Waduk Jatibarang, Bendungan Indah Pelindung Kota Semarang

Waduk Serbaguna Jatibarang ramai dikunjungi warga Kota Semarang dan sekitarnya, terutama pada akhir pekan. Waduk buatan dengan luas genangan sebesar 189 hektar ini menjadi tempat favorit untuk wisata bersama keluarga, terlebih harga tiket masuk yang sangat murah.


waduk jatibarang
Waduk Jatibarang. Image via: panduanwisata.id

Waduk Jatibarang sebenarnya didesain untuk mengatasi banjir di Kota Semarang. Pembangunan waduk Jatibarang di Semarang didasari oleh bencana banjir besar yang melanda kota Semarang pada tahun 1973, 1988, 1990, dan 1993. Waduk ini mengurangi banjir di Semarang tengah dengan desain banjir 170 m3 per detik.

Waduk (bendungan air) yang terletak di Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati Semarang itu sangat luas. Mencapai area perairan seluas 189 hektare. Yang menarik, dengan airnya yang jernih pengunjung bisa menjelajahi danau raksasa ini dengan naik perahu. Mengelilingi waduk dengan panorama alam perbukitan. Yang hobi mancing sangat kerasan berada di tengah waduk dengan perahu sewaan. Ikan-ikan di waduk juga banyak dan besar.

Saking luasnya waduk ini, di tengahnya ada pulau kecil. Pulau Kreo namanya. Pulau itu dipakai kawasan pembiakan 500 ekor lebih monyet ekor panjang. Keberadaan monyet-monyet ini menambah daya tarik wisata Goa Kreo. Menuju pulau Kreo dihubungkan dengan jembatan gantung di atas waduk.

Yang menarik, menuju Waduk Jatibarang pengunjung akan melewati desa wisata, yaitu Desa Kandri. Penduduk desa menyajikan suvenir dan olahan makanan khas yang menarik.

pesona waduk jatibarang
Pesona Waduk Jatibarang. Image via: www.pu.go.id

Simak juga: pesona wisata Semarang.

Lokasi Waduk Jatibarang

Lokasi wisata Waduk Jatibarang beralamat di Jalan Jatibarang, Kedungpane, Mijen, Semarang.

Kawasan Waduk Jatibarang meliputi dua kecamatan dengan empat kelurahan. Kecamatan pertama adalah Kecamatan Gunungpati dengan Kelurahan Kandri dan Kelurahan  Jatirejo. Kecamatan kedua adalah Kecamatan Mijen dengan Kelurahan Kedungpane dan Kelurahan Jatibarang.

Kantor administrasi atau pengelolaan bendungan berlokasi di Jatibarang sedangkan pintu masuk kawasan bendungan di Gunungpati.

Meski berada di pinggiran kota, menuju Waduk Jatibarang tidaklah sulit. Selain jalannya sudah mulus sampai lokasi, juga tidak terlalu jauh. Dari bandara Ahmad Yani Semarang bisa ditempuh 40 menit dengan jarak sekitar 13 km

Rute Menuju Waduk Jatibarang

Lokasi dan Rute Menuju Waduk Jatibarang Tidak sulit untuk dicapai. Pengunjung bisa menggunakan angkutan umum dengan rute ke Goa Kreo. Bisa juga memilih menggunakan  taksi atau menggunakan kendaraan pribadi.

Jarak yang ditempuh dari pusat kota Semarang kira-kira 13 kilometer. Untuk menuju tempat wisata ini dengan kendaraan pribadi, pengunjung dapat menggunakan jalur dari Kalibanteng.

spot-gardu-pandang Waduk Jatibarang
Spot foto Gardu Pandang Goa Kreo. Image via: explorewisata.com

Dari Kalibanteng, pilih jalur ke Jl. Abdul Rahman Saleh hingga sampai ke Gunungpati tepatnya di Desa Sadeng. Dari sinilah pengunjung bisa mencari sebuah pintu gerbang yang ada tulisan ‘Desa Wisata Kandri’.

Jam Buka Waduk Jatibarang

Lokasi wisata air waduk Jatiberang melayani kunjungan wisatawan, mulai jam 05.00 sampai jam 18.00.

Tiket Waduk Jatibarang

Tiket masuk ke spot wisata Waduk Jatibarang sangat murah yaitu hanya Rp. 2.500.

Fasilitas Wisata Waduk Jatibarang

Fasilitas penunjang di Waduk Jatibarang sudah cukup lengkap. Terdapat sarana parkir luas dekat bibir bendungan. Unutk pengunjung yang mau kuliner, lokasi ini juga lengkap dengan warung-warung makan dan es kelapa muda. MCK dan musala sangat rapi dan bersih.

Plaza Jatibarang
Plaza Jatibarang. Image via: @iwan_fee

Baca juga pesona Kota Tua Semarang.

Selain fasilitas wisata dasar seperti di atas, waduk Jatibarang juga memiliki fasilitas lain. Di tepi Waduk Jatibarang telah dibangun sebuah plaza pertunjukan. Plaza ini dilengkapi tribun penonton yang mampu menampung ratusan orang. Dengan latar belakang pemandangan waduk, tempat ini akan menjadi tempat pementasan kesenian tradisional maupun modern.

Selain itu, fasilitas lain yang telah rampung dikerjakan adalah gardu pandang setinggi 12 meter, pedestrian bermotif warna-warni, halte pengunjung, dan jalan akses masuk kawasan Waduk Jatibarang.

Aktivitas Menarik di Waduk Jatibarang

  1. Memancing

memancing di Waduk Jatibarang
Memancing di Waduk Jatibarang. Image via: hellosemarang.com

Penghobi memancing cukup di manjakan dengan aturan ketat di waduk ini. Di waduk ini ada aturan soal tidak diperbolehkan menjala, menyetrum, meracun. Smua ketentuan itu didesain untuk menjaga ekosistem waduk.

Ada berbagai jenis ikan air tawar di waduk Jatibarang. Beberapa yang sering terlihat seperti Nila, Graskap, Gabus, Ikan Bader, Melem, Kakap Putih, Bawal, dan Patin. Ikan asli atau habitat awal sebelum jadi waduk adalah ikan lele dan Bader. Dari sisi ukuran ikan, bisa dipastikan sudah ada yang lebih dari 3 Kg.

Dari berbagai jenis ikan yang ada di waduk Jatibarang yang masuk kategori sulit untuk di pancing adalah Kakap Putih, Bawal, Patin. Kakap Putih sampai saat ini belum ada yang berhasil memancing. Dari pengamatan saat ikan ini terlihat, sisi bisa diperkirakan ukuran ikan ini sudah bisa mencapai lebih dari 5 Kg.

Rekor tertinggi yang pernah dipancing untuk jenis  Lele, sudah ada yang mencapai ukuran lebih dari 3 Kg. Demikian juga dengan ikan Patin, Graskap dan Gabus.

Super Strike Waduk Jatibarang
Super Strike. Image via: mancingtrus

Jika ingin mancing, pengunjung bisa memilih spot dimana saja. Pengunjung tidak perlu khawatir spot mana saja yang potensial, karena di waduk jatibarang disediakan penyewaan perahu yang bisa di tanyakan spot mana saja yang biasa digunakan untuk memancing.

Ada 3 lokasi penyewaan perahu yaitu Dermaga Pak Juwari dan Mbah Man. Lokasi ini juga cukup dekat. Jika butuh perahu mesin silakan ke dermaga, jika butuh perahu sampan bisa memilih ke Pak Juwari.

Spot lokasi untuk mancing lumut di pinggiran waduk bisa dilakukan di mana saja. Namun banyak pengunjung yang merekomendasikan di sekitar lokasi tempat  Warung Makan Pemancingan. Di sini sambil mancing bisa dengan mudah memesan makanan, Kopi, Nasi, atau Mie hangat.

  1. Wisata Perahu

Jelajah Waduk Jatibarang
Jelajah Waduk. Image via: viapendaki.com

Tertarik dengan Taman Mini Jawa Tengah?.

Waduk Jatibarang yang merupakan satu kawasan obyek wisata terpadu dengan Goa Kreo – Desa Wisata Kandri, kini semakin cantik dan menawan dengan hadirnya wahana perahu wisata waduk Jatibarang. Tempat ini telah beroperasi sejak Juni 2015 lalu, dan para pengunjung waduk dan goa Kreo sudah banyak yang menikmati indahnya mengelilingi pemandangan waduk Jatibarang.

Sebanyak 11 perahu bermesin (speed boat), 6 perahu kayu serta satu jet ski, lalu lalang melayani penumpang dengan kapasitas satu perahu boat untuk empat penumpang dan satu supir. Cukup dengan tarif Rp 100.000untuk Paket A berkeliling ke seluruh pelosok waduk. Sedangkan Paket B dibanderol Rp 60.000 untuk separuh perjalanan Paket A.

Penumpang bisa menikmati jernih air waduk saat sampai di tengah waduk. Dengan berkeliling menyusuri tiap sudut waduk pengunjung bisa melihat sisi Selatan waduk yakni dua tebing yang indah membentang.

  1. Mengunjungi Goa Kreo

Sunset Pulau kreo
Sunset Goa Kreo. Image via: rri.co.id

Goa Kreo merupakan sebuah goa yang dipercaya oleh penduduk sekitar sebagai petilasan dari Sunan Kalijaga. Saat itu beliau berkunjung ke lokasi ini untuk mencari sebuah kayu jati untuk membangun Masjid Agung Demak. Menurut cerita dari warga sekitar, dulu saat Sunan Kalijaga dalam perjalanan mencari kayu, ia bertemu dengan sekawanan kera. Kera-kera itu  yang disuruh oleh Sunan Kalijaga menjaga kayu tersebut.

Kata ‘Kreo’ sendiri memiliki arti sebagai perintah untuk memelihara atau menjaga. Nah dari sana awal mula nama Gua Kreo. Dan kera-kera yang ada disana merupakan penjaga yang diperintahkan itu.

Untuk menuju ke Goa Kreo ini, pengunjung harus berjalan kaki. Lintasan rute melalui jembatan penghubung di atas waduk dan melalui  anak tangga yang cukup banyak.

Di tempat wisata alam ini pengunjung bisa menikmati kesejukan di sekitar goa untuk melepaskan penat. Udaranya yang segar serta ada air dalam jumlah besar menjadikan suasana hati tenteram saat berada disana.

Spot foto Goa Kreo
Spot Foto Goa Kreo. Image via: berkeliling.com

Pengunjung juga bisa bermain dengan sekawanan monyet yang ada disana. Jenis monyet yang ada disini adalah monyet ekor panjang. Pengunjung tidak perlu takut dengan monyet yang ada di sini, karena mereka sudah cukup jinak. Mereka terbiasa untuk berinteraksi dengan manusia. Namun walau demikian, sebaiknya tetap menjaga kewaspadaan. Sebagai binatang liar, kadang mereka bisa bereaksi tidak terduga berbeda dari kebiasaan. Kasus yang paling umum adalah monyet merebut barang bawaan pengunjung.

Objek Wisata Dekat Waduk Jatibarang

Jika telah puas berwisata dengan bermain air, dan ingin melanjutkan perjalanan wisata dengan suasana yang juga syahdu dan khusuk, namun tidak berbau alam, bisa memilih Pagoda Avalokitesvara. Pagoda yang berlokasi di Jalan Perintis kemerdekaan ini, hanya berjarak 20 km dari waduk Jatibarang. Pagoda ini terkenal dengan bangunan dan taman yang indah, sehingga banyak menyediakan pilihan spot foto instagramable.

Taman Firdaus dekat Waduk Jatibarang
Taman Firdaus, 10 km dari Waduk Jatibarang. Image via: @shofianaim

Bagi pengunjung yang ingin menghabiskan hari dengan wisata religi Islami, bisa memilih Firdaus Fatimah Zahra. Lokasi wisata yang jaraknya hanya 10 km dari waduk Jatibarang ini berlokasi di Jl. Muntal, Mangunsari. Lokasi ini dilengkapi dengan gedung pertemuan, replika Kabah, replika Masjidil Haram, replika Masjid Al Aqsa, replika tempat Sa’i, replika bandara dan imigrasi Arab Saudi.

Demikian informasi tentang wisata Waduk Jatibarang Semarang, semoga dapat menjadi referensi bagi aktivitas traveling yang akan Anda lakukan. Selamat berlibur!

 

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment