Sumber Air Panas Ciracas yang Menantikan Sentuhan Tangan Dingin

Lokasi Sumber air panas ciracas dikelilingi oleh pepohonan dan hamparan sawah. Dengan udara yang sejuk segar khas pedesaan. Intinya suasana di lokasi ini menyegarkan badan dan juga jiwa.


sumber air panas ciracas, lokasi pemandian air panas yang masih dikelola seadanya
Sumber Air Panas Ciracas. Image via: jabarnews.com

Sumber air panas cirasas, sampai saat ini belum dikelola dengan maksimal sebagai layaknya objek tujuan wisata. Lokasi ini memendam potensi luar biasa, menantikan sentuhan tangan dingin yang akan memolesnya menjadi tampil lebih populer lagi.

Sumber air panas ini terbagi menjadi dua kolam pemandian utama dan terpisah antara laki-laki dengan perempuan. Kolamnya sendiri seperti bak di kamar mandi berbentuk persegi panjang dengan ukuran sekitar 5×10 meter.

Sebetulnya, di tempat ini terdapat sekitar 12 titik sumber mata air panas. Beberapa di antaranya berlokasi di pematang sawah milik masyarakat. Menurut keterangan penduduk, mandi di sumber air panas alam tersebut di samping dapat memberikan kesegaran jasmani juga dapat memberikan penyembuhan untuk pengobatan penyakit kulit, rematik, pegal-pegal dan lain sebagainya.

Setelah selesai berendam, pengunjung juga bisa berfoto-foto dengan latar pemandangan khas alam pedesaan. Lokasi sumber air panas ini dikelilingi area perbukitan dan sawah yang hijau. Beberapa meter dari lokasi berendam, terdapat Sungai Ciherang yang air nya jernih.

Tampak Depan Pemandian sumber air panas ciracas, yangbaru direnovasi tahun lalu
Bangunan Pemandian Air Panas. Image via: daridesa.com

Simak juga: lokasi wisata di sekitar Purwakarta.

Alamat Sumber Air Panas Ciracas

Sumber air panas ciracas terletak di kaki bukit. Tepatnya di Desa Ciracas, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Lokasi ini berjarak sekitar 27 km dari pusat kota Purwakarta.

Rute Menuju Sumber Air Panas Ciracas

Jarak dari pusat kota purwakarta sekitar 24 km. Dengan waktu tempuh mencapai 1 jam. Tergantung kondisi jalanan menuju ke titik lokasi.

Pengunjung bisa memulai perjalanan dari purwakarta. Ambil jalur menuju ke situ wanayasa. Setelah melewati situ ini akan ada pertigaan. Bila lurus ke arah bojong. Kalau belok ke kiri menuju ke arah subang. Arahkan kendaraan belok ke kiri.

Lanjutkan perjalanan sampai menemukan pertigaan gapura pembatas antara purwakarta dengan subang. Ambil jalur kanan. Setelah melewati jalan ini pengunjung akan melalui lajur dengan pemandangan persawahan, hutan, rumah-rumah penduduk hingga menuju ke kiarapedes. Hingga menuju ke titik lokasi.

Sepanjang perjalanan jaga kehati hatian dalam mengemudi. Walau jalannya cukup mulus, Jalan menuju ke objek wisata ini berkelok-kelok. Selain itu jalanan ini pun juga sering dimanfaatkan untuk warga yang mencari kayu bakar. Jadi, pengunjung mesti berbagai jalan bila ada para pencari kayu ini.

Selama perjalanan menuju ke objek wisata, pengunjung  disuguhkan dengan pemandangan perkebunan the yang hijau. Selain itu, terkadang pengunjung juga bisa melihat bagaimana burung-burung hutan akan berkeliaran.

rehat sejenak di tepi rute sumber air panas ciracas yang terdiri dari sawah dan ladang asri
Rehat di tepi jalan. Image via: @rusnoviandini

Jam Buka Sumber Air Panas Ciracas

Lokasi wisata Sumber Air Panas Ciracas tidak memiliki ketentuan mengenai jam operasional. Jadi secara teknis lokasi ini buka 24 jam. Namun demikian tidak disarankan untuk berkunjung di malam hari. Mengingat lintasan jalan yang berkelok, dan masalah fasilitas penerangan di lokasi.

Tiket Masuk Sumber Air Panas Ciracas

Untuk harga tiket masuk Sumber air Panas Ciracas, tidak dipatok harga. Namun demikian di depan pintu masuk disediakan kotak sumbangan. Umumnya pengunjung menyumbang Rp 5.000 per orang. Namun rasanya dengan keindahan lokasi ini, menyumbang Rp 10.000 rasanya tidak terlalu memberatkan.

Fasilitas Sumber Air Ciracas

Sayang, meski mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan. Belum ada aksi dari warga dan pemerintah daerah setempat untuk mengelolanya dengan maksimal. Buktinya, fasilitas pemandian terkesan seadanya, hanya berupa bangunan tunggal, tanpa ada perlengkapan pendukung lain.

Padahal, jika sumber air panas yang ada di tengah lahan milik kantor desa dan dekat mushola itu dikelola secara profesional. Tidak ada kalah menariknya dengan objek wisata yang serupa. Diharapkan dengan adanya pengembangan wisata bisa mendongkrak kesejahteraan penduduk wisata bisa mendongkrak kesejahteraan penduduk sekitar yang rata-rata berprofesi sebagai petani.

lingkungan sekitar sumber air panas ciracas yang sangat asri menghijau
Lingkungan yang Asri. Image via: Wdie Jhe

Simak juga: pesona waduk Cirata.

Suasana yang sejuk dan nyaman jarang anda temui di perkotaan. Bisa didapatkan disini begitu pengunjung berkunjung ke sumber air panas ciracas. Semoga ke depan, investor swasta atau pemerintah, atau bahkan komunitas lokal bisa melirik untuk mengeksplorasi potensi lokasi ini. Agar tempat wisata ini semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Daya Tarik Pemandian Sumber Air Panas Ciracas

Sumber Air Panas Ciracas adalah tempat wisata yang telah ada sejak jaman penjajahan Belanda. Ia dapat dikategorikan sebagai mata air purba.

Terletak di antara pepohonan hijau dan hamparan sawah, membuat sejuknya udara begitu terasa. Apalagi alam di sekitar pemandian masih perawan serta belum terjamah tangan-tangan nakal. Begitu menggambarkan nuansa pedesaan yang sangat ideal untuk tempat berlibur.

Kawasan wisata ini mempunyai 12 titik sumber mata air panas. Tapi, yang dimanfaatkan baru dua, di antaranya ada di lahan milik Kantor Desa Ciracas dan di dekat Mushola Kampung Ciracas.

Berendam Bersama Kawan di kolam rendam pemandian sumber air panas ciracas
Berendam Bersama Kawan. Image via: Chanel123

Dulu, setiap pagi atau sore, banyak penduduk yang berbondong-bondong mandi di sana. Tidak hanya orang dewasa, anak kecil pun gemar membasuh badan di pemandian tersebut.

Sambil berendam, mereka dapat menikmati pemandangan pohon-pohon yang rindang. Sebagai gantinya, mereka bisa memasukkan uang secara sukarela pada kotak amal yang tersedia.

Menurut warga, selain memberi kesegaran jasmani, berendam di pemandian tersebut bisa membantu penyembuhan penyakit, seperti gatal-gatal, jerawat, rematik dan sebagainya. Sebab, airnya mengandung sulfur yang mampu mengatasi masalah-masalah itu.

Dengan adanya teori soal air yang menyehatkan itu, maka tidak sedikit dari pengunjung yang mengunjunginya di akhir pekan untuk tujuan kesehatan. Pengunjung sengaja datang untuk berendam, mengistirahatkan tubuh yang lelah didera kerasnya kehidupan.

Selain berendam, pengunjung dapat menyantap sate Maranggi, kuliner khas Purwakarta yang disediakan oleh warung di kawasan wisata. Lembutnya daging kambing atau sapi yang berpadu dengan bumbu rempah bisa memuaskan Anda selepas mandi dan relaksasi.

Sungai Cihereng yang mengalir di Dekat Lokasi sumber air panas ciracas
Sungai Cihereng, dekat lokasi. Image via: Chanel123

bisa di cek: Main air di sungai Sumber Maron

Objek Wisata Dekat Sumber Air Panas Ciracas

Setelah nyaman berendam dan tubuh menjadi segar, tidak ada salahnya merencakan wisata selanjutnya pada kegiatan yang sedikit menguras tenaga. Mendaki guung lembu bisa menjadi pilihan. Objek wisata gunung lembu, letaknya 48 km dari lokasi air panas ini. Gunung lembu juga bisa didaki oleh pendaki pemula, bahkan dengan mengajak anak usia SD akhir. Puncak gunung menyuguhkan pemandangan Jatiluhur yang mempesona.

Tempat wisata di Purwakarta yang populer lainnya yang dekat dengan Sumber Air Panas Ciracas adalah Giri Tirta Kahuripan. Kedua objek ini hanya berjarak 7 km saja. Letaknya di daerah pegunungan membuat tempat wisata ini menyuguhkan pemandangan alam yang asri dengan hawa yang sejuk dan segar. Suasana yang tercipta di tempat wisata ini begitu romantis sehingga sangat cocok sebagai destinasi wisata bersama pasangan atau bulan madu.

Giri Tirta, objek wisata yang hanya 7 km dari sumber air panas ciracas
Giri Tirta, 7 km dari air panas Ciracas. Image via: datawisata.com

Bagi peminat wisata sejarah, Goa Jepang-Belanda mungkin bisa jadi pilihan. Dengan jarak 40 KM, Goa ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan senjata dan mesiu sekaligus juga tempat radio komunikasi tentara Jepang. Dalam jarak kurang lebih 800 meter dari Goa Jepang terdapat Goa Belanda. Goa ini dibangun setahun lebih awal dari Goa Jepang, yakni tahun 1941. Fungsi dari goa ini sebagai terowongan penghubung PLTA Bengkok, namun kemudian berubah menjadi pusat stasiun radio komunikasi militer Hindia Belanda.

Nah buat rekan-rekan penyuka wisata pemandian air panas dengan suasana alami, tempat wisata Sumber Air Panas Ciracas, tentunya bisa jadi salah satu tujuan liburan juga.

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment