Danau Tempe, Pesona Danau Terbesar ke-2 di Sulawesi Selatan

Danau Tempe memegang rekor danau alami terbesar kedua di Sulawesi. Saking luasnya, kawasan ini diapit oleh tiga wilayah kabupaten Wajo, Soppeng dan Sidrap.


Danau Tempe, danau indah dnegan kekayaan ikanmelimpah di sulawesi selatan
Danau Tempe: Image via: @genpisulsel

Dengan dikelilingi barisan pegunungan, di Danau Tempe anda bisa menikmati pemandangan yang menakjubkan.  Di Danau ini Sulawesi Selatan, pengunjung bisa berkeliling menikmati keindahan alamnya dengan menggunakan perahu. Selain pemandangan yang asri, pengunjung juga bisa menjumpai berbagai bunga air. Terdapat juga beberapa unggas yang singgah di danau ini.

Sebagai informasi, Danau berada di rute migrasi antar benua dari beberapa jenis burung. Burung-burung tersebut berpindah dari benua Asia ke benua Afrika, sesuai pergantian musim. Danau ini menjadi tempat persinggahan burung-burung tersebut. Beberapa jenisnya merupakan jenis burung yang dilindungi keberadaannya oleh badan konservasi burung dunia. Sehingga jika beruntung, Anda bisa menyaksikan beberapa jenis burung yang jarang ditemui.

Dengan 23 sungai yang mengalir dan bermuara, danau ini memiliki kekayaan ikan air tawar yang melimpah. Selain menjadi kawasan wisata. Danau Tempe juga menjadi sumber mata pencaharian warga sekitar. Di bawah permukaan air danau terdapat beragam spesies ikan air tawar. Para pelancong bisa melihat langsung aksi para nelayan menangkap ikan.

nelayan danau tempe menjala ikan di danau dengan populasi ikan terbesar di indoensia
Menjala kehidupan. Image via: @ahmadkalamullah

Simak: pesona lokasi wisata di Sekitar Makasar.

Lokasi Danau Tempe

Danau Tempe merupakan danau yang terletak di bagian Barat Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Tepatnya di Kecamatan Tempe, Kecamatan Belawa, Kecamatan Tanah Sitolo, Kecamatan Maniangpajo dan Kecamatan sabbangparu.

Letaknya sekitar 7 km dari Kota Sengkang menuju tepi Sungai Walanae.

Akses Menuju Danau Tempe

Untuk menuju ke Danau Sulawesi Selatan ini, Akses jalannya tidak terlalu sulit. Meski memang pengunjung harus lebih banyak mengeluarkan waktu, karena faktor jarak. Dari Kota Makassar, pengunjung perlu waktu sekitar 6 jam untuk sampai di tanah Wajo ini.

Atau bagi pengunjung yang sudah berada di kota Sengkang, setidaknya berjarak sekitar 7 kilometer untuk sampai di tepi sungai Walanae yang bisa menjadi salah satu akses menuju Danau Tempe.

Balap perahu danau tempe dalam perayaan acara adat agustusan
Balap Perahu danau tempe. Image via: @erwinsputraa

Selanjutnya, bisa dilanjutkan dengan menaiki perahu motor, dalam bahasa lokasi disebut katinting. Perjalanan air ini memerlukan waktu sekitar 50 menit agar bisa sampai ke alamat pemukiman apung di Desa Salotengnga ini. Biaya sewa katinting sekitar Rp. 150.000 per perahu motor dan dapat di isi maksimal 4 Orang.

Jam Buka Danau Tempe

Sebagai objek alam yang terbuka, tidak ada jam operasional khusus jam buka tutup di lokasi ini. Jadi bisa dikatakan danau tempe buka 24 jam.

Tiket Danau Tempe

Pengunjung tidak perlu membayar tiket masuk.

Namun jika ingin menuju kawasan rumah apung atau berkeliling danau, pengunjung bisa menyewa perahu motor dengan biaya sekitar 50-75 ribu rupiah.

Fasilitas Danau Tempe

Mengenai fasilitas wisata, danau tempe memiliki beberapa fasilitas pendukung. Mulai dari toilet umum, mushola, tempat penjual makanan sampai penginapan.

Aktivitas Menarik di Danau Tempe

  1. Rumah terapung

rumah terapung danau tempe, kearifan lokal dalam bersahabat dengan alam.
Rumah terapung. Image via: https://www.instagram.com/ahmad_rugbye/

Simak juga: Pura tengah danau di Bali

Di tengah danau anda bisa jumpai ratusan rumah terapung milik nelayan yang berjejer dengan dihiasi bendera yang berwarna-warni. Menggunakan perahu kurang lebih selama 50 menit anda bisa sampai ke rumah apung ini.

Rumah apung ini dibangun menggunakan bambu dan tanpa sekat, jadi hanya ada satu ruangan untuk berbagai aktifitas. Untuk dapur dan kamar kecil biasanya ditempatkan di bagian belakang rumah apung. Dari atas rumah terapung itu, pengunjung dapat menyaksikan terbit dan terbenamnya matahari di satu posisi yang sama.

Dari rumah apung itu pula pengunjung bisa menjumpai berbagai bunga air serta beberapa jenis burung yang jarang ditemui. Burung-burung tersebut berpindah dari benua satu ke benua yang lain, dan Danau Tempe menjadi tempat persinggahan burung-burung tersebut.

Selain itu, anda bisa berkeliling menikmati keindahan alam dengan menggunakan perahu, sambil memancing ikan. Waktu yang tepat untuk berkeliling Danau Tempe sebaiknya di pagi hari atau sore hari.

  1. Mengelilingi danau

berkeliling danau dengan perahu, terasa sedang berdialog dengan alam mencoba Menghayati Danau Tempe
Mengahyati Danau. Image via: @laura_travelpics

Saat berwisata di Danau Tempe, salah satu aktifitas yang menyenangkan adalah wisata mengelilingi danau. Untuk keperluan ini pengunjung bisa menyewa perahu yang dimiliki nelayan setempat.

Selama berkeliling danau, pengunjung bisa menyaksikan aktifitas penduduk setempat sebagai nelayan yang sedang mencari ikan. Banyak jaring ikan yang dipasang oleh nelayan di sini. Tanaman enceng gondok juga menghiasi di sebagian kawasan Danau Tempe. Di sini, berbagai spesies burung seperti burung bangau atau belibis banyak tersebar di kawasan danau.

  1. Kaya Akan Ikan

Danau ini menjadi sumber penghidupan dengan mencari ikan , tidak hanya bagi masyarakat Kabupaten Wajo, tetapi juga sebagian masyarakat Kabupaten Soppeng dan Sidrap. Di sepanjang tepi danau, tampak perkampungan nelayan bernuansa Bugis berjejer menghadap ke arah danau.

Nelayan danau tempe mulai menangkap ikan sejak pagi buta
Nelayan danau tempe. Image via: antaranews.com

Danau Tempe pernah menjadi penghasil ikan air tawar terbesar di Indonesia Timur. Dasar danau ini menyimpan banyak sumber makanan ikan, selain itu danau ini memiliki spesies ikan tawar yang tidak dapat ditemui di tempat lain. Hal ini diperkirakan karena letak danau ini berada tepat di atas lempengan Benua Australia dan Asia.

  1. Kearifan Lokal

Sesuai aturan adat setempat, pemanfaatan Danau Tempe terbagi atas beberapa zona yang berlaku setiap pergantian musim. Ada kawasan penangkapan ikan yaitu zona Cappeang-Palawang, Bungka dan Makkajalla, kawasan perlindungan yaitu zona Pacco Balanda dan zona keramat, kawasan bermukim terapung, dan kawasan vegetasi apung.

Pembagian zona tersebut merupakan bagian dari pranata lokal masyarakat setempat. Selain itu masyarakat nelayan tradisional tersebut juga memahami secara personal tentang sistem adat dan larangan tertentu dalam memanfaatkan danau Tempe.

  1. Budaya Lokal

Maccera Tappareng danau tempe, selamatan danau disleenggarakan setiap pertengahan agustus
Maccera Tappareng. Image via: aspirasirakyat.com

Simak juga: Pantai Sadranan

Selain kekayaan hayati Danau yang menakjubkan, anda juga bisa menyaksikan keunikan kebudayaan masyarakat setempat.

Setiap tanggal 23 Agustus diadakan festival laut di Danau Tempe. Acara pesta ritual nelayan ini disebut Maccera Tappareng atau upacara menyucikan danau yang ditandai dengan pemotongan sapi yang dipimpin oleh seorang ketua nelayan yang diikuti berbagai atraksi wisata yang sangat menarik.

Masyarakat setempat mengadakan rangkaian acara adat yang bertujuan untuk menyucikan danau. Rangkaian acara tersebut diawali dengan pengorbanan sapi yang dipimpin oleh Ketua Nelayan. Selanjutnya selama beberapa hari kemudian, pengunjung bisa menyaksikan rangkaian acara kebudayaan.

Proses ritual Maccera Tappareng dimulai di malam hari dimana warga pesisir danau tempe mulai membunyikan alat tradisional genderang (Maggendrang), hingga tiba dini hari. Warga melanjutkan ritual ke danau bersama tetua adat melepas beberapa sesajen pada titik-titik yang dianggap sakral, selain itu tetua adat juga melepaskan sesaji ke tengah danau.

tari bissu, tarian magis yang dibawakan para waria
Tari Bissu. Image via: rudyrustam

Sesaji yang dimaksud terdiri dari  Sokko Patanrupa (penganan dari ketan empat warna), Kelapa Muda, Telur ayam rebus, telur ayam mentah, Ikan, Pisang, dan Ayam yang masih hidup, puncaknya saat tetua adat melepaskan kepala kerbau.

Ritual ini ditandai dengan pemotongan sapi, yang dipimpin oleh tetua kampung dan Macua Tappareng bersama warga dipesisir danau tempe. Semua Peserta ritual Maccera Tappareng memakai baju bodo, pakaian tradisional suku bugis.

Beberapa acara budaya yang bisa dilihat seperti: Pagelaran Musik Tradisional, Lomba Balap Perahu Tradisional, Menghias Perahu, Musik Lesung, Festival Layang-layang Tradisional, Kompetisi Pemuda dan Gadis Tana Wajo, Pagelaran Tari Bissu. Tari bisu memeilki keunikan ditampilkan oleh para waria.

sunset danau tempe, sungguh indah dipandang mata
Sunset danau tempe. Image via: @instasengkang

Objek Wisata Dekat Danau Tempe

Bagi pengunjung yangtertarikd engan wisata sejarah, bisa mencoba berwisata ke museum Saoraja Malangga. Lokasi ini hanay 8 km dari danau tempe. Museum yang beralamat di Jl. Ahmadyani, kota Sengkang ini, pada mulanya adalah Rumah raja, yang kemudian dialihfungsikan sebagai museum. Museum menyimpan berbagai koleksi benda sejarah. Sebagiannya asli koleksi keluarga kerajaan, dan sebagian lainnya replika.

Lokasi menarik lain ada di jarak 11 km dari danau Yaitu Kampung Adat Atakkae. Salah satu rumah adat terbesar yang ada di kawasan ini adalah Rumah Adat Saoraja Tenri Bali yang memiliki 101 tiang. Masing-masing tiang memiliki bobot hingga 2 ton. Di kawasan wisata budaya ini juga terdapat arena road race yang menjadi ajang berkumpulnya anak muda.  Pengunjung juga sering memanfaatkan keunikan arsitektur rumah adat sebagai background untuk spot selfie.

Menarik bukan berwisata ke Danau Tempe? Segera agendakan liburan bersama keluarga maupun sahabat. Jangan lupa untuk selalu jaga kebersihan tempat wisata yang anda kunjungi.

 

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment