Candi Mendut, Keindahan Magelang Selain Borobuddur

| | ,

Sebagai negara yang memiliki berbagai unsur sejarah yang menawan, membuat Indonesia memiliki berbagai macam bangunan masa lalu dari berbagai peninggalan kerajaan yang berdiri beberapa ratus tahun silam. Bangunan ini menjadi saksi bisu keberagaman budaya yang berpengaruh dari kebiasaan dan kepercayaan masa lalu.

Candi adalah bentuk peninggalan yang sampai saat ini masih berdiri kokoh walaupun, pernah mengalami berbagai macam renovasi. Salah satu keindahannya terletak pada cerita di balik di bangunnya candi tersebut. Salah satunya adalah Candi Mendut yang berada di daerah Magelang, Jawa tengah.

candi_mendut 2
Candi Mendut. Image via: merbabu.com

Simak juga: daftar tempat wisata di Magelang

Candi Mendut

Dilihat dari stuktur candinya sendiri merupakan candi kecil yang terdiri dari satu bangunan saja. berbeda dengan Candi Borobudur, candi prambanan atau candi plaosan yang menarik hati dengan ciri khas mereka yang megah dan menawan hati. Tetapi, jangan salah sangka dahulu bila mendut tidak mempunyai arti yang memikat hati.

Lantaran, kawasan ini ternyata mempunyai peranan yang sangat penting bagi umat Buddha. Memang, tempat ini belum memiliki nama dikalangan sobat native. Tetapi, perlu diketahui bahwa Candi mendut usianya lebih tua dibandingkan dengan candi bororbudur.

Waisak di Candi mendut
Waisak di Candi mendut. Image via: m.medcom.id

Mengunjungi kawasan ini memang wajib mengetahui momen yang tepat. Karena, akan sangat bermakna bila sobat native mengunjungi waktu upacara waisak. Dimana, sobat native akan disuguhkan dengan awal mula perayaan upacara waisak. Sebelum diakhir di candi Borobudur. Dalam perayaan waisak ada berbagai macam rangkaian yang harus dilaksanakan. Dimana, rangkaian ini di sebut juga sebagi tri suci waisak.

dago dream park
dago dream park

Tri yang pertama adalah mengenang kelahiran pangeran siddharta di taman lumbirni pada tahun 623 sebelum masehi. Kemudian, yang kedua saat sang pangeran di angkat menjadi Buddha di Bodhgaya pada usia 35 tahu. Dan yang terakhir adalah meninggalnya Buddha Gautama di kusinara.

Legenda

Dhyani Buddha Vairocana.
Patung dalam candi Mendut. Dhyani Buddha Vairocana. Image via: @marcus_on_site

Bukan Indonesia namanya bila sebuah tempat bersejarah tidak mengenal sebuah legenda atau cerita rakyat. Seperti halnya candi mendut yang terkenal dengan kisah roro mendutnya. Seorang perempuan dari sebuah dusun yang mendapatkan nasib kurang bagus lantaran mempunyai wajah cantik jelita.

Roro mendut awalnya dijadikan selir oleh Adipati Pragola seorang penguasa di kerajaan pati. Kemudian, kerajaan mataram melalui sultan agung menyerang kerajaan pati dan hancurlah kerajaan tersebut. Di bawalah roro mendut oleh sultan agung ke kerajaan mataram.

Awalnya roro mendut ingin dipersunting oleh Tumenggung Wiroguno. Tetapi, karena beliau sudah tua roro mendut pun tak mau dan meminta agar bisa bekerja untuk menebus dirinya dari wiroguno. Nah, cara mencari uangnya dengan menjual rokok yang telah ia hisap. Karena kecantikannya inilah, banyak lelaki yang rela membeli rokok yang telah dihisap oleh roro mendut.

dewi Hariti
Relief Dewi Hariti. Image via: arkeologi.fib.ugm

Baca: keindahan panorama di Ketep Pass

Seiring berjalannya waktu roro mendut pun menemukan seorang lelaki yang mencintainya dan begitu pula dengan dirinya. Tetapi, hubungan asmara tersebut di ketahui oleh tumenggung wiroguno. Akhirnya, mereka pun di bunuh dan konon katanya mayatnya di jadikan sebuah candi yang saat ini bernama candi mendut.

Entah benar ataukah tidak dengan cerita ini, karena namanya legenda adalah cerita turun-temurun dari kakek jaman dahulu hingga cucu jaman now. Tetapi, seperti itulah, kepercayaan masyarakat sekitar mengenai legenda yang tersembunyi di candi mendut.

Sejarah

Baiklah setelah mengetahui cerita legeda yang ada di sini, waktunya sobat native untuk mengetahui bagaimana sejarah lengkap candi ini.  Dimana, kata mendut berasal dari nama venu, vana, mandira. Artinya adalah candi yang berada di tengah hutan bambu.

CAndi sebelum dipugar
Candi sebelum dipugar (tahun 1880). Image via: wikipedia

Menurut buku dari seorang sejarawan terkenal bernama, J.G de casparis, objek wisata ini di bangun pada dinasti syailendra pada tahun 824 M berdasarkan sumber dari prasasti karang tengah. Di dalam prasasti tersebut menyebutkan bahwa, raja indra sedang membangun tempat suci bernama wenuwana yang artinya hutan bambu.


Pada tahun 1836, komplek candi ini pun ditemukan kembali. Hanya saja, bagian dari atap candi yang tidak ketemu. Kemudian, pemerintahan hindia belanda melakukan pemugaran dan renovasi yang diadakan pada 1897 dan 1904. Rekonstruksi kembali di lakukan pada tahap ke dua oleh van erp.

Pada rekonstruksi tahap kedua ini difokuskan untuk pengembalian atap candi, pemasangan stupa. Dan, perbaikan beberapa atap candi. Sayangnya rekonstruksi ini terganjal soal dana. Kemudian dilanjutkan kembali pada tahun 1925. Nah, hasil dari rekonstrusi ini adalah apa yang bisa kita lihat saat ini.

foto di candi mendut
Berfoto di candi mendut. Image via: @rifisundari_11

Baca: uniknya arsitektur Gereja Ayam

Filosofi di Balik Candi Mendut

Berdirinya candi mendut ternyata menyimpan sejumlah pelajaran kehidupan yang disematkan dalam relief-relief. Dimana ajaran tersebut bernama pancatantra yang artinya adalah lima ajaran. Nah, ajaran ini mengandung unsur kehidupan dan kedekatan antara umat manusia dengan para dewa.

Nah, ciri utama dari pancatantra adalah menggunakan tokoh binatang. Sehingga, jumlah relief binatang berjumlah 31. Ada juga berbagai macam tema, seperti angsa dan kura-kura, brahmana dan kepiting, Dharmabuddhi dan Dustabuddhi, serta dua burung betet yang berbeda. Cerita ini memang menarik untuk diisimak dan dijadikan sebagai sebuah pelajaran berharga.

Tantri-2_parrots
Relief 2 burung betet. Image via: wikipedia

Alamat dan Cara Menuju ke Lokasi

Lokasi candi mendut sendiri terletak di Jl Mayor kusem, desa mendut, Kota mungkid, Kabupaten Magelang, 56501. Letaknya tidak jauh dari candi Borobudur dan juga candi pawon yang namanya sedikit demi sedikit mulai menanjak ke permukaan dan diketahui oleh sebagian besar sobat native baik dari nusantara maupun mancanegara.

Menuju ke kawasan ini titik poinnya adalah candi Borobudur. Bila berangkat dari kota Yogyakarta bisa mengaksesnya dari jalan magelang dan ikuti saja jalan hingga sampai di jalan menuju ke candi Borobudur. Dari sini sobat native bisa mengakses beberapa panapan petunjuk yang bisa dijadikan sebagai pemandu.

Sobat native pun juga bisa menggunakan bus. Berangkat dari terminal giwangan atau terminal jombor. Kemudian, turun di terminal magelang dan lanjutkan menggunakan ojek. Waktu tempuhnya kurang lebih 1 jam.

perawatan candi-mendut
Perawatan candi mendut. Image via: republika.co.id

Harga Tiket Masuk

Bagi sobat native yang ingin mengunjungi kawasan ini bisa menyiapkan uang sebesar 5 ribu rupiah. di tambah dengan biaya parkir untuk mobil sebesar 10 ribu rupiah. untuk motor akan dikenakan tarif sebesar 5 ribu rupiah saja.

Jangan lewatkan beberapa warung yang ada di sekitar candi. Ada menu kuliner lezat, ada pula berbagai macam souvenir yang bisa di beli dan dijadikan oleh-oleh. Jangan takut soal harga. karena, sangat bersahabat dan ramah kepada wisatawan.

Untuk jam operasional kawasan ini akan buka pada pukul 7 pagi dan tutup pukul 6 sore. Waktu yang panjang buka untuk menikmati keindahan serta keunikan peninggalan dinasti syailendra ini.

Candi mendut layaknya kawasan candi pada umumnya, dimana memiliki nilai sejarah tinggi yang patut untuk dipelajari. Menikmati candi ini sama halnya menikmati bagaimana sejarah itu hadir. Jadi, saat berada di magelang atau di borobuddur, jangan lupa untuk datang sejenak ke kawasan ini yang menjadi sisi lain kota magelang.

Selamat berlibur!

Candi Mendut, Keindahan Magelang Selain Borobuddur
4.3 (86.67%) 3 vote[s]

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Previous

Bukit Indah Simarjarunjung, Mengagumi Indahnya Bumi Sumatera

Kebun Binatang Surabaya, Ruang Konservasi Satwa di Kota Pahlawan

Next

Artikel Wisata Lainnya

Leave a Comment