Sate Klatak Jogja, Inovasi Baru yang Membumi di Masyarakat Persatean

Selain Gudeg,  Sate Klatak juga adalah kuliner rujukan yang kerap disebut, ketika berbicara soal wisata kuliner di Jogja. Bagi wisatawan yang tengah berlibur di Yogyakarta, sate klatak jogja biasanya menjadi salah satu kuliner yang wajib dicicipi.

Selain Gudeg, Sate Klatak Jogja juga adalah kuliner rujukan yang kerap disebut, ketika berbicara soal wisata kuliner di Jogja.
Sate Klatak. Image via: myeatandtravelstory

Daging yang empuk matang merata dan cita rasa yang khas, menjadikan sate klatak mengundang untuk dicoba oleh wisatawan. Salah satu keunikan dari sate klatak adalah cara pembakarannya yang menggunakan jeruji besi sebagai tusuk sate. BUkna bambu seperti umumnya sate.

Sate klatak jogja juga hanya menggunakan bumbu sederhana berupa garam, berbeda dengan sate biasanya yang dilumuri bumbu lengkap sebelum dibakar.

Satu porsi sate klatak biasanya hanya berisi dua sampai tiga tusuk sate. Satu porsi sate klatak biasanya disajikan bersama dengan kuah kare yang mirip dengan kuah gulai. Bagi yang suka pedas, bisa meminta irisan cabai rawit untuk dicampurkan ke dalam kuah kare.

Warung-warung sate klatak mudah dijumpai di sepanjang Jalan Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Di antara deretan warung sate tersebut, terdapat Warung Sate Klatak Pak Jupaini. warung sate ini menggunakan nama sang pelopor sate klatak, yakni Jupaini.

Membakar sate klatak Jogja dengan arang tradisional
Membakar sate klatak Jogja. Image via: @fallane

Simak juga: Lokasi Wisata kuliner di Jogja

Sejarah Sate Klatak

Sate klatak jogja pertama kali dibuat oleh Jupain. Kala itu Jupaini yang bekerja sebagai kusir andong memutuskan untuk beralih mata pencaharian menjadi penjual sate kambing. Berbeda dengan sate pada umumnya, Jupaini hanya menggunakan garam sebagai bumbu untuk melumuri daging kambing sebelum dibakar.

Ketika dibakar, percikan bara api yang membakar garam menghasilkan suara “klatak klatak klatak”. Dari suara garam yang terbakar inilah nama sate klatak berasal.

Jupaini kemudian memiliki ide lain untuk menjual sate kambing dengan kemasan yang tidak biasa. Dia menggunakan jeruji sepeda untuk tusuk sate sebagai pengganti bambu. Ternyata penggunaan jeruji sepeda sebagai tusuk sate ternyata menjadikan daging kambing matang lebih merata.

Sate Klatak jogja unik dengan Ditusuk Jeruji Speda
Ditusuk jeruji sepeda. Image via: zalfaaqiqah.com

Penggunaan jeruji sepeda sebagai tusuk sate inilah yang menjadi salah satu keunikan dari sate klatak dan menjadikan sate klatak populer sebagai salah satu ikon kuliner Nusantara.

Rekomendasi Wisata Kuliner Sate Klatak Jogja

Saat ini, mencari warung yang menjual sate klatak di Yogyakarta tidaklah sulit. Namun menurut rekomendasi pengunjung yang meprnah datang, ada beberapa warung yang cukup fenomenal. Mereka terkenal akan cita rasanya.

  1. Sate Klatak Pak Jupaini

Warung Sate Klatak Jogja Pak Jupaini
Warung Sate Klatak Pak Jupaini. Image via: jauharoh

Simak juga: Berburu Sate Taichan di Jakarta

Warung Sate Klatak Jogja Pak Jupaini termasuk salah satu warung sate klatak yang cukup fenomenal dan hampir selalu ramai. Hal; ini tidak lepas dari sejarah, bahwa warung ini adalah menemui dari resep Sate Klatak.

Pengunjung yang ingin mencicipi lezatnya menu kambing di warung ini harus sabar menunggu hingga 1 jam, karena ramainya warung sate ini. Tapi selain sate klataknya yang terkenal nagih, ada beberapa menu lain yang jadi favorit para pengunjung, seperti tengkleng dan tongseng otak kepala kambing.

Warung Sate Jogja Klatak Pak Jupaini terletak di sekitar Jalan Imogiri Timur,

  1. Sate Klatak Pak Jede

Sate Klatak Jogja Pak Jede
Sate Klatak Pak Jede. Image via: tukangjalanjajan.com

Sate Klatak Jogja Pak Jede disajikan dengan bumbu sederhana, yaitu garam, merica, dan garam, serta tambahan kuah.

Selain sate klatak, warung makan ini juga menyediakan menu lain dengan bahan dasar daging kambing, seperti tongseng kambing, nasi goreng kambing, gulai kambing, sate kambing, tengkleng, gulai jeroan, dan menu beberapa menu minuman. Untuk harga makanan dibanderol mulai dari Rp20 ribu.

Warung Sate Klatak Jogja Pak Jede berlokasi di Jalan Nologaten, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta dan buka pukul 11.00 sampai dengan 23.00.

  1. Sate Klatak Pak Pong

Tengkleng Gajah di sate kalatak jogja Pak Pong
Tengkleng Gajah Pak Pong. Image via: meramuda.com

Simak juga: Menangkap Ayam Tangkap di Aceh

Warung sate klatak Jogja Pak Pong terkenal dengan menu sate klataknya bebas bau kambing. Bumbunya juga spesial meresap sampai ke dalam. Pak Pong adalah Cucu dari Pak Jupaini, sang penemu resep Sate Klatak. Jadi wajar jiak cita rasanya otentik.

Menu lain yang nggak kalah unik, yaitu tengkleng gajah. Tapi tengkleng gajah ini sama sekali bukan terbuat dari tulang gajah, melainkan disebut tengkleng gajah karena porsinya yang jumbo.Selain itu, ada juga nasi goreng yang digoreng menggunakan arang sehingga rasa dan aromanya sangat khas.

Untuk harga menu di sini dipatok mulai harga Rp20 ribuan. Tapi karena lokasinya yang dekat dengan tempat wisata dan menunya yang terkenal, tempat ini hampir selalu ramai atau menu yang ingin dipesan ternyata sudah habis.

Warung sate klatak Jogja Pak Pong berlokasi di dekat  hutan pinus Imogiri.

  1. Sate Klatak Pak Bari

AADC 2 syuting di Sate Klatak Jogja Pak Bari.
AADC 2 di Sate Klatak Pak Bari. Image via: travel.dream.co.id

Warung sate klatak Jogja Pak Bari baru dibuka setelah pasar Wonokromo Imogiri timur tutup. Yakni sekitar maghrib sampai dini hari. Warung sate klatak yang satu ini sudah melegenda dan tidak perlu diragukan lagi cita rasanya. Berjualan sejak tahun 1940an, Pak Bari merupakan generasi ke-3 penerus usaha kuliner ini.

Semenjak Warung Sate Klatak Pak Bari ini digunakan sebagai lokasi syuting film Ada Apa dengan Cinta 2, warung ini jadi makin rame dikunjungi para pelanggan. Pengunjung harus sabar mengantre jika ingin mencicipi lezatnya sate klatak Pak Bari.

Warung sate klatak Jogja yang satu ini cukup unik sebab lokasinya yang menyatu dengan losmen pasar, tepatnya Pasar Wonokromo Imogiri Timur.

  1. Sate Klatak Pangestu

Menu lengkap Sate Klatak Jogja Pangestu.
Sate Klatak Pangestu. Image via: @agatha_aurelia_dewi

Simak juga: Kekayaan Bumbu Betutu Bali yang Halal

Buat kamu yang saat ini berada di Yogyakarta bagian utara, nggak perlu jauh-jauh ke selatan untuk menikmati gurihnya sate klatak Jogja. Di wilayah Jogja bagian utara juga terdapat warung sate klatak yang juga nggak perlu diragukan lagi cita rasanya.

Konon katanya, saking ramainya pengunjung di sini, Warung Sate Klatak Pangestu sampai membutuhkan 3 ekor kambing untuk membuat berbagai menu berbahan dasar kambing, seperti sate klatak, tongseng, tengkleng, nasi goreng kambing, bahkan hingga olahan jeroan kambing.

Terletak di Jalan Damai No. 10, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Warung Sate Klatak Jogja Pangestu ini jadi destinasi favorit mencicipi sate klatak bagi mereka yang tinggal di Jogja utara, utamanya seputar Jalan Kaliurang.

  1. Sate Klatak Pak Nyong

Sate klatak Jogja Pak nyong.
Sate klatak Pak nyong. Image via: gudeg.net

Sate klatak Pak nyong cukup terkenal. Walau warung ini berwujud sederhana dan tidak besar, serta ada di tengah pasar, namun kelezatannya tidak perlu diragukan.

Sate Klatak Jogja  disajikan dengan irisan mentimun, tomat dan kol. Tusuk sate yang digunakan cukup unik karena menggunakan jeruji besi sehingga daging sate bisa matang sempurna sampai di dalam.

Sate klatak Jogja Pak Nyong ada di Pasar Jejeran, Kecamattan Pleret Bantul. Akses untuk menuju ketempat ini sangat mudah. Dari terminal Giwangan menuju ke Selatan menyusuri jalan Imogiri Timur dan sampailah  di perempatan pasar Jejeran.

  1. Sate Klatak dan Rica Entok Kang Aji

Sate Klatak Jogja Kang Aji.
Sate Klatak Kang Aji. Image via: @gusmarjogja

Simak juga: Kerak Telor Jakarta

Memesan Sate di Sate Klatak Jogja Kang Aji, memerlukan waktu sekitar 10 menit. Penyajiannya cukup menarik, yakni dua tusuk sate dengan tusukan jeruji sepeda dan kuah gulai yang tidak hanya kuah tok tapi ada irisan jerowannya.

Selain itu ada satu piring kecil gitu yang isinya bawang merah, cabai, dan semacam bumbu kecap gitu. Jadi kalau mau makan sate tapi pake kecap mungkin bisa dipakai itu bumbunya. Ada tambahan teh gula batu.

Sejak muncul sebagai salah satu getaway scene Cinta dan Rangga dalam film Ada Apa dengan Cinta 2, warung sate klatak Jogja yang terletak di deretan Jejeran, Pleret, Bantul ini ramai dikunjungi pembeli.

  1. Sate Klatak buk Jasim

Sate Klatak Jogja buk Jasim
Sate Klatak buk Jasim. Image via: bowbono

Selain di dominasi para pria, dunia sate klatak juga diramaikan oleh pedagang perempuan. Salah satunya adalah Sate Klatak Bu Jasim .

Menu Sate Klatak Jogja di warung ini disajikan dalam 3 tusuk. Sate disajikan dengan bakul nasi. Terutama jika datang lebih dari 2 orang. Sehingga pengunjung bis abebas menambah nasi. Ada juga irisan timun koll, cabe dan Bawang.

Sate klatak Bu Jazim berada di Jalan Imogiri Timur KM 9,5.

Warung sate Jogja ini sudah ada sejak tahun 1982 dan kini diteruskan oleh anak almarhum bu Jazim.

  1. Sate Klatak Mas Rangga

Sate Klatak Jogja Mas Rangga
Sate Klatak Mas Rangga. Image via: tribunjogjatravel.tribunnews.com

Simak juga: Menikmati Aroma Sejarah, dalam segentong Gudeg

Perbedaan lain dengan warung sate klatak Jogja lainnya, Warung Sate Kambing Mas Rangga dalam 1 porsinya memberikan jumlah tusuk sate yang lebih banyak. Harganya pun lebih murah dibanding warung lainnya. Namun, soal rasa juga nggak kalah saing.

Disini pengunjung dapat mengambil nasi sendiri sepuasnya. Untuk satu porsi sate klatak/sate bumbu berisi 6 tusuk sate. Minusnya kalau di warung sate klatak lainnya, penyajian sate dilengkapi dengan kuah, Warung Sate Kambing Mas Rangga tidak.

Namun, sate klataknya terbilang enak dan tingkat kematangan satenya tepat.

Lokasinya berada di Jalan Imogiri Timur km 11. Warung ini mulai buka jam 7 pagi.

Bagi penggemar sate juga silahkan nikmati sendiri sensasi gurih dan empuk sate klatak Jogja . Walaupun hanya diberi rasa garam saja, sate tetap terasa gurih dan nikmat. Sangat original dan legend di Jogjakarta. Jangan sampai melewati dan mampir di salah satu warung di atas, untuk bisa menikmati sate terkenal dan sangat legend di Jogja.

Baca juga:

Leave a Comment