Candi Singosari, Karya Terakhir Kerajaan Singasari

Wilayah kota Malang selain terkenal dengan wisata dataran tinggi yang sejuk, juga banyak memiliki wisata sejarah yang penuh nilai-nilai budaya masa lalu. Banyak tempat wisata sejarah di sekitar kota Malang yang menarik perhatian pengunjung. Baik itu museum-museum maupun candi-candi Candi yang merupakan warisan sejarah dari masa lalu tak ternilai harganya.


Candi singosari
Candi Singosari. Image via: @fajarindrayunanto

Semua hal yang merupakan kebangaan bangsa itu pantas untuk dikunjungi saat berkunjung ke daerah Malang. Beberapa candi  yang ada di sekitar Malang adalah Candi Mendut, candi sumberawan, candi jago, Candi Singosari dan banyak lagi Candi lain di sekitar pegunungan Arjuna. Kali ini nativeindonesia.com mengajak untuk menyelami lebih jauh soal Candi Singosari

Komplek percandian menempati areal 200 m × 400 m dan terdiri dari beberapa candi. Candi ini juga dikenal dengan nama Candi Cungkup atau Candi Menara ini, menunjukkan bahwa Candi Singasari adalah candi yang tertinggi pada masanya, setidaknya dibandingkan dengan candi lain di sekelilingnya. Namun saat ini di kawasan Singhasari hanya Candi Singhasari yang masih tersisa, sedangkan candi lainnya telah lenyap tak berbekas.

Pintu masuk terlihat sederhana tanpa bingkai berhiaskan pahatan. Di atas ambang pintu terdapat pahatan kepala Kala yang juga sangat sederhana pahatannya. Adanya beberapa pahatan dan relief yang sangat sederhana menimbulkan dugaan bahwa pembangunan Candi Singhasari belum sepenuhnya terselesaikan.

Candi_Singosari
Sudut lain candi Singosari. Image via: wikipedia

Simak juga: daftar tempat wisata di Malang yang populer

Sejarah Candi Singosari

Berdasarkan penyebutannya pada Kitab Negarakertagama pupuh 37:7 dan 38:3 serta Prasasti Gajah Mada bertanggal 1351 M yang terletak di halaman kompleks candi, candi ini merupakan tempat “pendharmaan” bagi raja Singhasari terakhir, Kertanegara, yang mangkat pada tahun 1292 akibat istananya diserang tentara Gelang-gelang yang dipimpin Jayakatwang. Kuat dugaan, Candi ini tidak pernah selesai dibangun.

Kapan tepatnya Candi Singhasari didirikan masih belum diketahui, namun para ahli purbakala memperkirakan candi ini dibangun sekitar tahun 1300 M, sebagai persembahan untuk menghormati Raja Kertanegara dari Singhasari. Setidaknya ada dua candi di Jawa Timur yang dibangun untuk menghormati Raja Kertanegara, yaitu Candi Jawi dan Candi Singhasari. Sebagaimana halnya Candi Jawi, Candi Singhasari juga merupakan candi Syiwa. Hal ini terlihat dari adanya beberapa arca Syiwa di halaman Candi.

Candi-Singosari-
Candi saat pertama ditemukan. Image via: ngalam.co

Lokasi Candi Singosari

Candi Hindu – Buddha peninggalan bersejarah dari Kerajaan Singhasari ini berlokasi di desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Indonesia, sekitar 10 km dari Kota Malang,  di Jalan Kertanegara, No 148. Candi ini berada pada lembah di antara Pegunungan Tengger dan Gunung Arjuna pada ketinggian 512 m di atas permukaan laut.

Rute Menuju Candi Singosari

Akses menuju Candi Singosari sangat mudah, bisa menggunakan kendaraan pribadi roda 4, kendaraan roda 2 maupun bus pariwisata ukuran besar maupun kecil bahkan bisa juga menggunakan kereta api.

Dengan angkutan umum Bus

Dari Surabaya ataupun malang bisa mengunakan Bus. Dari Surabaya bisa menggunakan bus jurusan Malang, sebaliknya dari Malang bisa menggunakan Bus Juarusan Surabaya.

Kemudian turun di pasar Singosari atau tepatnya jalan Kertanegara.  Kemudian naik delman kurang lebih 1,5 km menuju Candi Singosari.

Dengan Kereta Api

Dari Surabaya ataupun malang bisa mengunakan Kereta Api. Dari Stasiun Surabaya Gubeng bisa menggunakan kereta api Penataran Jurusan Blitar. Sebaliknya dari Stasiun Malang bisa menggunakan kereta api Penataran Jurusan Surabaya.

Pengunjung bisa turun di Stasiun Singosari. Dari stasiun Singosari lanjutkand neganjalan kaki sekitar 700 meter sampai di pasar Singosari. Kemudian dilanjutkan dengan delman menuju Candi Singosari.

Foto di candi 2
Moment kebersamaan di Candi. Image via: @metrika_vindia

Tiket Masuk Candi singosari

Tarif masuk lokasi Candi seenarnya gratis. Namun pengunjung biasanya memebrikanuang secara sukarela sebesar Rp 5.000m- pada penjaga candi. Namun walau gratis,setiap pengunjung yang datang diwajibkan mengisi buku tamu.

Jam Buka Candi Singosari

Candi Singosari dibuka dari jam 07.30 – 16.00 WIB.

Fasilitas Candi Singosari

Bagi pengunjung wisata sejarah Candi Singosari, tidak perlu mengkawatirkan mengenai fasilitas penunjang. Walau lokasi ini bukan diperkotaan, namun fasilitas yang disediakan pengelola telah cukup memadai.

Fasilitas yang tersedia meliputi: Lahan parkir, Warung atau tempat makan, Toilet umum, Mushola, dan Gazebo untuk bersantai setelah jalan jalan keliling taman candi.

Aktivitas Menarik di Candi Singosari

Ada berbagai kegitan liburan menyenangkan yang bisa dilakukan di area Candi Singosari ini. Beberapa diantaranya meliputi:

1. Hunting Foto

Foto di candi
Foto cantik di candi. Image via: @mbolangjatim

Dalam masa kamera sudah menjadi barang sehari hari dan berfoto sudah menjadi menu wajib. Orang yang berekreasi ke suatu tempat sepertinya wajib untuk membawa kamera. Dengan foto, walaupun tidak membeli souvenir, pengunjung masih punya kenang-kenangan. Bahkan kenangan berupa foto terasa lebih prifat dari pada souvenir yang sering kali adalah produk masal.

Bagi yang suka fotografi outdoor atau luar ruangan, bisa menyalurkan kesukaan untuk mengabadikan momen-momen dan pemandangan yang ada di Candi Singosari. Bentuk candi yang unik dan eksotis sangat pas sebagai latar belakang foto.

Pengunjung juga bisa memfoto relief-relief yang terlihat menghiasi dinding candi. Di area Candi juga ada arca raksasa yang memegang gada bisa dijadikan spot foto berikutnya. Yang jelas pengunjung tidak akan pernah kehabisan ide foto di tempat ini.

2. Arca Dwarapala, Patung Penjaga Terbesar di Dunia

Dwarapala Singosari
2 Arca Dwarapala beda pose. Image via: idsejarah.net

Arca Dwarapala dalam agama Hindu dilambangkan sebagai patung penjaga candi. Dwara berarti jalan dan Pala berarti penjaga. Jadi, Dwarapala bisa diartikan sebagai penjaga jalan atau pintu gerbang pada candi atau istana. Dwarapala digambarkan sebagai raksasa menyeramkan yang membawa gada, seperti yang terlihat di Candi Singosari.

Keunikan dua arca Dwarapala di Candi Singosari selain karena bentuknya yang sangat besar, juga pose berbeda dari kedua arca. Arca Dwarapala yang ada di selatan menghadap ke utara dengan posisi jongkok. Tangan kanan memegang gada dan tangan kiri memegang lutut. Dwarapala yang ada di utara menghadap ke timur, tangan kanan memberikan kode dua jari dan tangan kiri memegang gada terbalik.

Perbedaan ini konon menyesuaikan tugas masing-masing. Dwarapala dengan kode dua jari memiliki arti mengingatkan rakyat untuk taat beragama.

Kedua arca tersebut menggunakan mahkota dengan ukiran ular dan lambaian tengkorak. Terdapat anting (kundala) bermotif tengkorak pada telinga serta motif yang sama pada kalung (hara) yang ada di leher Dwarapala. Hiasan lain yaitu terdapat selempang/tali kasta (upavita) yang menyilang dengan hiasan ular. Dwarapala ini juga menggunakan kelat bahu (keyura), gelang tangan (kankana) dan juga gelang kaki.

3. Candi yang Setengah Jadi

Bagian bawah belum berukir
Bagian bawah belum berukir. Image via: jejakpiknik

Hal lain yang menarik untuk diamati pada Candi Singosari ini adalah hiasan candi. Umumnya bangunan candi di hias dengan hiasan yang rata pada seluruh badan atau bagian candi. Pada Candi Singosari kita tidak mendapatkan hal yang demikian.

Hiasan Candi Singosari tidak seluruhnya diselesaikan. Kuat dugaan bahwa Candi Singosari dahulu belum selesai dikerjakan tapi kemudian ditinggalkan. Sebab-sebab ditinggalkan tersebut dihubungkan dengan dengan adanya peperangan. Yakni serangan dari Jayakatwang dari kerajaan Gelang-gelang terhadap kerajaan Singhasari yang terjadi pada sekitar tahun 1292. Serangan raja Jayakatwang tersebut dapat menghancurkan kerajaan Singhasari. Raja Kertanegara beserta pengikutnya dibunuh.

Diduga  karena masa kehancuran (pralaya) kerajaan Singhasari itulah, maka Candi Singosari tidak terselesaikan dan akhirnya terbengkalai.

Ketidak selesaian bangunan candi ini bermanfaat juga bagi kita yang ingin mengetahui teknik pembuatan ornamen (hiasan) candi. Tampak bahwa hiasan itu dikerjakan dari atas ke bawah. Bagian atas dikerjakan dengan sempurna, bagian tubuh candi (tengah) sebagian sudah selesai sedangkan bagian bawah sama sekali belum diselesaikan.

4. Arca Arca Berserakan

Arca rusak
Arca Dewi Parwati. Iamge via: macigo.com

Di halaman Candi Singosari terdapat beberapa arca yang tampak berserakan. B eberapa diantaranya berupa tubuh dewa/dewi meskipun bisa dibilang tidak utuh lagi. Bahkan terdapat satu arca Dewi Parwati yang memiliki bagian kepala yang terlihat “aneh”. Nampaknya bagian tersebut bukan merupakan kepala arca yang sebenarnya. Kepala arca yang sebenarnya diduga putus dan tidak ditemukan kembali.

Terdapat pula Arca Rsi Agastya. Sebenarnya terdapat banyak arca arca yang utuh dan bernilai seni tinggi di lokasi ini, Namun zaman kolonial, sebagain besar arca terbagus diambil dan sekarang tersimpan di Institut Tropika Kerajaan, Leiden, Belanda.

Lokasi Wisata Dekat Candi Singosari

Setelah puas melihat lihat candi Singosari, pengunjung tidak perlu kawatir kehabisan tempat wisata. Jika masih ingin melanjutkan perjalanan wisata, ada berbagai tipe tempat wisata yang bsia dipilih.

CAndi sumberawan
Candi Sumberawan. Image via: @gita_trinovanda_yulistya

Jika ingin melanjutkan ke lokasi yang juga masih berkaitan dengan sejarah klasik, bisa melanjutkan ke Candi Sumberawan yang hanya berjarak 1.8 km.

Jika ingin berwisata dengan tema sejarah, namun dari masa yang lebih modern, tentu museum adalah pilihannya. Di dekat lokasi ini terdapat Museum Angkut yang jaraknya hanya 15.1 Km, dan Museum Satwa yang jaraknya hanya 14.2 Km.

Namun jika ingin melanjutkan perjalanan wisata ke lokasi yang lebih modern, seperti taman hiburan dan sejenisnya, di sekitar sini ada banyak pilihan. Dalam radius kurangd ari 14 km, pengunjung bsia menemukan : Batu Secret Zoo sejauh 13.9 Km, Taman Rekreasi Jawa Timur Park 2 sejauh 14.2 Km, Wahaan Edukasi Green Park sejauh 14.5 Km, Taman Safari Prigen sejauh 12.4 Km, dan Jawa Timur Park 3 sejauh 12.4 Km.

Sekian dulu obrolan kita seputar loaksi wisata sejarah di Malang ini. Ingat jika main ke sana, jangan sampai ketinggalan menikmati semua keseruan yang ada, mulai dari foto foto sampai mengamati relief. Dan satu hal yang harus diingat selalu adalah, jadi wisatawan cerdas. Jangan merusak Warisan Sejarah ini, baik itu berupa membuang sampah apalagi mencorat coret. Ambil hanya Foto, tinggalkan hanya kenangan.

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment