Gunung Padang, Cerita Piramida yang Lebih Tua dan Lebih Besar dari Piramida Mesir

Situs megalithikum Gunung Padang di Kabupaten Ciaunjur ramai diperbincangkan. Selain karena keindahan tempat ini, popularitasnya sebagain besar datang dari teka-teki dan hipotesa spekulatif terkait keberadaan “piramida” di dalam bukit Gunung.

Situs megalithikum Gunung Padang di Kabupaten Ciaunjur ramai diperbincangkan. Selain karena keindahan tempat ini, popularitasnya sebagain besar datang dari teka-teki dan hipotesa spekulatif terkait keberadaan “piramida” di dalam bukit Gunung.
Gunung Padang. Image via: gonze.id

Gunung Padang terdiri dari lima teras, dimana pada teras atau puncak yang tertinggi dipercaya oleh warga sekitar sebagai tempat untuk bersemedi, selain itu batu-batu di Gunung Ini ada yang bisa mengeluarkan bunyi-bunyian seperti alat musik.

Oleh warga setempat, situs Gunung Padang awalnya dikeramatkan dan dianggap sebagai tempat Prabu Siliwangi membangun istana. Namun belakangan, keyakinan itu berubah. Sebab, berdasarkan penelitian, situs tersebut merupakan peninggalan kebudayaan megalitikum.

Meski diteliti dari beragam sisi dan oleh berbagai kalangan, Gunung Padang masih menjadi misteri. Misalnya terkait dengan usia. Konon, situs tersebut lebih tua dibanding piramida di Mesir, yang ada sejak 2.500 SM. Kemudian juga soal ruang di ‘perut’ Gunung yang disebut-sebut buatan tangan manusia.

Konon, situs gunung padang lebih tua dibanding piramida di Mesir, yang ada sejak 2.500 SM.
Ilustrasi Pramid Gunung padang. Image via: grahamhancock.com

Simak juga: 13 Lokasi wisata hits di Cianjur

Lokasi Gunung Padang

Obyek wisata Gunung Padang Cianjur ini tepatnya ada di Jl. Alternatif Cibubur, Karyamukti, Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Jarak dari kota Sukabumi ke Gunung misterius ini sekitar 30 km. Sebagian jalan menuju kawasan ini sudah berupa jalan aspal yang mulus, tetapi sebagian lagi sedang dalam proses pengecoran dan perluasan jalan.

Rute Menuju Gunung Padang

Untuk berkunjung ke Gunung Padang, dapat menggunakan kendaraan pribadi atau menggunakan transportasi umum. Untuk sampai ke Cianjur, dapat menggunakan kereta. Pertama naik kereta Pangrango yang berangkat dari Stasiun Paledang, Bogor menuju Sukabumi.

Dari Sukabumi kami melanjutkan perjalanan dengan kereta Siliwangi dengan relasi Sukabumi-Cianjur. Dengan harga tiket Rp 3.000, kita akan tiba di Cianjur sekitar 1,5 jam melewati Stasiun Gandasoli , Cireungas, Lampegan, Cibeber dan mengakhiri perjalanan di Cianjur.

untuk mencapai puncak gunung padang terdapat ratusan anak tangga
Tangga menuju puncak. Image via: sarasvati.co.id

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam dengan kondisi jalan yang lancar, pengunjung akan tiba di parkiran Gunung Padang yang ditandai dengan gapura besar bertuliskan situs Megalith. Jarak dari tempat parkir ke loket cukup jauh. Pengunjung bisa memilih naik ojek dengan biaya Rp 5.000 per orang.

Ojek bisa mengantar sampai puncak, dengan membayar Rp 50.000 per orang pulang pergi. Jika tidak naik ojek kita bisa memilih menaiki anak tangga, ada yang terjal berjumlah 175 anak tangga dan ada yang lebih landai dengan 300 anak tangga.

Dengan jalan kecil dan menanjak dibutuhkan ketrampilan khusus mengendarai sepeda motor agar tidak terjatuh, terlebih di sebelah kanan jalan terdapat persawahan dan perkebunan dengan ketinggian lumayan.

Setelah sekitar 10 menit, pengunjung akan tiba di puncak Gunung Padang.

Bebatuan misterius yang berserakan di area situs gunung padang
Bebatuan. Image via: saibumi.com

Simak juga: Berburu foto instagramable di Bukit Kukusan

Jam Buka Gunung Padang

Waktu berkunjung ke Gunung Padang adalah dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore. Untuk kunjungan study, kebudayaan dan religi harus didampingi petugas.

Tiket Gunung Padang

Kawasan wisata megalitik Gunung Padang ini tidak menetapkan tarif mahal untuk pengunjung. Cukup membayar Rp 5.000 pengunjung sudah bisa berkeliling dan menikmati area sekitar.

Saat membeli tiket masuk, pengunjung akan ditawari untuk didampingi pemandu yang akan menjelaskan secara lengkap tentang Gunung Padang. Biaya pemandu Rp 100.000. Para pemandu ini menggunakan baju adat Sunda.

Fasilitas Gunung Padang

Pengunjung Situs Gunung Padang bsia memanfaatkan fasilitas yang telah ada di lokasi ini. Fasilitas yang tersedia antara lain : masjid, toilet hingga warung makan.

Daya Tarik Gunung Padang

Situs ini ditetapkan secara resmi sebagai cagar budaya pada tahun 2018. Dengan adanya penetapan itu, nama gunung berubah menjadi Cagar Budaya Nasional Gunung Padang.

Terlepas dari berbagai misteri dan kontroversi yang beredar, kawasan Gunung Padang ini layak dikunjungi. Selain sebagai tujuan wisata alam, di sini juga terdapat peninggalan megalitikum dari zaman dulu. Berikut beberapa daya tarik obyek wisata ini.

  1. Situs Megalitikum

Batuan megalitik tersusun rapi pada bagian gabian strategis gunung padang
Batuan megalitik. Image via: thejakartapost.com

Megalitikum merupakan zaman purba yang ditandai dengan peradaban batu besar. Hamparan bebatuan purba ini masih bisa disaksikan di sekitar kawasan situs. Tidak salah jika kawasan ini disebut sebagai situs megalitikum dunia.

Laporan pertama mengenai keberadaan situs ini dimuat pada Rapporten van de Oudheidkundige Dienst (ROD, “Buletin Dinas Kepurbakalaan”) tahun 1914. Sejarawan Belanda, N. J. Krom juga telah menyinggung situs ini pada tahun 1949.

Setelah sempat “terlupakan”, pada tahun 1979 tiga penduduk setempat, melaporkan kepada Penilik Kebudayaan Kecamatan Campaka, mengenai keberadaan tumpukan batu-batu persegi besar. Dengan berbagai ukuran yang tersusun dalam suatu tempat berundak yang mengarah ke Gunung Gede.

Situs ini memiliki tinggi mencapai 220 meter dengan menempati lahan yang cukup luas, yaitu 29,1 hektar. Fungsi situs Gunung padang diperkirakan adalah tempat pemujaan bagi masyarakat yang bermukim di sana pada sekitar 2000 tahun SM.

Senja yang indah di gunung padang.
Senja di gunung padang. Image via: tripcetera.com

Simak juga: meet and greet dengan Lumba-lumba di Batang Dolphin Center

Hasil penelitian Rolan Mauludy dan Hokky Situngkir menunjukkan kemungkinan adanya pelibatan musik dari beberapa batu megalit yang ada. Selain Gunungpadang, terdapat beberapa tapak lain di Cianjur yang merupakan peninggalan periode megalitikum.

Situs yang terdapat di perbukitan ini memiliki tinggi hingga 220 meter. Namun semuanya belum tergali, baru sekitar seratusan meter saja yang digali. Belum terungkap mengenai teknologi yang dipakai untuk membuat situs setinggi itu di perbukitan.

Terdapat 5 tingkatan atau undakan di situs bersejarah ini. Banyaknya undaan tersebut membuat situs ini disebut sebagai punden berundak. Di tingkat 5 ini terdapat tempat yang bernama Sunan Ibu Sunan Rama.

Misteri selanjutnya ada di tingkat 2 dari area situs. Misteri di tingkat 2 ini berupa batu mahkota dunia. Adanya batu tersebut membuat orang beranggapan bahwa ada harta terpendam di gunung padang.

  1. Pemandangan Indah

Panorama dari puncak gunung padang yang juga indah.
Panorama dari puncak. Image via: asiangeo.com

Untuk bisa sampai ke gunung padang, pengunjung diajak menaiki ratusan tangga. Rasa lelah pasti akan muncul, namun itu akan segera tergantikan. Pengunjung akan dibuat kagum dengan eksotisme peninggalan sejarah masa lampau.

Yang tak kalah menarik, banyak pemandangan menyejukkan mata dari sini. Dimulai dengan hijaunya pepohonan yang menghampar di bawah bukit. Dari kejauhan nampak pemandangan lagi yang lebih eksotis, yaitu Gunung Gede Pangrango.

Gunung Gede Pangrango merupakan salah gunung berapi yang masih aktif di Indonesia. Selain pemandangan pepohonan dan gunung, pengunjung juga bisa menikmati sunset. Melihat matahari terbenam dari atas bukit akan memberi kedamaian tersendiri.

  1. Misterius

Mountain of Enlightenment, demikiapara penyusk amisteri ini menggambarkan peradaban lama di gunung padang
Mountain of Enlightenment. Image via: wowshack.com

Simak juga: Pasir putih pantai wates Rembang

Tak hanya tempatnya yang berada di bukit, situs ini menyimpan hal lain. Berdasarkan juru kunci di sana, dulu namanya bukanlah gunung padang. Nama situs ini dulunya adalah Nagara Siang Padang.

Menurut sang juru kunci, nama Nagara Siang Padang memiliki filosofi tersendiri. Masih berdasarkan sang juru kunci gunung padang, situs ini merupakan tempat berbagai ilmu. Mulai dari ilmu sejarah, arkeologi, antropologi, sosiologi hingga geologi.

Di dekat pintu masuk area situs terdapat sebuah sumur. Sumur tersebut diberi nama Sumur Kahuripan. Penamaan ini terkait dengan air sumur yang terus ada meski sedang musim kemarau.

Dengan Dijadikan sebagai cagar budaya, membuat penelitian banyak dilakukan pada situs ini. Penelitian tersebut memunculkan hasil yang cukup mencengangkan. Bentuknya yang segitiga sama sisi diduga terkubur piramida di bawahnya.

Konon tertimbun di bawah vegetasi gunung padang saat ini ada piramida emasnya
Konon ada piramida emasnya. Image via: wowshack.com

Peraturan Mengunjungi Gunung Padang

Ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi seperti dilarang membuang sampah dan makanan apapun di dalam area/zona inti, untuk acara makan-makan harus di luar/ di pinggir area zona inti.

Dilarang mencoret-coret, memukul-mukul, memanjat dan menduduki batu yang berdiri yang ada di dalam situs.

dilarang menggeser, memindahkan dan membawa benda cagar budaya/batu yang ada di situs megalit Gunung Padang baik seluruh maupun bagian-bagian dari kesatuan, kelompok dan/atau dari letak asal.

penduduk lokal sekitar gunung padang yang masih suka setia menggunakan pakaian tradisional saat menjadi pemandu wisata
Penduduk lokal. Image via: cianjurekspres.net

Simak juga: Tirto Arum, Oase di panasnya Jalur Pantura

Objek Wisata Dekat Gunung Padang

Selain di Gunung Padang, di Cianjur terdapat juga Situs Megalitikum di Gunung Kasur. Di puncak Gunung Kasur ini terdapat makam kuno yang dipercaya merupakan makam dari pendiri Kerajaan Cianjur. Keunikan lain dari Gunung Kasur adalah sebuah batu dengan cetakan telapak kaki yang konon merupakan bekas telapak kaki Patih Pertama Cianjur.

Selain situs megalitik, cianjur juga punya air terjun. Curug Citambur memiliki keindahan alam memesona dengan ketinggian sekitar 100 meter dan debit air yang sangat deras. Di sekitar Curug, pengunjung bisa merasakan cipratan air yang berhembus layaknya sebuah kabut tipis dan dapat membasahi baju yang kamu kenakan.

Jadi, kapan Sobat Native akan mengajak keluarga dan sahabat berkunjung ke kawasan ini?

Baca juga:

Leave a Comment