Danau Lau Kawar, Danau Vulkanik Indah di Kaki Sinabung

Danau Lau Kawar menawarkan pemandangan Gunung Sinabung dan perkebunan sayur milik warga yang berada di bawah kaki gunung. Jika beruntung, pengunjung bisa melihat Gunung Sinabung saat tidak tertutup kabut.

Danau Lau Kawar menawarkan pemandangan Gunung Sinabung dan perkebunan sayur milik warga yang berada di bawah kaki gunung. Jika beruntung, pengunjung bisa melihat Gunung Sinabung saat tidak tertutup kabut.
Danau Lau Kawar. Image via: @fiqrifadia_

Dengan ketinggian tempat yang mencapai 2.450 meter di atas permukaan laut, cuaca di Danau Lau Kawar sudah pasti sejuk dan segar. Berbeda dengan suasana udara kota yang panas dan penuh polusi. Lokasi ini masih termasuk ke dalam wilayah Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), di bawah kaki Gunung Sinabung.

Danau Lau Kawar memiliki luas sekitar 200 hektar yang dihiasi dengan air yang jernih serta nampak biru bila dilihat. Selain itu, pepohonan hijau yang tersebar di sekitar danau membuat objek wisata ini terlihat begitu sedap untuk dipandang.

Kemudian, area danau ini pun merupakan spot memancing yang populer, maka dari itu tak heran jika saat berkunjung ke area ini akan nampak orang-orang yang  memancing. Di sisi lain lokasi wisata ini pun kerap dijadikan tempat berkemah bagi pendaki yang beristirahat sejenak sebelum menuju Gunung Sinabung.

Danau Lau Tawar juga diselimuti mitos dan legenda rakyat. Bila mengunjungi Danau Lau Kawar, pengunjung harus bersikap dan bicara sopan, dilarang berbuat asusila, hingga membuang sampah ke danau. Bila dilanggar, penunggu danau dan gunung akan marah, ditandai dengan datangnya badai.

Danau Lau KAwar Dilihat dari Tanjakan Cadas.
Dilihat dari Tanjakan Cadas. Image via: lintasgayo.co

Simak juga: wisata Alam di Tanah Karo

Lokasi Danau Lau Kawar

Danau Lau Kawar, adalah satu danau yang berada di berada di Desa Kutagugung, Kecamatan Naman Teran, di bawah kaki gunung berapi Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara.

Rute Menuju Danau Lau Kawar

Rute paling mudah untuk menuju ke Danau Lau Tawar adalah dari pusat kota Medan. Jarak yang harus ditempuh sekitar 70 KM dengan waktu tempuh mencapai 3 jam. Rute ini merupakan rute yang paling mudah bagi pengunjung yang ingin mengunjungi danau Lau Kawar.

Rute pertama dari kota Medan menuju ke kota Berastagi, kemudian terus berlanjut hingga menuju ke persimpangan dengan papan petunjuk yang menunjukkan arah dan jarak ke lokasi yang tinggal 27 Km lagi. Setelah itu terus lanjutkan perjalanan dengan mengikuti jalan utama yang nantinya akan membawa ke lokasi danau.

Rute menuju Danau Lau Kawar
Rute menuju Danau Lau Kawar. Image via: backpackerjakarta.com

Jalan memang agak jauh, namun di sepanjang perjalanan akan ada banyak pemandangan serta suasana yang sejuk karena memang lokasi danau yang berada di kaki gunung. Terlebih lagi background pemandangan gunung Sinabung akan menjadi pelengkap perjalanan menuju ke lokasi.

Sangat disarankan jika ingin mengunjungi danau Lau Kawar untuk menggunakan kendaraan pribadi baik kendaraan roda dua atau empat. Kendaraan umum tidak ada yang bisa menghantarkan langsung ke lokasi danau.

Tentu jika menggunakan kendaraan pribadi akan lebih mudah dan lebih nyaman. Tidak usah khawatir dengan kondisi jalan yang dimana aksesnya dapat dilalui oleh semua kendaraan baik roda dua maupun roda empat sekalipun.

Jam Buka Danau Lau Kawar

Danau Lau Tawar terbuka 24 jam sehari untuk dikunjungi wisatawan. Dengan demikian pengunjung bisa leluasa mengatur kunjungan mereka ke lokasi indah ini.

Tiket Danau Lau Kawar

Untuk dapat menikmati keindahan ciptaan Tuhan dalam wujud danau Lau Kawar ini, pengunjung hanya dikenakan tiket Rp 4.000 saja. Harga tiket ini berlaku sama di hari kerja maupun akhir pekan dan hari libur.

Camping di danau Lau Kawar,
Camping di danau, Image via: @travellingsumut

Simak juga: Lembah Harau nan asri

Fasilitas Danau Lau Kawar

Mengenai fasilitas, obyek wisata Danau Lau Kawar terbilang cukup lengkap. Beberapa fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung antara lain : Lahan parkir. Pengunjung yang membawa kendaraan pribadi baik mobil atau motor, disediakan area parkir yang lumayan luas dan juga memadai.

Toilet umum, juga telah disediakan di sana jadi anda tidak usah repot-repot mencari toilet di luar area danau. Untuk Warung, di sekitar tempat ini pengunjung dapat menemukan kantin dan warung-warung milik penduduk lokal yang menjual makanan dan minuman dengan harga terjangkau.

Terdapat juga gazebo-gazebo di sana. Pengunjung bisa dengan santai duduk-duduk sembari menikmati pemandangan air danau yang jernih, pepohonan yang asri nan hijau. – Area berkemah

Untuk penginapan, di sekitar danau Lau Kawar terdapat penginapan yang sesuai dengan budget dan kebutuhan anda. Bila berencana untuk merasakan bermalam di alam terbuka, pengunjung dapat membuka tenda di area yang telah disediakan di Danau Lau Kawar.

Daya Tarik Danau Lau Kawar

  1. Danau yang Indah

Gazebo tepi danau Lau KAwar.
Gazebo tepi danau. Image via: kirani.id

Danau Lau Kawar berair bening kehijauan, di tengah alam pegunungan berhawa sejuk. Di sekitar danau terdapat perahu yang bisa disewa untuk mengelilingi danau. Warga sekitar juga menyediakan rakit bambu yang bisa disewa untuk memancing ikan.

Sekadar duduk di tepian danau, menikmati pemandangan perbukitan hijau dan Gunung Sinabung ditemani secangkir kopi hangat pun sangat menyenangkan, suasananya sangat damai. Danaunya bersih dari sampah dan terdapat area camping ground yang cukup luas.

Siapapun bisa camping di dekat Danau Lau kawar. Sekadar berkumpul bersama teman atau keluarga, mengadakan pesta panggang atau barbeque, di tengah sejuknya alam pegunungan. Dari Lau Kawar, terlihat jelas Gunung Sinabung yang begitu kokoh berdiri.

Meskipun mengalami efek letusan Gunung Sinabung beberapa waktu lalu, Danau Lau Kawar tetap terlihat menawan. Danau seluas 200 hektar ini memberi suasana yang sangat menenangkan. Sebelum Gunung Sinabung kembali aktif, Danau Lau Kawar biasanya menjadi tempat istirahat atau bersantai sejenak sebelum dan sesudah pendakian gunung.

  1. Legenda Lau Kawar

Area danau lau kawar ini KOnon Bekas Desa
Konon bekas Desa. Image via: rentalrudimedan.com

Simak juga: DAnau Gunung Tujuh, tertinggi di Asia Tenggara

Selain keindahan alamnya yang sangat mempesona, area wisata ini juga memiliki sebuah cerita yang menarik untuk disimak. Dulunya danau ini merupakan desa yang bernama sama yakni Lau Kawar. Desa ini memiliki tanah yang subur sehingga membuat hasil panen melimpah.

Pada satu momen, para penduduk desa hendak mengadakan upacara sebagi rasa syukur atas melimpahnya hasil panen. Semua penduduk tumpah ruah mennghadiri upacara adat ini dengan penuh suka cita. Namun, ternyata ada satu nenek tua yang tak datang.

Si nenek begitu tak berdaya karena sudah seharian tak ada makanan yang masuk ke perutnya. Hal ini membuat si nenek tersebut tak memiliki tenaga untuk pergi ke upacara itu. Namun, satu hal yang sangat membuat dia sanagt sedih kala sang nenek menyaksikan anak lelakinya berjalan menuju upacara tersebut bersama anak dan istrinya.

Rumah penginapan tepi danau lau kawar.
Rumah tepi danau. Image via: sopopanisioan.

Pada saat upacara adat selesai barulah sang anak ingat kepada ibunya. Dia pun lantas menyeruh anaknya untuk membawakan bungkusan kepada ibunya. Di sisi lain sang nenek begitu senang melihat cucunya datang membawakan bungkusan untuknya.

Namun, siapa sangka jika isi bungkusan itu adalah sisa-sisa makanan dari hidangan yang tersedia saat upacara adat. Rasa senang pun berubah menjadi rasa kecewa. Sang nenek pun spontan langsung meanjatkan doa kepada tuhan agar membalas perlakuan anaknya.

Selang beberapa hari kemudian terjadilan bencana alam di desa Lau Kawar ini. Gempa bumi dan hujan lebat yang disertai petir tak henti-hentinya menerjang desa ini. Hujan yang tak henti ini pun tak ayal membuat desa ini terendam air sehingga membentuk sebuah danau yang dikenal dengan danau Lau Kawar.

  1. Aktifitas Luar Ruangan

MAncing, salah satu cara terbaik meikmati keindahan danau lau kawar
Memancing di danau. Image via: kirani.id

Simak juga: Panjangnya Pantai Panjang

Sesaat setelah melewati pintu masuk ke Lau Kawar, pengunjung akan melihat sebuah bukit lancuk yang berada di sebelah kanan danau. Danau yang sering disebut deleng lancuk ini merupakan bukit yang banyak ditumbuhi tanaman anggrek sehingga membuat panoramanya indah. bukit ini juga merupakan area yang dijadikan tempat trekking oleh para pengunjung.

Di sisi lain, bagian kiri danau terdapat area kemah yang cukup luas sekitar 3 hektar. Camping ground ini pun merupakan area kemah favorit para pendaki sebelum menuju ke gunung Sinabung. Selain itu, tarif yang sangat murah membuat area ini hampir selalu ramai terutama pada akhir pekan.

Para wisatawan yang berkemah cukup mengeluarkan biaya sebesar Rp. 2500 saja per tendanya untuk dapat berkemah di sini.  Kemudian, pengunjung bisa bersantai-santai di pendopo yang berada di pinggir sanau sambil menikmati indahnya pemandangan yang hadir di area danau.

Bila dirasa belum cukup, pengunjung bisa menyusuri danau ini menggunakan perahu kecil yang telah disediakan. Dan ternyata selain memancing, pengunjung juga bisa berenang di danau ini, namun tetap berhati-hati tentunya.

  1. Hunting Foto

foto indah di danau lau kawar bisa menggunakan danau sebagai latar
Berlatar Danau. Image via: @nengelis96_

Saat sedang berlibur, pengunjung tidak boleh sampai lupa membawa peralatan untuk berfoto-foto. Bisa berupa kamera handphone atau bahkan kamera professional. Karena saat ada datang ke tempat wisata yang menarik, berbagai macam pemandangan dapat anda temukan.

Kamera bisa membantu untuk mengabadikan sekaligus dijadikan kenang-kenangan agar dapat ditunjukan kepada saudara di rumah.

Di Danau Lau Kawar wisatawan akan sangat dimanjakan dengan keindahan alam yang tidak kalah dari obyek wisata lainnya di Indonesia. Pengunjung bisa berfoto bersama dengan keluarga atau teman-teman dengan latar belakang air danau yang terlihat indah di bawah sinar matahari.

Pilihan objek foto lain adalah menjadikan panorama alam di sekeliling sebagai target bidikan kamera anda. Di sana juga ada pendopo di mana anda bisa bersantai sembari leluasa mengambil gambar yang terhampar di depan mata.

Keseruan yang terjadi bersama keluarga juga jangan sampai lupa untuk diabadikan. Di area berkemah pengunjung juga bisa melihat pemandangan cantik tenda berwarna-warni yang dapat juga dijadikan spot berfoto.

Spot foto di gazebo tradisional di tepi danau lau kawar
Spot Foto. Image via: @wisatamedansumut

Simak juga: Bukit Khayangan Kerinci

Objek Wisata Dekat Danau Lau Kawar

Selain Danau, KAro juga punya air terjun yang sangat terkenal, yakni Air Terjun Sipiso-piso. Berada di perbukitan, suasana di air terjun ini sejuk dan membuat betah siapa pun yang berkunjung ke sini. Pengunjung disuguhi pemandangan indah berupa hamparan hutan pinus yang hijau, ditambah lagi dengan pemandangan Danau Toba dari kejauhan.

Bagi yang tertarik dengan wisata Budaya, di Kabupaten Karo bisa mencoba berkunjung ke Desa Lingga. Di desa ini pengunjung bisa melihat langsung rumah adat Karo, yang diperkirakan sudah berusia 250 tahun. Tempat ini cocok buat kamu yang ingin wisata budaya.

Demikianlah cerita kami soal keindahan Danau Lau KAwar, yang bisa dinikmati ketika mengunjungi daerah Kabupaten Karo. Jadi, jika berwisata ke Sumatera Utara, pastikan memasukkan lokasi ini dalam daftar kunjungan wisata.

Baca juga:

Leave a Comment