Taman Nasional Ujung Kulon Dengan 10 Aktivitas Serunya

Mendengar nama Taman Nasional Ujung Kulon tentu yang terbayang adalah sebuah tempat di ujung barat. Bayangan ini tidak salah, karena Ujung Kulon memang adalah ujung barat dari Pulau Jawa.


Ujung Kulon merupakan daerah yang ditetapkan sebagai kawasan Taman Nasional dengan luas 122.956 hektar. Dari luasan itu 44.000 hektar diantaranya berupa wilayah lautan.

Kekhususan yang membuat Ujung Kulon ditetapkan sebagai situs warisan dunia, selain dari faktor hutan lindung yang masih masih bagus adalah keberadaan badak cula satu.

Spesies ini di seluruh dunia jumlahnya tidak lebih dari 70 ekor, dengan 60 ekornya berada di Taman Nasional Ujung Kulon. Badak bercula satu adalah hewan endemik yang hanya ada di daerah Ujung Kulon.

Taman Nasional Ujung Kulon
Taman Nasional Ujung Kulon. Image via: donilaksono

Mungkin ada yang bertanya kenapa urusan pelestarian lingkungan kok bisa dibicarakan oleh nativeindonesia.com? Hal ini karena Ujung Kulon bukan hanya penting dari sisi pelestarian alam.

Ujung Kulon juga adalah tempat yang sangat indah untuk dikunjungi. Kondisi alam yang masih belum banyak terjamah manusia, ditambah dengan pulau-pulau disekitarnya membuat Ujung Kulon merupakan tempat yang pantas untuk dimasukkan ke dalam daftar wisata.

Simak juga: review wisata Pantai Sawarna

Badak Cula 1
Hanya di Indonesia, Badak Cula 1. Image via: rri.co.id

Sejarah Taman Nasional Ujung Kulon

Kawasan Ujung Kulon pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh seorang ahli Botani Jerman, F. Junghun pada Tahun 1846, ketika sedang mengumpulkan tumbuhan tropis. Meskipun letusan Krakatau pada 1883 telah menyapu bersih kawasan Ujung Kulon, akan tetapi beberapa tahun kemudian diketahui bahwa ekosistem-vegetasi dan satwaliar di Ujung Kulon tumbuh baik dengan cepat.

Perkembangannya kemudian pada 1992 melalui Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 284/Kpts-II/1992 tanggal 26 Februari 1992, di mana Ujung Kulon ditunjuk sebagai Taman Nasional Ujung Kulon.

Taman Nasional Ujung Kulon yang ditetapkan sebagai Natural World Heritage Site oleh Komisi Warisan Dunia UNESCO pada 1992 memiliki luas 122.95 Ha yang terdiri dari kawasan darat sebesar 78.619 Ha dan perairan sebesar 44.337 Ha.

Taman Nasional Ujung Kulon memiliki beragam jenis satwa liar baik bersifat endemik maupun penting untuk dilindungi. Secara umum kawasan ini masih mampu menampung perkembangbiakan berbagai populasi satwa liar.

Beberapa jenis satwa endemik penting dan merupakan jenis langka yang sangat perlu dilindungi adalah Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), Owa Jawa (Hylobates moloch), Surili (Presbytis aigula) dan Anjing hutan (Cuon alpinus javanicus).

peta
Peta Ujung Kulon. Image via: detikcom

Baca: info seputar Pantai Anyer

Lokasi Taman Nasional Ujung Kulon

Letak Taman Nasional Ujung Kulon berada di Provinsi Banten. Tepatnya di Kecamatan Sumur dan kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten. Taman nasonal ini bisa dijadikan salah satu tujuan wisata, diantara berbagai tujuan wisata di banten.

Rute Menuju Taman Nasional Ujung Kulon

Bila wisatawan ingin berkunjung ke Taman Nasional Ujung kulon, dari Kota serang, Ibukota Provinsi Banten hanya akan menghabiskan waktu sekitar 2-3 jam perjalanan darat.

Wisatawan bisa menggunakan kendaraan pribadi atau bus dengan menyusuri jalan antar propinsi menuju ke arah kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Jika berangkat dari dari Kota Tangerang. Perjalanan untuk jalur darat diperlukan kurang lebih sekitar 4 jam menggunakan bus atau kendaraan bermotor.

Tiket Masuk Taman Nasional Ujung Kulon

Tiket masuk ke kawasan Taman Nasional ini juga sangat murah. DI hari kerja tiketnya hanya Rp. 5.000,-. Sedangkand I akhir pekan dikenakan biaya Rp. 7.500,-.

Sedangakn jika datang secara rombongan, dengan jumlah minimal 10 orang, biaya karcis turun menjadi hanya Rp. 3.000,- di hari kerja dan Rp. 4.500 di akhir pekan.

Lokasi ini terbuka 24 jam untuk berbagai macam aktifitas. Mulai dari perkemahan, hiking, menyelam, pengambilan gambar, sampai penelitian ilmiah.

KIjang di pantai
Kijang di pantai. Image via: bataritours.com

Simak: info wisata Pantai Carita

Fasilitas Taman Nasional Ujung Kulon

Untuk fasilitas wisata, mengingat luasnya area ini tentu saja tidak tersedia dengan merata di seluruh area. Namun untuk area tertentu, yang ramai dengan kunjungan wisatawan telah tersedia fasilitas memadai.

Seperti misalnya di pulau Peucang dan Pulau Handeuleum telah tersedia fasilitas penginapan dengan kisaran harga Rp 150.000 – Rp 450.000,- per malamnya.

10 Aktivitas Menarik  di Taman Nasional Ujung Kulon

Karena luasnya area taman nasional ini ada berbagai jenis kegiatan yang menyenangkan bisa dilakukan. Mulai dari kegiatan di daratan seperti hiking dan melihat lihat hewan liar, sampai kegiatan bawah laut seperti menyelam dan snorkeling.

1. Pulau Peucang, Hiking ke Karang Copong

Karang_Copong
Karang copong. Image via: indonesiakaya.com

Pulau Peucang menjadi salah satu tujuan utama ke Taman Nasional Ujung Kulon. Di bagian utara pulau ini terdapat sebuah karang yaitu Karang copong, karang mati besar yang berlubang (copong). Hiking ke Karang Copong dimulai dari Dermaga Peucang. Kmeudian masuk ke hutan hujan tropis dataran rendah dan keluar di karang copong.

Sepanjang perjalanan menuju karang copong selama 50 menit, pengunjung dapat melihat hamparan hutan hujan tropis dataran rendah yang masih alami. Pohon-pohon ficus serta Kiara yang besar, burung hantu, tonggeret, babi hutan, Rusa, Merak, dan Monyet adalah pemandangan menyenangkan sepanjang lintasan.

Dari pantai Karang Copong, pengunjung akan melihat pemandangan sun set yang fantastis dengan latar belakang laut yang membentang indah.

Perjalanan ke karang copong ini akan dipandu oleh petugas dari Taman Nasional.

Lihat juga: keindahan Pantai Tanjung Lesung

2. Snorkling dan Diving di Ciharashas, Pulau Panaitan

snorkeling
Janjian ama Nemo di Ujung Kulon. Image via: @ujungkulon_adventure

Terumbu karang di Ciharashas termasuk terumbu karang yang masih dalam keadaan baik di taman nasional. Pengunjung dapat melakukan snorkling dan Diving di tempat ini sambil mengamati ekosistem bawah air yang indah.

Tempat ini dapat dicapai dari Sumur 4-5 jam atau dari Carita 6-7 jam dengan kapal biasa, dan 2,5 jam dari Sumur atau 3 jam dari Carita dengan speed boat.

3. Surfing di Legon Bajo, Pulau Panaitan

Kegiatan ini sangat menarik dan menantang bagi mereka yang suka tantangan. Ombak yang bergulung-gulung dengan pemandangan vegetasi pantai yang hijau menjadikan lokasi ini sangat sesuai untuk kegiatan surfing.

Di tempat ini terdapat pula “One Palm Point” yang menjadi lokasi favorit para surfer.

surfing
Surfing di Legon Bajo. Image via: @mikalabluee

4. Hiking ke Citerjun

Hiking ke Air Terjun Citerjun dapat dilakukan dari Cidaon. Panjang perjalanan kurang lebih 1,5 km. Pada akhir dari perjalanan hiking, pengunjung dapat melepas lelah dengan mandi di air terjun Citerjun yang bening.

Letak air terjun Citerjun ini sangat strategis karena dekat dengan tempat sarana penginapan di pulau Peucang. Di daerah Citerjun ini dapat disaksikan air terjun yang artistik, berupa paduan warna air sungai diantara tepian pantai yang berpasir.

Teras Citerjun ini terbentuk oleh batu kapur dan stalagtit sebagai akibat aliran air sungai Citerjun. Kondisi demikian merupakan hasil dari suatu formasi geologi yang spektakuler.

5. Melihat Banteng di Cidaun

padang banteng
Banteng Viewing di Cidaon. Image via: pulaupeucangresort

Untuk mengikuti kegiatan pengamatan banteng di Cidaon dapat dilakukan dengan menggunakan boat. Kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki ± 250 meter menuju padang penggembalaan Banteng.

Di  padang penggembalaan Cidaon,  melalui menara pengintai pengunjung dapat menikmati atraksi banteng yang sedang merumput, burung merak dan kadang-kadang ayam hutan. Pada cuaca cerah, Banteng umumnya dapat dilihat di pagi hari sekitar pukul 06.00-07.30 dan pada sore hari pukul 16.30.

Bila sore hari, sambil berjalan pulang ke Pulau Peucang, pengunjung dapat menikmati sunset di tepi pantai.

SUnset di ujung kulon
Sunset di ujung kulon. Image via: travel.detik

6. Snorkling dan diving di Cihandarusa, Pulau Peucang

Salah satu daya tarik lain yang menarik di pulau Peucang dan sekitarnya adalah terumbu karang di Cihandarusa. Spot selam ini dapat ditempuh sekitar 15 menit dari Dermaga Peucang.

Pengunjung dapat melihat taman laut yang indah dengan snorkling  atau diving. Tempat ini dapat diakses dari Sumur ± 2-3 jam dengan kapal biasa (slow boat), atau dari Labuan kurang lebih 4-5 jam.

Setelah lelah menyelam, pengunjung dapat makan di restaurant dan menginap di Pulau Peucang.

7. Petualangan Cano di Pulau Pamanggangan, sekitar Handeuleum

Kano
Penjelajahan Kano. Image via: jazztinap

Pulau-pulau kecil di Handeuleum terutama Pamanggangan dan Cikabeumbeum merupakan tempat yang paling tenang untuk berkano. Dengan menyusuri sungai pamanggangan atau Cikabeumbeum yang sangat tenang dan sunyi, pengunjung dapat mengamati berbagai jenis burung seperti Raja Udang, Sruiti, Kangkareng, Rangkong dan kehidupan mangrove.

Ketenangan suasana yang dipadu dengan pemandangan alam yang masih alami seakan membawa pengunjung pada dunia lain. Dengan dipandu oleh petugas taman nasional, pengunjung biasanya menghabiskan waktu 3-4 jam untuk menikmati kegiatan ini.

8. Hiking ke Tanjung Layar

Untuk menikmati Hiking di Hiking Cibom-Tanjung Layar, pengunjung harus menggunakan kapal motor dari pulau Peucang ke pantai Cibom, terus dilanjutkan ke Tanjung Layar (± 45 menit = 1,2 km).

mercusuar_tanjunglayar
Mercusuar Tanjung Layar. Image via: tourdejava

Di Cibom terdapat pula sebuah shelter yang menyediakan informasi mengenai kawasan ini. Jalan setapak menuju Tanjung Layar menyusuri pantai ke arah Barat. Di lokasi ini tersedia mercusuar, dengan pemandangan tanjungan berbatu dan pulau-pulau kecil yang cukup indah dan dapat dinikmati dari puncak menara mercusuar.

Bila dilanjutkan ke Ciramea memakan waktu tambahan ± 2 jam (5 km), menyusuri pantai. Di Ciramea pengunjung dapat menikmati deburan ombak pantai selatan sambil mengamati tempat pendaratan penyu hijau (Chelonia mydas). Kegiatan ini dilakukan dengan didampingi pemandu (petugas taman nasional).

9. Wildlife Viewing di Cigenter

Di sungai Cigenter ini pengunjung dapat menikmati kehidupan liar. Di sini pengunjung diajak untuk menyaksikan kehidupan satwa-satwa di hutan mangrove seperti kehidupan burung-burung, kehidupan reptil dan menyaksikan beberapa ikan sungai yang jarang dijumpai.

Pengunjung dapat pula menikmati air terjun dan kubangan Badak dengan berjalan kaki di hulu sungai ini. Untuk kegiatan ini pengunjung harus dipandu oleh petugas taman nasional dan biasanya menghabiskan waktu sekitar 3 jam. Kegiatan ini bisa diakses dari Pulau Handeuleum.

pokoke hepi
Pokoke Hepi. Image via: @ujungkulon_adventure

10. Trekking ke Cibunar

Kegiatan ini biasanya dimulai dari Pulau Peucang dengan menggunakan speed boat menyeberang ke Cidaon, kemudian dilanjutkan dengan trekking dari Cidaon ke Cibunar, yang merupakan hutan pantai dan hutan hujan dataran rendah yang masih alami.

Di sepanjang perjalanan, pengunjung dapat menemui berbagai macam burung dan vegetasi pakan Badak. Trekking selama 3.5 jam dan dipandu oleh petugas taman nasional ini merupakan perjalanan dari pantai utara menembus pantai selatan dengan perbedaan karakteristik yang menarik. Sesampainya di padang penggembalaan Cibunar, pengunjung dapat menikmati atraksi kumpulan Banteng yang sedang merumput.

Sekian dulu cerita cerita kami dari Nativeindoensia.com soal aktivitas aktivitas seru yang bisa kamu lakukan di taman nasional ujung kulon. Selamat menikmati perjalanan ke alam liar. Dan yang terpenting tetap ingat, ambil fotonya jangan rusak alamnya. Sekecil apapun itu!!

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment