Pura Lempuyang, Gerbang Surga di Pulau Dewata

| | ,

Pura Lempuyang Luhur salah satu obyek wisata di Bali, dan juga merupakan tempat suci bagi umat Hindu, pura berlokasi wilayah bagian Timur pulau dewata tepatnya di Kabupaten Karangasem.

Dalam peta wisata Bali, pura Lempuyang Luhur menjadi tujuan mendaki yang cukup menarik bagi wisatawan, terutama mereka yang menginap di wilayah Bali Timur seperti Amed, Tirtagangga dan Candidasa, karena lokasinya berdekatan.

Pura Lempuyang
Pura Lempuyang. Image via: @chanty_vb

Pura Lempuyang, yang secara lokal disebut Pura Lempuyang Luhur, adalah salah satu Pura tertua dan paling dihormati di Bali. Penghormatan  ini setara dengan Besakih, yang biasa disebut The mother temple of Bali. Mengenai usia dan kedudukan pura, kedua pura ini diyakini melebihi dari mayoritas pura lain di pulau Bali.

Pura Lempuyang Luhur merupakan target yang cocok dimasukkan dalam rencana perjalanan selama di pulau Bali. Pura lempuyang berposisi di puncak Gunung Lempuyang, di bagian Timur Pulau Bali. Pura lempuyang tepatnya berada pada ketinggian  1.175 m di atas permukaan laut.

Untuk mencapai pura lempuyang luhur, pengunjung  harus melalui tangga curam dengan lebih dari 1.700 anak tangga. Sepanjang perjalanan mandaki anak tangga, pengunjung (pemedek, dalam bahasa lokal) bisa berinteraksi dengan puluhan monyet. Monyet abu-abu berekor panjang ini mendiami hutan pegunungan yang sejuk di sekitarnya.

Simak juga; tempat wisata populer di Bali

dago dream park
dago dream park
pura-lempuyang 2
Erupsi Gunung Agung dari Lempuyang. Image via: balicheapesttours

Untuk pengunjung yang tidak kuat mendaki ribuan anak tangga itu, tidak perlu kawatir kehilangan kesempatan menikmati keindahan. Mereka yang tidak naik ke puncak di Pura Lempuyang masih dapat menikmati pemandangan indah di pura Pura Penataran Agung yang megah di kaki gunung.

Saat mengunjungi Pura Lempuyang, pemandanganyang yang pertama kali terlihat adalah pemandangan yang mengesankan dari tangga bergaya arsitektur bali dengan naga di kedua sisi pegangan tangga. Pemandangan terbaik berada di atas tangga, di mana pengunjung dapat melihat jauh melintasi lereng berhutan hijau. Dari posisi ini Gunung Agung juga terlihat dengan jelas.

Simak: review wisata Tirta Empul di Bali

Lokasi Pura Lempuyang

Pura lempuyang berada di kecamatan abang, kabupaten Karangaem, bali. Posisi ini adalah ujung timur pulau bali. Lereng timur gunung lempuyang langsung jatuh di pantai timur Bali.

Penataran Lempuyang
Pura Penataran Lempuyang. Image via: @infodenpasar

Rute dan Cara Menuju Pura Lempuyang

Jika berangkat dari kota Denpasar, Pura Lempuyang  ini bisa dicapai melalui kawasan wisata Candi Dasa melewati kota Amlapura (ibukota Kabupaten Karangasem) dengan waktu tempuh sekitar 2 jam perjalanan dengan motor.

Alternatif jalur lainnya adalah melalui Kecamatan Selat Karangasem, melalui kota Semarapura dengan mengambil arah jalan ke Besakih. Jarak yang jauh tidak menjadi sangat melelahkan ketika terbayar oleh hamparan bukit nan indah, air terjun hingga pantai sepanjang Jalan menuju Pura lempuyang.

Transportasi untuk mencapai Pura lempuyang hanya kendaraan pribadi. Tidak ada angkutan umum untuk mencapai lokasi ini. Pengunjung bisa menggunakan speda motor sewaan atau mobil sewaan. Kedua pilihan ini sangat mudah diperoleh di sekitaran Denpasar.

Baca juga: info seputar Nusa Lembongan

Jam Buka Pura Lempuyang

Pura lempuyang terbuka selama 24 jam. Pura terbuka 24 jam, untuk memfasilitasi umat hindu yang sering melakukan mekemit (menginap di pura) di pura ini.


perayaan
Suasana perayaan (Odalan). Image via: posbali.id

Tiket Masuk Pura Lempuyang

Tidka ada tiket khusus berupa karcis untuk masuk ke area Pura Lempuyang. Pengunjung hanya dikenakan pungutan permobil. Yaitu sebesar 5 ribu rupiah per mobil.

Untuk yang akan memasuki area sekitar pura, diwajibkan memakai kain. jika pengunjung tidakmemebawa, disediakan fasilitas sewa kain seharga 10 ribu rupiah.

Simak juga: review seputar Nusa Penida

Fasilitas Pura Lempuyang

Fasilitas wisata di pura ini tidak begitu lengkap, karena lokasi ini memang tidak didesain sebagai lokasi wisata. Lokasi ini sepenuhnya didesain sebagai Pura tempat sembahyang. Di tambah dengan adanya aturan Daerah mengenai larangan pendirian akomodasi pariwisata dalam radius tertentu dari pura-pura besar, termasuk pura lempuyang.

Namun fasilitas dasar seperti toilet dan warung minuman ringan serta snack, tersedia di lokasi ini. Fasilitas itu diperuntukkan untuk pemedek (umat yang sembahyang) namun tentu saja juga bisa digunakan oleh wisatawan.

Spot Menarik Pura Lempuyang

Gates Of Heaven

Gate Of Heaven
Gate Of Heaven. Image via: @navaneeth_unnikrishnan

Dan ketika waktu sore menjelang malam, pengunjung bisa menikmati keindahaan cahaya sunset yang berwarna keemasan, spot yang paling pas untuk berfoto adalah di gerbang atau candi Bentar yang ada di Pura Lempuyang tersebut. Saking indahnya candi tersebut dinamakan dengan Gates Of Heaven Bali.

Foto dengan pasangan di Gates Of Heaven tersebut akan menjadi suatu kenangan yang tak terlupakan selama anda berlibur di Bali.

Candi Gelung Jaba Tengah

3 candi
Candi jabe tengah. Image via: travel.detik.com

Arsitektur yang megah, indah dan cantik dengan ornamen khas tradisional Bali tampil jumawa memisahkan areal luar pura dengan bagian dalam, seolah memisahkan sifat keduniawian manusia  dengan tujuan rohani dan mendekatkan diri dengan Sang Pencipta.

Anak tangga menuju areal madya mandala yang nantinya menuju utama mandala Pura Penataran Agung Lempuyang ini diapit oleh sepasang patung Naga Anantaboga dan Basuki, serta deretan patung Pandawa, dari patung yang paling bawah yaitu Sahadewa, Nakula, Arjuna, Bima, Yudistira dan yang paling atas adalah patung Krisna yang dikenal sebagai penjelmaan dewa Wisnu. Secara psikis peletakan patung-patung tersebut memberikan penegasan setiap jenjang area memiliki makna yang berbeda-beda.

Baca juga: wisata keluarga di Waterbom Bali

Jalan Setapak Mendaki

Jalan setapak 2
1.700 tangga. Image via: xplorebali.com

Dari lempuyang Madia (bisa dicapai dnegankendaraan) menuju ke pempuyang luhur, Pengunjung harus melalui jalan mendaki. Jalan ini sudah di keraskan dengan beton.

Jalan setapak ini terdiri dari jalur menanjak dan jalur tangga. Namun dari kedua jenis jalur itu, 1 hal yang sama dari keduanya adalah: sama sama berada di tengah kerimbunan hutan yang masih lestari, dan sama sama berpeluang berjumpa dengan monyet abu abu ekor panjang.

Jalan setapak

Jalan setapak. Image via: @pura_lempuyang

Monyet Ekor Panjang

Monyet di sekitar pura lempuyang memang merupakan hewan liar. Namun mereka tidak ganas. Sepanjang puluhan tahun, jarang sekali ada catatan soal penyerangan monyet kepada manusia, baik penduduk lokal maupun pemedek dan wisatawan.

Hanya saja demi kehati-hatian, pengunjung sebaiknya tidak  memakai perhiasan emas yang mencolok seperti kalung panjang atau anting panjang. Karena perhiasan semacam itu bisa memancing monyet untuk menarik perhiasan itu. Jika ditarik oleh monyet, tentu dapat mengakibatkan cedera pada leher atau telinga.

monyet
Monyet lempuyang. Image via: student.unud.ac.id

Sejarah dan Legenda Pura Lempuyang

Mengacu pada Lontar Kutara Kanda Dewa Purana Bangsul yang menyatakan bahwa Sang Hyang Parameswara membawa gunung-gunung yang ada di Bali dari jambudwipa yaitu di India ke Gunung Mahameru.

Potongan-potongan Gunung Mahameru tersebut dibawa ke Bali dan dipecah kembali menjadi tiga buah bagian besar, kemudian dipecah kembali menjadi bagian-bagian kecil. Bagian tengah menjadi Gunung Batur dan Rinjani sedangkan pada puncaknya menjadi Gunung Agung, yang dimana Gunung Agung sekarang ini adalah gunung tertinggi di Pulau Bali

Pecahannya yang jauh lebih kecil menjadi deretan gunung-gunung yang berhubung satu sama lain. Gunung-gunung yang berhubungan ini antara lain Gunung Pengalengan, Beratan, Nagaloka, Pulaki, Puncak Sangkur, Bukit Rangda, Trate Bang, Padang Dawa, Andhakasa, Sraya, Uluwatu, Tapsai dan Gunung Lempuyang.

Gunung-gunung yang telah disebutkan tadi digunakan sebagai istana para dewa, manifestasi Tuhan untuk menjaga Bali dalam kepercayaan agama Hindu.

Pura Lempuyang terbagi dalam tiga mandala yaitu Lempuyang Sor, Lempuyang Madya dan Lempuyang Luhur. Berdasarkan lontar Markandeya Purana, Pura Lempuyang didirikan oleh Rsi Markandeya sekitar abad ke-8 M. Pada saat itu Rsi Markandeya membuat sebuah pesantrian untuk keperluan persembahyangan sekaligus membabarkan ajaran Hindu.

tari sakral
Tari sakral. Image via: humassetda.bulelengkab.go.id

Ketentuan Khusus Saat Mengunjungi Pura Lempuyang

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa candi Lempuyang Luhur merupakan pura suci yang menjadi pusat peribadatan umat Hindu disana. Nah untuk itu kalian sebaiknya mematuhi beberapa hal berikut:

  • Dilarang menggunakan pakaian terbuka – Tidak semua yang berkunjung mendapatkan izin untuk mendaki sampai ke puncak. Salahsatu alasannya adalah menggunakan pakaian mini atau terbuka (bahkan area bahu dan lutut pun harus tertutup). Aturan ini diberlakukan untuk menjaga kesucian pura sebagai pusat ritual ibadah.
  • Dilarang ciuman – Berhubung area ini sangat religius maka segala bentuk ciuman sangat diharamkan disini.
  • Dilarang menggunakan drone – Peringatan bagi para fotografer! Meskipun diperbolehkan untuk mengambil gambar, tapi penggunaan drone dilarang agar tidak mengganggu proses ibadah.
  • Wajib menggunakan kain – Sebagai bagian dari tradisi, setiap orang yang berkunjung ke pura wajib memakai sarung minimal selutut. Sarung bisa di sewa di pintu masuk sebesar Rp 10.000 .
  • Tidak diperkenankan membawa makanan/ sebelumnya makan daging Babi
  • Untuk wanita Datang bulan, tidak diperkenankan memasuki areal pura.

Lokasi Menarik di Dekat Pura Pempuyang

Pilihan Wisata di Karangasem Selain mengunjungi Pura Lempuyang, ada beberapa wisata yang bisa dikunjungi di dekat area itu, antara lain: Gunung Agung,Ujung Water Palace, Pantai Amed, Taman Tirta Gangga, dan Spot diving/Snorkeling Tulamben.

Demikain itu informasi yang dapat kita bagikan, buat persiapan sebelum berkunjung ke Pura Lempuyang Luhur Bali. Dan pastinya sayang banget kalau kamu berlibur tapi tidak sempat datang ke tempat wisata di Baliyang satu ini. Apalagi untuk sampai kesini hanya perlu 2 jam berkendara dari kota Denpasar.

Pura Lempuyang, Gerbang Surga di Pulau Dewata
4.5 (90%) 4 vote[s]

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Tags
Previous

Gili Labak, Tempat Mengejar Sunrise dan Menikmati Sunset

Setu Babakan, Benteng Terakhir Budaya Betawi di Tanah Betawi

Next

Artikel Wisata Lainnya

Leave a Comment