-2 km serta berlapis-lapis sangat baik untuk olah raga surfing. 6-7 lapis gelombang yang sering terlihat di Plengkung terutama antara bulan Juni-Juli.

Para peselancar menamai masing-masing jenis ombak tersebut dengan nama : Kong, Money trees, Launching pad, Speedy, Chicken break, Twenty-twenty dan Tiger track. Tinggi dan panjang serta lapisan gelombang tersebut tergantung ada tidaknya angin Barat ke laut. Kegiatan surfing biasanya dilakukan antara bulan Maret – Oktober.

7. Pantai Triangulasi

Pantai triangulasi 2
Rusa di Pantai triangulasi. Image via: inisayadanhidupsaya

Triangulasi diambil dari nama titik ikat dalam pengukuran dan pemetaan yang terletak ± 500 dari utara pantai. Pantai Triangulasi merupakan salah satu pantai yang mempunyai formasi hutan pantai yang masih lengkap, di dominasi pohon nyampung, bogem, dan pandan laut.

Pantainya berpasir putih bersih. Tambahan lagi biasanya pada bulan April – November disinggahi oleh penyu-penyu langka untuk bertelur.

Panorama alam yang bsia di nikmati di pantai ini meliputi sunset dan pengematan satwa, sperti kera abu-abu, lutung, tupai, bajing, musang, rusa, kijang, babi hutan, dan biawak..

8. Hutan Bambu

hutan bambu
Hutan Bambu. Image via: phinemo.com

Lokasi ini sungguh layak dimasukkand alam daftar kunjungan disamping begitu banyak daya tarik wisata di alar purwo ini. Hutan bambu adalah kawasan yang paling luas di Taman Nasional Alas Purwo. Lokasi Hutan bambu ini jaraknya hanya sekitar 500 meter dari Pos Pancur.

Hutan Bambu selama ini menajdi salah satu tempat yang favorit untuk mengabadikan foto-foto selfie. Suasana damai sangat terasa di lokasi ini. Dengan suasana yang alami dan hamparan tanaman bambu yang terjajar di sepanjang mata memandang, ditambah suara kicau burung yang sesekali terdengar di atas rumpun bambu, menyempurnakan keindahan tempat yang satu ini.

9. Hutan Mangrove Bedul

burung di magrove
Burung air. Image via: @tnalaspurwo

Hutan Mangrove di Bedul merupakan hutan mangrove terluas yang masih tersisa di Jawa. Keindahan lokasi ini berasal dari keutuhan dan kealamian hutan mangove Bedul. Kawsaan ini biasanya menjadi tempat untuk mencari makan dan berkembang biak beberapa jenis burung air (bangau tong-tong, pecuk ular, trinil, raja udang dan lain-lain) serta beberapa jenis burung migran.

Terdapat beberapa paket wisata yang ditawarkan untuk menyusuri mangrove dengan menggunakan perahu tradisional milik masyarakat setempat. Paket-paket tersebut antatra lain, menyusuri dan menjelajahi mangrove di lokasi Kere, menyusuri mangrove dan menikmati burung air di daerah Cungur serta Menyusuri mangrove dan melihat pempat penetasan penyu di Ngagelan. Selain itu juga terdapat paket menyusuri mangrove dengan menggunakan kano.

10. Makam 7 meter

makam 7 meter
Makam 7 meter. Image via: banyuwangi.merdeka.com

Tempat yang satu banyak mengundang rasa penasaran. Terutama dari panjang makam yangmencapai 7 meter. Apakah itu berarti mayut yang dikuburkan adalah manusia setinggi 7 meter pula? Demikian kira kira rasa penasaran ynag umum muncul daripengunjung.

Makan ini konon banyak orang yang mengatakan sebagai makam Eyang Suryo Bujo Negoro alias Mbah Dowo, seorang misionaris agama Islam sebelum masa Wali Songo.

Sebenarnya asal-usul makan ini memang belum diketahui secara pasti, karena dibatu nisa juga tidak tertulis kapan tanggal atau tahunnya Mbah Dowo wafat, akan tetapi konon peziarah bisa mengetahui sejarah Mbah Dowo dengan cara kontak batin.

Itulah sedikit pembahasan yang bisa nativeindonesia.com share tentang Taman Nasional Alas Purwo. Semoga dengan apa yang kami sajikan ini membuat kita bisa mengerti betapa indahnya Taman Nasional Alas Purwo, dan jadi tertarik untuk berkunjung langsung ke destinasi wisata yang satu ini.

Taman Nasional Alas Purwo, Cagar Alam dan Wisata Yang Unik
4.5 (90%) 4 vote[s]

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Previous

Taman Pintar Yogyakarta, Tempat Wisata Edukasi di Jogja yang Unik

Air Terjun Blangsinga, Wisata Air Terjun Baru di Bali

Next

Artikel Wisata Lainnya

Leave a Comment