Goa Liang Kantin, “Pasar Tradisional” di Gunung Batu Kumpai

Goa liang kantin, sebuah gua purba yang terbentuk sejak ratusan ribu tahun yang lalu. Pembentukan goa sebagai akibat dari proses alam di sekitar area Gunung Batu kumpai.


goa liang kantin sebuah gua besar yang ada di kai gunung batu Kumpai
Goa Liang Kantin. Image via: Yaya Cell

Di wilayah ini banyak terdapat gunung yang menjulang tinggi dan memanjang. Namun gunung-gunung in, seperti halnya semua gunung di Kalimantan, bukan gunung berapi. Hal ini membuat  aman untuk para pengunjung tanpa perlu khawatir risiko gunung meletus.

Tempat ini juga memberikan gambaran sejarah dan menyimpan legenda rakyat yang berkembang sebagai hasil kebudayaan sastra lisan di kalangan masyarakat dayak. Berbagai legenda itu dipicu oleh keberadaan batuan di dalam gua yang mengingatkan kepada bentuk unik, seperti meja kursi, dan peralatan zaman dahulu.

Nama Goa liang kantin sendiri asal dari legenda rakyat yang diperkuat oleh bentuk-bentuk batuan yang menarik ingatkan kepada suasana sebuah kantin. Maka disebutlah tempat ini dengan nama goa liang kantin

stalagmit Goa Liang Kanntin bergelantungan indah mengias dinding dan langit langit goa
Stalagmit. Image via: pariwisata-tabalong

Simak juga: Wisata sekitar Banjarmasin

Lokasi Goa Liang Kantin

Lokasi goa liang kantin Terletak di kampung gendawang, desa Salikung, kecamatan Muara Uya. Tabalong, Kalmantan selatan.

Goa ini Berlokasi di kaki Gunung Batu Kumpai, berjarak sekitar 52 Km dari pusat kota Tanjung, Kab. Tabalong dan masuk sekitar 2 Km dari jalan besar lintas provinsi Kaltim – Kalsel. Jika dihitung dari ibu kota provinsi, Banjarmasin, lokasi ini berjarak 247 km.

Rute Menuju Goa Liang Kantin

Untuk rute sepanjang 52 km dari kota kabupaten, sudah bsia ditempuh dengan mobil maupun motor, karena jalan sudah dikeraskan dengan aspal.

Jika perjalanan dihitung mulai dari kantor bupati Tabalong, perjalanan dmulai dengan: Ke arah selatan di Jl. Mawar menuju Jl. Pangeran Antasari, kemudian, Belok kiri ke Jl. Pangeran Antasari sejauh 260 m, kemudian Terus lurus ke Jl. Cendrawasih. Lalu Belok kanan ke Jl. Belimbing Raya. Lanjutkan untuk mengikuti Jl. Belimbing Raya.

gapura Selamat datang di goa liang kantin menandai pengunjung telah memasuki area wisata
Selamat datang. Image via: Yaya Cell

Kemudian Belok kiri ke Jl. Ir. PH. Moch. Noor. Ikuti jalan ini sejauh sekitar 8 km. Lanjutkan perjalanan dengan memasuki  Jl. Tj. – Kuaro. Tetap di jalan ini sejauh sekitar  41 km. Sesampai di pertigaan Jalan Bakarman, Belok kiri ke Jl. Bakarman Jaro. Tidak seberapa jauh terdapat pertigaan, ambil kiri. Dari sana jarak lokasi parkir sekitar 600 meter lagi.

Jam Buka Goa Liang Kantin

Untuk bisa menikmati keindahan panorama perut bumi did alam goa liang kantin, pengunjung dapat datang pada jam operasional goa, yakni mulai jam 08.00 pagi sampai jam 17.00 sore.

Tiket Goa Liang Kantin

Sampai saat ini belum ada pungutan tiket masuk ke objek wisata goa liang kantin. Namun demikian pengunjung tetap diminta menyiapkan uang untuk biaya parkir, jika membawa kendaraan bermotor. Untuk parkir nilainya Rp 10.000.

Uang mungkin juga diperlukan jika pengunjung ingin menyewa ban pelampung untuk dipakai bermain air di perairan dalam goa.

motor bisa sampai mulut goa liang kantin
Parkir di mulut Goa. Image via: tribunnews.com

Simak juga: Goa Gong

Fasilitas Goa Liang Kantin

Fasilitas goa liang kantin memang belum selengkap fasilitas wisata populer di tempat lain, hal ini bisa dimaklumi karena lokasinya yang relatif jauh. Namun demikian paling tidak sudah ada fasilitas dasar seperti toilet, tong sampah, jalan yang dikeraskan, dan penyewaan ban pelampung.

Aktivitas Menarik di Goa Liang Kantin

  1. Pemandangan Sekitar Goa

di sekitar goa liang kantin persawahan penduduk terbentang luas nampak indah mempesona
Gunung dan sawah. Image via: @ikhsan.bauntungbatuah

Setelah anda memasuki pintu gerbang selamat datang di objek wisata goa liang kantin, anda akan di suguhkan dengan pemandangan dari gunung batu kumpai dan hamparan sawah yang luas.

Area gunung batu kumpai sering kali di jadikan tempat acara oleh pelajar wilayah utara. Salah satu hal penting dari gunung batu kumpai, kawasan ini adalah kawasan Hutan lindung. Sehingga selain memiliki kelebihan keindahan untuk rekreasi, kawasan gunung kumpai memiliki fungsi vital sebagai penyeimbang ekosistem wilayah, Kalimantan, bahkan dunia secara keseluruhan.

Hutan lindung merupakan suatu istilah dari suatu hutan yang dilindungi kelestarian-nya agar terhindar dari kerusakan yang dibuat oleh manusia, tetap berjalan sesuai fungsi ekologis hutan dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. Hutan lindung gunung kumpai mengemban fungsi khusus sebagai hutan lindung di wilayah dataran tinggi sebagai wilayah tangkapan hujan (catchment area), di sepanjang aliran sungai.

  1. Goa yang luas

interior goa liang kantin cukup luas dan lapang
Goa yang luas. Image via: banjarmasin.tribunnews.com

Simak juga: Goa Liang Tapah

Sepintas dari luar goa liang kantin ini biasa-biasa saja seperti goa-goa lain yang ada di alam lainnya. Namun jika pengunjung masuki  menelusuri ke dalam ruangan goa akan mendapati ruang yang cukup lega, lebih besar dari ruang kelas sekolah pada umumnya.

Goa liang kantin juga cukup panjang, sekitar 800 meter. Ujung goa ini berujung dengan menembus hingga pada ujung mulut yang menjadi awal dari aliran sungai bawah tanah dalam goa ini.

Keberadaan kondisi ruang di dalam gua yang lebar dan panjang membuat Goa liang kantin menjadi nyaman untuk dimasuki semua jenis pengunjung. Bahkan bagi pengunjung yang tidak terbiasa dengan jelajah gua atau bahkan pengunjung yang merasa takut dengan sempit.

Ada bagian-bagian gua yang sangat lapang, yang bisa dimasuki oleh semua jenis pengunjung. Sementara itu, ada juga bagian-bagian yang menyempit dan berkelok-kelok penuh dengan tonjolan batu. Pada bagian ini bisa dimasuki dan dinikmati oleh para pencinta Goa sejati yang tidak bermasalah dengan kondisi ruang sempit serta kesan menyeramkan.

  1. Stalagmit dan Stalaktit

Stalagmit indah goa liang kantin memebrikan pemandangan menawan di dalam perut bumi
Stalagmit indah. Image via: justitia

Keberadaan sebuah gua sebagai objek wisata tak bisa dipisahkan dari stalaktit dan stalagmit.  Stalagmit dan Stalaktit yang ada di goa Liang kantin miliki tipe yang pendek dan lebar stalagmit yang ada di sini bukan stalagmit spektakuler yang bertipe kurus tinggi, bahkan hingga membentuk menara seperti yang umumnya terdapat di goa-goa wilayah pesisir Jawa.

Bentuk dari stalagmit ini bermacam-macam, yaitu lebar, pendek, tinggi, kurus, dan ada juga yang seperti menara. Bentuk yang berbeda-beda ini dipengaruhi oleh sedikit banyaknya air yang menetes, ketinggian langit-langit gua, kondisi atmosfer gua, dan kandungan karbonat dalam air yang menetes.

Untuk kasus goa liang kantin dan juga semua goa di wilayah gunung batu, stalagmit nya bertipe pendek lebar. Hal ini diakibatkan karena kondisi Kalimantan yang berada di daerah tropice dengan karbondioksida rendah. Selain itu daerah ini selalu basah. Hal ini mengakibatkan penguapan lebih lambat sehingga bentuk stalagmit nya menjadi relatif lebih lebar dibandingkan dengan daerah-daerah kering yang penguapan airnya jauh lebih cepat

  1. Batuan unik

did alam goa liang kantin terdapat formasi bebatuan yang uni, yang oleh yang melihat akan mengingatkan pada suasana pasar
Batuan unik. Image via: justitia

Simak juga: Goa Pindul

Susunan batu menyerupai aktivitas orang sedang berjualan di pasar atau kantin menjadi ciri khas dari obyek Wisata Gua Liang Kantin, Tabalong. Bahkan karena susunan batu yang aneh itulah membuat gua yang ada di kawasan Gunung Batu Kumpai ini diberi nama Liang Kantin.

Formasi batu ini sekitar 40 meter. Batu itu ada seperti orang jongkok, berdiri dan aktivitas seperti orang sedang membeli maupun menjual. Tinggi batu yang berdiri itu setinggi manusia biasa.

Entah karena terbentuk sendiri akibat proses alam atau karena sebab lain, namun bagi masyarakat setempat beredar legenda di balik misteri adanya susunan batu menyerupai kantin itu. Legendanya orang yang ada di sini adalah dayak kaharingan, beliau-beliau itulah yang hilang di daerah sini tanpa ada kubur dan tahu-tahu ada batu itu.

Selain batu berbentuk kantin, ada juga batu lain yang berbentuk 3 bagian ular. Kepala badan dan ekor. Batu ini juga ada legenda tersendiri. Legenda ini berhubungan dengan Gua Sarang Burung yang masih berada di Gunung Batu Kumpai.

Ular itu sendiri saat ada di Gua Sarang Burung Walet itu ditemukan sepasang suami isteri yang merupakan tokoh dayak dan pemburu. Saat melakukan perburuan ke lokasi Gunung Batu Kumpai menemukan ada seekor ular besar bertapa di goa sarang burung.

Ular itu kemudian dibawa ke goa liang kantin dan dibunuh, dengan cara dipenggal tiga. Bagian tubuh ular itulah yang sekarang menjadi batu yang menyerupai bentuk penggalan tiga bagian ular itu, kepala, badan dan ekor.

ada bnayak sudut did alam goa liang kantin yang akan tampak indah dilihat maupun di foto
Sudut indah. Image via: kalsel.antaranews.com

Objek Wisata Dekat Goa Liang Kantin

Kabupaten Tabalong menyimpan pesona keindahan alam berpotensi untuk perkembnagan pariwisata. Sejuta keindahan alam, budaya dan religi dapat di temui disini. Tidak seberapa jauh dari goa liang kantin, dalam jarak 23 km terdapat air terjun riam Mambanin.

Objek wisata Riam Mambanin sebuah air terjun setinggi 5 meter dan lebar kurang lebih 2-3 meter. Air terjun ini menyajikan pemandangan yang indah. Air terjun dengan kombinasi rimbun pepohonan di sekitar, membuat pengunjung dimanjakan oleh pemandangan. Ditambah dengan sejuk udara khas pegunungan membuat orang betah berada ditempat tersebut.

Jika agak bosan dengan wisata alam dan ingin wisata budaya religi, kabupaten ini juga punya. Dalam jarak 75 km dari goa, terdapat Mesjid Pusaka Banua Lawas. Masjid kuno ini unik dengan berarsitektur tradisional atap tumpang. Bahan masjid terbuat dari kayu, seperti kayu ulin, kayu lanan, kayu kapur naga dan kayu balangiran.

Demikian ulasan singkat kami mengenai keindahan goa liang Kantin. Taka kan rugi jika meluangkan waktu untuk menengok sejenak ke lokasi wisata di kabupaten Tabalong ini. Selamat berwisata.

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment