Taman Alam Lumbini, Perpaduan Wisata Alam dan Religi

Keindahan Sumatera Utara memang masih tersembunyi. Salah satunya yang menawan untuk dikunjungi adalah Taman Alam Lumbini.


Bagi sobat native dari luar pulau sumatera mungkin juga baru mendengar kawasan ini. Tempat yang konon katanya memiliki suasana religi nuansa sejuk, teduh, tenang dan damai juga menjadi sajian yang tidak akan pernah bisa terhindarkan.

Penasaran dengan kawasan ini mari kita simak hasil penjelajahannya di bawah ini,

Taman Alam Lumbini
Taman Alam Lumbini. Image via: ksmtour.com

Taman Alam Lumbini

Luas kawasan ini kurang lebih 3 hektar. Keindahan alam benar-benar akan tersaji di depan mata. semua yang dibicarakan diatas memang ada benarnya.

Objek wisata ini memiliki berbagai macam koleksi seperti bunga, pohon, patung-patung biksu yang di tata sedemikian rupa sehingga menimbulkan sebuah kesan yang indah saat sobat native melihat taman ini.

Alasan mengapa banyak pengunjung yang mengunjungi kawasan ini adalah hadirnya replika patung pagoda shwedagon, yang merupakan patung pagoda yang ada di Myanmar. Mari berbicara mengenai pagoda ini dimana,  secara keseluruhan objek ini terbalut dengan emas yang berkilau, sehingga mampu mencuri perhatian sobat native.

taman bunga
Taman bunga. Image via: airyrooms.com

Baca juga: review wisata Air Terjun Sipiso Piso

Banyak yang nenyebutnya dengan nama pagoda emas. Menariknya lagi pagoda ini termasuk dalam golongan pagoda tertinggi di Indonesia. Dan sudah masuk ke dalam museum rekor Indonesia dan merupakan replika tertinggi nomor 2 se Asia tenggara.

Selain itu untuk bisa menuju ke kawasan ini masih dibutuhkan sebuah perjuangan lagi dengan melewati sebuah jembatan gantung. Dimana, jembatan gantung ini dihiasai oleh berbagai macam puluhan lentera yang menarik. lentera ini ada di sepanjang jembatan dan menggantung sehingga, menghadirkan nuansa nan elegan.

Nama dari jembatan ini adalah titi lumbini. Dibawahnya terhampar pemandangan nan elok yang tidak akan pernah bisa terlupakan. Ada pula pepohonan besar menjulang tinggi, sehingga, seperti berada di sebuah hutan.

Dengan panjang dari jembatan ini sendiri kurang lebih 20 meter. Bisa dibayangkan betapa kawasan ini seperti sebuah lukisan alam yang sempurna.

jembatan
Jembatan taman. Image via: mapio.net

Sesampainya di komplek replika, suasana akan berubah. Sobat native akan merasa berada di luar negeri. Tempat inilah yang biasanya dijadikan sebagai ttik spot foto. Jadi, jangan heran bila saat hari libur tiba kawasan ini akan penuh oleh para pengunjung. Bagi yang beragam Buddha, bisa menggunakan kawasan ini sebagai tempat peribadatan dan persembahayangan.

Di sini sobat native juga akan disuguhkan dengan beberapa patung-patung yang seakan menambah suasana disini menjadi semakin religious. Perlu diakui bila ketenangan dan kedamaian yang ada ini adalah suasan religi yang hadir. Sementara itu di sebelah kiri terdapat sebuah menara puncak yang dihiasi dengan gelang emas yang panjangnya mencapai 1,5 meter.

Sobat native pun bisa memanfaatkan berbagai macam permainan yang sudah di sediakan di taman.  Seperti area fitness, ayunan, perosotan dan masih banyak lagi. berada di taman ini memang tidak bisa sebentar. Karena, suasananya yang aduhai bisa membuat sobat native lupa.

eagle eyes
Pagoda lumbini dari udara. Image via: @goadvmdn

Tidak hanya bermain saja, tetapi menikmati suasana yang ada disini pun sudah sangat menarik. apalagi, tempat ini sobat native tidak akan di pungut biaya.

Sehingga, kapan pun bisa berkunjung ke sini. menarik sekali bukan tempat yang ada di daerah wisata alam berastagi ini.

Area Pagoda

taman bonsai
Taman bonsai di Area Pagoda. Image via: steemit.com

Baiklah, mari kita coba mengulas apa saja yang ada di dalam pagioda ini. ternyata, di area puncaknya terdapat sebuah lonceng yang yang menggantung dan akan berbunyi nyaring bila tertiup oleh angin. Sehingga, menghadirkan melodi yang indah nan merdu. Cobalah sesekali mendengarkannya di kala angin datang menerpa

Di sini pula tersimpan kurang lebih 2.930 rupang Buddha serta 30 rupanngg arahat dan 108 relik suci. Menariknya lagi, hampir keseluruhan barang-barang ini di bawa langsung dari Myanmar. Menuju ke bagian dalam pagoda, sobat native bisa melihat sebuah pohon yang cukup besar. Dimana, pohon ini dinamakan pohon permohonan atau wishing tree.

Pohon ini berisi dengan berbagai macam doa dan harapan yang ditulis dengan menggunakan kertas. Kemudian, di gantung. Hanya saja, untuk menulis di pohon permohonan ini sobat native harus menunggu saat perayaan gong xi fat cai tiba. Kebanyakan dari mereka percaya bila pada perayaan gong xi fat cai, semua permintaan yang digantungkan akan dikabulkan bersama dengan berjalannya hari.

ruang utama
Ruang utama peribadatan. Image via: jurnalasia.com

Larangan dan Pantangan

Ada beberapa larangan serta pantangan yang harus dipatuhi oleh sobat native selama berkunjung ke sini. dimana, tidak boleh mengambil foto dengan menggunakan kamera hp. Saat memasuki area pagoda, alas kaki wajib dilepas. Dilarang membawa makan dan minum atau makan dan minum di dalam.

Saat tidak ada jadwal ibadah, sobat native diperbolehkan masuk ke dalam kubah emas. Tetapi wajib menggunakan pakaian sopan dan rapi. Serta harus menjaga ketertiban dan tidak boleh membuat gaduh. Apalagi, saat ada ibadah. Jangan lupa pula untuk menjaga kebersihan,

lonceng pagoda
Lonceng Pagoda. Image via. tripadvisor

Rute dan Lokasi

Taman alam lumbini terletak di Desa Tongkoh, kecamatan dolan rakyat, kabupaten Karo. Kawasan ini letaknya berada di kaki gunung sibanyak. Dari medan, sobat native bisa menggunakan kendaraan pribadi. Jarak yang harus di tempuh adalah 50 km dengan waktu tempuhnya mencapai 2 jam.

Setelah sampai di simpang tongkoh, belok ke kiri kemudian tak jauh dari kawasan tersebut ada jalan ke kanan, arahkan kendaraan ke kanan. Kemudian, ikuti saja jalannya sobat native pasti akan menemukan taman alam lumbini ini.

Jam operasionalnya kawasan ini akan buka pada pukul 9 pagi hingga 6 sore untuk hari senin sampai jumat. Untuk sabtu, minggu, dan hari libur akan buka pada pukul 10 pagi hingga 8 malam. waktu yang panjang bukan untuk menikmati berbagai macam keindahan di kawasan ini. bila akan digunakan untuk acara sembahyang, maka tempat ini akan tutup lebih awal yaitu pukul 5.30 sore.

patung hewan
Patung penghias taman. Image via: Agroy Siburian

Bagi sobat native yang ingin menikmati buah stroberi. Maka, sepanjang jalan menuju ke taman alam ini sobat native akan menemui para penjual stroberi. Bisa juga memetik langsung di kebun dengan harga yang  bisa di tawar.

Jangan lupa pula untuk membeli souvenir yang ada di warung-warung. selain souvenir ada juga yang menjual makanan ringan  dan jajanan khas medan yang dijamin bakal ketagihan. Selain itu, sobat native pun juga bisa menikmati fasilitas pelayanan informasi. Sehingga, semua informasi yang dibutuhkan bisa terjawab dengan ramah.

Taman Alam Lumbini tidak hanya menghadirkan keindahan saja, melainkan menghadirkan nuansa religi yang sangat menggoda. Keindahannya itu seakan merasuk kedalam hati dan menghadirkan sebuah kerinduan yang berbeda, Bagi sobat native yang masih di sumatera utara tidak ada salahnya untuk mencoba objek wisata ini.

Taman Alam Lumbini, Perpaduan Wisata Alam dan Religi
4.7 (93.33%) 3 vote[s]

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment