Pura Lempuyang, Pesona Belahan Mahameru Jambudwipa Di Bali

Pura Lempuyang Luhur ialah sebuah pura yang terletak di bagian timur Pulau Dewata, tepatnya berada di Kabupaten Karangasem.

Pura ini mulai ramai diperbincangkan sekitar 3 tahun lalu, ketika banyak yang posting foto ketika berada di sebuah gapura dengan latar Gunung Agung yang gagah. Gerbang tersebut berjuluk “The Gate Of Heaven” atau gerbang surga.

tangga menuju gerbang surga
tangga menuju gerbang surga. google maps. sumber: Elena Divinets

Simak juga: tempat wisata populer di Bali

Banyak wisatawan yang kagum dan takjub akan keindahan dari pura terbesar dari paling penting di Bali itu. Pura Lempuyang berada di ketinggian 1.175 mdpl. Dan untuk menuju spot foto yang sedang viral tersebut, kamu harus menaiki anak tangga yang cukup banyak dan curam. 

FYI ni, lokasi untuk berfoto yang sedang viral saat ini bernama Pura Penataran Agung Lempuyang yang berada di kawasan Gunung Lempuyang. Sedangkan Pura Lempuyang Luhur, lokasinya berada di puncak gunung.

Asal Muasal Nama Pura Lempuyang

Keberadaan Pura Lempuyang tak terlepas dari sejarah atau legenda, terdapat beberapa versi akan hal tersebut. Mari kita awali dengan asal mula nama dari pura yang sangat dihormati tersebut.

Kata Lempuyang berasal dari kata “lempu” dan “hyang”. Lempu artinya sinar sedangkan hyang merupakan sebutan untuk Tuhan. Sehingga Pura Lempuyang memiliki arti sinar Tuhan yang terang benderang.

Karena memang Pura Lempuyang ini letaknya di sebelah timur Pulau Bali, dimana merupakan tempat awalnya matahari terbit.

alam yang indah
alam yang indah. google maps. sumber: Владимир Петращук

Simak: review wisata Tirta Empul di Bali

Ada pula yang mengatakan bahwa kata Lempuyang berasal dari jenis tanaman yang digunakan untuk bahan memasak. Yang dikaitkan dengan nama-nama Banjar atau Dusun yang ada di sekitar Pura Lempuyang.

Selain itu ada yang mengatakan kata Lempuyang berasal dari kata “empu” yang artinya menjaga. Hal tersebut berdasarkan sebuah sumber yang menyebutkan bahwa Hyang Pasupati mengutus ketiga putranya untuk menjaga Bali Dwipa dari segala guncangan dan bencana alam.

Sejarah Pura Lempuyang

Jika mengacu pada Lontar Kutara Kanda Dewa Purana Bangsul, yang menyatakan bahwa Sang Hyang Parameswara atau Sang Hyang Pasupati membawa gunung-gunung yang ada di Bali dari Jambudwipa yaitu India (Gunung Mahameru).

Potongan Gunung Mahameru tersebut kemudian dipecah menjadi tiga buah bagian yang cukup besar, dan beberapa bagian dengan ukuran kecil. Dimana bagian tengah menjadi Gunung Batur dan Gunung Rinjani.

Sedangkan untuk puncak gunungnya menjadi Gunung Agung, yang merupakan gunung tertinggi yang ada di Pulau Bali. Sedangkan untuk pecahan yang ukurannya kecil menjadi deretan gunung-gunung yang saling terhubung. Seperti:

  • Gunung Pengalengan,
  • Beratan,
  • Nagaloka,
  • Pulaki,
  • Puncak Sangkur,
  • Bukit Rangda,
  • Trate Bang,
  • Padang Dawa,
  • Andhakasa,
  • Sraya,
  • Uluwatu,
  • Tapsai, dan
  • Gunung Lempuyang itu sendiri.
pura yang sangat penting bagi umat hindu
pura yang sangat penting bagi umat hindu. google maps. sumber: zuryana 65

Baca juga: info seputar Nusa Lembongan

Dalam Lontar tersebut disebutkan pula bahwa Sang Hyang Parameswara atau Hyang Pasupati menugaskan putra beliau yang bernama Sang Hyang Agni Jaya Sakti untuk turun ke Bali dengan tujuan menjaga kesejahteraan Pulau Bali.

Sang Hyang Agni Jaya Sakti kemudian beristana di Pura Luhur Lempuyang beserta beberapa dewa lainnya ikut turun ke Bali. Maka tak heran jika Pura Lempuyang menjadi begitu penting di kalangan umat Hindu.

Sedangkan berdasarkan Lontar Markandeya Purana, Pura Lempuyang didirikan oleh Rsi Markandeya sekitar abad ke-8 M sebagai tempat persembahyangan sekaligus menyebarkan ajaran agama Hindu.

Pura Lempuyang terbagi menjadi tiga mandala, yakni:

  • Lempuyang Sor,
  • Lempuyang Madya, dan
  • Lempuyang Luhur.

Lokasi dan Alamat Pura Lempuyang

Lokasi Pura Lempuyang berada di ujung timur Pulau Bali, tepatnya berada di lereng timur dari Gunung Lempuyang. Sedangkan untuk alamat dari Pura Lempuyang berada di Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali.

Rute Menuju Pura Lempuyang

Cara menuju Pura Lempuyang jika berangkat dari kota Denpasar dengan menuju kota Amlapura yang merupakan ibukota dari Kabupaten Karangasem.

Atau bisa juga dengan menuju Semarapura dan mengambil arah ke Besakih. Waktu tempuh perjalanan sekitar 2 jam jika berangkat dari kota Bali.

Saat ini parkir kendaraan mobil akan dialihkan menuju lokasi parkir yang sudah tersedia, kemudian untuk menuju Pura Lempuyang kamu harus menggunakan shuttel bis. Sedangkan untuk yang menggunakan sepeda motor, dapat terus melaju hingga lokasi dekat loket masuk.

Setelah turun dari shuttel bis, kamu harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 5 hingga 10 menit. Atau dapat pula dengan menggunakan jasa ojeg, dan membayar sekitar Rp. 5.000,-

cara lain menikmati gunung agung
cara lain menikmati gunung agung. google maps. sumber: raden fr

Simak juga: review seputar Nusa Penida

Jam Buka Pura Lempuyang

Jam operasional dari Pura Lempuyang sendiri dibuka setiap hari Senin hingga Minggu selama 24 jam nonstop. Waktu terbaik berkunjung ke pura ialah di pagi dan sore hari, serta ketika cuaca sedang cerah supaya dapat mengambil view Gunung Agung dengan sempurna.

Tiket Masuk Pura Lempuyang

Tiket masuk Pura Lempuyang sebesar Rp. 50.000,- per orang itu sudah termasuk kain yang harus kamu gunakan ketika berkunjung ke Pura Lempuyang.

Biaya naik shuttle bis sebesar Rp. 50.000,- untuk pulang pergi.

Fasilitas Pura Lempuyang

Fasilitas umum yang ada di sekitar Pura Lempuyang diantaranya:

  • Shuttel bis
  • Toilet
  • Warung-warung makanan dan minuman

Daya Tarik Pura Lempuyang

1. Gates Of Heaven

the gates of heaven
the gates of heaven. google maps. sumber: Cristian Bucur Photography

Baca juga: wisata keluarga di Waterbom Bali

Ini yang menjadi favorit pengunjung ketika mengunjungi Pura Lempuyang. Yakni sebuah gerbang dengan tampilan keindahan alam yang menakjubkan ditambah dengan gagahnya Gunung Agung.

Pengunjung dapat berfoto di gerbang tersebut dengan bantuan juru foto setempat, hingga menghasilkan foto yang kece dan eyecatching banget. Dengan keindahan panorama yang dimilikinya wajarlah jika gerbang tersebut dijuluki Gates Of Heaven.

Namun untuk menuju gerbang tersebut, kamu harus menaiki ribuan anak tangga terlebih dahulu. Hati-hati ketika melangkah, karena tangganya lumayan curam. Hasil jepretan tersebut dapat menjadi bukti pengalamanmu ketika berkunjung ke Pura Lempuyang.

Meski pura merupakan tempat beribadah umat Hindu, untuk kamu yang beragama lain diperbolehkan mengunjungi pura kok.

2. Candi Gelung Jaba Tengah

bangunan yang sangat artistik
bangunan yang sangat artistik. google maps. sumber: 石川嘉秀

Daya tarik selanjutnya ialah sebuah tampilan arsitektur megah nan indah dengan banyak ornamen khas Bali. Bagian tempat beribadah berada di bagian dalam. Terletak di bagian yang paling tinggi.

Sehingga untuk menuju ke area dalam pura harus melalui anak tangga yang tak jauh beda dengan sebelumnya. Yang membedakan ialah tangganya terdiri dari 3 buah yang menuju tiga buah pintu.

Di awal tangga diapit oleh sepasang patung Naga Anantaboga dan Basuki, serta deretan Patung Pandawa. Yang mengandung arti setiap jenjang area memiliki makna yang berbeda-beda.

3. Pura Lempuyang Luhur

Setelah mengunjungi Pura Penataran Agung Lempuyang, sempatkanlah untuk mengunjungi Pura Lempuyang Luhur yang lokasinya berada di puncak gunung. Sehingga dapat dipastikan untuk menuju lokasi kamu harus melakukan trekking terlebih dahulu

Trekking yang dilalui yakni dengan melalui jalan setapak diantara rindangnya pepohonan. Udara yang dirasa sangat sejuk sekali, pastikan kamu menggunakan alas kaki yang tidak licin dan nyaman ya…

rute menuju pura lempuyang luhur
rute menuju pura lempuyang luhur. google maps. sumber: Billy Toddler

Ketentuan Khusus Saat Mengunjungi Pura Lempuyang

Pura Lempuyang merupakan tempat suci umat Hindu, sehingga terdapat beberapa aturan atau ketentuan ketika berada di pura. Ketentuan tersebut diantaranya:

  • Dilarang menggunakan pakaian terbuka.
  • Setiap pengunjung yang datang wajib menggunakan kain yang diberikan sewaktu membeli tiket.
  • Dilarang berciuman atau melakukan hal-hal tidak senonoh lainnya.
  • Dilarang menggunakan gambar dengan menggunakan drone.
  • Untuk wanita yang sedang haiid atau datang bulan, dilarang memasuki area pura.

Beberapa ketentuan tersebut terpampang dengan jelas ketika berada di area Pura Lempuyang.


Tinggalkan komentar