Air Terjun Kedung Kayang, Tetap Cantik Dari Atas Maupun Dari Bawah

Air Terjun Kedung Kayang memiliki tinggi sekitar 40 meter dengan volume air yang cukup besar. Objek wisata alam ini berada di ketinggian lebih kurang 1.200 meter di atas permukaan laut. Untuk bisa sampai ke lokasi air terjun pengunjung harus jalan kaki.

Air Terjun Kedung Kayang memiliki tinggi sekitar 40 meter dengan volume air yang cukup tinggi.
Air Terjun Kedung Kayang. Image via: menggapaiangkasa.com

Keindahan air terjun ini bisa dinikmati dari berbagai sisi. Baik dari atas, samping atau depan. Suasana di lokasi air terjun sendiri tidak terlalu ramai sehingga pengunjung  bisa menikmati kesegaran alam dengan lebih leluasa.

Air yang jatuh dari air terjun ini mengalir ke sebuah sungai kecil berbatu. Pengunjung bisa masuk ke kolam, bermain air di bawah guyuran air terjun. Air Terjun Kedung Kayang ini tak pernah surut atau berkurang debitnya, sekalipun di puncak musim kemarau.

Nama Kedung Kayang konon diketahui warga secara turun temurun, berasal dari pemberian nama tiga empu atau tokoh sakti di Wonolelo pada masa lalu. Yaitu Empu Panggung, Empu Putut, dan Empu Khalik.

Air terjun itu juga dipercaya ada penunggunya. Kepercayaan lokal menyebut penunggunya adalah Kyai Gadung Melati dan Nyai Widari Welas Asih. Pada retakan-retakan tebing vertikal juga bermunculan sejumlah mata air yang keluar sepanjang tahun. Air ini dipercaya punya khasiat mistis.

Agungnya Alam ini dinikmati dari menara pandang air terjun kedung kayang
Alam nan Agung. Image via: wedangkopiprambanan.com

Simak juga: 14 wisata Hits di Magelang

Lokasi Air Terjun Kedung Kayang

Salah satu air terjun yang masih cukup asri dan belum terlalu ramai kunjungan ini berada di antara Gunung Merapi dan Merbabu, tepatnya di Dusun Ngagrong, Desa Ketep, Kecamatan Sawangan, Magelang, Jawa Tengah.

Rute Menuju Air Terjun Kedung Kayang

Air Terjun Kedung Kayang bisa ditempuh melalui jalan utama Boyolali-Magelang. Nantinya akan ditemukan plang penunjuk arah beruliskan Air Terjun Kedung Kayang. Area parkir kendaraan pun tidak jauh lagi.

Kalau pengunjung berangkat dari kota Jogja, maka tinggal mengikuti rute ke air terjun kedung kayang melalui Ketep Pass. Jarak dari Ketep Pass ke tujuan wisata Magelang ini cukup dekat yakni hanya 3 kilometer saja dengan rute menuju ke Kabupaten Boyolali.

Bagi yang menggunakan kendaraan umum ada dua jalur yang dapat digunakan untuk tiba disana. Untuk jalur pertama, jika naik bus AKAP dapat turun di sebelah timur komplek Pabrik Kertas Blabag Magelang dan lalu naik angkudes jurusan Tlatak Sawangan, setelah sampai di Tlatak berganti angkudes jurusan Jrakah.

Sedangkan untuk rute kedua, dari bus AKAP dapat turun di terminal Muntilan kemudian ganti angkudes jurusan Pasar Talun, setelah sampai di Pasar Talun, lalu ganti angkudes jurusan Jrakah.

Jam Buka Air Terjun Kedung Kayang

Mengenai jam operasional wisata Air Terjun Kedung Kayang, buka mulai jam 07.00 hingga tutup kembali pada pukul 17.00.

Jalan setapak menuju aor terjun kedung kayang
Jalan Setapak menuju Gardu Pohon. Image via: Image via: solo.tribunnews.com

Tiket Air Terjun Kedung Kayang

Untuk memasuki area Air Terjun Kedung Kayang, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp 4.000 dan tarif parkir Rp 2.000 untuk sepeda motor.

Selepas membayar tiket, perjalanan menuju air terjun dilakukan dengan berjalan kaki.

Fasilitas Air Terjun Kedung Kayang

Layaknya spot petualangan lainnya yang sudah dipegang oleh pihak pengelola, Air Terjun Kedung Kayang sudah mempunyai beberapa fasilitas pendukung. Pengelola menyediakan fasilitas toilet bersih dan beberapa warung penjaja makanan dan minuman yang sudah ada di sana.

Jadi pengunjung tidak perlu takut dengan kehabisan perbekalan makanan atau minuman di spot petulangan tersebut.

Aktivitas Menarik di Air Terjun Kedung Kayang

  1. Lintas Alam

perjalananmenuju air terjun ekdung kayang berisi kan petualangan Menyeberangi Sungai
Menyeberangi sungai. Image via: travel.kompas.com

Simak juga: Bukit Wolobobo Flores

Usai membayar tiket masuk, perjalanan menuju air terjun dilakukan dengan lintas alam berjalan kaki. Nantinya akan dijumpai dua persimpangan, yakni ke spot panorama atas atau menuju titik air terjun. Jika memilih menuju titik air terjun, jalan setapak menurun akan menjadi rute yang harus dilalui.

Meski sudah dicor, kondisi jalan cukup licin karena terdapat lumut tipis di atasnya. Perjalanan akan lebih nyaman jika mengenakan alas kaki yang tidak licin. Sekitar lima sampai sepuluh menit berjalan turun, sampailah perjalanan di tepi sungai yang bersumber dari air terjun.

Tantangan yang sesungguhnya baru saja dimulai. Perjalanan untuk sampai di titik air terjun harus menyeberangi sungai. Ada dua cara menyeberang sungai, yakni berjalan di tengah arus atau melompat di atas bebatuan. Keduanya sama-sama butuh nyali yang besar.

Perjalanan berlanjut dengan melewati jalan setapak di pinggir sungai. Sesekali perjalanan harus melewati bebatuan. Ternyata, rute menuju air terjun harus sekali lagi melewati sungai. Pengunjung harus pintar memilih bagian sungai mana yang cukup dangkal.

Setelah melewati sungai kedua, titik air terjun tidak jauh lagi. Kondisi medan di sekitar air terjun terdiri dari bebatuan. Semakin dekat dengan air terjun, titik air di udara cukup terasa karena derasnya aliran air terjun.

  1. Pesona di Bawah Air Terjun

Di bawah air tejun kedung kayang enak dinikmati bagi yang suke kesegaran air jernih pegunungan
Di bawah air terjun. Image via: sapasurya

Pengunjung Air Terjun Kedung Kayang yang tidak terlalu ramai. Hal ini membuat suasana begitu mendamaikan. Hanya duduk di atas batu sembar mendengarkan deru air terjun rasanya begitu syahdu. Panorama air terjun utama begitu mengagumkan.

Aliran yang deras tampak bagaikan tirai putih raksasa. Pemandangan sekitar yang berada di sebuah ceruk besar juga tak kalah memesona. Jika musim hujan, tampak pula air terjun kecil yang menghiasi pandangan.

Berfoto di depan air terjun menjadi aktivitas favorit yang dilakukan pengunjung. Dengan sudut yang pas, hasil foto dengan latar belakang air terjun yang deras menjadi kenang-kenangan tak terlupakan usai melewati rute cukup sulit menuju titik air terjun.

Namun jika ingin berfoto, hendaknya tidak terlalu lama mengarahkan kamera ke air terjun. Titik air yang begitu banyak bisa membasahi kamera dengan cepat. Jika terlalu basah, kamera bisa saja rusak.

Satu hal yang perlu diperhatikan, kunjungan ke Air Terjun Kedung Kayang paling tepat dilakukan ketika hari cerah. Saat hujan, air terjun bisa saja banjir sehingga membahayakan. Jika cuaca memburuk, petugas akan meminta pengunjung segera naik melalui pengeras suara.

  1. Gardu Pohon

2 gardu pandang air terjun kedung kayang
2 Gardu pohon. Image via: wisatamantap.com

Simak juga: 7 rumah adat Desa Wae Rebo

Terdapat gardu pandang buatan warga pada salah satu pohon di Air Terjun Kedung Kayang ini. Dari gardu pandang tersebut, pengunjung dapat berfoto dengan latar belakang Gunung Merapi dan Merbabu yang dikelilingi rimbun pepohonan.

Ditambah lagi dari gardu pandang tersebut pengunjung juga bisa melihat air terjun mengalir dengan indahnya.Karena panoramanya yang begitu luar biasa eksotis, tak heran jika banyak pengunjung rela antre demi berfoto di gardu Air Terjun Kedung Kayang ini.

Untuk menikmati spot berfoto di Air Terjun Kedung Kayang ini, pengunjung akan dikenakan biaya tiket tambahan selain yang sudah dibayarkan di pintu masuk area. Tiket gardu pohon besarnya Rp 10.000 per orang.

duduk santai menikmati sunyi di atasDi Gardu pohon air terjun kedung kayang
Di gardu pohon. Image via: ceritanegeri.com
  1. Kisah Mistis

Kesegaran air dari Kedung Kayang, selama ini diselimuti oleh cerita legenda yang sudah banyak dipercaya oleh masyarakat sekitar. Diceritakan, pada zaman dulu, di kawasan ini, ada tiga empu, yaitu Empu Putut, Empu Khalik dan Empu Panggung. Tiga empu tersebut sering mengadakan pertemuan.

Pertemuan para empu ini, bertujuan untuk adu kekuatan berupa Tanding Balang (adu lempar). Tanding Balang dilakukan para empu pada Bulan Suro. Pada pertandingan tersebut, siapa yang bisa melempar telur angsa ke arah kedung namun masih utuh, dia pemenangnya.

Sayang, ketiga telur angsa tersebut pecah lalu masuk ke kedung. Para empu tersebut kemudian menuruni tebing untuk melihat ke arah kedung. Anehnya, para empu tidak menemukan cengkarang telur yang pecah. Dari pecahan telur itulah, konon mata air ini muncul; mata air yang tidak pernah kering.

duduk Di gardu pohon air terjun kedung kayang memandangi keagungan air terjun dari ketinggian
Di Gardu Pohon 2. Image via: merahputih.com

Simak juga: Watu Payung Turunan

Aura mistis yang dirasakan di Air Terjun Kedung Kayang, kental terasa pada malam Jum’at Kliwon di bulan Suro. Menurut cerita, pada malam itu, sering terdengar suara atau alunan gamelan Jawa yang nyaring.

Selain Jum’at Kliwon, waktu istimewa di kawasan itu terjadi pada Kamis Wage. Di hari dan pasaran tersebut, konon akan banyak kera yang berkumpul di atas Kedung Kayang. Kemisteriusan Air Terjun Kedung Kayang, menjadi tambahan daya tarik lokasi ini.

Tips Mengunjungi Air Terjun Kedung Kayang

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika akan berkunjung ke Air Terjun Kedung Kayang. Itu berkaitan dengan letak air terjun ini secara geografis. Berikut ini beberapa  tips berkunjung ke Air Terjun Kedung Kayang Magelang.

PAda Musim liburan besar air terju kedung kayang dipadati pengunjung
Musim rame. Image via: Juicytrip
  • Persiapkan Fisik

Mencapai titik air terjun, dibutuhkan perjalanan melewati jalan setapak dengan berjalan kaki. Jalur menurun cukup terjal ketika menuju air terjun, bahkan juga menyeberangi sungai. Kondisi jalur itu membutuhkan kekuatan fisik untuk melaluinya.

  • Gunakan Pakaian yang Cocok untuk Aktivitas Outdoor

Pakai pakaian yang bisa membuat keringat cepat kering. Selain menyerap keringat, pakaian termasuk celana juga hendaknya cukup lentur agar tidak menghambat gerakan. Pilih pula alas kaki yang tidak mudah selip. Alas kaki juga hendaknya tidak mudah lepas saat melintasi sungai.

  • Perhatikan Kondisi Cuaca dan Patuhi Instruksi

Saat hujan lebat, biasanya Air Terjun Kedung Kayang tertutup untuk aktivitas wisata. Pengunjung yang tiba saat sedang turun hujan lebat akan dilarang turun ke sungai oleh petugas demi keselamatan. Hal itu karena hujan lebat turun di tempat yang lebih atas.

  • Lindungi Perangkat Elektronik

Berkunjung ke air terjun tentu harus siap dengan kondisi basah. Siapkan pelindung alat elektronik seperti tas plastik. Masukkan perangkat elektronik ke dalam tas plastik saat melewati beberapa titik rawan basah seperti ketika menyeberang sungai untuk berjaga-jaga andai terpeleset.

  • Tetap Menjaga Kebersihan

Biasanya pengunjung membawa makanan atau minuman untuk dinikmati usai menempuh perjalanan menuju titik air terjun yang cukup melelahkan. Hal itu boleh dilakukan selama kemasan makanan dan minuman tidak dibuang sembarangan.

loket tiket air terjun kedung kayang seklaigus bersebelahand engan kios penjual makanan ringan
Loket tiket. Image via: zanimee.com

Simak juga: Air Terjun Kapas Biru

Objek Wisata Dekat Air Terjun Kedung Kayang

Masih dalam 1 kecamatan, Sawangan, dalam jarak 14 km terdapat objek wisata lain. Yakni Tempat wisata papringan. Objek ini memiliki konsep wisata yang berbeda dengan wisata lainnya, yaitu dengan mendirikan wisata dengan konsep bangunan bambu.

Salah satu spot populer dan paling banyak diminaati pengujung adalah spot Miniatur Menara Eiffel yang dbuat dari  bambu setinggi 3 lantai. Selain itu wisata taman papringan ini tempatnya sangat instagramble banget, cocok bagi pencita selfie dan photografer.

Sedikit lebih jauh, dalam jarak 34 km, terdapat Punthuk Setumbu. Eksotisme panorama mentari yang terbit di pagi hari bisa ditemukan di Punthuk Setumbu. Bukit 400 mdpl ini dulunya merupakan area persawahan penduduk setempat. Namun setelah pemandangan cantik sunrise Borobudur tersaji cantik di berbagai sosial media, tempat ini pun mulai hits dikunjungi wisatawan untuk menanti sunrise.

Itulah sedikit ulasan mengenai tempat wisata Air Terjun Kedung Kayang. Jangan lupa ajak keluarga atau teman-teman anda berkunjung ke wisata ini agar lebih asik menikmati keindahan alamnya.

Selamat Berlibur.

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment