Sunrise Di Gunung Bromo, Pesona Keindahan Yang Tak Terlupakan

0

Siapa yang tidak mengenal pegunungan Bromo. Kawasan wisata yang menjadi ikon Jawa Timur ini menjadi impian bagi semua orang. Bagaimana tidak, pesona matahari terbit yang sudah di dengar hingga ke berbagai penjuru di dunia ini menjadi sajian utama yang tidak boleh terlewatkan bila wisatawan berkunjung ke kawasan ini.

Perjuangan panjang yang harus bangun pukul 3 pagi menjadi salah satu kenangan yang tidak akan terlupakan. Sementara pada pukul 3 pagi, kawasan bromo begitu dingin. Bila beruntung sobat native bisa merasakan suhu yang mencapai titik 0 derajat. Menarik bukan?

dago dream park

dago dream park info

Di Gunung Bromo, ada beberapa titik yang bisa dipilih wisatawan untuk melihat sinar harapan yang bisa dibilang bagaikan sebuah lukisan tersebut. Sebelum menikmati beberapa spot sunrise di Bromo, alangkah baiknya, sobat native menyimak terlebih dahulu bagaimana cara sobat native bisa mencapai titik awal pemberangkatan.

Sunrise Bromo View 1
Image via: www.instagram.com/ristiobudianto

Backpacker Ke Bromo

Kawasan Pegunungan Bromo berada di 4 kabupaten yaitu Malang, Lumajang, Probolinggo, dan Pasuruan. Sobat native bisa melakukan perjalanan dari ke 4 kabupaten tersebut. Tetapi, sangat disarankan untuk tidak memulai dari titik Kabupaten Malang. Karena, jalanan yang kurang bersahabat.

Ada berbagai macam backpacker yang bisa digunakan untuk mencapai titik Gunung Bromo. Dengan menggunakan kereta api turun di stasiun Malang. Kemudian, menyewa kendaraan dengan kondisi prima. Karena, tidak ada angkutan umum yang tersedia disini.

Arahkan kendaraan menuju ke Kabupaten Pasuruan. Memang sedikit jauh. Tetapi, rute ini cukup bersahabat bagi kendaraan wisatawan. Tanjakannya tidak terlalu tajam dan kondisi jalan yang sudah sangat baik. Ada banyak sekali papan petunjuk yang akan mengarahkan wisatawan menuju ke titik awal gunung Bromo.

Disarankan untuk tiba sebelum malam dan membawa tenda. Walaupun, di kawasan ini ada rest area yang bisa disinggahi. Hanya saja rest area disini kurang begitu diperhatikan dan kurang terawat. Mendirikan tenda di rest area adalah pilihan yang bisa dilakukan sobat native. Sembari menuggu waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan menuju ke spot sunrise.

Baca Juga :  Baturaden: Legenda Lutung Kasarung dan Icon Purwokerto

Pasir Berbisik

Bagi sobat native yang memutuskan untuk naik kendaraan bermotor, maka sobat native akan melalui yang namanya pasir berbisik. Nah, ini adalah halangan pertama sekaligus rintangan terberat yang ada di sepanjang spot sunrise.

Sunrise Bromo Pasir Berbisik
Image via: www.instagram.com/nadya_juliet

Mengapa bisa dibilang terberat, pasir berbisik adalah lintasan pasir yang mengasilkan debu-debu. Nah, debu-debu inilah yang membuat sobat native tidak bisa melihat jalan. Karena, di kawasan ini tidak ada penerangan sama sekali.

Selain itu, sobat native harus sedikit berhati-hati jika melawati kawasan ini. Karena, bisa kesasar dan hilang arah. Sangat disarankan agar tidak sendri dalam melintasi kawasan ini. lebih baik ikut rombongan motor lain yang biasanya juga banyak melintasi tempat ini.

Selain itu, pasir berbisik juga dikenal dengan jalanan yang bergelombang. Oleh karena itu, sobat native harus hati-hati saat mengendarainya. Bisa-bisa terjatuh dan motor rusak akan jadi sebuah inseden yang tidak akan terlupakan pasti.

Mengapa disebut dengan pasir berbisik? Kawasan ini bila malam akan menghadirkan sebuah suara seperti orang berbisik. Suara ini sebenarnya dari angin yang berhembus lirih. Jika, sobat native mendengarnya jangan kaget dan jangan takut ya.

Sunrise Bromo View Point 2
Image via: www.instagram.com/rikikrisnawan18

Jalan Menanjak

Setelah sukses melewati pasir berbisik, sobat native akan ditantang untuk mengendarai kendaraan dengan tanjakan yang menyenangkan. Disini pula ujian berikutnya. Karena, bisa saja kendaraan tidak kuat untuk menanjak hingga akhirnya mati atau rusak. Tetapi, tenang, disini sudah ada ojek motor yang bisa mengantarkan wisatawan menuju ke atas. Dengan harga 100 ribu rupiah saja.

Baca Juga :  Tugu Monas, Wisata Edukasi Dan Rekreasi Keluarga di Jakarta

Kurang lebih 1 jam perjalanan melintas kelokan-kelokan yang semakin naik dan semakin naik. Dari sini, sobat native bisa melihat gemerlap lampu yang bak bintang di bawah, indah sekali memang. Tetapi jangan sekali-kali berhenti ya sobat native. Karena, antrian dibawah untuk menuju ke atas sangat panjang.

Pos Dingklik

Tempat ini adalah titik awal untuk melihat keindahanya sunrise Bromo. Tempatnya kecil jadi, tidak bisa menampung banyak pengunjung. Disini, pemandangan gunung Batok akan terlihat sama dengan kita. Disini pula, wisatawan akan disuguhkan dengan matahari yang seakan terbit dari balik gunung batok.

Sunrise Bromo View Point
Image via: www.instagram.com/octa_purnama507

Bukit Cinta

Disini sobat native sudah berada di ketinggian 2.680 mdpl. Disini pula ada sebuah tulisan love hill bromo. Sobat native disaranakan untuk hati-hati karena dibawahnya adalah jurang jadi jangan sampai berdesak-desakan ya.

Hanya saja, biasanya cuaca di sini kurang begitu bersahabat. Jadi, pesona matahari terbit sedikit terganggu.

Bukit Kingkong

Inilah bukit yang paling ramai dikunjungi. sobat native pun juga bisa melihat keindahan bukit cinta dari kawasan ini. bagi wisatawan yang berasal dari problinggo, biasanya akan diberhentikan di kawasan ini. agar mereka bisa turun terlebih dahulu. Mengingat jalur yang akan dilewati begitu curam.

Sunrise Bromo Bukit Kingkong
Image via: www.instagram.com/yessinovamonikaa

Penanjakan 1 & 2

Inilah dia tempat paling esoktis, paling menawan, paling segalanya di antara ketiga tempat tadi. Inilah titik tertinggi, di antara pegunungan bromo. Disini, sudah tersedia masjid yang bisa dimafaatkan untuk wisatawan beribadah. Disini pula sudah tersedia banyak sekali warung-warung makan.

Hanya saja, di penanjakan wisatawan harus menanjak sekitar 200 meter keatas dari area parkir. Disini, sudah tesedia tempat duduk yang disusun mirip dengan lapangan stadion. Di depan mata akan terhampar pemandangan gunung batok, dibelakangnya adalah gunung bromo, serta keindahan gunung semeru.

Baca Juga :  Pulau Pahawang, Surga Wisata Tersembunyi Di Lampung

Kawasannya berbentuk seperti panggung, pada pukul 3 pagi, kawasan ini sudah dipenuhi oleh wisatawan. Jadi, jangan sampai tidak mendapatkan tempat duduk ya. Disini, wisatawan akan melihat detik-demi detik yang sangat mempesona.

Sunrise Bromo View Point 1
Image via: www.instagram.com/yosefinsiallagan_

Seakan-akan sobat native berada di atas lautan kabut awan. Warna oranye yang mucul perlahan membuat semua orang terdiam tanpa kata. Enggan untuk untuk berkedip. Pokoknya keindahannya melebihi dari apa yang sedang dibayangkan leh sobat native saat ini.

Cara Lain Menuju Ke Spot Sunrise

Cara lain menuju ke kawasan ini adalah dengan naik jeep. Cara ini sangat mudah karena, sobat native akan dijemput di tempat yang diinginkan. Seperti halnya di malang atau di tempat penginapan yang sudah menjadi satu dengan paket wisata.

Biasanya dengan menggunakan mobil jeep ini, wisatawan akan diantar ke beberapa kawasan unik yaitu pasir berbisik, bukit teletubbis, gunung bromo dan pura ponten. Harganya pun beragam mulai dari 900 ribu rupiah. Sesuai dengan lokasi penjemputan sobat native

Untuk turun kebawah diharapkan hati-hati karena jalanan pasti akan ramai oleh jeep. Jadi jangan terburu-buru. Jalanan yang sempit dan turunan sangat tajam bisa membuat wisatawan sia-sia berada disini.

Pegunungan Bromo adalah sebuah dongeng yang menjadi kenyataan semua keindahan, semua kebudayaan suku tengger yang mempesona akan tersaji disini. jangan lewatkan pesonanya sedikit pun. Ayo berkunjung ke Gunung Bromo, dan saksikan sendiri bagaimana sang fajar itu muncul diantara gunung-gunung yang berjajar.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.