Air Terjun Madakaripura, Penuh Mitos, Penuh Dengan Keindahan

Siapa yang tidak mengenal Gunung bromo. Keindahan matahari terbitnya membuat semua orang akan terpana. Keindahannya memang sudah dikenal dan diakui oleh wisatawan mancanegara. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya turis mancanegara yang datang dan menikmati kawasan ini.

Nah, sebelum menikmati Gunung Bromo ini. Alangkah baiknya sobat native berkunjung terlebih dahulu ke sebuah air terjun yang penuh dengan misteri dan tantangan untuk bisa mencapai. Tetapi, tantangan tersebut akan terbayar dengan lunas, saat sobat native memasuki kawasan ini.

Air terjun madakaripura adalah kawasan air terjun yang memiliki pesona magis yang begitu kuat. Pesona ini membuat siapa pun merasa penasaran dan ingin mengunjungi tempat ini. Lalu, bagaimana keadaan kawasan ini? Mari kita simak pembahasannya dibawah ini.

Madakaripura Blue 1
Image via: www.instagram.com/go_voyages

Sejarah, Misteri, Dan Mitos

Nama madakaripura berasal dari 3 nama yaitu mada diambil dari nama gajah. Kari memiliki makna peninggalan. Sementara pura memiliki makna sembahyang atau semedi. Jadi, madakaripura memiliki makna gajah yang sedang meninggal di kala sembahyang.

Menurut cerita warga sekitar, patih gajah mada menghabiskan sisa hidupnya di air terjun ini. Bahkan, hingga patih itu meninggal. Dia tetap berada disini untuk merenungi apa yang telah dilakukannya.

Seperti diketahui bahwa, mahapatih gajahmada pergi ke tempat ini ketika, beliau dicopot sebagai mahapatih. Pencopotan jabatan tersebut lantaran, gajahmada telah membantai ratusan orang yang berada di kerajaan sunda galuh.

Cerita mengenai mahapatih gajahmada ini diperkuat dengan hadirnya arca gajahmada yang berada di kawasan ini. Tepatnya berada di area parkir kawasan ini. Jadi, saat sobat native memakirkan sepeda disini. Sobat native akan menemukan sebuah patung. Nah, itulah patung gajahmada.

Madakaripura Gajah Mada
Image via: www.instagram.com/igusti_nj

Bisa dibilang air terjun ini merupakan air terjun abadi. Dimana, sobat native akan terus menemukan air ini tanpa kekeringan sedikit pun. debitnya pun statis tidak bertambah maupun berkurang baik pada musim penghujan atau pun musim kemarau.

Baca Juga :  Kampung Cai Ranca Upas Ciwidey, Bisa Prewedding Bersama Rusa!

Berkunjung kesini harus sedikit berhati-hati. Karena, bila wisatawan mempunyai niat yang baik. Maka, niat yang tidak baik itu akan membawa malapetaka bagi wisatawan. Begitupula sebaliknya,. Jika, wisatawan mempunyai niat yang baik, maka wisatawan akan mendapatkan kebaikan dari hati yang bersih tersebut.

Mitos selanjutnya adalah sobat native harus pulang sebelum jam 2 siang. Warga sekitar pun percaya jika, lebih dari jam 2 siang. Maka hujan akan terjadi secara tiba-tiba. Hujan ini membuat debit air naik. Sehingga, membahayakan sobat native bila masih berada di kawasan ini.

Satu lagi mitos yang ada di kawasan ini yaitu tentang air terjun ini bila air ini bisa membuat awet muda. Entah benar atau tidak, namanya juga mitos.

Madakaripura Big Stone
Image via: www.instagram.com/13hippoherd

Daya Tarik Air Terjun Madakaripura

Air terjun madakaripura memiliki ketinggian kurang lebih 1.000 mdpl. dengan ketinggian ini, membuat suasana di sekitar air terjun begitu sejuk dan teduh. Siapa pun akan terhipnotis dengan nuansa yang berbeda dari air terjun yang lainnya.

Uniknya lagi, air terjun ini berbentuk gua dengan ketinggian kurang lebih 200 meter. Dan memiliki luas kurang lebih 25 meter. Air terjunnya pun melingkar. Nah, sebelum menuju air terjun utama, wisatawan akan disambut dengan 4 air terjun. Dimana, salah satunya berbentuk seperti sebuah rongga.

Disekitar air terjun terdapat sebuah pemandangan hijau yang menawan. Pemandangan hijau ini ada lantaran banyaknya air yang turun dari atas ke bawah. Sungguh, tempat yang mungkin cocok dijadikan sebagai tempat untuk mengambil foto dan gambar.

Madakaripura Green Wall
Image via: www.instagram.com/angry_mermaid

Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, rongga tersebut adalah tempat moksa gajahmada. Bila dilihat secara geografis, letak dari air terjun ini berada di ujung lembah yang cukup dalam. Terletak di kaki bukit pegunungan tengger.

Baca Juga :  Kawah Ijen, Si Api Biru yang Tidak Boleh Terlewatkan

Air terjun ini turun dengan bentuk pola aliran radial sentrifugal. Artinya, satu titik yang menyebar. Jadi, bila kita lihat lebih dalam, air terjun ini akan menyebar. Sehingga seperti air hujan. Mengesankan sekali memang. Apalagi, saat matahari mencoba menyinari kawanan air hujan ini.

Keindahan kawasan ini tidak hanya ada di air yang turun dari atas saja. Melainkan, air yang tercipta sehingga menghasilkan sebuah aliran. Berwarna biru nan mengesankan. Sobat native pasti akan dibuat terpesona dengan air ini.

Selain itu, suara air terjun ini ternyata dipercaya bisa membuat wisatawan relaksasi. Suara air terjun menghadirkan gelombang yang mampu menimbulkan efek yang cukup dramatis bagi gelombang otak.

Madakaripura Blue
Image via: www.instagram.com/alexeyonelove

Inilah daya tarik yang seakan tidak nyata, daya tarik yang hanya ada di air terjun madakaripura. Entah mengapa, walau lelah. Setelah keluar dari tempat ini semuanya akan terasa hilang. Segala beban dan penat pun terasa menghilang seketika.

Alamat Dan Rute Lokasi

Alamat lokasi kawasan ini berada di Dusun Branggah, Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Sobat native bisa menggunakan kendaraan pribadi dan juga transportasi umum untuk mencapai kawasan ini.

Bagi sobat native yang ingin menggunakan transportasi umum. Wisatawan bisa memulai dari terminal prbolinggo. Naik angkutan dari terminal ini menuju ke desa lumbung. Kemudian, berpindah naik angkutan dari lumbung menuju ke bromo. Nah, dari sini wisatawan bisa turun di depan pintu masuk air terjun .

Baca Juga :  Sunrise Di Gunung Bromo, Pesona Keindahan Yang Tak Terlupakan

Bila menggunakan kendaraan pribadi wisatawan bisa menggunakan rute, probolinggo – bromo melalui tongas. Dari sini wisatawan akan menemukan pertigaan sukapura. Kemudian belok kanan menuju ke lumbung. Sesampainya di lumbung arahkan kendaraan menuju ke pasar lumbang. Lalu, belok ke kanan.

Setelah sampai di air terjun ini, wisatawan harus kembali berjalan menuju ke titik lokasi. Perjalanan ditempuh kurang lebih selama 20 menit. Dengan rintangan yang super hayut. Perlu diketahui, bila musim penghujan, kawasan ini akan sering ditutup. Karena, banjir bandang sering terjadi di kawasan ini.

Madakaripura Road To
Image via: www.instagram.com/vikna_

Bagi, wisatawan yang ingin naik kendaraan umum harap diketahui bila, waktu yang dibutuhkan sedikit lama, dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk kawasan ini cukup murah yaitu 11 ribu rupiah saja. Ditambah dengan uang parkir sebesar 5 ribu rupiah untuk mobil dan juga 3 ribu rupiah bagi wisatawan yang mengendarai kendaraan bermotor.

Disini, ada beberapa guide yang siap mengantar wisatawan. Guide ini pun akan menceritakan secara detail bagaimana sejarah di balik air terjun madakaripura ini. Untuk harganya, wisatawan bisa menawar sendiri. Karena, satu orang dengan yang lainnya pun berbeda.

Disarankan bila wisatawan membawa jas hujan. Karena, saat tiba di air terjun ini wisatawan berada di wilayah seperti air hujan yang cukup deras. Demi mengamankan diri dan barang bawaan sangat disarankan untuk membawa jas hujan.

Bagi sobat native yang mempunyai jiwa petualangan dan senang memacu adrenalin. Kawasan ini mungkin bisa dijadikan sebagai tempat untuk melakukan pemanasan sebelum menuju ke kawasan Gunung Bromo. Ayo berkunjung ke kawasan ini dan nikmati keindahannya yang sangat memukau mata.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.