Candi Selogriyo, Menyepi Menyendiri di Antara Perbukitan

Di lereng timur kaki Gunung Sumbing, berdiri megah candi berusia ratusan tahun yaitu Candi Selogriyo. Candi ini terletak di lokasi terpencil dari pemukiman penduduk, dan tersembunyi diantara bukit Giyanti , Condong dan Malang.


Candi Selogriyo candi indah peninggalan abad 8 Masehi
Candi Selogriyo. Image via: @candi_selogriyo

Konon candi ini merupakan peninggalan masa kejayaan Hindu abad ke-8 Masehi. Candi Selogriyo adalah sebuah peninggalan purbakala candi ini diperkirakan dibangun pada masa Kerajaan Mataram Hindu.

Candi ini menjadi indikasi sebagai tempat pemujaan para pendeta Hindu yang dahulu lebih memilih tinggal di tempat terpencil. Melihat letaknya, candi ini berada di kaki bukit dan dekat dengan sumber mata air juga sungai.

Candi ini juga dianggap sebagai bukti perkembangan nilai-nilai yang ada di agama Hindu. Keberadaan candi yang berada di ketinggian ini menunjukkan bahwa dewa-dewa bersemayam di tempat yang tinggi.

Alasan ini juga menunjukkan bahwa setiap pemugaran yang dilakukan tidak lalu mengubah keberadaan candi agar makna spiritualnya utuh.

Candi Bersabuk untuk menjaga candi selogriyo dari keruntuhan
Hidden temple. Image via: @candi_selogriyo

Simak juga: Lokasi wisata Hits Magelang

Lokasi Candi Selogriyo

Secara administratif, candi Selogriyo berada di Desa Candisari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Lokasi ini berjarak 12 km dari kota magelang.

Candi Selogriyo berada di lereng timur kumpulan tiga bukit, yakni Bukit Condong, Giyanti, dan Malang, dengan ketinggian 740 mdpl.

Rute Menuju Candi Selogriyo

Dari Kota Magelang ke Kecamatan Windusari ada 2 cara. Pertama, cara yang paling mudah dan cepat adalah lewat Kecamatan Bandongan. Untuk cara ini Pengunjung ikuti saja jalan di Kota Magelang yang mengarah ke Bandongan. Di Bandongan sendiri nanti ada pertigaan dengan penunjuk arah ke Windusari.

Sedangkan cara kedua, adalah rute yang lebih jauh. Tapi sisi plus-nya pemandangan di sepanjang jalan itu sangat indah. Caranya dari Kota Magelang ikuti saja jalan besar arah Semarang sampai tiba di Kecamatan Secang. Nanti ada pertigaan ke arah obyek wisata Kalibening.

Kalau mengikuti rute kedua ini, Pengunjung bakal melewati Desa Payaman. Di sana penduduknya bermata-pencaharian sebagai pengumpul batu-batu kali. Cocok dibuat obyek foto. Apalagi sepanjang perjalanan kanan-kiri jalan penuh dengan hamparan sawah.

Sawah terasering yang indah banyak ditemui dis penajang jalanmenuju lokasi candi selogriyo
Singgah di Jalan. Image via: @tourjogja

Setelah sampai di dusun Selogriyo, untuk menuju Candi Selogriyo harus menyusuri jalan tanah Sempit sejauh 2 km. Mobil tidak bisa lewat, hanya bisa dilalui motor. Pinggir jalan tanah itu jurang yang elok dengan hamparan pemandangan sawah hijau. Jadi sebaiknya lalui dengan jalan kaki saja, sambil menikmati pemandangan..

Untuk pengunjung yang naik mobil ke Candi Selogriyo, mobilnya bisa diparkir di sisi jalan besar sebelum masuk ke Dusun Selogriyo. Kemudian jalan kaki lewat jalan tanah ini.

Jam Buka Candi Selogriyo

Candi Selogriyo buka menerima kunjungan pengunjung, mulai am 08.00 pagi hingga jam 16.00 sore.

Tiket Candi Selogriyo

Untuk bisa menikmati keindahan karya para leluhur negeri dalam wujud bangunan bersejarah ini, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp 5.000.

Fasilitas Candi Selogriyo

Nutk fasilitas penunjang wisata, di Candi Selogriyo sudah terdapat Toilet,

Hal Menarik Mengenai Candi Selogriyo

  1. Struktur Fisik Candi

Candi selogriyo dan beberapa peninggalan kuno di Sekitar candi
Candi dan Sekitarnya. Image via: gpswisataindonesia

simak juga: Candi Badut

Candi Selogriyo terletak di puncak sebuah bukit dengan ketinggian 740 mdpl pada area seluas kurang lebih 300 meter persegi. Candi ini menghadap ke arah timur. Di dalam candi ada sebuah bilik yang sudah kosong. Menurut perkiraan, dahulu di bilik tersebut terdapat lingga-yoni yang menjadi simbol dari dewa Siwa.

Di empat sisi dinding bangunan candi terdapat lima relung yang menjadi tempat arca-arca perwujudan dewa. Arca-arca tersebut adalah Durga Mahisasuramardini di dinding utara. Ganesha di dinding barat, Agastya di dinding selatan, serta Nandiswara dan Mahakala di dinding timur.

Jika dilihat dari ukurannya, candi Selagriyo ini relatif kecil. Denah bangunan candi berbentuk palang dengan ukuran 5,2 m x 5,2 m dengan tinggi sekitar 4,9 meter. Candi ini juga tidak memiliki candi pewara atau candi pendamping, tidak seperti umumnya candi-candi Besar Hindu lainnya yang umumnya memiliki tiga candi pewara.

Salah satu keistimewaan Selogriyo adalah kemuncaknya yang berbentuk buah keben. Kemuncak tersebut disebut amalaka.

  1. Penemuan dan Rekonstruksi

kondisi candi selogriyo tahun 1930 saat belum dilaukan retorasi menyeluruh
Kondisi tahun 1930. Image via: gpswisataindonesia

Candi Selogriyo sendiri ditemukan pertama kali oleh Hartman pada 1835 pada masa penjajahan Belanda. Pertama kali ditemukan kondisi candi tidak utuh seperti sekarang melainkan berupa pecahan – pecahan bagian candi. Oleh karena kondisi tersebut kemudian Hartman membentuk sebuah tim yang bertugas menyusun ulang Candi Selogriyo.

Pada bulan Desember 1998, candi ini hancur karena bukit tempat bangunan berdiri longsor. Hal ini disebabkan letak candi yang berada di atas bukit dan dikelilingi oleh lereng-lereng bukit lain. Karena itu, candi ini dipindahkan posisinya supaya tidak longsor lagi.

Sebelum rekonstruksi ini didahului penelitian dari para ahli arkeologi, juga disetel sementara untuk dicek pada tahun 2000 melalui pembongkaran dari bawah. Sedangkan rekonstruksi di tempat asal candi mulai dilakukan 200.  Proses rekonstruksi ulang selesai pada 2005.

Peristiwa runtuhnya candi itu membawa arti penting bagi candi itu karena saat proses rekonstruksi dilakukan penggalian telah ditemukan bagian atas atau puncak candi

  1. Wisata Budaya

Penari  kuda lumping sering mengadakan pentas di pelataran candi selogriyo.
Penari  kuda lumping. Image via: @senimanjawi

Simak juga: Candi Singosari.

Pada plataran candi ini sering diakakan mentas kebudayaan Jawa. Setiap Bulan Jawa, Suro atau ‘malam Jumat kliwon’ dan ‘malam Selasa kliwon’ dalam kalender Jawa, tempat itu didatangi orang untuk ‘nyuwukke’ kuda lumping.

Supaya pementasan kesenian tradisional itu bisa baik, yang ‘nyuwukke’ di candi ini ada dari Magelang, dan Temanggung. Menurut ketua Kelompok Sadar Wisata Candi, sebelum runtuh pengunjung candi itu selalu ramai. Setiap bulan bisa mencapai 400 orang terutama kalangan anak-anak sekolah.

Pada liburan panjang sekolah, kawasan itu juga digunakan untuk kegiatan perkemahan anak-anak sekolah baik dari Magelang maupun Yogyakarta. Sedangkan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke tempat itu, katanya, setiap bulan sekitar 10 orang.

  1. Wisata Alam

sawah di sekitar candi selogriyo menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung
Sawah Selogriyo. Image via: topindonesiaholidays.com

Para wisatawan selain bisa menikmati candi bersejarah itu juga bisa menikmati keindahan panorama gunung-gunung, persawahan dan perkampungan penduduk setempat yang masih asli.

Berbeda dengan Borobudur, Mendut, Ngawen maupun Pawon, orang-orang asing yang berkunjung ke Candi Selogriyo selalu menyebut perjalanan ini “hiking”, bukan “visiting”. Selain tentang Candi Selogriyo-nya sendiri, beberapa pengunjung sepertinya lebih terkesan pada panorama di sepanjang perjalanan yang mereka lalui.

Akses menuju lokasi candi dari pemukiman penduduk hanya berupa jalan setapak dengan kontur tanah berbatu sepanjang sekitar 2 kilometer. Hal ini tentu cocok bagi yang suka hiking menjelajah alam sambil menikmati suasana pedesaan nan asri .

Di candi ini terdapat mata air berbentuk mirip pancuran. Lokasi pancuran itu berjarak sekitar 10 meter dari candi. Menurut keyakinan warga setempat, konon air pancuran tersebut dipercaya dapat mengobati berbagai macam penyakit dan memberi awet muda. Pemandangan di sekitar candi sangat indah dan udaranya segar karena terletak di kaki gunung.

Selain panorama persawahan dan candi, kawasan ini sesungguhnya masih menyimpan sejumlah potensi wisata. Sekitar 2 kilometer di sebelah utara candi, terdapat curug atau air terjun yang belum punya nama. Namun karena curug itu jarang dikunjungi, guide jarang berani mengantar pengunjung sampai ke sana.

the-dragon-route, sebutan pengunjung asing untuk rute jalans etapak menuju candi selogriyo
The Dragon Route to Selogriyo. Image via: tripadvisor.in

Simak juga: Candi Mendut.

Tips Mengunjungi Candi Selogriyo

Mengunjungi candi tak seperti wisata ke wahana wisata pada umumnya. Perlu kesadaran untuk turut menjaga dan memelihara bangunan candi. Ada etika dan aturan yang mesti ditaati pengelola maupun pengunjung candi. Salah satunya, saat berfoto.

  • Dilarang Merokok

Larangan merokok di area candi biasanya sudah terpampang sejak pintu masuk dan di lokasi-lokasi strategis di candi. Batu-batu candi yang sudah berusia ratusan tahun sangat sensitif terhadap bahan kimia, termasuk asap rokok.

  • Dilarang Duduk atau Memanjat Bagian Candi

Para perancang telah menyediakan jalur khusus untuk berjalan di bagian candi. Aturan ini dibuat sebagai penghargaan terhadap candi dan upaya pelestarian, sebab batu-batu candi yang sudah berumur ratusan tahun lebih mudah rusak.

Memanjat bagian yang dilarang dipanjat, hanya untuk pose foto bisa mengakibatkan kerusakan. Bahkan menyentuh atau memegang pun bisa mempercepat keausan.

Berpose di Halaman Candi. Image via: https://www.msn.com/id-id/travel/ideperjalanan/daftar-5-rekomendasi-destinasi-dengan-pemandangan-indah-di-magelang-selain-candi-borobudur/ar-BBTSH2S

  • Dilarang Corat-Coret

Aksi vandalisme memang menjadi masalah di manapun. Apalagi kalau hal itu dilakukan di atas batu candi yang usianya ratusan tahun. Kegiatan corat-coret yang tidak bertanggung jawab dan tidak menghargai nilai estetika dan kebersihan suatu objek wisata. Aksi corat-coret ini bisa diganjar tindakan hukum.

  • Jangan Nyampah

Kesadaran akan membuang sampah bekas makanan atau minuman masih sangat rendah. Apalagi kalau hal itu dilakukan di area candi. Para orang tua, ingatkan anak-anak untuk tidak membawa makanan atau jajanan di area candi atau membuang sampah sembarangan.

Sudah saatnya ketika mengajak anak-anak, kita juga membangun kesadaran mereka. Bahwa Candi adalah peninggalan bersejarah dan tempat yang disucikan oleh penganut agama tertentu.

Gerbang Candi Selogriyo
Gerbang Candi. Image via: @candi_selogriyo

Objek Wisata Dekat Candi Selogriyo

Magelang memang pusat wisata percandian. Seperti diketahui 2 candi monumental ada di kabupaten ini. Candi Borobudur dan Candi Mendut hanya berjarak 28 km dari candi Selogriyo. Kedua candi monumental itu merupakan 2 candi populer dari agama Budha.

Candi Borobudur merupakan candi budha terbesar di dunia. Sedangkan candi mendut merupakan candi tempat menyimpan Obor Perayaan Waisak, yanga nnatinya akan dipakai di Borobudur.

Setelah sedikit hiking di candi Selogrito, mungkin pengunjung Ingin hiking beneran. Jika demikian bisa memilih untuk mengunjungi Gunung Andong yang masih berada di sekitar magelang. GUnug andong berjarak 32 km dari candi selogriyo. Di gunung dengan ketinggian 1726 mdpl ini, pengunjung bisa merasakan sensasi mendaki, tanpa harus menjadi pendaki pro atau anggota mapala.

Candi Selogriyo layaknya kawasan candi pada umumnya, memiliki nilai sejarah tinggi yang patut untuk dipelajari. Menikmati candi ini sama halnya menikmati bagaimana sejarah itu hadir. Jadi, saat berada di magelang atau di borobuddur, jangan lupa untuk datang sejenak ke kawasan ini yang menjadi sisi lain kota magelang.

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment