Kampung Berua, Perkampungan Indah Di Padang Karts Terbesar ke-3 Dunia

Kampung Berua Maros, sebuah perkampungan yang dikelilingi gunung-gunung karst yang sangat unik menjulang tinggi dengan hutan tropis di sekelilingnya. Konon kabarnya, daerah ini merupakan tempat persembunyian para pejuang bangsa yang berada di sekitar Maros & Pangkep takkala.

Kampung Berua Maros, sebuah perkampungan yang dikelilingi gunung-gunung karst yang sangat unik menjulang tinggi dengan hutan tropis di sekelilingnya
Kampung Berua. Image via: traveltodayindonesia.com

Selain keunikan bukit karst, kampung ini menjadi semakin unik karena hanya dihuni oleh beberapa keluarga, bahkan tidak sampai 20 keluarga. Warga kampung ini sangat menjaga keasrian alamnya.

Ketika berkunjung ke kampung ini, pengunjung bisa melihat keseharian masyarakat yang bepergian menggunakan perahu. Mereka naik perahu untuk berangkat ke sekolah atau pun bekerja. Para wisatawan pun bisa mengikuti kegiatan warga menjalankan aktivitas sehari-hari. Bisa juga tinggal dengan warga setempat untuk berlibur.

Rumah-rumah itu ber desain rumah panggung tradisional yang bisa memberikan pengalaman menarik untuk mencoba tinggal. Dan tentu menjadi bagian kecil dari budaya masyarakat setempat. Bisa ditanya sama penduduk lokal, rumah mana yang bisa kita sewa jika ingin menginap.

Di atas Padang Ammarung terdapat semacam bale-bale dari kayu, yang menurut pemiliknya yang juga menjual berbagai makanan dan minuman ringan di tempat tersebut. Bale-bale ini juga disewakan dan bisa dipakai menginap jika ingin merasakan nuansa alami tidur di atas Padang Ammarung tersebut.

rumah panggung di kampung Berua
Rumah panggungn Kampung Berua. Image via: kompasiana.com

Simak juga: Ragam Wisata Kabupaten Maros

Lokasi Kampung Berua

Lokasi Lampung berus Rammang Rammang tidak sulit dicapai, karena letaknya di jalur antara Kota Makassar dengan Tana Toraja, tepatnya di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Hanya saja, untuk mencapai tempat ini memang memerlukan usaha yang lebih karena pengunjung harus menyeberangi sungai dengan kapal.

Rute Menuju Kampung Berua

Sebagai jalur yang menyambung dua destinasi wisata besar, remang remmang sudah pasti tidak sulit untuk mencapainya. Jika ingin berkunjung dengan mobil pribadi, dari Kota Makassar bisa mengarahkan kendaraan lewat jalur menuju Maros.

Jalur paling mudah adalah dengan mengikuti rute angkutan umum Pangkep. Rute ini akan melewati Bandara Internasional Sultan Hassanudin, kemudian melintasi pertigaan Semen Bosowa. Dari pertigaan itu, arahkan kendaraan ke kiri untuk menuju dermaga Salenrang.

Jalan Kayu Kampung Berua
Jalan Kayu Kampung Berua. Image via: rizkeyandita

Mobil atau motor bisa kita titipkan di dermaga ini untuk melanjutkan perjalanan dengan kapal.

Sedangkan jika kita memilih angkutan umum, mulailah perjalanan dari Kota Makassar dengan menggunakan pete-pete, sebutan untuk angkutan kota di Makassar, yang menuju Pangkep. Pengunjung bisa turun di pertigaan Semen Bosowa. Selanjutnya berjalan kaki sebentar menuju dermaga Selenrang.

Dermaga Selenrang menyediakan kapal-kapal wisata yang tarifnya sekitar Rp 200.000 untuk kapasitas hingga empat orang dan Rp 250.000 untuk kapal berkapasitas hingga 7 orang. Jika datang dengan kelompok lebih besar, ada baiknya menyewa kapal yang berkapasitas hingga 10 orang dengan tarif sekitar Rp 300.000.

Jam Buka Kampung Berua

Kawasan Kampung Berus adalah kawasan perkampungan yang didiami warga lokal. Meski penyewaan perahu untuk akses menuju dalam itu masih terbatas, tapi memang aktifitas di Kampung Berus bisa dikatakan berlangsung selama 24 jam

Tiket Kampung Berua

Tiket memasuki Kampung Berua jadi 1 dengan tiket Rammang-Rammang. Sesampai di dermaga Rammang-Rammang, pengunjung akan menjumpai loket penjualan tiket masuk seharga Rp 2.500 per orang.

Panorama yang Mempesona
Mempesona. Image via: ramahtraveler.com

Simak juga: Sungai Pute, Jalur Masuk Rammang-Rammang

Fasilitas Kampung Berua

Tepat di depan Dermaga Sunga Pute saat turun dari perahu, terdapat beberapa warung makan yang bisa menjadi tempat persinggahan atau tempat bersantai. Disana bisa menikmati makanan ringan seperti, indomie, mie bakso, pisang goreng, ngopi-ngopi, nge-teh, minuman botol dingin, maupun jajanan snack-snack ringan.

Jika beruntung, bisa memesan udang galah yang langsung dipanen dari tambak-tambak ikan dan udang yang ada di Kampung Berua ini.

Untuk penginapan, pengunjung bisa menginap di rumah-rumah warga yang memang disediakan untuk menginap.

Daya Tarik Kampung Berua

  1. Telaga atau Taman Bidadari

Lokasinya berada di tengah bukit kapur dimana sumber airnya berasal dari celah bebatuan kapur. Untuk dapat sampai ke spot ini maka diperlukan sedikit perjuangan. Karena untuk mencapai-nya perlu sedikit sedikit mendaki bukit kapur.

Pagi di Kampung  Berua.
Pagi di Kampung  Berua. Image via: @Visit_Sulsel

Trekking di jalan setapaknya yang penuh dengan pecahan batu-batu kapur. Diperlukan sedikit kewaspadaan dengan ketajaman batunya karena bisa melukai kaki jika sampai terbentur. Karena air di Telaga ini yang sangat jernih, maka penduduk setempat menjadikannya sebagai salah satu sumber mata air tawar untuk kebutuhan sehari-hari.

Menurut mitos rakyat setempat, Telaga ini dinamakan Taman Bidadari karena dulunya merupakan tempat berkumpulnya para Bidadari untuk mandi.

  1. Gua Telapak Tangan

Salah satu keunikan kawasan sekitar kampung Berua adalah banyak dijumpai gua – gua dengan ornamen unik dan sungai bawah tanah. Gua – gua yang terbentuk dari pelarutan batu gamping tidak hanya dapat dijadikan sebagai tempat wisata alam namun merupakan bukti yang menyimpan sejarah kehidupan manusia di zaman purba.

Lukisan Gua Telapak Tangan di dekat kampung berua.
Lukisan Gua Telapak Tangan. Image via: nou22femme

Simak juga: Jejak Purba di Gua Telapak Tangan Kalimantan

Selain Gua prasejarah Leang – Leang, kawasan karst Maros banyak terdapat situs purbakala diantaranya Gua Telapak Tangan. Perjalanan menuju ke Gua Telapak Tangan memakan waktu kurang lebih 45 menit. Untuk mencapai gua, pengunjung harus menaiki beberapa buah anak tangga.

Lukisan telapak tangan terdapat di langit – langit gua seukuran tangan anak kecil. Gambar telapak tangan ini hanya berjumlah satu buah saja dengan lima jari yang utuh.

Di gua yang berbeda, bekas cap tangan berupa empat jari saja seukuran tangan orang dewasa yang dicat menggunakan tinta merah. Selain gambar telapak tangan, juga terdapat gambar lainn yang menyerupai gambar ikan dan tombak.

  1. Padang Ammarung

Ada sebuah spot di atas bukit, dimana pengunjung bisa melihat view Kampung Berua dari atas ketinggian. Spot ini menyajikan pemandangan sangat indah dari atas bukit. Untuk sampai ke sini juga lumayan jauh jalannya.

padang ammarung rammang-rammang
Padang Ammarung. Image via: rinisetia.tumblr.com

Pengunjung tinggal jalan lurus aja menyusuri pematang sawah dan tambak-tambak ikan, kemudian menyeberang jembatan kayu di atas aliran sungai Pute. Kemudian memanjat bukkit-bukit berbatu keabu-abuan, hingga tiba di puncak bukitnya.

Spot lainnya adalah Goa Kelelawar, Situs Pasaung, Situs Karama dan lain sebagainya. Silahkan dieksplore atau tanya ke guidenya ya bro sis, karena sejujurnya saya belum sempat sampe ke spot-spot itu berhubung hanya punya waktu setengah hari dan kudu langsung ke airport untuk balik ke Jakarta, hufff nantikan kehadiranku next time deh !

Persawahan Kampung berua
Persawahan Kampung berua. Image via: nativeindonesia.com

Simak juga: Pantai Asmoro, raja Ampat dari Malang

Tips Mengunjungi Kampung Berua

Perjalanan wisata di kampung Berua membutuhkan sedikit energi dan kekuatan fisik ya gaes, karena untuk menjelajah seluruh spot alami di Kampung Berua ini. Maka harus dilakukan dengan jalan kaki alias trekking.

Jangan lupa siapkan sandal gunung atau sepatu kets. Siapkan topi atau syal pelindung kepala dan tentunya sesuaikan kostum atau baju yang nyaman di tubuh, karena pengunjung akan diajak menyusuri pematang sawah, tambak-tambak ikan. Dan yang paling seru adalah naik turun bukit berbatu yang cukup tajam.

Penginapan Kampung Berua
Penginapan Kampung Berua. Image via: traveltodayindonesia.com

Objek Wisata Dekat Kampung Berua

Selain Kampung Berau Rammang-rammang di maros ada kompleks karst lainnya, yaitu Taman Prasejarah Leang-Leang. Berada dalam wilayah Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Leang-Leang dikelilingi oleh perbukitan karts seperti Rammang-rammang. Hal menarik dari tempat ini adalah lukisan dinding yang mirip kehidupan manusia prasejarah.

Selain wisata prasejarah, di Maros ada juga wisata selfie. Salah satu yang terkenal adalah Bulu tombolo. Tempat ini menyuguhkan pemandangan alam terbuka dari atas ketinggian. Hamparan pegunungan berbaris dengan paduan sawah terlihat indah dan unik dari gardu pandang yang disediakan.

Tersedia beberapa sarana pendukung telah dibangun oleh masyarakat sekitar, termasuk mendirikan spot selfie dari bambu untuk mengikuti trend wisata hits kekinian.

Jika rekan-rekan menyukai jenis tempat wisata alternatif seperti ini, mungkin ini bisa direkomendasikan untuk anda kunjungi di Tanah Borneo.

Selamat berlibur

Baca juga:

Leave a Comment