Ngarai Sianok, Indahnya Pahatan Sang Pencipta

Tepat di pinggiran kota perbukitan Bukittinggi di dataran tinggi Minangkabau, terletak ngarai yang menakjubkan yang oleh penduduk setempat disebut Ngarai Sianok. Panoramanya sangat indah di cahaya pagi hari ketika sinar matahari pertama menembus kabut yang menutupi lembah yang dalam ini. Disempurnakan dengan adanya latar Gunung Singgalang yang megah menjulang di latar belakangnya.


Ngaraisianok
Ngarai sianok. Image via: pelangiholiday.com

Untuk yang sering memperhatikan gambar-gambar indah di mata uang rupiah, ini adalah lokasi yang dipakai sebagai gambar panorama pada mata uang Rp. 2.000,- edisi terbaru.

Ngarai Sianok memiliki jurang dengan kedalaman sekitar 100 m ini dan lebar sekitar 200m.  Jurang raksasa ini membentang sepanjang 15 km. Secara ilmu geologi, jurang dalam ini disebut sebagai bagian dari patahan yang memisahkan pulau Sumatera menjadi dua bagian memanjang (patahan Semangko).

Patahan ini membentuk dinding yang curam, bahkan tegak lurus dengan lembah yang hijau di antara dua tebing. Di dasar jurang mengalir Sungai Batang Sianok yang airnya jernih.

Di sepanjang aliran sungai Batang Sianok masih banyak terdapat tumbuhan langka seperti Raflesia dan berbagai jenis tumbuhan obat obatan. Fauna yang dijumpai menghuni daerah ini meliputi: monyet ekor panjang, siamang, simpai, rusa, babi hutan, macan tutul, dan juga Tapir.

foto indah
Foto indah. Image via: travelingyuk.com

Legenda Ngarai Sianok Sumbar

Dibalik indahnya tebing ngarai Ngarai Sianok, dalam memori kolektif masyarakat tersimpan sebuah Legenda mengenai pembentukan ngarai ini.

Zaman dahulu kala ada seorang laki-laki yang bernama Katik Muno. Kedatangan Katik Muno ke area itu. Kedatangan Katik Muno dalam rangka mengiringi kedatangan pimpinannya, yaitu Sang Sapurba. Mereka berdua menetap di wilayah pedalaman Sumatera, yakni area Minangkabau.

Kati Muno memiliki tubuh besar, sakti dan kulit yang sangat keras seperti tembaga. Namun sayang sekali dia dikuasai nafsu sehingga berpikir untuk menjadi penguasa di negeri Minangkabau. Didorong oleh keinginan menjadi penguasa di Minangkabau, sifat katik mono dari orang yang lemah lembut berubah menjadi orang yang kasar dan jahat.

Kejahatannya menimbulkan penderitaan dan ketakutan bagi penduduk Minangkabau. Melihat hal ini sang Sapurba yang merupakan atasan katik muno merasa malu. Untuk menghindari konflik dengan sang sapurba, Katik Muno berubah wujud menjadi naga dan membagi daratan menjadi 2 bagian.

Batas wilayah dari pembagian yang dilakukan oleh naga raksasa inilah yang saat ini menjadi Ngarai Sianok.

Saat awal dibentuk oleh Sang Naga dasar ngarai dialiri oleh api yang membara. Namun setelah pertempuran antara Katik Muno dan Sang Sapurba yang diakhiri dengan kekalahan Katik Muno, dia menyadari kesalahannya. Sebagai bentuk permohonan maaf, dengan kesaktiannya Katik Muno merubah aliran api di dasar ngarai menjadi aliran air yang indah dan menyejukkan.

Sungai di dasar ngarai
Sungai di dasar ngarai. Image via: rri.co.id

Sejarah Ngarai Sianok Padang

Sianok merupakan nama salah satu nagari yang terletak di dasar lembah (ngarai) tersebut. Kata “sianok” berasal dari dua suku kata yakni “Si” dan “Anok” yang memiliki makna Si Pendiam.

Secara sejarah geologi, Ngarai ini sendiri terbentuk akibat letusan gunung api purba yang lokasinya di Danau Maninjau sekarang. Gunung itu bernama Gunung Tinjau. Selanjutnya selama ribuan tahun, melalui gerakan pergeseran horisontal sebesar 2 mm/ hari terbukalah celah lebar ngarai sianok ini. Patahan tempat pergeseran ini dinamai patahan Semangka, yang secara ilmu geologi terjadi akibat tumbukan dua lempeng, yaitu lempeng india dan lempeng indo astralia.

Lokasi Ngarai Sianok Sumatera Barat

Ngarai Sianok Terletak di perbatasan kota Bukittinggi, di kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Lembah ini memanjang dan berkelok sebagai garis batas kota dari selatan ngarai Koto Gadang sampai ke nagari Sianok Anam Suku, dan berakhir di kecamatan Palupuh.

Ngarai Sianok memiliki pemandangan yang sangat indah dan juga menjadi salah satu objek wisata andalan provinsi Sumatera Barat.

lintasan wisata
Sudut taman Panorama. Image via: @ianpiliang

Akses Menuju Ngarai Sianok Sumbar

Dari bandara internasional Minangkabau, pengunjung dapat naik mobil sewaan atau minibus yang melintasi rute Padang-Bukit Tinggi ke Bukit Tinggi. Dengan jarak antara Padang dan Bukit Tinggi yang mencapai 90 KM, untuk menuju ke Bukittinggi pengunjung membutuhkan waktu tempuh kurang lebih sekitar 2 jam. Setibanya di Bukittinggi, perjalanan dilanjutkan dengan angkutan umum yang banyak dijumpai menuju ke Ngarai Sianok.

Namun untuk kenyamanan, disarankan lebih baik menggunakan mobil pribadi atau agen travel. Agar ada keleluasaan waktu dalam menikmati keindahan ngarai ini.

Harga Tiket Masuk Ngarai Sianok  2019

Biaya retribusi untuk dapat menikmati pemandangan Ngarai Sianok sebesar Rp. 10.000,-/orang.

Jam Buka Ngarai Sianok Sumatera Barat

Ngarai pada dasarnya tidak memilki jam operasional khusus, karena ini adalah bentang alam terbuka dan ada perkampungan penduduk di dalamnya. Namun untuk taman panorama, lokasi yang didesain untuk mengamati keindahan ngarai sianok, dibuka pada jam 09.30 pagi dan tutup jam 05.30 sore.

monyet
Monyetpun ikut nikmati indahnya ngarai sianok. Image via: detik.com

Fasilitas dan Akomodasi di Ngarai Sianok Sumbar

Lokasi yang dekat dengan pusat kota Bukit Tinggi, membuat fasilitas di ngarai Sianok tergolong memadai. Banyak dijumpai penginapan, villa, dan hotel yang nyaman di sekitar Ngarai Sianok.

Untuk makanan, banyak warung yang menjual makanan. Pengunjung dimanjakan dengan masakan khas Padang yang beraneka macam. Namun jika ingin mencoba sesuatu yang benar-benar unik, jarang ada di luar padang, bisalah mencoba Nasi Kapau. Pengunjung bisa mencoba nasi kepau di Warung yang berada di Pasar Lereng.

Hal Menarik di Ngarai Sianok Sumbar

Untuk pengunjung yang ingin menikmati keindahan Ngarai Sianok dari Taman Panorama, dapat menggunakan gazebo sambil menonton monyet bermain-main di taman. Selain itu, ada menara setinggi 20 meter di dekat toko-toko suvenir. Tempat dimana pengunjung bisa melihat keindahan Ngarai Sianok lebih jelas. Atau jika masih merasa kurang, pengunjung dapat melakukan perjalanan 2 KM menggunakan mobil pribadi ke permukiman kecil dan sawah di bawah ngarai.

  1. Taman Panorama Ngarai Sianok

Taman panorama
Menara pandang Instagramable Taman panorama. Image via: @raunaround8

Tujuan utama wisatawan yang singgah ke obyek wisata andalan Bukittinggi, umumnya adalah untuk menyaksikan panorama Ngarai Sianok dengan latar Gunung Singgalang. Untuk itulah dibangun fasilitas taman ini. Sebuah taman yang berposisi strategis di salah satu bibir tebing.

Dari lokasi ini landccape ngarai dapat teramati dengan sempurna. Apalagi setelah disempurnakan dengan dibangunnya menara pandang dan spot foto instagramable.

Bagi yang membawa anak-anak, disini juga ada taman bermain bagi mereka.

  1. Keindahan Dasar Ngarai

Sawah dasar ngarai
Sawah instagramable. Image via: @ade_wazza

Lokasinya berada di Ngarai, Kelurahan Kayukubu, Guguk Panjang, Bukittinggi. Bagian pemandangan yang sayang jika dilewatkan, yaitu area persawahan Bukittinggi. Sawah-sawah ini tertata rapi dan elok. Bahkan belakangan ini, menjadi destinasi wisata dan spot berswafoto yang viral di berbagai media sosial, seperti instagram.

Sawahnya terhampar luas, berwarna hijau sepanjang mata memandang. Ditambah lagi, dengan pagar ngarai menjadikan tempat ini begitu sedap dipandapang mata. Terdapat juga jalan setapak yang terbuat dari semen cor, dan makin memudahkan pengunjung menikmati wisata menelusuri sawah.

  1. Rumah Rumput Ngarai Sianok

Rumah rumput
Rumah rumput. Image via: travelingyuk.com

Objek wisata satu ini diberi nama Rumah Rumput Ngarai Sianok. Terletak di antara sisi tebing Ngarai Sianok nan memukau. Jaraknya pun dari pusat kota tidak terlalu jauh, berbagai moda transportasi bisa membawa pengunjung langsung menuju objek wisata rumah rumput ini.

Objek wisata rumah rumput ini sebenarnya merupakan salah satu tempat penginapan di Bukittinggi. Namun, lantaran bentuknya yang unik dan tak lazim seperti bentuk penginapan lainnya, membuat tempat ini banyak dikunjungi. Rumah Rumput Ngarai Sianok ini memang unik. Memiliki bentuk segitiga dan dilapisi oleh rumput pada bagian atapnya.

  1. Goa Jepang

Goa Jepang
Goa Jepang. Image via: suara.com

Goa Jepang atau Lubang Jepang. Goa Jepang adalah saksi bisu sejarah penjajahan atau pendudukan Jepang yang masih tersisa ampai sekarang di Indonesia. Goa ini digunakan tentara Jepang sebagai tempat pertahanan  tentara Jepang di Bukittinggi sekitar tahun 1942-1945.

Akses memasuki Goa Jepang melalui pintu masuk Tamann Panorama. Sebenarnya ada dua pintu masuk lainnya, yaitu arah jalan Ngarai Sianok dan samping istana Bung Hatta. Namun kini kedua jalan masuk tersebut telah ditutup.

Goa buatan ini memilki panjang sekitar 1,5 kilometer. Saat ini, dengan alasan keamanan, yang dibuka untuk kunjungan publik hanya 750 m. Dengan rongga berbentuk setengah lingkaran dengan tinggi berkisar dua meter, goa ini cukup nyaman untuk dijelajahi. Kecuali beberapa bagian yang agak rendah, membuat pengunjung harus sedikit membungkuk untuk melewatinya.

  1. Janjang Saribu

Janjang saribu
Jembatan Merah Janjang Saribu. Image via: today.line.me

Janjang Saribu  atau Janjang Koto Gadang, adalah salah satu objek wisata yang terdapat di Ngarai Sianok. Tangga dan jalan yang bertembok ini melintas mulai dari Koto Gadang di lembah Ngarai Sianok lalu naik ke Bukittinggi.

Panjang keseluruhannya kira-kira sepanjang 780 m, lebar jalan 2 m, serta bertembok beton yang bentuknya menyerupai bentuk Tembok China. Kira-kira di pertengahan jalan bertembok ini, terdapat sebuah jambatan gantung yang sering disebut Jembatan Merah. Dari ujung ke ujung, perjalanan melintasi tangga dan jalan ini kira-kira memakan waktu 15-30 menit.

Perlintasan ini sudah ada sejak zaman Belanda. Saat itu bernama Janjang Batuang, karena terbuat dari tanah dan ditopang oleh bambu. Saat itu perlintasan ini digunakan sebagai jalan pintas dari Koto Gadang menuju Bukiktinggi. Juga dimanfaatkan utnuk mengambil pasir di sungai dasar ngarai.

Indahnya dasar ngarai
Indahnya dasar ngarai. Image via: kelilingbumi.com

Lokasi Wisata Sekitar Ngarai Sianok

Jika pengunjung telah merasa cukup menjelajah ngarai sianok dengan berbagai macam hal menariknya, pengunjung bsia melanjutkan perjalanan wisatanya ke beberapa tempat lain ada berbagai pilihan tipe destinasi wisata di dekat ngarai sianok.

Untuk yang ingin melanjutkan dnegan wisata alam, dapat memilih lokasi di Puncak lawang yang berjarak 7 km, atau ke Taman Nasional bukit kerinci yang berada 5.6 km dari ngarai sianok.

Sedangkan yang menginginkan wisata tipe sejarah, bisa juga mengunjungi Museum rumah Kelahiran Bung Karno yang berjarak 6.2 km atau Pasar atas bukit tinggi sejauh 6.3 km.

Nah yang ingin wisata pompa adrenalin dengan aktivitas luar ruangan seperti arung jeram , bisa mengunjungi Lawang park yang lokasinya 12.7 km

Ya, seperti itulah kira-kira informasi seputar keindahanngarai sianok, Lokasi, Kumpulan Foto Dan aktivitas menariknya. Moga saja dapat dijadikan referensi wisata ketika berlibur diBukit tinggi. Jika dirasa artikel ini memberikan manfaat bagi sobat, maka tak ada salahnya membaca artikel lain di situs nativeindonesia.com seputar objek wisata, wisata kuliner serta daftar hotel di berbagai daerah, terimakasih.

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment