Museum Fatahillah, Jejak Sejarah Penting Kota Jakarta

| | ,

Jakarta memang terenal sebagai ibukota republik Indonesia yang penuh sesak dengan berbagai manusia yang berharap mendapatkan perubahan hidup. Nah, di Jakarta juga punya berbagai macam objek wisata untuk memenuhi kebutuhan piknik warganya. Mulai dari wisata alam dan juga wisata sejarah nan menawan.

Salah satunya adalah kota tua Jakarta yang hadir dengan museum Fatahillah. Banyak kisah, cerita tersaji di museum ini mengenai Indonesia dan khususnya Jakarta.

Siapa yang pernah pergi ke sini? Atau mungkin, hanya menikmati suasana bangunan kota tuanya saja? baiklah, mari kita simak, ada apa saja cerita di balik museum Fatahillah ini.

Museum Fatahillah
Museum Fatahillah. Image via: wikipedia

Simak juga: daftar tempat wisata di Jakarta

Sejarah Museum Fatahillah

Sejak dahulu, Jakarta atau yang dikenal sebagai Batavia memang di kenal dengan nama pelabuhan sunda kelapa. Di museum ini sobat native bisa melihat berbagai macam benda-benda peninggalan pada masa kolonial belanda. Arsitektur yang dibangun di gedung ini merupakan gaya neo klasik yang sangat aduhai.

museum Fatahillah 2
Ruangan gaya neo klasik. Image via: imuseums.weebly.com

Masuk ke dalam ruangan ini sobat native langsung di sambut dengan nuansa masa lalu yang begitu kental. Dimana, nuansa dan suasana seakan berada di zaman voc dan hindia belanda. Sungguh sangat terasa sekali.

dago dream park
dago dream park

Sejarah panjang tersaji di depan mata dimana, dahulu gedung ini dibangun oleh colonial belanda sebagai balai kota dan staduis. Pembangunan gedung ini dilakukan oleh gubernur jenderal jan pieterszoon Coen pada tahun 1620. Kemudian,  diresmikan oleh gubernur jenderal Abraham van riebeek pada tahun 1710.

Karena kondisi tanah pada saat itu masih labil. Gedung ini pun harus mengalami beberapa renovasi dan pemugaran sebelum diresmikan. Nah, setelah diresmikan ternyata kawasan ini beberapa kali beralih fungsi. Di tahin 1925-1942 sebagai kantor pemerintahan provinsi jawa barat.

Mural masa kolonial
Mural masa kolonial. Image via: republika.co.id

Simak: review wisata Setu Babakan

Kemudian pada tahun 1942 sampai 1945 digunakan sebagai kantor pengumpulan logistk dai Nippon saat jepang menduduki kota Jakarta. Setelah kemerdekaan gedung ini digunakan sebagai markas komando militer kota dari tahun  1952-1968.

Kemudian pada tanggal 30 maret 1974 saat Jakarta mendapatan hak penuh gedung ini, oleh gubernur Ali sadikin digunakan sebagai museum sejarah Jakarta. Kemudian, dikenal dengan nama museum Fatahillah.

Koleksi Di Museum Fatahillah

Koleksi
Koleksi museum. Image via: travelblog.id

Baca: wisata keluarga di Kebun Binatang Ragunan

Sebagai sebuah museum, kawasan ini mempunyai berbagai macam koleksi menarik yang patut untuk dinikmati. Ada sekitar 23.500 benda bersejarah yang bisa dinikmati. Ada yang masih asli dan ada juga yang hanya berwujud sebagi replika.

Di sini juga tersimpan sebuah benda yang sangat bersejarah berupa prasasti ciaruteun. Peninggalan kerajaan tarumanegara. Selain itu, di museum ini pula sobat native bisa melihat patung dewa hermes. Meriam si jigur sel tahanan mulai dari untung suropati, pangeran diponegoro. Ada juga gambar pemimpin voc yang pernah menduduki kota ini mulai dari tahun 1602 hingga 1942.

Ada juga koleksi alat pertukangan di zaman prasejarah serta koleksi berbagai macam senja yang tersimpan rapi dan di rawat dengan sangat baik. Ada lagi koleksi mebel antik yang merupakan peninggalan abad 17 hingga ke 19.


meriam koleksi museum
Meriam koleksi museum. Image via: surgakita.com

Semua koleksi di jaga dan dibersihkan secara baik. Berbagai macam informasi pun tertera di sini. sehinga, sobat native bisa memperlajari berbagai macam ilmu pengetahuan sejarah yang mungkin tidak diketahui.

Baca: Liburan ke Seaworld Ancol

Ruangan Museum Fatahillah

Disini, sobat native akan disuguhkan dengan 3 lantai di museum Fatahillah. Di lantai bawah, sobat native akan melihat beberapa peninggalan VOC.. ada juga berbagai peninggalan pada zaman prasejarah seperti keramik, pintu, almari, gerabah, serta penemuan beberapa arkeolog pada zaman dahulu.

Di lantai bawah ini, sobat native bisa melihat bagaimana peninggalan  budaya betawi dan dari zaman dahulu yang menyajikan bagaimana bentuk dapur tempo dahulu.

penjara bawah tanah
Penjara bawah tanah. Image via: wartakota.tribunnews.com

Di lantai 2 sobat native akan disuguhkan dengan berbagai macam peninggalan zaman belanda. Kemudian, ke bawah lagi yaitu ke ruang bawah tanah. Dimana, sobat native bisa melihat bagaimana bentuk penjara bawah tanah yang digunakan untuk memenjarakan orang-orang yang dahulu berusaha memberontak belanda. Ada 5 ruangan yang sangat sempit dengan sebuah bandul yang berfungsi untuk menyiksa para tahanan.

Pada tahun 2015 lalu, kawasan ini melakukan renovasi besar-besaran. Karena termasuk dalam cagar budaya, bentuk bagunannya tetap dan tidak merubahnya sedikit pun.

Hasil renovasinya sampai saat ini bisa dilihat, betapa megahnya gedung bersejarah ini dengan warna putihnya yang tampak tua namun tetap megah dipandang oleh semua kalangan.

miniatur kapal perang masa kolonial
Miniatur kapal perang masa kolobian. Image via: tripadvisor

Cerita Mistis Dan Mitos

Namanya juga peninggalan zaman belanda tempat penyiksaan para pejuang yang berusaha untuk memukul mundur belanda. Oleh karena itu kawasan ini tidak lepas dari yang namanya cerita mistis dan angkernya museum. Konon katanya ruangan bawah tanah menjadi pusat angkernya tempat ini.

Ada berbagai macam penampakan yang tersaji di ruangan tersebut, salah satunya adalah sosok bayangan hitam yang tampak menyeramkan. Kemudian, ada juga anak kecil dan perempuan belanda yang selalu muncul dan menghantui setiap sobat native yang datang mengunjungi kawasan ini.

Ada beberapa larangan yang mungkin harus dipatuhi bila sobat native berada di sini. salah satunya adalah dilarang membuat kegaduhan dan berkata kotor. Kedua ini diyakini akan menggangu penghuni dari museum. Bisa jadi, mereka akan melakukan hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu alangkah baiknya untuk jaga sikap.

Artikel lainnya: menikmati suasana Kota Tua Jakarta

diorama hukuman gantung
Diorama hukuman gantung. Image via: indonesiakaya

Tempat ini pun punya ruangan rahasia yang luasnya hanya 200 meter, ternyata ruangan ini di dindingnya sudah digambar mural yang menggambarkan bagaimana perjuangan dan kondisi Jakarta kala itu. mural ini di gambar pada zaman pemerinthan gubernur ali sadikin di tahun 1974.

Rute Menuju Lokasi

Kawasan ini berada satu komplek dengan kota tua. Menuju ke kawasan ini sangat mudah dan disarankan untuk menggunakan transportasi umum saja. jika, memggunakan mobil takutnya akan terjebak macet yang begitu parah dan bisa lama sampainya. Gunakan commutter line dengan tujuan stasiun Jakarta kota.

Kemudian, berjalan sekitar 400 meter menuju ke kawasan kota tua. Mudah sekali bukan untuk mencapai kawasan ini. coba saja bayangkan bila naik kendaraan pribadi. Pasti akan terjebak macet sana-sini terutama saat datang liburan.

salinan prasasti cieareteum.
Salinan prasasti ciareteun di museum fatahlah. Image via: tripadvisor

Baca: info seputar Dufan

Harga Tiket masuk

Untuk bisa menikmati kawasan ini sobat native akan dikenakan biaya sebesar 5 ribu rupiah saja untuk anak-anak akan dikenakan tarif sebesar 2 ribu rupiah. nah, untuk Jam operasional kawasan ini adalah pukul 9 pagi dan akan tutup kembali pada pukul 3 sore. Museum ini akan tutup pada hari senin.

Sepertinya, sobat native haus membawa kamera yang mumpuni. Lantaran setiap sudutnya memang cocok untuk dijadkan sebagai objek foto. Apalagi dengan background bangunan serta dua buah meriam di depan. Sungguh tempat yang memang bisa dibilang sangat fotogenic.

Museum Fatahillah adalah kawasan bersejarah yang dimiliki oleh Jakarta. Menghadirkan berbagai macam jejak sejarah yang bisa dinikmati dan bisa di jadikan sebagai ilmu pengetahuan. Kawasannya menarik untuk dikunjungi.

Jadi, kapan sobat native mau mengunjungi kawasan ini?

Museum Fatahillah, Jejak Sejarah Penting Kota Jakarta
4.5 (90%) 4 vote[s]

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Previous

Malang Night Paradise, Keindahan Sisi Romantis Kota Malang

Scientia Square Park, Wisata Outdoor Instagramable di Tangerang

Next

Artikel Wisata Lainnya

Leave a Comment