Bukit Panenjoan Purwakarta. Lokasi Foto Instagramable

Bukit Panenjoan Purwakarta memiliki beragam sensasi keindahan. Mulai dari pemandangan alam dari atas bukit, hingga banyaknya spot foto yang dinilai eksotis yang bisa pengunjung coba di lokasi ini.


Bukit Panenjoan Purwakarta, lokasi wisata dataran tinggi dengan Spot Instagramable
Bukit Panenjoan Purwakarta. Image via: @wisata_karti

Obyek wisata alam Bukit Panenjoan in adalah berupa bukit lahan hijau yang dikelilingi perkebunan teh. Perkebunan ini luasnya mencapai 100 hektar. Dulunya lahan ini merupakan lahan tandus yang kemudian dikelola menjadi lahan hijau. Sama sekali tidak ada rencana untuk menjadikan lokasi ini sebagai kawasan wisata alam.

Nama Bukit Panenjoan itu sendiri diambil dari nama “Panenjoan”. Dalam bahasa sunda berarti penglihatan. Artinya bukit ini adalah tempat yang baik untuk melihat-lihat pemandangan alam. Atau bisa juga dimaknai dari puncak bukit ini, pengunjung memiliki sudut pandang yang luas dalam mengamati lingkungan sekitar.

Bukit Panenjoan ini terletak di dataran tinggi yang berhawa dingin. Tempat ini memiliki lokasi yang strategis dan akses jalan yang baik. Hal itu menjadikan obyek wisata Purwakarta ini sebagai destinasi liburan yang menjadi perhatian wisatawan lokal maupun luar daerah, terutama bagi para anak-anak muda.

Spot Sarang Burung di BUkit panenjoan Purwakarta
Mengerami Semangat. Image via: @wisata_karti

Simak juga: lokasi wisata di sekitar Purwakarta.

Lokasi Bukit Panenjoan Purwakarta

Bukit Panenjoan berlokasi di Desa Sindang Panon atau Kampung Cinangka, Kecamatan Bojong, Purwakarta, Jawa Barat.

Lokasi tempat wisata ini cukup dekat dari pusat Kota Purwakarta yaitu sekitar 19 km. Akses jalan menuju Bukit Panenjoan cukup menguras tenaga.

Rute Menuju Bukit Panenjoan Purwakarta

Cara menuju Bukit Panenjoan Purwakarta sangatlah mudah. Pengunjung dapat memulai perjalanan dari Purwakarta dengan mengambil arah menuju Wanayasa. Kemudian di daerah Pondok Salam, berbelok ke arah kanan memasuki Gapura Indung Rahayu yang terletak di pintu masuk Desa Salem.

Setelah ini pengunjung akan melalui jalan mulus sepanjang 10 kilometer, sebelum akhirnya sampai pada penunjuk jalan ‘Kampung Panenjoan’. Jalan selanjutnya adalah melalui jalan di tengah perkebunan teh. Sampai akhirnya sampai di pintu masuk wisata Bukit Panenjoan Purwakarta.

Untuk sampai di Bukit Panenjoan Purwakarta ini ada beberapa hal yang harus di perhatikan. Mulai dari pintu masuk para kita terlebih dahulu harus berjalan kaki melewati jalan setapak dengan jarak tempuh sekitar 1 km.

Mempesona, pemandangan sore dari bukin panenjoan Purwakarta
Mempesona. Image via: @nawasam

Jam Buka Bukit Panenjoan Purwakarta

Bukit Panenjoan di buka pada pukul 08.00 WIB dan di tutup pada pukul 17.00 WIB. Di buka setiap harinya mulai dari hari Senin s/d Minggu.

Tiket Bukit Panenjoan Purwakarta

Untuk bisa menikmati pemandangan cantik khas dataran tinggi di bukit panenjoan purwakarta ini, pengunjung dikenakan tiket Rp 5.000. Untuk pengunjung anak-anak tiket hanya Rp 3.000.

Selain tiket ada juga pungutan biaya parkir, sebesar Rp 3.000 untuk motor, Rp 5.000 untuk mobil, dan Rp 10.000 untuk Bus.

Fasilitas Bukit Panenjoan Purwakarta

Fasilitas yang disediakan pengelola wisata Bukit Panenjoan purwakarta ini sudah cukup memadai. Berbagai fasilitas tersedia, seperti: Warung makan, Gazebo, Spot Foto, Musholla, Toilet, dan tempat parkir yang memadai.

Daya Tarik Bukit Panenjoan Purwakarta

  1. Spot Foto

Spot Bambu Love, salah satu spot favorit di bukit panenjoan Purwakarta
Spot Bambu Love. Image via: @wisata_karti

Simak juga: Wisata Gunung Keurambi.

Di lokasi indah ini pengunjung bisa ber-swafoto dengan latar belakang perkebunan, gunung. Bahkan juga waduk Jatiluhur yang terhampar di bagian barat Kabupaten Purwakarta. Untuk menambah perbendaharaan spot foto, selain latar belakang alami, pengelola menambahkan beberapa spot buatan.

Ada banyak spot buatan yang sengaja di siapkan di lokasi ini. Spot itu meliputi: Spot sarang burung, Spot Balkon dari Bambu, Spot Sayap Burung, Spot Menara Pandang, Spot Bambu Love, dan Spot Jembatan Kayu.

Berfoto dengan latar belakang spot-spot itu menghasilkan perpaduan antara unsur alamiah lokasi bukit dan unsur seni modern ari seni instalasi masing-masing spot. Hasil akhirnya adalah foto yang meyakinkan untuk dipasang di media sosial pengunjung.

  1. Jembatan

Jembatan bukit panenjoan, wahana yang paling menonjol di area bukit
Jembatan indah. Image via: tempatwisatapurwakarta

Keberadaan jembatan bambu di atas areal wisata ini, semakin membuat Bukit Panenjoan Purwakarta menjadi tempat sempurna. Sempurna untuk menggambarkan daerah pedesaan Purwakarta yang notabene merupakan daerah yang masih merawat budaya kesundaannya.

Jembatan yang dibuat dari bambu ini panjangnya mencapai ratusan meter dan mempunyai tinggi sekitar 5 – 7 meter di atas permukaan tanah. Jembatan ini membentang di atas perkebunan teh dengan bentuk melingkar.

Pengunjung yang menceritakan pengalamannya setelah menaiki tangga dan berjalan dijembatan bambu, mengatakan merasakan suasana yang sangat adem. Selain itu, pemandangan dari atas jembatan buatan ini terasa begitu indah. Hal ini membuat pengunjung betah berlama-lama sambil berselfie ria bareng teman perjalanan..

Meski jembatan ini terbuat dari bambu namun pengunjung tak usah khawatir akan terjatuh karena sudah dirancang dengan sedemikian rupa yang menjadikannya kokoh.

  1. Gardu Pandang

Gardu pandang bukit panenjoan Purwakarta, memberikan sudut pandang yang lebih luas
Gardu Pandang. Image via: anekatempatwisata.com

Pada beberapa bagian strategis jembatan terdapat gardu pandang berbentuk saung dengan atap rumbia. Gardu pandang inis kelaigus bisa menjadi spot dan properti foto.

Dari Gardu pandang inilah dapat dilihat indahnya pemandangan sekitar. Pemandagan indah mulai dari hijaunya area perkebunan teh, area persawahan dan perumahan penduduk. Juga keindahan bentang alam jajaran bebukitan sampai dengan Waduk Jatiluhur dan Gunung Sangga Buana.

Di tempat ini, pengunjung dapat mengambil foto sepuas puasnya. Baik foto berlatar pemandangan alam, maupun foto dengan memanfaatkan spot dan properti. Tidak ada batasan berapa lama pengunjung boleh berada di lokasi. Juga tidak ada batasan seberapa banyak spot foto yang diambil dari lokasi ini.

  1. Saung

Saung bukit penenjoan Purwakarta. istirahat sejenak setelah mendaki
Ngaso di Saung. Image via: GPtv

Nuansa kesundaan itu makin diperjelas dengan berdirinya saung-saung khas Sunda sebagai tempat beristirahat juga yang kerap jadi obyek untuk berfoto. Saat baru mencapai lokasi, Pengunjung biasanya akan beristirahat sejenak di Saung-saung ini mengistirahatkan otot kaki setelah mendaki. Untuk kemudian baru meneruskan penjelajahan ke spot spot yang diinginkan.

Di puncak bukit panenjoan Purwakarta ini terdapat Saung yang beratap terbuat dari rumbia. Para pengunjung juga dapat mengambil gambar di sini. Selain dari Gardu pandang, dari sini juga para pengunjung dapat melihat keindahan pemandangan area kebun teh, persawahan, perumahan penduduk. Juga jajaran bukit–bukit, dan Gunung Sangga Buana, serta Waduk Jatiluhur.

  1. Wisata Religi

Selain spot- spot di atas, bukit Panenjoan Purwakarta juga banyak didatangi pengunjung yang datang untuk melakukan ziarah kubur. Karena di kawasan bukit ini terdapat makam Syaikh Daka.

Gadu pandang BUkit Panenjoan Purwakarta, lokasi ideal menanti sunset
Memandangi Sunset. Image via: hargatiket.net

Simak juga: Keindahan Curug Luhur.

Syaikh Daka terkenal juga dengan sebutan Syaikh Serepong yang merupakan adik dari Syaikh Doko Rancadarah. Syaikh Serepong yang merupakan tokoh masyarakat yang cukup terkenal di Jawa Barat.

Peziarah biasanya ramai mengunjungi lokasi ziarah kubur ini pada Malam Jumat. Kunjungan akan meningkat pada pekan-pekan mendekati hari besar keagamaan.. Misalnya mendekati hari lebaran, mendekati bulan suro, atau mendekati mauludan.

Tips Mengunjungi Bukit Panenjoan Purwakarta

Demi mencapai kesenangan maksimal dalam menikmati keindahan lokasi wisata bukit panenjoan purwakarta ini, ada baiknya pengunjung memperhatikan beberapa ha kecil. Yang walau terasa kecil, namun jika sampai terlewat akan sangat mengganggu kenikmatan dalam berwisata.

Berikut beberapa hal tersebut

  • Datang pagi hari. Karena pada saat pagi hari pengunjung akan merasakan sejuk udara pagi hari di kebun teh yang masih sangat asri.
  • Jangan begadang malam sebelumnya. Karena akan dibutuhkan stamina extra untuk mendaki Bukit Panenjoan.
  • Membawa bekal dari rumah. Atau paling tidak sebelum naik menuju puncak bukit, sempatkan membeli perbekalan di warung yang ada di loket. Karena di atas tidak ada penjual makanan.
  • Gunakan alas kaki yang bersol datar dan cukup nyaman.
menunggu induk burung. spot sarang burung. incaran di bukit panenjoan Purwakarta
Menunggu induk burung. Image via: @mariaselvyana

Objek Wisata Dekat Bukit Panenjoan Purwakarta

Jika belum puas dengan wisata dataran tinggi, pengunjung bisa melanjutkan wisata ke Pasir Langlang. Kedua lokasi ini hanya berjarak 13 km saja. Aktivitas yang dilakukan Pasir Langlang Panyawangan yaitu seperti trekking, outbound, pengamatan burung, atau hunting foto. Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati keindahan air terjun di dekat lokasi.

Pilihan lain setelah lelah mendaki dan berjalan jalan di Bukit Panenjoan Purwakarta, adalah merelaksasi otot dengan berendam air panas. Untuk itu berwisata ke air panas Ciracas menjadi pilihan tepat. Pemandian air panas alami ini berjarak 15 km dari bukit panenjoan purwakarta.

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai beberapa ulasan tentang Bukit Panenjoan. Semoga dapat bermanfaat. Terima kasih dan Selamat berlibur.

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment