Danau Maninjau yang Indah, Wajib Di Kunjungi Nih

Mengunjungi Sumatra memang menyenangkan. Disana terdapat berbagai objek wisata yang tidak kalah megahnya dengan yang ada di Jawa dan juga Bali. Memiliki pesona pantai dan pulau nan elegan. Cocok untuk menghabiskan waktu bersama dengan keluarga atau yang sedang membutuhkan ketenangan.

Kawasan ini juga punya objek wisata legendaris. Namanya sudah terkenal di seluruh pelosok Nusantara. Danau tersebut adalah Danau Maninjau yang esoktis dan menarik untuk disimak serta dijadikan sebagai kawasan wisata. Penasaran dengan kawasan ini? Mari kita jelajahi setiap sudut yang ada di Danau Maninjau.

Danau Maninjau View
Image via: www.instagram.com/erisonjkambari

Tentang Danau Maninjau

Kawasan Danau Maninjau memang terkenal dengan tempat penghasil ikannya. Pernah suatu hari kawasan ini mengalami cuaca buruk, sehingga banyak para nelayan yang merugi. Total kerugiannya mencapai 50 ton atau kurang lebih 1,5 milyar. Angka yang sangat fantastis bukan untuk sebuah penghasil ikan.

Danau yang menawarkan keindahannya ini mempunyai panjang kurang lebih 16 km dan lebar 7 km. Danau ini dinobatkan sebagai danau terluas nomor sebelas di Indonesia. Tempat ini berada di ketinggian 465 mdpl dan memiliki kedalaman kurang lebih 165 meter. Cukup dalam bukan?

Danau Maninjau Sky View
Image via: www.instagram.com/ekipratamaaa9

Asal-Usul Danau Maninjau

Dari manakah Danau Maninjau berasal? Nah, asal-usul tempat ini berasal dari letusan Gunung Sitinjau yang pernah terjadi sekitar 52 ribu tahun yang lalu. Letusan gunung ini menghadirkan kaldera baru yaitu Danau Maninjau. Letusan itu menghasilkan sebanyak 250 piroklastik yang berhamburan kesana-kemari.

Danau ini menjadi sumber air dari sebuah sungai besar. Nama sungai ini adalah Batang Sri Antokan yang bagian hulu dari kawasan ini dimanfaatkan untuk PLTA Maninjau. Nah, versi lain dari objek wisata ini berasal dari sebuah legenda yang diceritakan oleh beberapa masyarakat. Dimana dahulu ada kisah bujang 9. Terdiri dari 10 bersaudara yang terdiri dari 9 laki-laki dan 1 perempuan.

Suatu hari seorang perempuan ini mecintai seorang pria, hanya saja saudara-saudaranya tidak menyetujui hubungan tersebut. Tetapi si perempuan tetap melanjutkan kisah cinta asmara yang sudah mendarah daging itu. Nah, kesembilan saudara lelakinya tidak tinggal diam. Mereka pun memfitnah hubungan mereka.

Baca Juga :  13 Tempat Wisata Di Klaten Yang Memikat Hati

Para warga pun akhirnya tersulut emosi dan kemakan omongan kesembilan saudara tersebut. Warga ini akhirnya, menyeret mereka berdua dan menceburkannya ke danau maninjau. Sebelum jatuh, perempuan ini berteriak. Jika, mereka bersalah, maka tidak akan terjadi apa-apa. Sebaliknya jika tidak bersalah maka Gunung Sitinjau akan meletus.

Tak lama kemudian gunung ini pun meletus dengan dahsyat. Kesembilan saudara yang mempunyai hati yang jahat ini pun berubah menjadi ikan dan menghuni kawasan Danau Maninjau. Itulah dia asal-usul yang berasal dari cerita turun-temurun warga sekitar.

Danau Maninjau Sunset
Image via: www.instagram.com/ceb0l

Keindahan Danau Maninjau

Tempat ini memang memiliki pemandangan alam yang sempurna. Apalagi ada pegunungan dan perbukitan yang mengelilinya. Menjadikan objek wisata ini mempunyai daya magis yang luar biasa. Siapa pun yang datang ke tempat ini bisa dibikin tidak bisa move on. Untuk pulang rasanya sangat berat dan terlebih enggan.

Bahkan, Presiden Soekarno pernah membuat pantun yang mengartikan bahwa mengunjungi tempat ini adalah kewajiban. Belum ke tanah Minang bila tidak mengunjungi Danau Maninjau. Begitulah, salah satu petikan pantunnya.

Hamparan air yang sangat jernih berwarna biru menjadi sajian yang tidak bisa dihindarkan. Kondisi airnya sangat tenang dan membuat hati terasa nyaman. Semua beban pikiran seakan menghilang. Benar-benar tempat yang paling cocok untuk menikmati kesendirian dan membutuhkan inspirasi yang lebih.

Pepohonan hijau berderet dan berjajar kesan-kemari. Nuansanya seperti berada dalam sebuah lukisan dan gambar anak Tk. Dimana selalu ada danau, gunung, pohon, dan juga burung-burung yang membawa melodi-melodi indah.

Sepertinya ada iman yang tergoyahkan bila melihat air ini terus menerus. Sehingga sobat native ingin langsung membuka baju dan menceburkan diri ke dalam danau. Rasakan kesegaran airnya, apalagi saat terik matahari sedang menyengat. Sungguh surga dunia yang tidak bisa terbantahkan.

Baca Juga :  Museum Perangko, Bukti Bila Museum Juga Menarik Untuk Dikunjungi

Sebagai tempat penghasil ikan, sepertinya sobat native harus memancing ikan di kawasan ini, karena ada banyak sekali ikan-ikan imut nan menggemaskan berkeliaran di dalamnya. Jadi, sayang untuk dilewatkan.

Danau Maninjau Sunset 1
Image via: www.instagram.com/yuliadewianggrenii

Taman Muko-Muko

Inilah dia fasilitas baru yang sengaja dibangun di dekat PLTA. Kawasan yang mempunyai spot cantik ini selalu dijadikan kawasan wajib bagi sobat native yang datang di tempat ini. ada pula arena bermain untuk anak-anak yang pastinya akan membuat mereka betah berlama-lama di kawasan ini.

Danau Maninjau Taman Muko Muko
Image via: www.instagram.com/upiefauziyah

Museum Buya Hamka

Jangan lupa pula mengunjungi Museum Buya Hamka. Tepatnya berada di tepi danau maninjau, museum ini merupakan hasil renovasi dari rumah Buya Hamka sendiri. Selain itu, di tempat ini pula sobat native akan melihat koleksi-koleksi nan elegan dari tokoh bangsa Buya Hamka.

Danau Maninjau Museum Buya Hamka
Image via: www.instagram.com/nurhayati3242

Desa Wisata Kota Malintang

Inilah dia kawasan terakhir yang wajib dikunjungi bila berada di tempat ini. Berada di kaki Bukit Barisan. Keistimewaan daerah ini adalah penghasil durian yang sangat nikmat.

Nikmati pula tradisi balanggae, dimana tradisi ini bertujuan untuk memghindari pencurian durian. Jadi, warga yang tidak memiliki pohon durian hanya boleh mengambilnya pada pukul 4 pagi – 6 pagi. Menarik sekali bukan?

Alamat Dan Rute Lokasi

Alamat lokasi Danau Maninjau berada di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat. Dari Kota Bukit Tinggi Sobat Native memerlukan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan. Nah, cara untuk mancapai Bukit Tinggi harus masuk ke wilayah Padang terlebih dahulu, kemudian naik bus menuju ke Bukit Tinggi dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam.

Baca Juga :  Museum Blanco, Menikmati Maha Karya Pelukis Internasional

Setelah sampai di Bukit Tinggi, sobat native bisa menggunakan alternatif naik bus menuju ke Danau Maninjau atau menyewa kendaraan pribadi. Nah, yang unik di sini adalah sobat native akan melewati sebuah kelokan yang diberi nama kelok 44. Kelokan ini berjumlah 44 buah bila dihitung.

Kelokan ini cukup ternama di Sumatera seperti halnya kelokan 9. Dengan pemandangan yang spektakuler. Sobat native akan dibuat terpukau dan enggan untuk berkedip. Menikmati kelok 44 paling tepat adalah sore atau pagi hari. Sinar matahari akan menyinari tempat ini dengan sangat baik. Dari kelokan ke 1 sobat native sudah akan dipandu dengan papan petunjuk menuju ke Puncak Lawang Danau Maninjau. Jadi, tetap waspada agar tidak salah berbelok.

Danau Maninjau Kelok 44 1
Image via: www.instagram.com/rancakwisatapadang

Harga Tiket Masuk

Untuk harga tiket kawasan ini cukup murah hanya dengan 3 ribu rupiah saja. wisatawan bisa menikmati kawasan ini dengan segala keindahannya. Bagi yang membawa kendaraan, akan dikenakan tarif parkir sebesar 10 ribu rupiah untuk mobil dan 5 ribu rupiah untuk motor. Harga yang sangat murah untuk suasana dan pemandangan berkelas.

Terlepas dari mitos dan asal-usul yang terjadi di kawasan ini. Danau Maninjau memang menghadirkan pesona yang tidak ada duanya. Keindahan, keteduhan dan ketenangan seakan menjadi satu, menghadirkan pesona yang tidak bisa terbantahkan. Ingin mengunjungi kawasan ini? Jangan lupa ajak keluaarga, teman, dan sahabat.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.