Wisata Sejarah dan Religi, Makam Aermata Ebhu / Pasarean Ratu Ibu Syarifah Ambami di Bangkalan

Makam Aermata Ebhu atau Pasarean Ratu Ibu Syarifah Ambami adalah makam seorang perempuan bernama Sarifah Ambami. Konon, wanita inilah yang melahirkan raja-raja Madura. Menurut sejarah, Sarifah Ambani merupakan keturunan dari Sunan Giri dari Gresik yang dipersunting oleh Pangeran Cakraningrat I dari Madura.

Makam Aermata Ebhu 1
makam aermata ebhu. google maps. sumber : Puguh Yulianto

Kompleks situs sejarah ini terletak disisi utara. Terletak di perbukitan pada ketinggian 19,35 mdpl. Memiliki luas sekitar 8.000 meter persegi. Menyimpan banyak fakta dan sejarah, termasuk peninggalan berupa makam islam kuno. Kompleks makam ini merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi bangsawan Madura dari Wangsa Cakraningrat, beserta kerabat dan abdi dalem istana lainnya.

Selain itu, di lokasi ini juga terdapat sumber mata air. Dipercaya oleh banyak orang bisa membawa berkah dan juga menyembuhkan berbagai macam penyakit. Banyak peziarah yang langsung turun menuju ke mata air tersebut setelah mengunjungi makam Ibu Ratu. Mata air ini juga tidak pernah kering atau surut walaupun musim kemarau melanda.

Disarankan datang pagi atau sore hari.
Memakai baju yang bersih dan sopan.
Menghormati tata tertib yang ada di lokasi.
Dilarang berisik dan berbicara dengan bahasa kasar.

Alamat Makam Aermata Ebhu

  • Jalan Raya Buduran Nomor 39, Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Jam Buka

  • Buka setiap hari 24 jam.

Harga Tiket Masuk

  • Harga tiket masuk Gratis.

Rute ke Makam Aermata Ebhu

Makam Aermata Ebhu masih berada dalam satu kawasan dengan wisata religi Bukit Arosbaya . Hanya berjarak 450 meter atau lima menit berjalan kak. Lokasi Makam Aermata Ebhu berjarak sekitar 18 kilometer dari Alun-Alun Arek Bangkalan. Dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 40 menit berkendara.

  • Dari Jembatan Suramadu, jaraknya sekitar 35 kilometer atau satu jam berkendara. Jika melalui Jembatan Suramadu, bisa lebih dulu menuju Kota Bangkalan. Kemudian berlanjut ke Kecamatan Arosbaya. Setelah tiba di Kecamatan Arosbaya, wisatawan bisa mengikuti petunjuk jalan menuju Makam Aermata Ebhu.
  • Jika menggunakan kendaraan umum, bisa naik angkutan L300 dari Pelabuhan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Kemudian turun di pertigaan lampu merah Kecamatan Arosbaya dan berlanjut naik angkutan umum menuju Makam Aermata Ebhu.

Transportasi

Tidak sulit mencapai Makam Aermata Ebhu. Akses jalannya mudah dilalui dengan baik. Untuk mencapai lokasi Makam Aermata Ebhu, wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi seperti motor atau mobil. Anda juga dapat menggunakan transportasi umum dengan menaiki angkutan umum L300 dari arah pelabuhan Kamal menuju ke Arosbaya.

Ada Apa di Makam Aermata Ebhu

kompleks makam aermata ebhu
kompleks makam aermata ebhu. googlemaps. sumber : Tri Hartanto

Saat sampai ke tempat ini, anda akan disambut dengan pemandangan puluhan anak tangga yang menanjak menuju ke pintu masuk utama dari komplek pemakaman ini. Di pemakaman ini telah dimakamkan seorang Ratu bernama Syarifah Ambami. Istri dari penguasa wilayah Madura, Raden Praseno. Syarifah Ambami sendiri masih keturunan Sunan Giri di Gresik.

Sejarah mencatat, Raden Praseno lebih dikenal dengan nama Cakraningrat I. Merupakan seorang raja yang hidup pada jaman keemasan kerajaan Mataram di Jawa. Cakraningrat I adalah seorang raja Madura yang tinggal di Keraton Sampang. Menjadi raja di wilayah Madura pada tahun 1624 atas perintah dari Sultan Agung dari Mataram.

Berziarah ke Makam

berziarah ke makam aermata ebhu bangkalan
berziarah ke makam aermata ebhu bangkalan. google maps. sumber : ikhsan anshary

Memasuki pintu masuk utama menuju ke area komplek pemakaman, anda langsung bisa melihat beberapa makam di kanan kiri dekat pintu masuk. Makam-makam tersebut adalah makam-makam dari para pengikut ibu Ratu Syarifah itu sendiri.

Bagian depan di area padepokan, di sana juga terdapat beberapa makam. Dikabarkan adalah makam dari pangeran dan pembesar Keraton lainnya. Dilihat dari bentuk batu nisannya yang lebih bagus daripada yang di luar. Secara umum, bentuk makam di kompleks ini mempunyai ciri khas perpaduan Hindu, Budha, dan Islam.

berziarah ke makam aermata ebhu
berziarah ke makam aermata ebhu. google maps. sumber : Muhammad Ainul Yaqin

Makam Kanjeng Ratu Syarifah Ambami sendiri terletak paling utara dari komplek pemakaman. Konstruksi makamnya yang lebih tinggi dari makam yang lainnya. Dipagari dengan pagar kayu dan ditutupi oleh kain hijau. Beberapa hari sekali, kain dan bunga di makam Ibu Ratu akan diganti oleh juru kunci makam.

Sumber Mata Air

sumber air mata ibu bangkalan
sumber air mata ibu bangkalan. google maps. sumber : M SH (Sholi)

Sejarah yang melatarbelakangi nama dari pemakaman ini terciptanya sebuah mata air yang juga dikeramatkan oleh masyarakat setempat. Mata air tersebut terletak di bawah bukit tempat petilasan. Mata air yang dipercaya oleh banyak orang bisa membawa berkah dan juga menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Banyak peziarah yang langsung turun menuju ke mata air tersebut setelah mengunjungi makam Ibu Ratu. Mata air ini juga tidak pernah kering atau surut walaupun musim kemarau melanda.

Fasilitas Makam Aermata Ebhu

Tidak banyak fasilitas yang tersedia dan bisa anda temui di dalam komplek pemakaman Aermata Ebhu. Namun di luar area pemakaman anda baru bisa menemukan beberapa fasilitas seperti :

  • Area parkir
  • Mesjid
  • Tempat makan dan minum
  • Toko souvenir
  • Penjual bunga
  • Kamar mandi umum dan lain-lain.

Tempat Wisata Sekitar Makam Aermata Ebhu

Tempat wisata lain sekitar Makam Aermata Ebhu.

  • Bukit Arosbaya

Video Makam Aermata Ebhu

Video Makam Aermata Ebhu berikut dikutip dari channel : mas sholi

Penutup

Makam Aermata Ebhu atau Pasarean Ratu Ibu Syarifah Ambami adalah makam seorang perempuan bernama Sarifah Ambami. Kompleks makam ini merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi bangsawan Madura dari Wangsa Cakraningrat, beserta kerabat dan abdi dalem istana lainnya.

Selain itu, di lokasi ini juga terdapat sumber mata air. Dipercaya oleh banyak orang bisa membawa berkah dan juga menyembuhkan berbagai macam penyakit. Mata air ini juga tidak pernah kering atau surut walaupun musim kemarau melanda.