Pulau Kembang, Kerajaan Kera di Tengah Sungai Barito

Pulau Kembang adalah sebuah daratan atau delta di tengah sungai Barito. Disebut Pulau, karena luasnya yang lumayan besar dan di atasnya terdapat sebuah hutan wisata seluas lebih dari 50 hektar yang bisa dijadikan salah satu tujuan wisata.

Pulau Kembang adalah sebuah daratan atau delta di tengah sungai Barito. Disebut Pulau, karena luasnya yang lumayan besar
Pulau Kembang. Image via: santri-martapura

Di Pulau Kembang, pengunjung bisa menjumpai banyak monyet dan berbagai jenis burung. Salah satu monyet yang bisa kita temui di Pulau ini adalah Bekantan. Agak susah menemuinya karena bekantan sangat pemalu. Hidung bekantan panjang, tidak seperti monyet lain pada umumnya.

Salah satu kekhasan Pulau Kembang adalah adanya kuil yang ada di dalam hutan wisata. Kuil ini bentuknya mirip dengan pendopo, dan digunakan sebagai tempat untuk berdoa bagi beberapa warga Tionghoa di sekitar Banjarmasin.

Ikhwal pemberian nama Pulau Kembang sendiri berasal dari kebiasaan warga setempat yang membawa bunga-bunga sebagai sesaji menuju Pulau ini.

Monyet-monyet yang jumlahnya ratusan di Pulau Kembang adalah monyet yang jinak, karena mereka terbiasa diberi makan oleh pengunjung yang datang berupa kacang. Kacang itu bisa dibeli di tempat wisata, dan banyak penjual yang menyediakannya.

MUlai dari dermaga pulau kembang, pengnjung sudah disambut oleh monyet penghuni pulau
Selamat datang. Image via: @rizalyhadi

Simak juga: tempat wisata sekitar Banjarmasin

Lokasi Pulau Kembang

Pulau Kembang  termasuk di dalam wilayah administratif kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, provinsi Kalimantan Selatan.

Pulau Kembang adalah sebuah delta yang terletak di tengah sungai Barito yang terletak di sebelah barat Kota Banjarmasin.

Rute Menuju Pulau Kembang

Untuk menuju ke Pulau Kembang pengunjung bisa melalui beberapa akses kesana, di antaranya yang paling sering di lewati wisatawan yakni melalui: Siring Sungai Martapura dan Kampung Muara Kuin.

Kalau kita lewat Siring Sungai Martapura, pengunjung bisa menyewa perahu klotok yang setiap hari mangkal disana dengan tujuan Pulau Kembang. Kalau hari-hari biasa agak sepi jadi biasanya sewa per-klotok dengan biaya kurang lebih 300.000/klotok.

Namun kalau kita berangkat ke pulau kembangnya pada musim ramai, akhir pekan atau libur, pengunjung bisa hanya membayar 35.000/orang kalau sudah cukup penumpangnya minimal 12 orang. Lama perjalanan ke Pulau kurang lebih 1 jam.

dalam pelayaran menuju pulau kembang, pengunjung melewati pasar apung banjarmasin
Melewati Pasar Apung. Image via: @duabelasupw

Selama perjalanan pengunjung akan melihat keindahan sungai Martapura dan Sungai Barito yang terkenal itu, kehidupan masyarakat di sekitar sungai beserta beberapa kapa-kapal yang sengaja parkir di pinggiran sungai Barito.

Kalau melalui Kampung Muara Kuin, pengunjung bisa langsung menyewa klotok yang tersedia. Melalui kampung muara kuin ini lebih bagus kalau berangkat nya sebelum matahari terbit, karena melalui wisata Pasar Terapung Muara Kuin.

Lama perjalanan melalui kampung muara kuin ini lebih singkat mungkin sekitar 45 Menit, karena jarak yang di tempuh tidak terlalu jauh, namun itu belum waktu kalau singgah berhenti di Wisata Pasar Terapung.

Jam Buka Pulau Kembang

Pulau Kembang terbuka untuk kunjungan wisatawan, mulai jam 07.00, dan tutup jam 17.00.

Menjelajahi pulau kembang bisa dilakukand engan berjalan diatas jembatan yang disediakan.
Menjelajahi pulau. Image via: @imamisasi

Simak juga: Pantai Teluk Awur

Tiket Pulau Kembang

Tiket masuk ke tempat wisata Pulau Kembang tergolong cukup murah, hanya dengan Rp.7.500/orang (untuk wisatawan lokal), pengunjung sudah bisa masuk dan ber interaksi langsung dengan ratusan kera disana.

Fasilitas Pulau Kembang

Di dalam pulau kembang juga tersedia kamar mandi dan juga warung yang jual makanan-makanan ringan dan minuman. Namun jangan sesekali memperlihatkan makanan atau minuman secara terbuka. Ada resiko akan direbut oleh kera-kera di sana.

Daya Tarik Pulau Kembang

  1. Habitat Monyet

pengunjung pulau kembang bisa berInteraksi dengan Monyet.
Interaksi dengan Monyet. Image via: journesia.com

Pulau Kembang di sebut sebagai kerajaan kera. Terdapat ratusan bahkan ribuan kera di sini. Konon menurut mitos orang setempat terdapat kera yang sangat besar yang di sebut raja dari para kera. Namun tidak hanya kera, kalau sedang beruntung pengunjung bisa bertemu dengan Bekantan.

Bekantan adalah Kera endemik Kalimantan ber ekor panjang yang mempunyai hidung yang mancung dengan warna kekuningan.

Banyak yang bertanya-tanya, bagaimanakah kera yang begitu banyaknya ini bisa tinggal di pulau yang terbuat oleh alam yang tidak terhubung oleh daratan ini. Dalam cerita rakyat setempat, di ceritakan ada salah satu dari keturunan raja di Kuin tidak di karuniai keturunan.

Menurut ramalan ahli nujum pada saat itu jika ingin memiliki anak maka harus berkunjung ke Pulau Kembang dengan mengadakan upacara badudus (mandi-mandi). Setelah beberapa waktu sepulang mengadakan upacara di Pulau ini ternyata istri dari keturunan raja yang dimaksud hamil.

pengunjungd apat bercanda akrab dengan monyet penghuni pulau kembang
Pelukan Kangen. Image via: @reniesya6380

Simak juga: Danau Purba Tolire

Begitu bahagianya keluarga raja mendengar hal gembira tersebut. Maka raja yang berkuasa memerintahkan petugas kerajaan untuk menjaga pulau tersebut agar tidak ada yang merusak dan mengganggunya.

Petugas kerajaan yang mendapatkan perintah menjaga Pulau Kembang itu membawa dua ekor kera besar, jantan dan betina yang diberi nama si Anggur. Konon menurut cerita yang beredar setelah sekian kera yang ditinggalkan berkembang biak dan menjadi penghuni Pulau Kembang.

  1. Menjelajah Pulau

mengajak anak kecilpun tetap tidak menghalangi utuk menjelajah mengelilingi pulau kembang. jalan yang tersedia sangat baik
Mengelilingi Pulau. Image via: @anton_wahyudi86

Untuk mengelilingi pulau kembang, pengunjung di sediakan jembatan. Hal ini karena tanah disana sebagian rawa jadi tidak bisa di lewati. Setelah masuk ke dalam akan di sambut oleh 2 buah patung kera putih (hanoman) dan kuil kecil yang di pakai untuk tempat ziarah bagi etnis Tionghoa.

Di dalam pulau kembang juga tersedia kamar mandi dan juga warung yang jual makanan-makanan ringan dan minuman. Namun pengunjung disarankan tidak memperlihatkan makanan atau minuman. Kawatir akan di rebut sama kera-kera di sana.

Sebenarnya kera-kera disana tidak galak kepada pengunjung, tidak ada yang menggigit ataupun mencakarnya. Kera tidak takut takut kepada pengunjung. Justru sebaliknya, biasanya pengunjung yang takut dengan kera-kera tersebut karena jumlahnya yang sangat banyak dan berkelompok.

kerumunan monyet sellau mengiringi pengunjung pulau kembang, dimanapun berada dalam wilayah pulau ini
Disambut dengan meriah. Image via: tripadvisor.com

Simak juga: Pantai Congot di batas barat Jogja

Bagi pengunjung yang takut dengan kera, tersedia juga petugas yang siap mendapingi selama keliling menjelajah Pulau. Mereka lah yang akan melindungi kalau ada kera yang akan mendekat. Mereka juga sambil menjual makanan ringan berupa kacang kulit yang biasanya pengunjung membeli snack tersbut dan di berikan kepada kera-kera disana.

Untuk petugas yang mendampingi tersebut biasanya mereka menerima se ikhlas nya saja sebagai upahnya.

Sebuah pengalaman yang seru pasti ketika bisa berinteraksi langsung, bercengkrama dengan para kera di alam bebas sambil memberi makan kepada mereka. Membuat seakan sedang memberi makan kepada hewan peliharaan sendiri.

  1. Wisata Ziarah

kuil hanoman yanga da di pulau kembang. menjadi tempat ziarah etnis tionghoa
Kuil Hanoman. Image via: @mhmmdrfii8

Di dalam area pulau kembang ada sebuah pondokan berdinding hijau-kuning di sebelah kanan altar utama. Di pintu masuk, terpampang papan bertuliskan: “Tempat ziarah, doa selamat, mandi anak, tepung tawar.

Di dalam pondokan, dua bak air ukuran besar berisi untaian bunga terletak di pojok pintu masuk. Ada penjaga berupa pria dan dua ibu-ibu. Mereka biasanya bergegas menawari mandi bunga pada pengunjung. Bayarnya seiklasnya saja, tidak ada tarif resmi.

Banyak peziarah dan pelancong yang datang ke pondokannya. Mereka meminta restu atas suatu niat dan bernazar. Kelak bila niatan itu terkabul, peziarah tadi akan kembali ke Pulau Kembang dengan membawa aneka sesaji seperti gula merah, ketan, telur, dan kelapa. Ketan dan telur ini diberikan kepada para kera.

tempat doa minta anak yang berada di pulau kembang
Spot Mandi Mohon Anak. Image via: triptrus.com

Simak juga: Air terjun terindah, Putuk Truno

Ada kepercayaan, kera-kera itu membawa keberuntungan karena memuluskan segala niatan. Konon daratan Pulau Kembang bermula dari tenggelamnya kapal Inggris yang mengangkut etnis Cina ketika hendak menaklukkan Kerajaan Kuin Selatan.

Banyak penumpang kapal tewas bersamaan dengan tenggelamnya kapal. Lama-lama lokasi tempat tenggelamnya kapal ditumbuhi aneka biji-bijian dan penumpukan kayu. Biji-bijian ini kemudian berkembang biak menjadi pepohonan dan daratan pulau.

Yakin atas peristiwa itu, mendorong etnis Cina keluarga korban melakoni ziarah kubur untuk mengenang jenazah yang tak diketahui rimbanya. Mereka pun membawa aneka untaian bunga dan memanjatkan doa di pulau tersebut.

Kebiasaan berziarah dan berdoa sambil membawa bunga itu akhirnya membawa pada penamaan Pulau Kembang.

Di Depan Altar kuil Hanoman menjadi salahs atu spot foto favorit pegunjung pulau kembang
Di Depan Altar kuil Hanoman. Image via: kumparan.com

Objek Wisata Dekat Pulau Kembang

Selain pulau kembang, di jalur sungai yang sama juga ada pulau lain, Yakni pulau kaget. Kedua pulau hanya terpaut jarak 20 km ke hilir. Pulau yang satu ini merupakan habibat asli Bekantan. Letaknya sama seperti pulau kembang yakni berada di tengah-tengah sungai Barito.

Pulau ini pun dinobatkan sebagai Cagar Alam Pulau Kaget pada tahun 1976, hal ini dilakukan untuk melindungi para hewan langka yang ada di dalamnya.

Sementara di hulu, dalam jarak 20 km juga ada pulau lain, yakni pulau Bakut. Pulau ini berada tepat di bawah jembatan Barito yang sangat terkenal. Hal yang menjadi daya tarik para wisatawan ialah kehidupan liar sang bekantan dan suasana pulau yang menyenangkan.

Selain bekantan, di pulau yang sebagian terdiri dari pepohonan ini juga tinggal primata lain seperti kera, lutung, dan orangutan.

Sungguh keindahan Pulau Kembnag Kalimantan Selatan tidak diragukan lagi. Ayo datang dan nikmati kawasan ini. Jangan lupa ajak saudara, keluarga. Sahabat. Serta teman agar keseruan dan keceriaan akan tercipta.  Rasakan pengalaman berbeda di Pulau tengah sungai ini.

Selamat berlibur!

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment