Hutan Mangrove Tarakan, Kawasan Konservasi yang Menyenangkan Untuk Berwisata

Kawasan Hutan Mangrove Tarakan begitu asri. Berhiaskan pepohonan yang tumbuh telah lama mengiasi kawasan ini. Pengunjung dapat berjalan-jalan sambil menikmati asrinya hutan bakau sambil diiringi tarian indah monyet bekantan di pepohonan hutan mangrove.

Kawasan Hutan Mangrove Tarakan begitu asri. Berhiaskan pepohonan yang tumbuh telah lama mengiasi kawasan ini. Pengunjung dapat berjalan-jalan sambil menikmati asrinya hutan bakau sambil diiringi tarian indah monyet bekantan di pepohonan hutan mangrove.
Hutan Mangrove Tarakan. Image via: @tarakantourism

Tempat wisata Hutan Mangrove menjadi salah satu tempat favorit di Tarakan karena sangat sejuk, terawat, dan masih alami. Menariknya, selain menjadi objek wisata, kawasan Hutan Mangrove ini juga menjadi paru-paru Kota Tarakan, serta sebagai pelindung dari abrasi air laut.

Untuk menyusuri hutan ini, pengunjung bisa berjalan menapaki kayu ulin berbentuk jembatan panjang di kawasan Hutan Mangrove. Pengunjung juga bisa bertemu dengan satwa endemik, yakni bekantan. Sejenis kera langka khas Kalimantan yang sangat dilindungi.

Selain melihat keunikan dari para faunanya, pengunjung juga dapat menyaksikkan aneka flora yang juga menghiasi kawasan hutan mangrove ini. Panoramanya pun begitu asri, dengan rindangnya mangrove, dimana ada perpaduan antara hutan mangrove dengan segala kekayaan alamnya yang mempesona.

Menariknya lagi, pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai pepohonan yang rata-rata telah berumur puluhan bahkan ratusan tahun lamanya

menyusuri Hutan Mangrove Tarakan.
Hutan Mangrove Tarakan. Image via: travelerien.com

Simak juga: Lokasi wisata seputar Balik Papan

Lokasi Hutan Mangrove Tarakan

Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) atau lebih umum dikenal sebagai Hutan Mangrove Tarakan, berada di Jalan Gajah Mada, Tarakan, Kalimantan Utara.

Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) ini terletak di jantung kota, membuat kawasan wisata ini mudah untuk ditemukan oleh para pengunjung yang hendak mengunjungi kawasan ini.

Rute Menuju Hutan Mangrove Tarakan

Akses Hutan Mangrove Tarakan juga sangat mudah dijangkau, karena masih terhitung berada di pusat kota Tarakan ini. Lokasi ini bahkan berdekatan dengan kompleks Pasar Gusher yang menjadi sentral bisnis perekonomian Kota Tarakan.

Pengunjung dapat menggunakan kendaraan sewa ataupun kendaraan umum seperti angkot dan hanya memakan waktu sekitar 5 menit saja.

Bekantan di Akar mangrove di kawasan hutan mangrove tarakan
Bekantan di akar mangrove. Image via:  indonesia.go.id

Jam Buka Hutan Mangrove Tarakan

Lokasi konservasi sekaligus wisata di tengah kota Tarakan ini buka dari jam 09.00 hingga 17.00.

Kalau mau melihat Bekantan dalam jarak dekat, bisa datang ketika waktu pemberian makanan tambahan. Yaitu jam 09.00-10.00 atau makan sore jam 15.00. Di luar jam itu, mereka lebih senang bersembunyi di pepohonan.

Tiket Hutan Mangrove Tarakan

Untuk masuk ke kawasan konservasi di tengah kita ini, pengunjung diminta membayar tiket masuk sebesar Rp 5000.

Fasilitas Hutan Mangrove Tarakan

Berbagai fasilitas penunjang wisata yang dibutuhkan telah dibangun didalam kawasan hutan mangrove ini. Dengan satu catatan bahwa semua pembangunan fasilitas penunjang itu tidak merusak ekosistim dan suasana keasrian yang ada.

Fasilitas yang paling menonjol tentu saja berupa jalan setapak menyerupai jembatan kayu yang membelah kawasan hutan. Ada juga mushola yang dibangun di tengah-tengah teduh kawasan hutan.

Daya Tarik Hutan Mangrove Tarakan

  1. Hutan Mangrove

Area Hutan Mangrove Tarakan mempunyai area yang luasnya sekitar 21 hektar. Menariknya, selain menjadi objek wisata, kawasan hutan mangrove ini juga menjadi paru-paru kota Tarakan serta sebagai pelindung dari abrasi air laut.
Hutan Mangrove. Image via: pesona.travel

Simak juga: Desa Adat Ratenggaro, NTT

Area Hutan Mangrove Tarakan mempunyai area yang luasnya sekitar 21 hektar. Menariknya, selain menjadi objek wisata, kawasan hutan mangrove ini juga menjadi paru-paru kota Tarakan serta sebagai pelindung dari abrasi air laut.

Hutan Mangrove Tarakan menjadi habitat alami pohon-pohon bakau dan juga fauna khas Tarakan. Bahkan, karena kekayaan faunanya, Hutan Mangrove Tarakan juga dijadikan laboratorium hidup oleh para peneliti baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Udara asri nan sejuk akan menyambut kehadiran kita begitu menapaki KKMB. Hiruk pikuk dan panas Kota Tarakan serasa sirna. Jalan setapak dari kayu ulin berbentuk jembatan panjang akan mengantar pengunjung  ke dunia yang damai.

Di kanan-kiri jalan setapak itu, pepohonan tumbuh rapi rapi. Sebut saja jenis api-api (Avicennia spp.), pidada (Sonneratia spp.), hingga kendeka (Bruguiera spp.), yang semua tumbuh subur.

  1. Bekantan

waktu Makanan Tambahan bagi bekantan di hutan mangrove tarakan bsia menjadi atraksi wisata yang seru
Makanan Tambahan. Image via: mongabay.co.id

Hutan Mangrove Tarakan dihuni oleh sekelompok Bekantan. Satwa pemalu yang kerap disebut “Monyet Belanda’ karena berhidung mancung ini, didatangkannya dari Kecamatan Segah, Kabupaten Berau. Kini di lokasi ini terdapat sekitar 37 ekor Bekantan.

Bekantan di KKMB ini diberi makanan tambahan pisang kepok. Pisang ini bukanlah makanan asli bekantan di habitatnya. Makanan asli Bekantang adalah pucuk daun mangrove tertentu ataupun pucuk bakau yang tumbuh subur di KKMB.

Pemberian makanan tambahan dilakukan pagi dan sore hari. Biasanya, bekantan yang senang hidup berkelompok itu akan mendatangi “meja makan” sekitar jam 9 pagi dan 3 sore Wita. Saat kelompok bekantan ini makan akan terlihat aksinya yang unik, sebagian akan makan dahulu dan sebagian lagi mengawasi sekitar.

Patung Bekantang di dalam kawasan utan mangrove tarakan menjadi icon kawasan ini .
Patung Bekantang. Image via: @fadlanahmad94

Simak juga: Pantai Tanjung kasuari, Papua Barat

Saat jam amkan ini, pengunjung bisa melihat dari jarak cukup dekat. Tapi sebaiknya jangan terlalu dekat kalau ingin memotret.

Di Indonesia, bekantan merupakan satwa yang dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Bagi pelanggar, akan dipidana dengan kurungan paling lama 5 tahun dan denda Rp100 juta.

Di tengah berbagai ancaman dan tekanan habitat terhadap kehidupan bekantan, keberadaan KKMB sangatlah penting sebagai upaya penyelamatan bekantan dan kekayaan flora fauna lainnya dalam ekosistem perairan Kalimantan.

  1. Keindahan Panorama

Cantiknya Hutan Mangrove Tarakan.
Cantiknya Hutan Mangrove Tarakan. Image via: news.detik.com

Keunikan dan pesona kkmb bukan hanya “monyet belanda”nya dan Pohon bakaunya semata. Ada hal lain, yalni panaroma atau view perpaduan suasana alam laut dan hutan mangrove yang dinamis. Dengan segala kekayaan flora dan faunanya.

Ketika air surut, Pengunjung bisa melihat keindahan pohon bakau dari pucuk pohon sampai ke akar-akar tunjang yang berjuntai mencengkram tanah berlumpur. Sementara itu para bekantan dan kera ekor panjang bermain di antara perakaran pohon-pohon bakau sambil mencari ikan dan kepiting.

Pada saat air surut akan nampak pula gundukan-gundukan tanah “istana kepiting”. Kepiting dengan aneka warna dapat pengunjung temukan di sekitar aliran sungai di tengah Hutan Bakau Tarakan ini.

Ketika air surut, pengunjung dapat juga mengamati ikan “unik” yang dikenal sebagai ikan gelodok atau tempakul berlompatan, bertarung, sembunyi di lumpur atau “memanjat” pohon bakau. Tak jarang ikan ini mengeluarkan suara “klok-klo-klok” yang cukup keras sehingga menciptakan suasana khas pesisir.

Ada beberapa spesies ikan jenis ini yang dapat kita lihat. Bila beruntung kita bisa juga bertemu dengan “komodo mini”, biawak, yang panjangnya bisa mencapai sekitar 2 sampai 3 meter. Biawak umumnya merangkak di atas pohon atau di balik perakaran mangrove.

  1. Fauna Lumpur

Gerbang Masuk kawasan Hutan Mangrove tarakan.
Gerbang Masuk kawasan Hutan. Image via: travelerien.com

Simak juga: Tenangnya Pantai Mrutu

Panaroma kedua adalah ketika air mulai pasang kira-kira setinggi 60 cm dari dasar pantai. Pada saat itu, pengunjung bisa melihat ular-ular laut berenang, ikan, dan berbagai biota laut yang saat tertentu kita bisa lihat.

Ini juga saat yang tepat bagi pengunjung yang tertarik untuk mendapatkan pengalaman unik yang berkesan, yaitu menangkap kepiting tradisional “ambau”. “ambau” adalah sejenis perangkap kepiting yang sederhana tetapi praktis.

Panaroma ketiga adalah ketika air pasang naik maksimal, sekitar 10 cm dibawah jembatan ulin. Kita seolah-olah berada di lautan anatra tegakan-tegakan berbagai spesies pohon mangrove yang asri.

Tips Mengunjungi Hutan Mangrove Tarakan

Bagi pengunjung yang ingin mengetahui tingkah laku kawanan bekantan, si monyet belanda, maka disarankan untuk hunting dengan kamera video atau photo, lebih baik bila dilengkapi dengan tele.

Santai di bawah teduh pepohonan hutan mangrove tarakan.
Santai di bawah teduh mangrove. Image via: travelerien.com

Objek Wisata Dekat Hutan Mangrove Tarakan

Tarakan yang berada di dekat laut tentu saja memiliki beberapa wisata yang berkaitan dengan pantai. Selain hutan mangrove Tarakan, ada Pantai Kuning. Panati ini membentang sepanjang kurang lebih 1 km di sisi timur Kalimantan.

Dengan ombak yang tak terlalu besar dan pasir putih yang halus, destinasi tempat wisata di Tarakan satu ini populer sebagai salah satu tujuan untuk menyegarkan pikiran.

Ada juga Pantai Tanjung Batu. Sesuai dengan namanya, di obyek wisata Tarakan satu ini pengunjung akan melihat indahnya hamparan pasir pantai yang berbingkai bebatuan karang. Juga menikmati sejuknya pepohonan yang ada di pingggiran pantai. Pantai Tanjung Batu juga memiliki ombak yang tenang sehingga menambah teduh suasana di tempat wisata ini.

Itulah beberapa daya tarik tempat wisata hutan Mangrove Tarakan di Kalimantan Utara. Sudah temukan ketertarikan untuk mencoba mengunjunginya?

Baca juga:

Leave a Comment