Candi Badut, Mengenal Lebih Dekat Candi Tertua di Jawa Timur

Obyek wisata Candi Badut menawarkan suasana yang sejuk dengan pepohonan dan taman yang tertata rapi. Suasana sekitar Candi yang indah dengan rimbun beberapa pepohonan. Pengunjung dapat berfoto ria dengan latar candi yang memiliki nilai budaya tinggi.


Candi Badut
Candi Badut. Image via: malangtimes.com

Angin sejuk terasa tatkala pengunjung duduk atau sekadar rebahan di rerumputan taman di sekitar candi. Bangunan Candi Badut yang berada pada pemukiman penduduk tidak mengurangi keindahan bangunan tersebut.

Petugas cagar budaya kota Malang sangat cekatan dalam memelihara dan menjaga areal bangunan candi Badut ini. Terlihat dengan sarana prasarana, misalnya MCK di area candi yang bersih. Keindahan taman juga terjaga dengan baik oleh para petugas cagar budaya.

Saat dipandang, tampak bangunan candi bersiram cahaya matahari di antara barisan berbagai jenis bunga. Bunga-bunga itu tertata rapi dan rumput yang hijau juga melengkapi sebagai lantai sekitar candi.

Pengunjung juga dapat memanfaatkan waktu untuk menambah pengetahuan.  Pengunjung bisa bertanya pada petugas bangunan candi tentang situs purbakala. Atau bisa dengan melihat plang informasi candi. Terkadang pada hari libur liflet atau buku kecil yang memuat informasi candi Badut, bisa ditemui yang dijual di sekitar lokasi candi. Pengunjung cukup membayar biaya pengganti cetak sebesar Rp 5.000 sampai Rp 10.000 per buah.

Asrinya Candi Badut
Asrinya Candi Badut. Image via: @naila_aunika

Simak juga Lokasi Indah lain di Malang.

Sejarah Candi Badut

Candi Badut merupakan satu candi peninggalan Kerajaan Kanjuruhan yang terletak di kota Malang.

Usia candi ini diperkirakan lebih dari 1400 tahun. Candi ini dibangun untuk memuliakan Resi Agastya yang sangat diagungkan oleh Raja Gajayana seperti yang tertera di Prasasti Dinoyo bertahun 760M.

Gajayana juga membuat arca perwujudan dari Resi Agastya dari batu hitam. Sayangnya, arca ini tidak dapat ditemukan saat penggalian dan pembangunan kembali Candi Badut. Yang terdapat hanyalah Lingga dan Yoni, simbol Siwa dan Parwati serta arca Durga Mahisasuramardini.

Candi ini ditemukan pada tahun 1921, dimana bentuknya pada saat itu hanya berupa gundukan dari reruntuhan bebatuan bercampur tanah. Orang pertama yang memberitakan keberadaan Candi Badut adalah Maureen Brecher, seorang kontrolir bangsa Belanda yang bekerja di Malang.

Candi Badut dibangun kembali pada tahun 1925-1927 di bawah pengawasan B. De Haan dari Jawatan Purbakala Hindia Belanda. Dari hasil penggalian yang dilakukan pada saat itu diketahui bahwa bangunan candi telah runtuh sama sekali, kecuali di bagian kaki yang masih dapat dilihat susunannya.

Batu-batu yang ada di sekitar kemudian dipilah-pilah dan dikumpulkan menurut jenis dan ukurannya. Atas dasar inilah kemudian dicoba untuk menyusun bangunan Candi. Pada tahun 1926 seluruh bangunan bagian kaki dan tubuh dapat dibangun kembali, kecuali bagian atapnya yang tidak ditemukan.

sisi kanan candi Badut
Sisi Kanan Candi. Image via: @___telorceplok

Lokasi Candi Badut

Secara administratif candi badut terletak di dusun Karang Besuki, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lokasi candi ini berada di dekat Universitas Ma Chung, sekitar 15 menit berjalan kaki ke arah Timur.

Rute Menuju Candi Badut

Rute Candi Badut dapat dicapai dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Jika menggunakan kendaraan pribadi dari Kota Malang, rute yang paling mudah yaitu lewat Jl. Retawu di sebelah utara Museum Brawijaya. Ikuti jalan ke arah barat melewati Jl. Bondowoso, Jl. Raya Tidar, Jl. Puncak Mandala, Jl. Puncak Yamin, Jl. Esberg, lalu belok kanan melewati ujung Jl. Himalaya pangkalan mikrolet trayek Arjosari-Tidar.

Dari pangkalan microlet ini, pengunjung akan menemui Jl. Candi. Lokasi candi berada di kiri jalan di depan TK Dharma Wanita II Karangbesuki.

Jika menggunakan angkutan umum, dari kota Malang bisa naik mikrolet jurusan Arjosari-Tidar dan turun pojok Jl. Himalaya. Dari sini, pengunjung harus berjalan ke arah utara kira-kira 300 meter hingga sampai lokasi candi.

Rejang Renteng Candi Badut
Rejang renteng. Image via: @moh.badarrisqullah

Jam Buka Candi Badut

Candi Badut buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB sampai 15.00 WIB. Namun, apabila Pengujung berupa rombongan ingin berkunjung di waktu lain, hanya perlu berkoordinasi dengan pihak pengelola.

Tiket Candi Badut

Bangunan Candi yang menghadap ke arah barat ini tidak dikenakan tarif khusus. Hal ini dikarenakan tempat ini selain memiliki fungsi sebagai wisata sejarah juga digunakan untuk upacara keagamaan bagi pemeluk agama Hindu.

Pengunjung dan rombongan hanya perlu membayar seikhlasnya. Biaya tersebut akan digunakan untuk biaya perawatan ringan pada areal candi.

Fasilitas Candi Badut

Candi ini memang bukan merupakan objek wisata utama di Kota Malang, namun soal fasilitas terbilang cukup lumayan. Fasilitas dasar seperti MCK, musala, dan kios makanan sudah ada di sekitar candi ini.

Untuk parkir kendaraan, pengunjung bisa meletakkan kendaraan di lapangan di samping kawasan candi. Pengunjung sebaiknya mengunci ganda kendaraan Anda untuk menjamin keamanan, karena tidak ada tukang parkir.

prewedding Candi Badut
Prewedding. Image via: @lm87photography

Keunikan Candi Badut

Candi Badut ditemukan kembali oleh pakar arkeologi Belanda di tahun 1923. Candi ini diduga dibangun jauh sebelum masa pemerintahan Raja Airlangga, masa dimana candi-candi banyak dibangun di Jawa Timur. Candi ini diperkirakan merupakan candi tertua di Jawa Timur.

Candi Badut termasuk peninggalan sejarah yang unik. Berbeda dengan candi-candi lain di Jawa Timur yang umumnya dibangun dengan menggunakan batu bata merah, Candi ini dibuat dengan menggunakan batu andesit.

Ciri khas lain yang membedakan Candi ini dengan candi lain di Jawa Timur, yaitu pahatan Kalamakara yang menghiasi ambang pintunya. Pada umumnya, relief kepala raksasa yang terdapat di candi-candi Jawa Timur dibuat lengkap dengan rahang bawah. Namun Kalamakara yang terdapat di Candi Badut dibuat tanpa rahang bawah, mirip dengan yang didapati pada candi-candi di Jawa Tengah.

Kalamakara tanpa rahang bawah
Kalamakara tanpa rahang bawah. Image via: terakota.id

Tubuh candi Badut yang tambun juga lebih mirip dengan candi di Jawa Tengah. Candi ini juga memiliki kemiripan dengan Candi Dieng di Jawa Tengah. Khususnya dalam hal bentuk tubuh candi serta relief yang simetris. Candi ini diyakini sebagai candi Siwa, walaupun sampai saat ini belum ditemukan arca Agastya di dalamnya.

Dinding candi terdapat hiasan relief burung berkepala manusia serta peniup seruling. Selain itu, pada keempat sisi candi juga terdapat relung yang berhiaskan bunga serta burung berkepala manusia. Pada sisi utara dinding luar, terdapat arca Durga Mahisasuramardini yang terlihat rusak. Pada sisi selatan, seharusnya terdapat arca Syiwa Guru serta bagian timur terdapat arca Ganesha. Namun, keduanya kini sudah tidak ada di tempatnya.

Baca juga keunikan Candi Singosari.

Mengenal Candi Badut

Bangkitkan Spirit Candi Badut
Membangkitkan Spirit Lama. Image via: tribunnews.com

Berdasar strukturnya, Candi Badut dibagi menjadi tiga bagian, yakni bagian kaki, badan, dan puncak. Bagian kaki (Upapitha) disebut Bhurloka, sebuah gambaran dari alam manusia. Bagian ini ditopang oleh alas penyangga yang berbentuk persegi panjang berukuran 14,1 meter X 18,9 meter.

Lapik ini terdiri dari tiga perbingkaian datar dengan tinggi masing-masing 30 centimeter, 40 centimeter, dan 20 centimeter. Bentuk kaki candi ini polos tanpa pelipit maupun ornamen yang detail. Pada sisi barat terdapat tangga selebar 1,48 meter dengan delapan anak tangga.

Bentuk pipi tangga ini lengkungan berujung ukel. Sedangkan pangkal pipi tangga berhias Kala Naga. Masing-masing pipi tangga bagian luar berhias Kinara, Burung Kahyangan.

Bagian Badan candi berbentuk persegi ukuran 7,5 meter X 7,4 meter dengan tinggi 3,62 meter. Dengan bingkai bawah terdiri dari pelipit polos, padma berpelipit dan setengah bundaran berpelipit. Bagian badan ini dinamakan Vimana yang disebut Bwahloka, gambaran alam dengan langit.

Sedangkan bagian puncak yang dinamakan Cikhara disebut Swahloka, gambaran alam sorgawi atau kayangan para dewa. Namun sayangnya untuk bagian puncak candi sudah sulit untuk diamati, karena bagian ini sudah tak tampak jelas. Akibat beberapa kali dilakukan upaya penggalian di masa silam hasilnya tidak ditemukan beberapa bagian penting dari Candi Badut.

Meneruskan Perdaban
Transfer Peradaban. Image via: kompas.com

Objek Wisata Dekat Candi Badut

Setelah puas berwisata di Candi ini, namun tetap ingin melanjutkan berwisata ke objek yang berbau sejarah, bisa melanjutkan ke Museum Angkut. Museum angkut jaraknya 12 Km dari Candi Badut. Museum yang beralamat di Jln. Terusan Sultan Agung No 2, Kota Batu, memiliki koleksi mobil antik dalam jumlah besar.

Jika ingin melanjutkan wisata ke lokasi wisata yang menggabungkan unsur pendidikan dan rekreasi, bisa mencoba melanjutkan wisata ke Wahana Edukasi Batu Eco Green park. Objek wisata yang beralamat di Jln. Oro Oro Ombo No 9A, ini menyajikan tema alam. Berbagai paket wisata itu meliputi: petualangan di hutan, mendaur ulang sampah, bertemu hewan-hewan di peternakan, beo cantik, dan ada juga wisata melihat kerusakan alam yang terjadi disebabkan oleh tangan-tangan nakal manusia.

Candi Badut adalah objek wisata di Malang yang memadukan antara lokasi wisata dengan penanaman cinta budaya bangsa dan edukasi sejarah. Perpaduan 3 hal ini menjadi tempat rekreasi yang wajib untuk dikunjungi ketika berada di kota Malang.

Nah, kapan nih sobat native ajak keluarga berkunjung ke sini?

Selamat berlibur!

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment