11 Tempat Wisata Sumbawa, Jelajah Pulau Terbesar di Nusa Teggara Barat

Tempat wisata Sumbawa tidak jauh dari wisata bahari. Di sana terdapat pantai pantai berpasir putih yang bahkan diakui sebagai destinasi Surfing internasional. Namun selain pantai ada juga wisata alam Berupa gua. Juga ada wisata kebudayaan berupa Desa Tradisional dan situs megalitikum.


Tempat wisata Sumbawa tak jauh dari wisata bahari. Di sana terdapatmpantai pantai berpasir putih yang bahkan diakui sebagai destinasi Surfing internasional.
Tempat Wisata Sumbawa. Image via: nyero.id

Sekilas Soal Sumbawa

Pulau Sumbawa adalah sebuah pulau yang terletak di provinsi Nusa Tenggara Barat. Pulau ini dibatasi oleh Selat Alas di sebelah barat memisahkan dengan Pulau Lombok, Selat Sape di sebelah timur memisahkan dengan Pulau Komodo. Kota terbesarnya adalah Bima, yang berada di bagian timur pulau ini.

Pulau ini memiliki luas 14.386 km2, dan merupakan pulau terbesar di provinsi Nusa Tenggara Barat, serta salah satu dari dua pulau utama di provinsi tersebut. Titik tertingginya adalah Gunung Tambora (2.824 m), yang juga merupakan gunung api aktif.

Keunikan yang dimiliki Sumbawa yaitu pulau Bungin yang termasuk dalam wilayah kecamatan alas, kabupaten sumbawa. Pulau Bungin merupakan pulau terpadat di dunia yang memiliki kepadatan 15000 jiwa/km persegi.Hal ini terjadi karena luas Pulau Bungin tidak sampai 8 hektare dan ditempati sekitar 3000 jiwa.

Tersedia beragam moda transportasi ke Sumbawa, ada jalur darat dengan bus serta jalur udara dengan pesawat. Baik tujuan akhir Lombok maupun Sumbawa, langkah pertama, harus menempuh perjalanan dari kota asal menuju Lombok terlebih dahulu sebelum akhirnya melanjutkan ke Sumbawa.

11 Tempat Wisata Sumbawa

  1. Istana Tua Dalam Loka

Berdiri kokoh di tengah Kota Sumbawa Besar, Istana Dalam loka merupakan tempat wisata Sumbawa yang menjadi saksi sejarah kejayaan Kesultanan Sumbawa.
Istana Tua Dalam Loka. Image via: agustiansyahrizalmahardika.student.umm.ac.id

Simak juga: 11 tempat wisata Serang

Berdiri kokoh di tengah Kota Sumbawa Besar, Istana Dalam loka merupakan tempat wisata Sumbawa yang menjadi saksi sejarah kejayaan Kesultanan Sumbawa. Dibangun pada tahun 1885, pembangunan bangunan yang berarti istana tua ini diprakarsai Sultan Muhammad Jalaluddin Syah III yang menjadi Sultan ke-16 dari Dinasti Dewa Dalam Bawa.

Berbentuk rumah panggung dengan luas bangunan 904 M2, Istana Dalam Loka terlihat megah. Istana yang dibangun dengan bahan kayu ini memiliki filosofi “adat berenti ko syara, syara barenti ko kitabullah”, yang berarti semua aturan adat istiadat maupun nilai-nilai dalam sendi kehidupan tau Samawa (masyarakat Sumbawa) harus bersemangatkan pada syariat Islam.

Bangunan utama tempat wisata Sumbawa ini berupa bala rea yang dibangun dengan kayu jati merupakan pengganti kediaman raja yang dulu pernah terbakar. Dibangun dengan sistem baji, bangunan ini memiliki tingkat kelenturan yang tinggi apabila terjadi gempa bumi.

Awalnya, Istana Dalam Loka berfungsi sebagai kediaman raja. Fungsi itu berubah sejak dibangunnya istana baru pada tahun 1932. Kini, Dalam Loka berfungsi menjadi cagar budaya yang mengingatkan jika dahulu pernah berdiri Kesultanan Sumbawa yang pernah berjaya pada zamannya.

Lokasi: Kota Sumbawa Besar, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat,
Tiket: –
Jam Buka: 08.00-17.00

  1. Istana Bala Kuning

Di tempat wisata Sumbawa Bala Kuning tersimpan berbagai benda peninggalan warisan kekayaan Kesulatanan Sumbawa.
Istana Bala Kuning. Image via: travelingyuk.com

Bala Kuning adalah sebuah rumah besar bercat kuning yang merupakan kediaman Sultan Muhammad Kaharuddin III setelah turun tahta, hingga beliau wafat. Di tempat wisata Sumbawa Bala Kuning tersimpan berbagai benda peninggalan warisan kekayaan Kesulatanan Sumbawa.

Istana kesultanan ini terdiri atas bangunan induk, keputrian, pavilion yang bersambung dengan ruang makan dan dapur, serta sebuah bangunan yang disebut Bale Belo. Di salah satu sudut rumah terlihat lampu hias yang merupakan pemberian petinggi Belanda kepada Sultan pada masa itu.

Adapun warna kuning yang mendominasi istana tempat wisata Sumbawa ini adalah lambang dari Kesultanan Sumbawa.

Istana Bala Kuning juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda pusaka Kesultanan Sumbawa. Benda-benda pusaka ini berupa “Parewa Kamutar” Lambang Kebesaran Kesultanan, “Parewa Tokal Adat Ode” piranti upacara kesultanan, pakaian kebesaran dan singgasana, aneka keris, tombak, dan senjata pusaka lainnya.

Tempat wisata Sumbawa ini juga menyimpan berbagai jenis keramik kuno, piranti makan, foto-foto sejarah dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, di sini juga disimpan Al Quran tulisan tangan Muhammad Ibnu Abdullah Al Jawi yang dibuat pada sekitar tahun 1784. Al Qur’an ini berlapiskan emas, perak dan perunggu serta dalam kondisi yang masih sangat baik.

Lokasi: Jl. DR. Wahidin No.21, Seketeng, Kec. Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat
Tiket: –
Jam Buka: 08.00-14.00

  1. Desa Mantar

Dari desa tempat wisata Sumbawa ini, pengunjung bisa melihat Pulau Lombok dengan Puncak Gunung Rinjani di kejauhan serta hemparan lembah hijau di kaki bukit yang menakjubkan.
Desa Mantar. Image via: lazwardyjournal.com

Simak juga: 11 tempat wisata Sumenep

Posisinya yang berada di ketinggian membuat Mentar mendapat julukan sebagai Negeri di Atas Awan. Dari desa tempat wisata Sumbawa ini, pengunjung bisa melihat Pulau Lombok dengan Puncak Gunung Rinjani di kejauhan serta hemparan lembah hijau di kaki bukit yang menakjubkan.

Belum lagi pulau-pulau kecil di sekitarnya yang bertebaran terhubung dengan lautan. Seperti Pulau Kenawa, Pulau Mendaki, Pulau Paserang, Pulau Belang, Pulau Ular, Pulau Nako dan Pulau Kalong.

Paralayang adalah salah satu cabang olahraga yang penuh tantangan. Atlir para layang bisa terbang di atas Mantar. Melaju bersama angin dan menikmati pemandangan yang tak terlupakan. Landasan Paralayang Mantar merupakan salah satu spot terbaik dunia selain di Palu Sulawesi Tenggara.

Desa tempat wisata Sumbawa yang berada di ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut itu punya banyak sisi cantik. Termasuk budaya dan keseharian warga setempat. Sebagian dari mereka berprofesi sebagai penyuling emas. Penjual kuliner khas seperti sepat dan singian ada di mana-mana.

Lokasi: Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat
Tiket: –
Jam Buka: 24 jam

  1. Desa Tepal

Sebuah desa di Pegunungan Batulanteh, Sumbawa, memegang teguh tradisi yang telah diturunkan dari para leluhurnya. Di ketinggian mencapai 900 mdpl, masyarakat bahu-membahu menciptakan suasana yang harmonis di lingkungan desa
Desa Tepal. Image via: batulanteh.com

Sebuah desa di Pegunungan Batulanteh, Sumbawa, memegang teguh tradisi yang telah diturunkan dari para leluhurnya. Di ketinggian mencapai 900 mdpl, masyarakat bahu-membahu menciptakan suasana yang harmonis di lingkungan desa. Hawa yang sejuk dan hijau membuat desa ini sangat nyaman untuk dikunjungi.

Desa Tepal merupakan desa yang sumber kekayaan alam yang sangat melimpah. Masyarakat desa tepal sangat ramah serta mudah bergaul dengan siapapun. Desa Tempat wisata Sumbawa ini menyuplai Kopi terbesar di kabupaten sumbawa besar.

Tanjakan dan turunan curam menjadi teman setia dalam perjalanan menuju desa ini. Jurang di kanan-kiri jalan serta pepohonan yang rindang menjadi pemandangan yang indah untuk disaksikan. Perbukitan yang mengelilingi jalan membuat mata kita seakan dimanjakan untuk terus memandangi alam nusantara.

Rumah yang terbuat dari bambu atau kayu menjadi pilihan masyarakat dalam membangun tempat tinggal. Sistem tradisional yang dijalankan juga masih terlihat dalam kehidupan sehari-hari warga desa.

Berkeliling menikmati suasana Desa Tepal dari dalam akan membuat perjalanan mengunjungi desa sangat menyenangkan. Melihat dan mempelajari wanita Tepal duduk di teras rumah sambil membuat anyaman tikar dari daun pandan membuat perjalanan mengunjungi Desa Tepal akan sulit untuk dilupakan

Lokasi: kecamatan Batu Lanteh, kabupaten Sumbawa,  Nusa Tenggara barat
Tiket: –
Jam Buka: 06.00-18.00

  1. Pantai Lakey

Pantai tempat wisata Sumbawa ini memiliki ombak kidal-nya. Istilah ombak kidal karena memiliki arah ombak sapuan ke kiri bukan ke kanan sebagaimana umumnya pantai lainnya.
Pantai Lakey. Image via: travel.kompas.com

Simak juga: 11 tempat wisata Sleman

Pantai Lakey di Pulau Sumbawa, unik dibandingkan dengan spot-spot surfing di tempat lain. Pantai tempat wisata Sumbawa ini memiliki ombak kidal-nya. Istilah ombak kidal karena memiliki arah ombak sapuan ke kiri bukan ke kanan sebagaimana umumnya pantai lainnya.

Keunikan tempat wisata Sumbawa ini juga didukung dengan keindahan pantai yang sudah terkenal. Terutama di kalangan penyuka selancar atau surfing. Angin laut yang terbilang kencang di kawasan ini juga mendukung kegiatan surfing, wind surfing, atau kite surfing.

Pantai Lakey punya menara yang terletak di ujung pantai, sehingga para fotografer bisa mengabadikan gambar melalui tower tersebut. Pada musim lomba, tower ini digunakan oleh para juri untuk menilai para peserta lomba surfing yang datang dari berbagai negara.

Tempat wisata Sumbawa Pantai Lakey, adalah spot untuk sunset dan sunrise. Letak sunset ada di sebelah kiri pantai dan sunrise ada di sebelah kanan pantai. Pencinta fotografi sebaiknya semalam di sini, karena bisa mengabadikan sunset dan sunrise sekaligus.

Pantai Lakey memiliki empat jenis ombak yang disebut-sebut oleh para peselancarnya, yaitu Lakey Peak, Cobble Stones, Lakey Pipe, dan Periscope. Jenis yang paling menantang dan hebat untuk berselancar adalah Lakey Peak karena menyuguhkan tantangan ombak dari arah kiri maupun kanan.

Lokasi: Jambu, Pajo, Kabupaten Dompu, Pulau Sumbawa,  Nusa Tenggara Barat
Tiket: 15.000
Jam Buka: 24 jam

  1. Pantai Kertasari

Keindahan pantai tempat wisata Sumbawa ini langsung terpampang nyata tanpa harus menyusuri garis pantainya yang panjang
Pantai Kertasari. Image via: wardhanahendra

Keindahan pantai tempat wisata Sumbawa ini langsung terpampang nyata tanpa harus menyusuri garis pantainya yang panjang. Selain langit biru dan awan yang berserakan, pasir  putihnya juga lembut sehingga langkah kaki di atasnya terasa nyaman.

Pantai Kertasari memang indah. Air lautnya tenang dan gelombang yang menuju tepian juga tidak terlalu kuat. Pantai Kertasari berada di zona perairan intertidal yang merupakan batas daerah pasang. Zona ini akan tenggelam saat pasang tertinggi dan tidak tergenangi air laut saat pasang terendah.

Pantai tempat wisata Sumbawa ini menjadi ladang yang subur bagi rumput laut. Barisan petak tempat budi daya rumput laut terlihat di bibir pantai. Hampir semua penduduk Kertasari berprofesi sebagai petani  rumput laut. Mereka membudidayakan rumput laut jenis  berwarna hijau.

Para petani rumput laut di Kertasari umumnya memiliki gubug sederhana di tepi pantai. Dindingnya terbuat serta atapnya terbuat dari anyaman  bambu dan ilalang. Sementara lantainya berupa pasir pantai yang sering. Di gubug inilah petani rumput laut tinggal sementara saat musim tanam dan panen.

Lokasi:  Labuan Kertasari, Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat
Tiket: 15.000
Jam Buka: 24 Jam

  1. Pantai Ai Loang

Seperti umumnya Pantai di Sumbawa, tempat wisata Sumbawa ini juga berpasir putih, jernih air lautnya dan mempunya batu-batu besar yang tersusun rapi
Pantai Ai Loang. Image via: intaninchan

Simak juga: 11 tempat wisata Kupang

Pantai Ai Loang  diminati oleh banyak pengunjung karena lokasinya yang sangat strategis. Sebelah barat Pantai tempat wisata Sumbawa ini berbatasan dengan laut flores. Sebelah timur berbatasan dengan tanjung menangis. Sebelah selatan berbatasan dengan pulau moyo.

Seperti umumnya Pantai di Sumbawa, tempat wisata Sumbawa ini juga berpasir putih, jernih air lautnya dan mempunya batu-batu besar yang tersusun rapi. Batu-batu besar yang ada di Pantai Ai Loang ini tergolong bebatuan yang biasanya terdapat di pegunungan.

Keberadaan batuanpantai ini memebuat ombak di tepi menjadi tenang. Wisata taman laut yang terdapat di pantai ini juga sangat indah karena berada di sekitar taman laut pulau moyo yang sering digunakan untuk wisata diving/snorkling.

Pemandangan sore hari yang mempesona juga dapat dinikmati oleh setiap pengunjung yang ingin menyaksikan matahari terbenam. Di tempat ini fasilitas berenang dibuat khusus di bibir pantai tanpa langsung berada di laut lepas.

Lokasi: Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Tiket: 10.000
Jam Buka: 24 Jam

  1. Air Terjun Mata Jitu

air terjun tempat wisata Sumbawa yang keindahannya bisa memukau siapa saja yang datang ke kawasan ini.
Air Terjun Mata Jitu. Image via: datawisata.com

Tersembunyi di balik Hutan Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, gemercik air sayup-sayup terdengar dalam kesunyian alam. Air Terjun Mata Jitu, air terjun tempat wisata Sumbawa yang keindahannya bisa memukau siapa saja yang datang ke kawasan ini.

Pemandangan asri lengkap dengan pepohonan hijau alami membuat Air Terjun Mata Jitu menjadi primadona di sumbawa. Perpaduan air terjun yang berwarna hijau tua dan muda seakan-akan menghipnotis untuk menceburkan diri dan bermain air di dalam air terjun ini.

Air Terjun Mata Jitu memiliki empat undak dan tujuh kolam. Oleh penduduk setempat, “mata jitu” diartikan sebagai mata air yang jatuhnya tepat mengenai kolam di bawahnya. Keindahan Air Terjun Mata Jitu terkenal hingga ke manca negara. Masyarakat sekitar pun menjuluki air terjun ini dengan sebutan “Queen Waterfall”.

Keindahan air terjun tempat wisata Sumbawa yang berundak-undak ini tidak hanya pada air yang turun dari atas. Bebatuan yang telah terbentuk sejak ribuan tahun lalu juga dapat disaksikan di sini. Stalaktit-stalagmit yang menghiasi permukaan dinding Air Terjun Mata Jitu menambah indah pemandangan yang tersaji.

Lokasi: Labuan Aji, Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Tiket: –
Jam Buka: 24 jam

  1. Goa Liang Bukal

Tempat wisata Sumbawa ini diberi nama liang bukal karena memang goa ini dihuni oleh banyak kelelawar.
Liang Bukal Sumbawa. Image via: wisatakita.com

Simak juga: 11 tempat wisata Situbondo

Wisata Liang Bukal memiliki arti Lubang Kelelawar. Tempat wisata Sumbawa ini diberi nama demikian karena memang goa ini dihuni oleh banyak kelelawar. Saat mendekati mulut goa ini, bau khas kotoran kelelawar mungkin akan langsung tercium.

Pengunjung  bisa menemukan aliran sungai yang sangat segar. Pengunjung tempat wisata Sumbawa ini bisa bermain air maupun membasuh badan di sana. Goa ini berada di lembah Pegunungan Raboran yang ditutupi pepohonan tropis sekitar 200 meter dari pintu gerbang.

Kesejukan Liang Bukal yang dikelilingi lembah dan hutan tropis ini tetap menjadi tujuan favorit untuk para pendatang yang berkunjung. Pemandangan disetiap sisi goa juga diapit oleh tebing karang, dan air sungainya. Area ini juga sangat menyenangkan untuk berfoto dengan latar belakang yang cukup indah karena berlatar belakang goa dan hutan.

Jika ingin melihat kawanan kelelawar yang lebih banyak, akan lebih baik jika kamu datang di bulan Agustus sampai Oktober. Pada sore hari sebelum mencari mangsa, kawanan kelelawar tersebut akan mengitari mulut goa secara bersamaan diiringi dengan lengkingan-lengkingan yang menyeramkan.

Lokasi:Batutering, Moyohulu, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Tiket:15.000
Jam Buka: 24 Jam

  1. Goa Liang Petang

Sesuai namanya, gua tempat wisata Sumbawa ini memang sangat gelap. Senter menjadi alat yang wajib Anda bawa jika ingin melihat keindahan di dalam gua.
Liang Petang. Image via: lsotour

“Liang petang” merupakan perpaduan dari “liang” yang berarti gua atau lubang dan “petang” yang memiliki arti malam atau gelap. Sesuai namanya, gua tempat wisata Sumbawa ini memang sangat gelap. Senter menjadi alat yang wajib Anda bawa jika ingin melihat keindahan di dalam gua.

Lubang sempit menjadi tantangan awal yang harus dilalui saat  menyusuri gua ini. Setapak demi setapak langkah yang dilewati terasa mengundang sensasi ketika melihat isi di dalam gua yang konon dijadikan tempat pelarian dan persembunyian para penyiar Islam.

Ketika berjalan menelusuri gua, dapat terlihat kamar-kamar yang dijadikan tempat beristirahat para penyebar syiar Islam. Tidak hanya itu, di dalam gua tempat wisata Sumbawa itu juga terdapat tempat yang dikhususkan untuk bertapa. Bahkan, ada pula batu yang bentuknya seperti makam.

Bebatuan stalaktit yang telah tercipta sejak ratusan tahun lalu menjadi pemandangan eksotis dan indah untuk disaksikan di gua ini. Bentuknya yang beragam dan unik menjadi dekorasi yang indah untuk dipandang. Sekawanan kelelawar yang beterbangan menjadi teman setia selama di dalam gua.

Lokasi: Batutering, Moyohulu, Sumbawa Regency, West Nusa Tenggara
Tiket: 15.000
Jam Buka: 24 Jam

  1. Situs Aik Renung

Di lokasi pertama tempat wisata Sumbawa jenis Sejarah budaya ini, terdapat Sarkofagus lengkap dengan penutup atasnya
Situs Aik Renung. Image via: indonesiakaya.com

Simak juga: 11 tempat wisata Tretes

Situs Aik Renung merupakan situs peninggalan zaman Megalitikum yang berada di Kab. Sumbawa, tepatnya di kecamatan Moyo Hulu. Di situs ini terdapat beberapa peninggalan kuburan batu atau biasa disebut Sarkofagus. Kubur batu ini terdapat di dua tempat terpisah dan tidak berjauhan.

Situs Ai Renung ini memiliki sisa pra sejarah yang langka, misalnya saja di komplek kuburan batu. Di sana banyak ditemukan peti dari batu yang memiliki gambar motif beragam di setiap petinya. Bebatuan tersebut diukir beragam bentuk, seperti topeng, biawak, hingga gambar perempuan dengan alat kelamin. Ada juga gambar manusia sedang tertidur dan terlentang.

Di lokasi pertama tempat wisata Sumbawa jenis Sejarah budaya ini, terdapat Sarkofagus lengkap dengan penutup atasnya. Pada dinding sarkofagus ini terdapat beberapa ukiran wajah dan tubuh manusia.

Di lokasi kedua ada dua Sarkofagus. Sarkofagus ini juga lengkap dengan penutupnya. Hampir sama dengan lokasi pertama, di dinding sarkofagus terdapat ukiran-ukiran, tetapi lebih banyak dan beragam. Selain ukiran wajah manusia, juga terukir buaya, ukiran manusia dengan jenis kelamin perempuan dan laki-laki yang jelas terlihat.

Lokasi: kecamatan Moyo Hulu, Kab. Sumbawa, Nusa Tenggara Barat
Tiket: –
Jam Buka: 07.00-17.00

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment