Tanjung Bira, Primadona Seksi di Ujung Selatan Sulawesi

Pantai Tanjung bira merupakan pantai spesial. Sebagai sebuah tanjung yang menjorok ke arah selatan, pantai ini menawarkan matahari terbit dan terbenam dari 1 lokasi. Ini tentu berbeda dengan Kalau di pantai lain umumnya, yang hanya punya satu pilihan, sunset atau sunrise saja.


Pantai Bira
Tanjung Bira. Image via: rmgtourstravel.com

Sunset dan sunrise di pantai bira dapat dilihat di Lautan terbuka. Saat fajar matahari terlihat keluar dari dalam lautan dan masuk kembali ke dalam lautan di saat maghrib. Keindahan ini tidak akan didapatkan di tempat lain. Karakteristik lainnya dari pantai bira, adalah memiliki pasir pantai yang sangat halus. Bahkan karena halus nya, hingga terasa seperti tepung. Tidak banyak pantai yang memiliki pasir alami seperti ini..

Selain itu laut di tanjung bira memiliki 3 lapisan warna yang terlihat indah di kejauhan. Pantai ini pun bersih dan juga nyaman, tidak seramai di Bali atau Lombok, sehingga bisa menjadi tempat yang benar-benar menenangkan.

Selain menikmati keindahan panorama pantai, dari sini pengunjung bisa mengunjungi wisata lainnya seperti pulau kambing dan pulau Liukang. Banyak yang menyukai kegiatan snorkeling dan juga diving dengan memilih daerah ini karena biota bawah laut yang sangat indah dibanding tempat lain.

pantai_tanjung_bira
Pantai Tanjung Bira. Image via: @galihwwardhana

simak juga: objek wisata indah di Sulawesi.

Lokasi Tanjung Bira

Alamat lokasi pantai tanjung bira berada di Jl. Tanjung Bira, Bonto Bahari. Bulukumba, Sulawesi selatan. Lokasi ini jaraknya sekitar 200 km dari pusat ibukota Makassar. Sehingga tanjung bira bisa dikatakan terletak di ujung selatan daratan Sulawesi selatan.

Rute Menuju Tanjung Bira

Jika dari pusat kota Makassar jarak kawasan ini kurang lebih 200 km. Jarak ini bisa di tempuh dengan kisaran waktu 5-6 jam.

Gerbang pertama menuju ke kawasan ini adalah dari Makassar. Jadi, dari kota manapun Pengunjung berangkat, tujuan awalnya adalah menuju ke kota Makassar. Kemudian, melewati kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar. Lurus terus hingga melewati kabupaten Janeponto. Lalu, lanjutkan perjalanan menunu ke kabupaten Bantaeng. Dari sini, pantai Tanjung bira hanya beberapa kilometer saja.

Bagi pengunjung yang ingin menggunakan transportasi umum terutama Bus, dari Bandara Sultan Hasanudin gunakan Bus Damri menunu ke terminal Mallengkeri. Turun di lapangan Karebosi, kemudian lanjutkan perjalanan menuju ke kabupaten gowa.

Setelah dari kabupaten Gowa wisatawan kembali naik bus menuju ke pelabuhan selayar bulukumba. Dari sini pengunjung bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkot atau ojek menuju ke pantai tanjung bira.

pantai bening tanjung bira
Pantai yang bening. Image via: marischkaprudence

Baca juga: wisata Taman Nasional Bunaken yang keren abis

Jam Buka Tanjung Bira

Pantai ini terbuka untuk kunjungan wisatawan 24 jam dalam sehari.

Tiket Tanjung Bira

Untuk menikmati segala macam keindahan yang ditawarkan Pantai bira, pengunjung dikenakan tiket 10 ribu rupiah untuk wisatawan nusantara. Sedangkan wisatawan asing akan dikenakan biaya sebesar 20 ribu rupiah. Saat akhir pekan dan hari libur nasional tiket naik menjadi 15 – 20 ribu rupiah.

Sedangkan untuk kendaraan dikenakan biaya parkir sebesar Rp 5.000 untuk sepeda Motor dan Rp 1.000 untuk mobil.

Namun jika pengunjung ingin menikmati wisata ke pulau-pulau yang ada di sekitar pantai Bira, perlu menyiapkan dana lain berupa biaya sewa perahu. Harga sewa perahu mulai dari 300 ribu rupiah.

Daya Tarik Wisata Tanjung Bira

  1. Pantai yang Menawan

Pasir selembut tepung
Pasir laksana tepung. Image via: kalukucottages.com

Pada dasarnya semua pantai itu hampir sama soal keindahan. Hanya saja, warna air laut yang berbeda-beda membuat kita bisa membedakan mana pantai berkarakter khas dan mana pantai “biasa” saja. Air paut di kawasan pantai Bira sedikit berbeda dan perbedaan yang sedikit ini menjadi point luar biasa, yang menarik minat pengunjung ke pantai ini. Air laut pantai ini mempunyai 3 warna gradasi.

Terkenal karena pasir putih yang halus layaknya tepung, eloknya Tanjung Bira juga dilengkapi dengan air berwarna biru kehijauan. Sungguh sebuah suguhan alam yang tak tertandingi. Semua keindahan inilah yang menyapa pengunjung yang datang ke pantai Bira.

Selain disambut dengan pasir putih dan bening air laut, ada pula pohon kelapa yang berjejer rapi serta bukit karang yang kokoh. Semua bercampur menjadi satu, dengan hembusan angin sejuk sebagai pelengkap.

Biasanya banyak pengunjung yang menghabiskan waktu rata-rata lebih dari 3 jam di kawasan ini. Mereka seakan tidak mau melepas pemandangan elok di depan mata mereka.

  1. Sunrise dan Sunset

sunrise tanjung bira
Sunrise Pantai Bira. Image via: travel.detik.com

Tanjung Bira memiliki banyak spot untuk menangkap sunset ataupun sunrise dari berbagai macam sudut, tak ayal pantai ini pun dijuluki sebagai ‘ Pantai Potret Senja ‘ dan ‘ Pantai Bedak ‘.

Tanjung Bira atau Tanjung Bire, juga panorama matahari terbit dan terbenam dengan pemandangan menuju ke laut lepas. Landscap cantik ini jadi tontonan wajib yang sayang untuk dilewatkan

Pengunjung yang datang ke Kawasan Wisata Tanjung Bira bisa menikmati sunrise dan sunset yang sama indahnya. Pemandangan Matahari terbit dan terbenam di Tanjung Bira sangat memukau. Untuk menikmati sunrise, pantai timur atau di pelabuhan adalah tempatnya. Sedangkan sunset dapat dinikmati di pantai barat. Pantai ini sepertihalnya bagian lain Pantai Bira,  berpasir putih dan ombak yang tenang di sore hari.

  1. Snorkeling

Snorkeling Pantai Bira
Snorkeling. Image via: kaskus.co.id

Selain dapat menikmati panorama indah, pengunjung juga bisa melakukan beragam aktivitas bawah air, yakni snorkeling. Terumbu karang serta beragam jenis ikan akan menyambut para penyelam di bawah laut.

Kondisi ekosistem bawah air di pantai ini masih tergolong bagus. Mungkin karena pantai yang belum terlalu ramai. Atau bisa jadi karena usaha serius dari pengelola untuk menjaga keberadaan terumbu karang di lokasi ini.

Ada begitu banyak spot snorkeling dan juga diving di kawasan ini. Spot-spot ini bisa dituju dengan memesan perahu nelayan yang sedang ada di pantai. Perahu-perahu tradisional ini sudah sering dan terbiasa melayani berbagai macam kebutuhan wisata, agar pengunjung bisa menikmati kawasan ini dengan leluasa.

  1. Pulau-Pulau Cantik

Pulau Kambing dekat pantai bira
Pulau Kambing. Image via: @sasakalasuharianto

Di sekitar pantai bira, paling tidak ada 2 pulau yang populer dengan keindahan pantai dan pemandangan bawah airnya. Pantai Liukang, Pantai Kambing. Kedua pulau ini menjadi 1 paket wisata dengan pantai Bira. Pengunjung bisa menuju ke pulau-pulau itu untuk mencari keindahan pantai maupun untuk mencari spot snorkeling.

Biaya perjalanan ke pulau-pulau itu dari pantai Bira, berkisar 300-600 ribu. Perbedaan harga tergantung pada lama perjalanan yang dipesan dan juga jumlah pengunjung dalam rombongan.

Pulau Liukang terkenal dengan keindahan bawah laut yang dimiliki. Pulau yang terletak tidak jauh dari Pantai Bira ini menawarkan wisata bawah laut dengan biota alam yang luar biasa. Pengunjung bisa snorkeling sambil berkenalan dengan beragam terumbu karang hingga ikan-ikan kecil di dalamnya.

Pulau kedua Pulau Kambing. Terletak 20 menit dari Pantai Tanjung Bira. Pulau ini juga memiliki keindahan alam bawah laut yang indah. Di atas permukaan,pantai pulau menawarkan pesona tebing-tebing terjal yang membuat pulau yang ini terlihat elegan. Karakteristik pain pulau kambing, adalah air laut yang berwarna biru kristal.

  1. Bengkel Pembuatan Perahu Pinisi

pembuatan perahu pantai bira
Pembuatan Perahu Pinisi. Image via: indonesiakaya.com

Di daerah Tanjung Bira, di sebuah lokasi yang berada di tepi laut ada desa yang menjadi lokasi bengkel pembuatan kapal Pinisi. Bengkel ini merupakan relokasi dari bengkel yang dulu ada di Tana Beru.

Perahu Pinisi merupakan perahu tradisional masyarakat Bugis Makassar. Perahu ini sudah ada sejak zaman nenek moyang orang Indonesia. Perahu inilah yang membuktikan Indonesia dahulu adalah negara maritim yang besar dengan budaya pelaut dan pembuat kapal yang tangguh. Perahu Pinisi mengandalkan angin sebagai pendorong laju perahu, karenanya perahu ini menggunakan layar pada bagian depan dan belakang. Ciri khas pinisi ‘Bugis’ punya 2 tiang dan 7 layar.

Di bengkel kerja ini membangun dilakukan dengan menggunakan peralatan dan teknik tradisional. Pengunjung dapat menemukan banyak macam ukuran perahu yg dibikin di sini. Yang paling besar sampai saat sekarang ini dengan ukuran panjang 50 meter dan beratnya mencapai 70 ton.

Yang menarik, walaupun pembuatan perahu Pinisi sudah terpengaruh modernisasi, ritual-ritual dalam pembuatan perahu masih terus dilakukan hingga saat ini. Ritual awal dalam pembuatan sebuah perahu Pinisi ditandai dengan seorang pawang perahu memotong bagian dasar pembuatan perahu. Bagian ini biasa disebut dengan “lunas”.

Kemudian, disediakan sesajen berupa makanan yang manis-manis dan memotong seekor ayam putih. Makanan yang manis merupakan simbol harapan agar perahu yang hendak dibuat akan mendatangkan hoki bagi pemiliknya. Darah yang ditempelkan pada “lunas” merupakan simbol agar tidak terjadi kecelakaan saat membuat perahu.

Sunset tanjung bira
Sunset pantai Bira. Image via: marischkaprudence

Objek Wisata Dekat Tanjung Bira

Setelah puas menikmati  wisata pantai yang elok, pengunjung bisa mencoba hal berbeda dengan menikmati objek wisata dataran tinggi. Salah satunya adalah Bukit Donggia. Bukit berjarak 70 km ini menyuguhkan panorama alam dari ketinggian 1.400 mdpl. Objek wisata ini juga merupakan spot selfie dengan latar gugusan bukit dan gunung di sekitarnya. Aktivitas seperti kemping pun bisa dilakukan di sini. Lokasinya berada di Dusun Lurayya, Kecamatan Kahayya.

Sementara bagi pengunjung yang tetap ingin menikmati wisata pantai,namun dengan pengalaman berbeda. Bisa memilih Tebing Apparalang. Objek wisata ini terletak di Desa Ara, Kecamatan Bontobahari, sejauh hanya 14 km. Di sini pengunjung tidak akan bertemu dengan keindahan pasir putih. Sebagai gantinya ada jejeran tebing curam dan deburan ombak. Perpaduan itu justru membuatnya terlihat semakin eksotis. Cliff jumping menjadi kegiatan favorit para wisatawan, selain snorkeling tentunya.

Demikian kami, nativeindonesia.com, mencoba berbagai kisah soal Pantai Bira. Semoga dalam waktu dekat tabungan kita bisa mencukupi untuk berwisata bersama menikmati keindahan pantai di Sulawesi ini.

 

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment