Gereja Blenduk, Dimana Kunjungan Religius dan Wisata Berdampingan

Gereja Blenduk adalah salah satu salah satu gereja protestan tertua yang ada di Jawa dan masih digunakan hingga saat ini. Gereja yang dibangun oleh Bangsa Portugis pada tahun 1753 dan berdiri kokoh di atas lahan seluas 400m persegi.

Gereja Blenduk adalah salah satu salah satu gereja protestan tertua yang ada di Jawa dan masih digunakan hingga saat ini.
Gereja Blenduk. Image via: jogjaprov.go.id

Awalnya bangunan ini berbentuk rumah joglo biasa dan pada tahun 1787 bentuk gereja ini dirombak secara total dan menambahkannya dua buah menara dan hasilnya sebuah karya yang indah dengan komposisi yang sempurna.

Sampai saat ini, gereja masih digunakan sebagai tempat beribah yang kondisinya masih terawat rapi. Bahkan Gereja Blenduk sendiri pernah mendapatkan penghargaan karya arsitektur kuno terawat untuk kategori tempat ibadah.

Selain digunakan sebagai tempat ibadah, gereja ini juga menjadi destinasi wisata di Kawasan Kota Lama Semarang yang sering dikunjungi wisatawan. Yang menjadikan Gereja Blenduk lebih istimewa dibanding gereja-gereja tua lainnya adalah bangunannya yang bergaya Eropa Klasik yang biasanya ditemui pada abad ke 17 dan 18.

Fasad gereja Blenduk Yang memilki nama resmi gereja GPIB Immanuel
Gereja Imanuel. Image via: panduanwisata.id

Simak juga: lokasi wisata di sekitar Semarang

Sejarah Gereja Blenduk

Nama Blenduk adalah julukan dari masyarakat setempat yang berarti kubah. Nama aslinya GPIB Immanuel Semarang. Ia dibangun pada 1753 dan merupakan salah satu gereja Kristen tertua di Indonesia. Arsitekturnya yang bergaya neo-gothik menunjukkan ada sentuhan Eropa pada proses kontruksinya.

Awalnya, gereja ini berupa rumah panggung khas arsitektur Jawa. Rumah panggung itu lalu dirombak pada 1787. Pada 1894, arsitek asal Belanda H.P.A. de Wilde dan Westmas menambah dua menara dan merenovasi atapnya menjadi kubah.

Gereja Blenduk telah menjadi bangunan cagar budaya. Artinya, bentuk asli gedung itu tidak boleh diubah. Wisatawan boleh masuk ke dalam gereja jika tidak ada acara kebaktian, dengan membayar retribusi.

Gereja Blenduk tahun 1940.
Gereja Blenduk tahun 1940. Image via: wikipedia.org

Lokasi Gereja Blenduk

GPIB Immanuel Semarang sangat mudah dijangkau, apalagi lokasinya begitu terkenal yaitu Kota Lama. Tepatnya berada di Jalan Letjen Suprapto No.32, Tanjung Mas, Semarang Utara, Kota Semarang.

Rute Menuju Gereja Blenduk

Bagi pengunjung yang ingin menuju ke Gereja Blenduk dari Ungaran, dapat menggunakan transportasi umum. Pengunjung  dapat menaiki bus bernomor 2 dari Terminal Ungaran hingga Jl.Doktor Setiabudi, di lanjutkan menggunakan Bus C10 dari Terminal bus Rejomulyo. Pengunjung bisa turun di Halte yang ada di Jl. Mt.Haryono 514, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, kurang lebih 10 menit.

Sementara bagi pengunjung yang datang dari luar semarang menggunakan pesawat, dapat turun di Bandara Ahmad Yani. Perjlanan dilanjutkan dengan menggunakan Bus bernomor 4 yang mengarah ke Tawang. Pegunjung dapat turun di Jl.Gajah mada, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki hingga tiba di tujuan selama kurang lebih 10 menit.

Sementara bagi pengunjung yang menggunakan kereta api dapat turun di Stasiun Tawang. Dari situ dapat melanjutkan perjalanan menggunakan bus no 4 yang mengarah ke Cangkiran, turun di Shelter Balaikota. Dari Shelter tersebut dapat menyeberang dan naik bus yang mengarah ke tawang hingga tiba di Jl.Gajah Mada. Lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Lokasi Gereja Blenduk ada di Kota Tua
Lokasi Gereja di Kota Tua. Image via: pesona.travel

Simak juga: Pantai Tanjung Bastian, sdi Pantai Utara Timor

Jam Buka Gereja Blenduk

Wisatawan dapat masuk dan berwisata di dalam Gereja setiap hari. Asalkan tidak ada acara peribadatan. Gereja buka setiap hari, mulai jam 08.00, hingga jam 15.00.

Tiket Gereja Blenduk

Untuk menikmati keindahan tinggalan sejarah masa kolonial di Gereja Blenduk, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp 10.000.

Fasilitas Gereja Blenduk

Sehubungan dengan lokasinya yang sangat strategis, tentu saja terdapat banyak fasilitas pendukung di sekitar, salah satunya seperti rumah makan ataupun penginapan. Semua nya sangat mudah dijumpai. Mulai dari tempat makan hingga tempat menginap hotel berbintang.

Daya Tarik Gereja Blenduk

  1. Arsitektur Yang Indah

Arsitektur luar gereja BLenduk yang idnah cocok untuk latar berfoto
Spot Foto. Image via: @riffai_fai

Gereja Blenduk memiliki bangunan yang menghadap ke selatan. Arsitektur gereja memiliki bentuk hexagonal dengan kubah. Kubah besar ini dilapisi perunggu, sehingga warnanya kemerahan.

Dinding gereja dicat putih, sehingga sangat cocok dengan warna atap yang merah. Di bagian depan gereja, terdapat empat pilar, yang seolah menyambut kedatangan pengunjung. Ada juga dua buah menara yang masing – masing terdapat jamnya.

Bentuk jendela dan pintu dibuat sangat tinggi, tidak seperti pada umumnya. Jendela pun dilengkapi dengan bilah – bilah kayu sebagai ventilasi pada jendela. Teralis jendela dibuat tinggi memenuhi jendela.

  1. Interior Khas Eropa Klasik

Interior Ruang Utama Gereja Blenduk.
Interior Ruang Utama. Image via: wikipedia.org

Simak juga: Hutan Bonsai NTT

Begitu memasuki ruangan gereja, pengunjung akan disambut ruang kebaktian bergaya klasik. Lantainya pun menggunakan lantai zaman belanda bermotif. Warna cokelat tua dan cokelat muda menjadikan lantai seolah seperti permadani.

Kursi yang digunakan pun masih mempertahankan kursi zaman dulu. Kursi kayu dengan sandaran berupa jaring – jaring dari anyaman bambu. Dindingnya masih menggunakan warna putih, yang sangat cocok berpadu dengan interior cokelatnya.

Di bagian atas, pengunjung akan melihat lampu gantung kristal raksasa. Ditambah lagi, kaca jendela yang memiliki motif dan berwarna – warni. Apabila terkena sinar matahari, cahaya yang masuk pun berwarna mengikuti warna dari kaca.

  1. Orgel Antik

Orgel antik berusia ratusan tahun di gereja Blenduk.
Orgel antik. Image via: travelwithmita

Di dalam Gereja Blenduk, terdapat sebuah orgel raksasa yang begitu menawan. Orgel merupakan alat musik seperti piano sebagai pengiring nyanyian di gereja. Sayangnya, orgel yang ada di gereja ini sudah tidak digunakan karena rusak.

Meskipun sudah rusak, orgel ini tetap terlihat cantik. Masih bersih, terawat, dan indah, cocok untuk hiasan gereja. Terlebih lagi, warna keemasan dan ukirannya menambah kesan klasik nan ekslusif di sini.

Tidak hanya orgel, tangga yang digunakan untuk naik ke orgel pun dibuat istimewa. Bukan tangga biasa, namun tangga dari besi tempa yang dibuat langsung dari Belanda. Warna hitam dan putih yang berpadu dengan ukiran, begitu membuatnya istimewa.

  1. Ruang Kebaktian Utama

ruang kebaktian gereja blenduk berhiaskan orgel antik
Ruang Kebaktian. Image via: klayapan.com

Simak juga: Nikmatnya celah Sempit Air Tagepe

Saat menuju ruang kebaktian utama, pengunjung akan disambut dua pintu besar dari kayu. Pintu ini seolah menjadi gerbang raksasa menuju ke dalam gereja.

Di sekeliling bangunan bagian bawah juga dilengkapi dengan exhaust fan. Adanya exhaust fan menjadi sirkulasi udara sehingga ruangan tidak terasa panas. Ditambah lagi, bangunan juga dibuat tinggi meskipun hanya satu lantai.

  1. Bagian Luar Gereja

Taman Sri Gunting di sebelah Gereja Blenduk.
Taman Sri Gunting di sebelah Gereja. tribunnews.com

Gereja Blenduk berada di kawasan Kota Lama Semarang. Dimana lokasinya dikelilingi oleh bangunan – bangunan tua Belanda. Ini membuat lokasinya sangat indah saat diabadikan.

Tepat di samping gereja juga terdapat taman kecil bernama Taman Srigunting. Pengunjung dapat berfoto di taman ini, dengan latar belakang Gereja.

Wisata semakin lengkap, karena di kawasan taman terdapat persewaan sepeda tua. Pengunjung dapat menyewa sepeda atau sekedar berfoto cantik dengan sepeda. Pengunjung juga dapat menikmati taman ini selama 24 jam, dan tentunya gratis.

Berfoto di samping gereja Blenduk.
Berfoto di samping gereja. Image via: phinemo.com

SImak juga: Air terjun Oehala bertingkat 7

Objek Wisata Dekat Gereja Blenduk

Gereja Blenduk berlokasi di Kota Tua. Hal ini menyebabkan di sekitar Gereja terdapat banyak objek wisata lainnya yang juga bisa dikunjungi sembari berkunjung ke gereja.

Bagi anak milenial yang suka berfoto-foto seru, bisa memilih 3D Trick Art Museum. Di museum ini, bisa berfoto dengan lebih dari 100 latar di empat ruangan. Foto untuk latar belakang ini bertemakan tentang Kota Semarang mulai bangunan khas, budaya, tokoh-tokoh nasional dan dunia, serta beberapa karakter dalam film.

Bagi pecinta barang antik, maka Kota Lama memiliki spot yang menjual aneka barang antik, yaitu Pasar Klitikan Kota Lama. Pasar Klitikan ini menyediakan berbagai barang antik mulai dari otomotif, mesin tulis, botol-botol minuman zaman dulu hingga hiasan dinding kuno. Deretan mobil tua seperti Holden, Volkswagen akan menyambut kedatangan di spot ajaib ini.

Demikianlah sedikit gambaran mengenai keindahan Gereja berusia 300 tahun lebih ini. Jadi jika berkunjung ke Kota Lama Semarang, pastikan singgah ke sudut ini.

Baca juga:

Leave a Comment