Museum Benteng Heritage, Bangunan Tua Saksi Peradaban Tionghoa di Tangerang

Museum Benteng Heritage merupakan sebuah museum yang menggambarkan keadaan Pasar Lama pada zaman dulu serta peradaban Tionghoa di zamannya.

Lokasinya yang berada di tengah-tengah Pasar Lama Tangerang, menjadikannya saksi akan kehidupan masyarakat Tangerang di masa lampau khususnya mereka yang tinggal di sekitar Pasar Lama.

Kawasan Pasar Lama sendiri hingga saat ini bukan hanya sebagai sebuah “pasar” saja, namun sekarang bisa dibilang sebagai pusat kuliner di Tangerang khususnya jika malam tiba.

kawasan kuliner pasar lama
kawasan kuliner pasar lama. goole maps. sumber: taufan favian

Simak: Lokasi wisata indah seputaran Tanggerang.

Jika malam hari akan banyak sekali pedagang yang menjajakan makanan dan minuman, dan selalu ramai dikunjungi pengunjung.

Mungkin saat ini, waktu operasionalnya dikurangi untuk mematuhi pemerintah dalam program mencegah penyebaran covid-19 semakin meluas.

Museum Benteng Heritage dapat dijadikan salah satu destinasi wisata sejarah ketika kamu berada di Kota Tangerang, berikut gambarannya:

Sejarah Museum Benteng Heritage

Bangunan yang sekarang difungsikan sebagai sebuah museum ini awalnya merupakan sebuah bangunan pribadi miliki keturunan Tionghoa yang bermarga Loa.

Memiliki tiga orang anak, kemudian pada saat pembagian hak waris bangunan ini pun dibagi menjadi tiga bagian. Yakni bagian sayap kiri, tengah dan sayap kanan. Setiap bagian ditutup dengan menggunakan tembok.

Kemudian pada tahun 2009, keturunan dari bermarga Loa yang mendiami bagian tengah dan sayap kiri menjual bangunannya. Kemudian dibeli oleh Udaya Halim, hingga akhirnya beliau melakukan restorasi atas bangunan tersebut.

Restorasi berlangsung sekitar dua tahun lamanya, dengan masih mempertahankan struktur bangunan yang ada. Museum Benteng Heritage mulai diresmikan sekitar tahun 2011.

Sedangkan untuk bangunan yang ada di bagian sayap kanan hingga saat ini masih dimiliki oleh keturunan marga Loa, dan masih digunakan sebagai tempat tinggal.

Untuk isi dari Museum Benteng Heritage sendiri berasal dari koleksi pribadi serta donasi dari mereka yang menyumbangkan koleksinya untuk dipajang di museum yang disebut-sebut sebagai museum kebudayaan Indonesia-Tionghoa pertama di Indonesia.

Penyematan kata Benteng sendiri, pada zaman dulu wilayah Pasar Lama Tangerang dikelilingi oleh benteng-benteng.

pintu masuk
pintu masuk. google maps. sumber: Vinna Widya Ratih Rizki

Lokasi & Alamat Museum Benteng Heritage

Lokasi Museum Benteng Heritage berada di tengah pusat Kota Tangerang. Alamat lengkapnya terletak di Jalan Cilame No. 20, Pasar Lama, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten.

Rute Menuju Museum Benteng Heritage

Rute menuju Museum Benteng Heritage sangat mudah diakses oleh kendaraan jenis apapun, karena lokasinya yang berada di tengah kota. Sehingga kamu dapat menggunakan motor, mobil, ataupun angkutan kota.

Selain itu, lokasinya juga berdekatan dengan Stasiun Kereta Api yang bernama Stasiun Tangerang, sehingga jika kamu berasal dari luar Tangerang dapat dengan menggunakan kereta api kemudian turun di Stasiun Tangerang. Tinggal jalan kaki deh, menuju kawasan Pasar Lama.

Jika kamu menggunakan kendaraan pribadi, tinggal arahkan kendaraanmu menuju Pasar Lama. Setelah itu parkirkan kendaraan di tempat yang sudah disediakan, berjalanlah sedikit menuju Museum Benteng Heritage.

relief yang ada pada bangunannya
relief yang ada pada bangunannya.google maps. sumber: Rudy Surya

Cek lokasi: wisata edukasi di Tangerang.

Jam Buka Museum Benteng Heritage

Jam operasional Museum Benteng Heritage dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 hinnga pukul 17.00 waktu setempat.

Mengunjungi Museum Benteng Heritage dibatasi sampai 20 orang peserta saja, dengan didampingi seorang pemandu yang akan berlangsung sekitar 45 menit.

Tiket Museum Benteng Heritage

Tiket masuk Museum Benteng Heritage dengan ketentuan:

  • Umum membayar Rp. 30.000,- per orang
  • Pelajar Rp. 10.000,- per orang
  • Wisatawan mancanegara dengan membayar Rp. 50.000,- per orang
potret pasar lama zaman dulu
potret pasar lama zaman dulu. google maps. sumber: Yosi Bruina

Daya Tarik Koleksi Museum Benteng Heritage

Daya tarik Museum Benteng Heritage terletak di berbagai sisi dari setiap bangunan tersebut, saat pertama kali kamu tiba di depan lokasi, kamu akan merasa takjub dengan bangunan khas Tionghoa yang masih tegak berdiri hingga saat ini.

Seperti kita ketahui bersama bahwa di Tangerang banyak sekali bangunan-bangunan bersejarah khas Tionghoa, namun bangunan Museum Benteng Heritage inilah yang disebut-sebut paling tua.

Masih ada lagi daya tarik lain yang dimiliki Museum Benteng Heritage, diantaranya:

1. Bangunan Tua Yang Masih Kokoh

sangat kental dengan nuansa tionghoa
sangat kental dengan nuansa tionghoa. google maps. sumber: Wiryadi Kwok

Meskipun bangunan ini diperkirakan sudah berdiri sejak abad ke 17, namun terlihat sangat kokoh dan kuat. Setiap sudut bangunannya kental dengan nuansa Tionghoa.

Lantai bangunan ini masih asli berasal dari abad ke 17, dibawa langsung dari Tiongkok. Jenis lantainya ialah Lantai Terakota, yang terbuat dari tanah liat merah melalui proses pembakaran dengan suhu sekitar 1000 derajat celsius.

Sedangkan untuk tiang penyangga bangunannnya sendiri terbuat dari Kayu Ulin atau biasa disebut Kayu Besi, yang berasal dari Kalimantan. Kayu Ulin sendiri memiliki sifat makin lama makin kuat, tak lekang oleh waktu.

Bagian pintu, jendela, dan ukiran-ukiran yang ada masih dipertahankan keasliannya dari abad ke-17. Di setiap sudutnya berisikan sejarah peradaban Tionghoa di Kota Tangerang.

2. Koleksi Museum Yang Antik

salah satu koleksi yang ada
salah satu koleksi yang ada. google maps. sumber: PLATINUM HOLIDAY INDONESIA

Daya tarik selanjutnya ialah melihat koleksi museum yang sangat unik dan antik, diantaranya:

  • Timbangan Opium,
  • Botol Kecap dan Labelnya yang terkenal sejak dulu,
  • Rupa-rupa Artefak seperti Kerang, Keramik, Gigi, Paku Handmade yang terbuat dari besi bahkan timah,
  • Karya Sastra,
  • Aksesoris Wanita Tionghoa Kuno,
  • Alat Elektronik Tua,
  • Alat Permainan Khas Tionghoa yakni Mahyong,
  • Serta Relief asli abad ke 17 yang berada di bagian atas ruangan.

3. Satu Atap Dengan Restoran

satu atap dengan restoran
satu atap dengan restoran. google maps. sumber: S. Hendra

Simak: Museum Kebudayaan Kelas Dunia Ullen Sentalu.

Setelah lelah berkeliling Museum Benteng Heritage, perutmu pasti lapar kan? Mampirlah ke restoran yang berada di lantai satu museum, yang akan memanjakan perutmu dengan beragam menu makanan dan minuman.

Penutup

Museum Benteng Heritage hadir dengan segala keunikannya, dapat kamu jadikan sebagai lokasi wisata sejarah ketika berada di Kota Tangerang, Banten.


Tinggalkan komentar