Wisata Kota Tua Jakarta, Paduan Sejarah dan Masa Sekarang

Jika kita merasa jenuh dengan tujuan wisata berupa taman hiburan dan wisata alam, tak ada salahnya jika sesekali mengunjungi tempat wisata yang sarat akan nilai sejarah. Salah satunya tujuan wisata sejarah yang luar biasa lengkap adalah di kawasan Kota Tua Jakarta.


Walau ada di tengah keramaian jakarta, tempat ini kental akan suasana Jakarta tempo dulu. Kawasan ini selalu ramai pengunjung setiap harinya. Pengunjung ada yang wisatawan lokal maupun mancanegara.

Kota Tua Jakarta
Kota Tua Jakarta. Image via: @katarina_falmapita

Saat mula didirikan oleh kolonial Belanda, kota tua didesain sebagai  sebagai pusat perdagangan di Asia. Kota Jakarta yang zaman itu di sebut Batavia menjadi kawasan pusat perdagangan dari maupun keluar negeri lewat jalur pelayaran.

Sejarah Kota Tua Jakarta

Tahun 1526, Fatahillah dikirim oleh Kesultanan Demak menyerang pelabuhan Sunda Kelapa, milik kerajaan Pajajaran. Setelah dikuasai demak, pelabuhan ini diganti nama menjadi Jayakarta.

Tahun 1619, pasukan VOC dibawah komando Jan Pieterszoon Coen, menghancurkan Jayakarta. Setelah dikuasai VOC, tahun 1620 VOC membangun kota baru bernama Batavia.

De Javasche bank
De Javasche Bank. Gedung Awal Museum BI. Image via: kawulamahardhika.wordpress.com

Simak: daftar tempat wisata di Jakarta

Di tahun 1635, Batavia meluas sampai ke tepi barat Sungai Ciliwung. Batavia dirancang dengan gaya Belanda Eropa dan diatur dalam beberapa blok yang dipisahkan oleh kanal. Batavia selesai dibangun pada tahun 1650 dan kemudian difungsikan sebagai kantor pusat VOC di Hindia Timur.

Pada era perang dunia II, saat pendudukan Jepang tahun 1942, Batavia diganti nama menjadi Jakarta dan menjadi ibu kota Indonesia sampai saat ini.

Tahun 1972, Gubernur Ali Sadikin, mengeluarkan keputusan gubernur menjadikan Kota Tua sebagai situs warisan. Hal ini dilakukan untuk melindungi sejarah arsitektur di kawasan itu.

Baca juga: liburan seru ke Dufan Ancol

Lokasi Kota Tua Jakarta

Kota tua jakarta berlokasi di Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat.

Transportasi Menuju Kota Tua Jakarta

Cara terbaik untuk mencapai kota tua, adalah menggunakan KRL. Dari arah manapun, seluruh rute KRL dapat mencapai lokasi ini.

Saat membeli tiket KRL, satsiun tujuan yang didaftarkan adalah Stasiun Jakarta Kota. Dari stasiun ini, jarak ke Taman Fatahilah, yang merupakan spot center kota tua jakarta, hanya berjarak 200 meter saja.

Jam Buka Kota Tua Jakarta

Tidak seperti objek wisata lain, Kota tua jakarta tidak ada batasan jam operasionalnya. Wilayah ini buka 24 jam. Namun demikian untuk objek objek di dalam area kota tua, tentu ada jam bukanya masing masing.

Untuk museum-museum di kawasan ini biasanya bukan dari jam 9 pagi sampai jam3 sore.

kota tua malam
Malam di kota tua. Image via: @zahrafadhilaah

Simak: wisata keluarga ke Pantai Ancol

Tiket Masuk Kota Tua Jakarta

Mengenai biaya masuk ke kawasan kota tua jakarta, gratis. Namun demikian, jika pengunjung berkeinginan masuk ke dalam objek tertentu biasanya dikenakan biaya kercis.

Namun jangan kawatir, karcisnya sangat murah. Berada dalam rentang 2 ribu rupiah sampai 5 ribu rupiah.

Wisata Kota Tua Jakarta

Destinasi wisata di kota tua jakarta sangat fariatif. Tentu saja semua destinasi itu sarat akan sejarah. Namun tidak usah kawatir, walau sejarah tua, tidak akan membosankan kok.

Untuk traveler yang mungkin belum pernah mengunjungi Kota Tua Jakarta, Berikut 11 destinasti wisata yang bisa kita eksplor keindahannya di Kawasan Wisata Kota Tua Jakarta.

1. Art Street Kota Tua Jakarta

Saat kita berjalan jalan di kota tua, kita akan menemukan suasana unik, yaitu Art Street. Pertunjukanapra seniman jalanan. Dalam bahas lebih umum mungkin kita mengenalnya dnegannama pengamen. Namun jika di kota lain pengamen hanya menyanyi, di kota tua jakarta pengamen ada berbagai macam. Ada pantomin ada pelukis, ada cosplay.

Street Art
Street Art. Image via @deviro_bebe_tura

Baca juga: review Waterboom Pondok Indah Kapuk

Diantara semuanya, tentu cosplay yang palingmenarik. Pengunjung bisa minta foto bareng dengan berbagai gaya. Jadi seperti foto bareng patung tokoh sejarah, namun patungnya bsia berganti ganti gaya.

Untuk art street lukisan, sejak 2 tahun lalu. pemda DKI telah memfasilitasi melalui progam Gallery art street.

Street Gallery art.
Street Gallery art. Image via: www.liputan6.com

Simak: review wisata edukasi di Seaworld Ancol

2. Museum Fatahillah

Objek Wisata ini tidak dapat dipisahkan lagi dari Kota Tua. Bahkan jika googleing image kota tua, maka hasilnya 80% nya adalah foto museum fatahilah. Gedung ini awalnya adalah balai kota di zaman VOC. Selain balai kota, juga dijadikan sebagai ruang pengadilan hingga penjara bawah tanah.

museum fatahilah
Museum Fatahillah. Image via: news.detik.com

Museum Fatahillah menyimpan sekitar 23.500 koleksi barang bersejarah berupa benda asli maupun hanya replika. Di sini kita bisa melihat beragam koleksi seperti replika peninggalan masa Tarumanegara dan Pajajaran, hasil penggalian arkeologi di Kota Jakarta, furnitur-furnitur antik, koleksi keramik, gerabah, prasasti, dan deretan benda bersejarah lainnya.

Untuk masuk ke dalam Museum ini, hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp2000 saja.

Baca juga: info seputar Monas

3. Museum Bank Indonesia

Gedung ini awalnya dibangun sebagai rumah sakit bernama Binnen Hospital. Pada tahun 1828 dialihfungsikan menjadi bank dengan nama De Javashe Bank (DJB).

Museum BI
Museum Bank Indonesia. Image via:  @winapisty

Pada era setelah kemerdekaan, pada tahun 1953 bank ini dinasionalisasikan menjadi Bank Sentral Indonesia atau yang dikenal dengan nama Bank Indonesia. Setelah pindahnya operasional BI ke gedung baru di tahun tahun 1962, Gedung lama ini dilestarikan menjadi Museum Bank Indonesia yang diresmikan pada 15 Desember 2006.

Ketika memasuki lobi museum, kita akan melihat sebuah kaca patri yang sangat indah. Selain itu, di dalamnya juga terdapat 324 kaca patri lain yang semuanya dibuat di Atelier Jan Schouten, Delft, Belanda, pada periode 1922 – 1935.

Di dalamnya juga terdapat ruangan teater dengan kapasitas tempat duduk untuk 40 orang. Teater tersebut memutar film yang berisi seputar sejarah perbankan dan peran Bank Indonesia.

Tiket masuk ke museum Bank Indonesia hanya  5 ribu saja. Museum ini buka setiap hari, kecuali hari senin dan hari libur Nasional.

4. Stasiun Kereta Api Kota

Stasiun Kota tua
Stasiun Kereta Api Kota. Image via: news.okezone.com

Selain sebagai stasiun tujuan KRL para pengunjung Kota Tua Jakarta, stasiun kota juga merupakan objek wisata tersendiri. Di stasiun ini pengunjung dapat merasakan suasana yang berbeda dibandingkan stasiun-staisun pada umumnya. Hal ini karena bangunannya yang antic dan bergaya tempo dulu.

Stasiun kereta api ini tepatnya dibangun pada tahun 1929 dan diresmikan langsung oleh Gubernur Jenderal saat itu. Bangunan satasiun ini masuk ke dalam cagar budaya yang dilindungi kelsetariannya.

Simak juga: review Alive Museum

5. Pelabuhan Sunda Kelapa

Tujuan wisata khas lainnya yang dapat dikunjungi selama jalan jalan Kota Tua Jakarta adalah pelabuhan Sunda Kelapa. Dahulunya, pelabuhan ini menjadi tempat persinggahan kapal-kapal asing. Mulai sekitar abad  ke-5 pelabuhan ini dijadikan sebagai pelabuhan untuk kegiatan berdagang.

Pelabuhan Sunda Kelapa.
Pelabuhan Sunda Kelapa. Image via: makintahu.com

Meskipun saat ini kegiatannya tidak seramai ketika pelabuhan Sunda kelapa masih berjaya, namun masih banyak wisatawan yang datang berkunjung untuk melihat kegiatan Kapal Pinishi, yang merupakan kapal angkut perdagangan di Indonesia. Pelabuhan ini dibuka setiap hari dengan tiket Rp2.500 per orang dan untuk parkir mobil 4.000 rupiah.

6. Museum Wayang

Gedung ini awalnya bernama Hollandsche, yang dibangun di tahun 1640. Museum wayang ini memiliki beragam jenis serta bentuk wayang-wayang asli Indonesia. Bukan wayang asal Indonesia saja yang jadi koleksi museum ini. Pengunjung juga menemukan wayang-wayang dari negara lainnya seperti Thailand, Kamboja, Tiongkok, hingga Suriname.

Museum wayang
Museum Wayang. Image via: jejakpiknik.com

Selain melihat wayang, museum ini juga menyajikan pagelaran pertunjukan wayang. Kegiatan rutin pagelaranw ayang bulanan biasanya diselenggarakan pada minggu ke-2 dan ke-3.

Artikel lainnya: info seputar Museum Bahari

7. Museum Bahari

Gedung ini terdiri dari beberapa bangunan dengan tahun pembuatan yang berbeda-beda, dimulai tahun 1652 dan terakhir dibangun tahun 1771.

Museum bahari
Museum Bahari. Image via: megapolitan.kompas.com

Sejak awal keberadaannya sampai berakhirnya masa penjajahan Belanda di Indonesia, bangunan ini digunakan sebagai gudang. Tembok keliling bangunan terkesan sangat kokoh. Di bagian atas pagar terdapat pos pengintai musuh dan juga terdapat Lorong tempat melakukan patroli.

Di tempat ini para pengunjung dapat mempelajari kemaritiman, serta melihat armada pertahanan laut Indonesia tempo dulu. Koleksi dalam museum Bahari pun sangat beragam jenisnya. Mulai dari jangkar kapal laut, navigasi perkapalan, meriam, teropong, serta miniatur kapal-kapal nelayan. Selain itu, museum ini juga menampilkan Matra TNI AL dari masa ke masa.

8. Museum Seni Rupa dan Keramik

museum keramik
Museum Seni Rupa dan Keramik. Image via: harnas.co

Gedung Museum ini pertama kali dibangun oleh seorang arsitek bernama Jhe. W.H.F.H. van Raders pada tahun 1870. Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Pieter Miyer, dan gedung ini difungsikan sebagai Kantor Pengadilan.

Menilik sejarah bangunan ini, pada 1949 pernah difungsikan sebagai sarana Nederlansche Mission Militer (NMM) oleh KNIL yang kemudian diserahkan kepada TNI sebagai gudang lo Di tahun 1970 – 1973, bangunan ini dialihfungsikan sebagai kantor Wali Kota Jakarta Barat, kemudian tahun 1974 digunakan sebagai kantor Dinas Museum dan Sejarah.

Tanggal 10 Juni 1977, sebagian dari gedung ini diresmikan sebagai Museum Keramik oleh Gubernur Ali Sadikin. Barulah di awal tahun 1990, Balai Seni Rupa dan Museum keramik disatukan dan resmi menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik yang dikelola oleh Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta.

museum keramik
Koleksi museum keramik. Image via: tripadvisor.com

Di museum ini pengunjung bisa menyaksikan 350 lukisan serta 1.350 jenis keramik yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Eropa, Asia, dan daerah-daerah lainnya di Indonesia. Banyak koleksi tua dan langka di museum ini. Termasuk diantaranya keramik yang berasal dari abad ke-14, pada jaman kerajaan Majapahit.

Simak: wisata keluarga ke Trans Snow World

9. Toko Merah

Di sekitar Jln. Kali Besar kota tua terdapat bangunan unik berwarna merah yang menjadi salah satu cagar budaya. Bangunan tersebut sekarang dikenal dengan nama Toko Merah. Dulu, bangunan ini merupakan sebuah toko yang dimiliki oleh warga Tionghoa.

Toko merah
Toko Merah. Image via : @sg.embassy.jakarta

Toko Merah dibangun pada tahun 1730 oleh Gustaaf Willem Baron van Imhoff dengan konsep sebuah rumah yang besar, megah, dan nyaman.

Di masa pendudukan Jepang, gedung ini dijadikan sebagai Gedung Dinas Kesehatan Tentara Jepang, Setelah kemerdekaan Indonesia, Toko Merah berpindah tangan ke pemilik PT Satya Niaga di tahun 1964.

Kemudian pada 1977 berubah menjadi PT Dharma Niaga dan gedungnya tetap digunakan sebagai kantor. Baru di tahun 1990-an Toko Merak dijadikan Bangunan Cagar Budaya.

Setelah lama terabaikan, tempat ini pun direstorasi pada tahun 2012 dan sekarang difungsikan sebagai gedung serba guna yang dapat difungsikan sebagai tempat konferensi dan pameran.

10. Jembatan Kota Intan

Jembatan-Intan
Jembatan Kota Intan. Image via: kabarwisata.com

Jika ada yang bertanya, jempatan modern tertua di indoensia, maka jawabannya adalah Jembatan Kota Indan. Jembatan Kota Intan dibangun pada tahun 1628 oleh pemerintah VOC.

Pada mulanya jembatan ini disebut Engelse Burg atau Jembatan Inggris. Penamaan ini karena terdapatnya kubu pasukan Inggris di sebelah Timur jembatan tersebut.

Pada tahun 1628-1629 jembatan mengalami kerusakan parah saat penyerangan pasukan Banten dan Mataram. Dibangun kembali oleh VOC pada tahun 1630 dan namanya diganti menjadi  Hoenderpasarburg . Yang dalam bahasa indonesia berarti “Jembatan Pasar Ayam”. Nama ini diberikan karena di seberang jembatan tersebut terdapat pasar ayam.

Dengan warna merah gelap dan arsitekturnya yang unik, jembatan ini sangat bagus apabila dijadikan latar foto.

Baca juga: review Museum Perangko

11. Museum 3D Kota Tua Jakarta

museum 3D
Museum 3D Kota Tua Jakarta. Image via: @queen_pinki99

Bagi kaum remaja, yang juga menginginkan hal berbau milenial, selain dari berbau sejarah, kota tua juga ada fasilitasnya. Museum 3 dimensi kota tua jakarta.

Miseum 3D menyediakan tujuh zona tema, yaitu lukisan, satwa, laut, rutinitas, dinosaurus, petualangan, dan horor. Tersedia puluhan latar lukisan untuk foto yang unik. Selain itu ada juga Rumah Kaca untuk pengunjung yang ingin menikmati sensasi hiburan yang lain.

museum 3D
Museum 3D tema satwa. Image via: @familygoers

Museum 3 dimensi kota tua dibuka pada 7 Desember 2018. Sejak dibuka museum ini tinggi peminat. Pengunjung yang datang per hari rata-rata berjumlah 800 orang.

Tips Wisata di Kota Tua Jakarta

Saat berjalan-jalan di kawasan wisata Kota Tua Jakarta, ada beberapa saran yang sebaiknya kita perhatikan. Beberapa diantaranya,seperti berikut ini.

  • Agar tidak terlalu ramai, datanglah di hari kerja.
  • Jika datang di akhir pekan, datanglah lebih pagi supaya bisa mengambil foto dengan leluasa.
  • Selalu waspada pada barang bawaan. Karena kawasan ini selalu ramai, maka potensi untuk aksi pencopetan cukup besar.
  • Pakailah baju yang nyaman dan hindari memakai baju berwarna gelap. Karena daerah ini terkenal sangat panas. Jika memungkinkan bawa kipas atau kipas angin elektrik kecil.
  • Jangan lupa pakai tabir surya untuk melindungi kulit tubuhmu dari sengatan sinar matahari secara langsung.

Nah, demikianlah sedikit cerita dari nativeindoneisa.com, soal jalan-jalan ke kota tua jakarta. Moga bisa jadi bahan perencanaan bagi rekan rekan penikmat wisata sejarah dan budaya.

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment