Pulau Kemaro, Ketika Cinta Menyatukan Perbedaan

| |

Pulau Kemaro, merupakan sebuah Delta kecil di Sungai Musi, terletak 6 km dari Jembatan Ampera. Pulau Kemaro adalah tempat rekreasi yg terkenal di Sungai Musi. Di tempat ini terdapat sebuah vihara cina (klenteng Hok Tjing Rio).

Di Pulau Kemaro ini juga terdapat kuil Buddha yang sering dikunjungi umat Buddha untuk berdoa atau berziarah ke makam. Di sana juga sering diadakan acara Cap Go Meh setiap Tahun Baru Imlek.

Pulau ini menyita perhatian karena di sana kita dapat melihat peradaban China yang masih begitu kental. Sampai di lokasi, pengunjung akan disambut gapura yang cukup identik dengan Tiongkok. Hal ini terlihat dari dekorasi pada bagian atapnya, dimana terdapat dua naga saling berhadapan. Beberapa ornamen lampion pun terlihat, apa lagi saat itu masih suasana perayaan Imlek.

Pulau Kemaro
Pulau Kemaro. Image via: @zee_drone

Daya tarik Kemaro adalah Pagoda berlantai 9 yang menjulang di tengah-tengah pulau. Selain pagoda ada klenteng yang sudah ada terlebih dahulu. Klenteng Hok Tjing Rio atau lebih dikenal Klenteng Kuan Im.

Di depan klenteng terdapat makam Tan Bun An (Pangeran) dan Siti Fatimah (Putri) yang berdampingan. Kisah cinta mereka berdua yang menjadi legenda terbentuknya pulau ini.

Simak juga: review wisata Bukit Siguntang

Legenda Pulau Kemaro

Kisah asal usul Pulau Kemarau berbalut dengan kisah legenda. Khususnya menggambarkan kisah cinta Siti Fatimah dan Tan Bunn An. Siti Fatimah dikisahkan sebagai keturunan Raja Sriwijaya yang menganut agama Islam, sedangkan Tan Bunn An yang merupakan putra Raja Tionghoa adalah penganut umat Buddha.

Cap go meh
Meriahnya Cap Go Meh di Pulau Kemaro. Image via: @palembangup

Meskipun berbeda keyakinan dan etnis, keduanya mampu merajut tali kasih hingga ke jenjang pernikahan. Mereka pun sempat berlayar ke negara asal Tan Bun Ann untuk mengambil hadiah dari Kerajaan Tionghoa.

Sampai di Palembang, Tan Bun Ann membuang hadiah tersebut ke Sungai Musi, karena mengira isinya daging yang sudah membusuk. Ternyata, di dalam peti hadiah tersebut ada bongkahan emas.

Karena merasa bersalah telah membuang pemberian orang tuanya, Tan Bun Ann terjun ke dalam Sungai Musi untuk mengambil emas tersebut. Melihat Tan Bun Ann tidak muncul ke permukaan, Siti Fatimah pun ikut terjun untuk menyelamatkan suaminya. Tubuh Siti Fatimah pun juga tidak terlihat. Akhirnya, dua pengawal mereka ikut terjun ke Sungai Musi.

Namun, keempat orang tersebut tidak pernah muncul ke permukaan kembali. Masyarakat mempercayai bahwa gundukan tanah yang tiba-tiba muncul di Pulau Kemaro adalah makam keempat orang tersebut.

Baca juga: review seputar Benteng Kuto Besak

Lokasi Pulau Kemaro

Pulau Kemaro ada di tengah S.Musi kecamatan Ilir Timur II. Jaraknya sekitar  5 km dari pusat kota.

foto cantik
Foto cantik di Pulau Kemaro. Image via: @palembang_xplore

Akses Menuju Pulau Kemaro

Akses menuju ke sana tidaklah sulit. Untuk menuju Pulau Kemaro dapat ditempuh dalam waktu 1 jam perjalanan menggunakan perahu.

Banyak perahu yang disewakan Di dermaga yang berada di bawah Jembatan Ampera untuk melayani wisatawan yang ingin berkunjung kesana. Sewa perahu sekitar Rp 150.000 per perahu. 1 perahu biasanya berisi sampai 10 pelancong.


Sepanjang perjalanan menyusuri sungai dapat dinikmati pemandangan rumah-rumah terapung dan kehidupan masyarakat Palembang yang berada di sepanjang sungai. Sesampai di Pulau Kemaro, akan melihat sebuah bangunan yang menjadi ciri khas pulau kemaro ini.

dari sungai
Pemandangan dalam perjalanan sungai. Image via: indonesiakaya.com

Tiket Masuk Pulau Kemaro

Tiket masuk pulau Kemaro sebenarnya gratis. Walaupun demikian saat akan ke pulau pengunjung tetap mesti mengeluarkan biaya. Biaya itu berupa uang perahu. Jadi uang yang dibayarkan itu sebenarnya uang transport, bukan tiket masuk pulau.

Suasana perayaan di Pulau
Perayaan di Pulau Kemaro. Image via: 1001wisata.com

Jam Buka Pulau Kemaro

Pulau Kemaro dibuka untuk wisatawan dari jam 9 pagi sampai akhirnya ditutup di sore hari pada jam 7 malam.

Fasilitas Pulau Kemaro

Mengenai fasilitas penunjang pariwisata, Pulau kemarau telah cukup memadai. Apalagi setelah pemerintah sumatera selatan turun tangan aktif mendorong perkembangan sektor pariwisata.

Beberapa fasilitas yang dibangun pemba anatar lain menyediakan perahu angkut, dermaga, penataan pedagang, dan penataan jalan jalan pedestrian.

Di pulau kemaro juga sudaha da fasilitas penginapan berupa Kemaro Island Resort.

Hal Menarik di Pulau Kemaro

1. Pagoda 9 tingkat

seru berame rame
Foto seru ramae rame. Image via: tribunnews.com

Ikon yang paling menonjol dari pulau ini tentu saja Pagoda 9 lantai. Pagoda dengan 9 lantai ini dibangun pada tahun 2006 dan merupakan salah satu bagian dari klenteng. Pagoda yang didominasi warna merah dapat terlihat dari jauh, bahkan dari daratan utama.

Saat perayaan hari keagamaan, terutama Imlek, klenteng akan dihias dengan berbagai lampion warna cerah, khas budaya Tionghoa.

2. Klenteng Hok Tjing Rio

Selain pagoda 9 tingkat, ada bangunan Klenteng Hok Tjing Rio yang usianya sudah sangat tua. Klenteng ini dibangun pada tahun 1962 dan merupakan klenteng Tionghoa yang sering disebut Klenteng Kuan Im.

Di depan klenteng, ada makam dari pangeran Cina yang bernama Tan Bun An dan makam putri raja yang bernama Siti Fatimah. Kedua orang ini yang namanya tersemat sebagai legenda pulau tersebut.

3. Pohon Cinta

Pohon cinta
Pohon cinta. Image via: travel.detik.com

Pohon yang disebut sebagai cinta adalah sebuah pohon beringin yang tumbuh di sekitar pulau tersebut. Pohon ini melambangkan ritus Cinta Sejati antara dua bangsa dan dua budaya yang berbeda. Antara Siti Fatimah, Putri Kerajaan Sri wijaya dan Tan Bun An Pangeran dari Negeri Cina.

Ada kepercayaan mistis yang mengatakan kalau pasangan yang mengukir nama mereka di pohon tersebut maka hubungan mereka akan berlanjut sampai jenjang Pernikahan.

Untuk itulah Pulau ini juga disebut sebagai Pulau Jodoh.

4. Gundukan Makam

Di tengah pulau ada gundukan tanah. Konon gundukan ini merupakan makam Siti Fatimah, Tan Bun An dan pengawalnya yang tercebur ke sungai Musi. Makan berkelompok ini sekaligus merupakan simbol cinta Tan Bun Ann dan Fatimah.

Diceritakan oleh penduduk sekitar saat Sungai Musi tengah pasang dan airnya membanjiri semua tanah di pulau ini, Air tetap tidak akan menyentuh sama sekali gundukan makam. Itulah yang kemudian dianggap keramat oleh masyarakat sekitar dan begitu dipercaya, dijaga dan dikeramatkan hingga kini.

5. Foto bernuansa Oriental

foto cantik 2
Foto cantik, rasa hongkong. Image via: missrere07

Tidak lengkap rasanya jika menjelajah sebuah lokasi wisata tanpa disertai dengan foto foto cantik. Pulau kemaro sangat banyak memiliki sudut yang bisa dieksplorasi untuk latar foto. Walau tidak ada spot yang dibangun khusus untuk keperluan itu, namun keindahan detail bangunan bergaya Tionghoa yang didominasi warna cerah, akan sangat cantik terlihat di dalam foto.

Berfoto di taman dalam kehijauan tumbuhan bisa menghasilkan foto foto cantik, seakan sedang jalan jalan ke Hong kong, atau pecinan Singapura.

Hal yang Harus Diperhatikan

Saat berkunjung ke pulau Kemaro Palembang, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan selama kunjungan.

  • Sebaiknya membawa payung untuk berjaga-jaga jikalau hujan turun.
  • Memakai topi dan kacamata hitam akan membuat Anda merasa lebih nyaman.
  • Bawa uang cash. Di Pulau Kemaro tidak terdapat mesin ATM, oleh karena itu bawalah uang tunai secukupnya untuk bertransaksi atau hanya sekedar untuk melepaskan dahaga di salah satu warung sederhana yang berada di pulau ini.
  • Lebih asik jika ke pulau kemarau ini bersama-sama teman maupun orang tersayang.
  • Yang paling penting ialah buanglah sampah pada tempatnya.
sudut klenteng
Salah satu sudut klenteng. Image via: indonesiakaya.com

Objek Wisata Dekat Pulau Kemaro

Setelah puas keliling berlama lama di pulau kemaro dan masih ada hari yang tersisa, dari pada langsung tidur di hotel lebih baik melanjutkan perjalanan wisata ke tempat wisata di palembang lainnya yang dekat dengan Pulau kembang.

Untuk yang memang tertarik dengan wisata bernuansa kebudayaan dan sejarah, pilihan tersedia dengan mengunjungi Museum Balaputradewa yang jaraknya 6.7 km. Atau bisa juga mengunjungi Baba Ong Boen Tjit House dan Benteng Kuto Besak yang jaraknya sekitar 7 km. Dan tentu saja yang harus dipastikan tidak terlewat adalah melewati senja di Jembatan Ampera, yang jarkanya 15 km.

Bagi yang berkeinginan wisata religi dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, dapat melakukan kunjungan ke Alquran Raksasa di Pesantren IGM Al Ihsaniyah yang berjarak 12.7 Km. Atau bisa juga ke Mesjid Agung Palembang yang jaraknya 6 km.

Sementara bagi yang berkeinginan membuat foto foto cantik,  bisa pula dilakukan di dekat area ini Tepatnya di studio 3D G Srt Studio. Tempat ini lokasinya di Gramedia World lantai 2. Jaraknya sekitar  11 km dari Pulau Kemaro.

Ya, seperti itulah kira-kira informasi seputar keindahan Pulau Kemaro Palembang, Lokasi, Kumpulan Foto dan aktivitas menariknya. Moga saja dapat dijadikan referensi wisata ketika berlibur. Jika dirasa artikel ini memberikan manfaat bagi sobat, maka tak ada salahnya membaca artikel lain di situs nativeindonesia.com seputar objek wisata, wisata kuliner serta daftar hotel di berbagai daerah, terimakasih.

Pulau Kemaro, Ketika Cinta Menyatukan Perbedaan
4.6 (92%) 5 vote[s]

Share artikel ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Previous

Benteng Kuto Besak, Jejak Perjuangan Melawan Penjajahan

Trans Studio Makassar, Tamah Hiburan Terbesar di Timur Indonesia

Next

Artikel Wisata Lainnya

Leave a Comment