Taman Air Mancur Sri Baduga, Mercusuar di Kabupaten Terkecil Jabar

Taman Sri Mancur Baduga diakui sebagai Taman air mancur terbesar se Asia Tenggara. Luas Taman Air Mancur Sri Baduga ini mencapai 4 hektar. Sungguh sebuah Mercusuar kebudayaan dari Kabupaten Terkecil di Jawa Barat.


Taman Air Mancur Sri Baduga, taman air mancur terbesar se asia tenggara disaksikan presiden Jokowi
Taman Air Mancur Sri Baduga. Image via: travel.dream.co.id

Sejarah air mancur Purwakarta ini merupakan pengembangan destinasi wisata Situ Buleud. Taman Air mancur dibangun sejak tahun 2013 dan mulai diresmikan tahap pertama pada bulan Januari Tahun 2014.

Zaman dulu, lokasi taman air mancur Purwakarta ini adalah tempat berendam badak. Untuk mengenang hal itu. Pemerintah kabupaten Purwakarta pun membangun patung badak di pertigaan depan Taman Sri Baduga.

Di tengah danau air mancur terdapat panggung pertunjukan berbentuk T. Fungsi panggung apung itu di Air Mancur Purwakarta adalah sebagai tempat untuk pementasan seni tari.

Jadi, di sela-sela pertunjukan air mancur kadang ada pementasan tari di tengah danau. Untuk lengkapi keindahan taman, pihak setempat juga sudah memberi lampu sorot. Lampu yang dipasang bukan lampu sorot biasa. Tapi ini sorotan lampu laser yang memberikan efek memperindah Taman Air Mancur Sri Baduga.

Perpaduan antara pancaran air dan tembakan sinar laser, menghasilkan suasana yang romantis.

Pertunjukan Tari Tradisional Sunda di panggung tengah situ Taman Air Mancur Sri Baduga
Pertunjukan Tari. Image via: tempo.co

Simak juga: lokasi wisata di sekitar Purwakarta.

Sejarah Taman Air Mancur Sri Baduga

Taman air mancur Sri Baduga dibangun di sebuah kolam besar yang sudah ada sejak masa lampau. Kolam seluas 4 hektar itu bernama situ Buleud. Secara harfiah nama Situ Buleud sendiri berarti danau yang berbentuk bulat.

Jika merunut dari sejarah, keberadaan Situ Buleud sudah ada sejak jaman dahulu. Konon situ atau danau tersebut dulunya merupakan sebuah kubangan besar yang biasa digunakan oleh badak bercula satu sebagai tempat pangguyangan atau mandi.

Seiring berjalannya waktu Situ Buleud pun mulai dibenahi pada tahun 1930 oleh RA Suriawinata yang merupakan pendiri Kabupaten Purwakarta. Selain sebagai tempat wisata Situ Buleud pun dulunya diperuntukkan untuk cadangan air bagi kawasan pemerintahan dan masyarakat sekitar.

Selama pergantian kepemimpinan beberapa waktu Situ Buleud sempat tak terurus sehingga kotor, banyak sampah. Namun sejak tahun 2013 di era kepemimpinan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, Situ Buleud kembali dibenahi. Mulai dari penataan seperti pemasangan pagar hingga akhirnya menjadi bentuknya yang sekarang ini. Bentuk sebagai air mancur terbesar di Asia Tenggara.

Di Depan Taman Air MAncur Sri Baduga dihiasi dnegan patng Badak Cula1. Hewan endemik Jawa Bagian Barat
Badak Di depan Taman. Image via: rmoljabar.com

Lokasi Taman Air Mancur Sri Baduga

Taman Air Mancur Sri Baduga beralamat di Negeri Kidul, Purwakarta, Nagri Kidul, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Rute Menuju Taman Air Mancur Sri Baduga

Untuk pengunjung dengan kendaraan pribadi dari arah jakarta bisa melewati tol jakarta-cikampek, lalu ke tol Cipularang. Keluar di Tol Jatiluhur melalui Ciganea. Setelah keluar tol anda belok kiri di trafict light menuju ke Kota Purwakarta, terus lurus menuju pasar Rebo dan di Pasar Rebo belok kiri langsung menuju Situ Buleud. Disanalah letaknya air mancur ini. Situ Buleud terletak di antara Jalan Siliwangi dan Jalan K.K. Singawinata.

Pengunjung dengan bus dari Jakarta, bisa mulai dari terminal Kampung Rambutan menuju Purwakarta dan turun di Ciganea. Lalu naik angkot 04 Ciganea-Simpang dan turun di Situ Buleud. Jl. K.K. Singawinata.

Sementara bila menggunakan kereta api dari Stasiun Gambir, naik KA Argo Parahyangan turun di Stasiun Purwakarta, lalu naik angkot 02 dan minta turun di Situ Buleud. Atau Jl. K.K. Singawinata.

Foto keluarga seru di salah satu Spot di Taman Air MAncur Sri Baduga
Wisata Keluarga. Image via: @esti_novianti

Simak juga Keseruan main air di Jatiluhur

Jam Buka Taman Air Mancur Sri Baduga

Untuk pagi hari dibuka mulai pukul 05.00 WIB hingga 09.00 WIB berbarengan dengan waktu olah raga masyarakat. Adapun pada malam hari kawasan tersebut dibuka sejak pukul 17.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB.

Pertunjukan air mancur akan digelar rutin setiap hari Sabtu malam pada pukul 19.30 WIB dan berakhir pukul 22.30 WIB.

Tiket Taman Air Mancur Sri Baduga

Untuk menikmati keindahan air yang mancur di situ buleud pemerintah kabupaten purwakarta tidak memungut biaya sepeserpun bagi para pengunjung sekalian. Jadi pengunjungyang ingin berkunjung dipersilahkan secara cuma-cuma alias GRATIS.

konser mudic atas air taman air mancur Sri Baduga dalams alah satu acara peluncuran produk HP
Konser music atas air. Image via: dailysocial.id

Fasilitas Taman Air Mancur Sri Baduga

Taman Air Sri Baduga yang dilengkapi dengan air mancur menari setinggi enam meter itu memiliki banyak fasilitas dan wahana yang disajikan untuk memanjakan pengunjungnya.

Fasilitas lainnya adalah, adanya wifi di Air Mancur Menari Sri Baduga Purwakarta ini. Wifi memang sengaja dipasang dan digratiskan untuk anak muda mudi betah dan bisa mengupload sepuasnya foto-foto mereka selamat berada di titik Taman Sri Baduga.

Di sekitar situ Beleud dilengkapi dengan tempat duduk untuk menonton pertujukan. Fasilitas lain yaitu toilet, mushola dan pintu masuk khusus untuk lansia, disabilitas dan ibu hamil.

Daya Tarik Taman Air Mancur Sri Baduga

  1. Atraksi Air Mancur

Pertunjukan pencak silat di PAnggungTaman Air MAncur Sri Baduga, saat Festival Silat terbesar di dunia
Air, Api, dan Pendekar. Image via: headlinejabar.com

Baca Juga: taman air bersejarah Taman Sari Jogja

Pada hari biasa, air mancur tetap akan menyembur tetapi tanpa ada efek tambahan.

Tiap malam minggu, antara pukul 19.30 WIB hingga pukul 22.00 WIB, ada tiga kali pertunjukan. Dengan durasi sekitar 25 menit setiap satu kali pertunjukan.

Di jam tersebut ada rangkaian air mancur yang indah terlihat memancarkan cahaya berwarna warni, dengan paduan sorotan laser yang seirama dengan gerak air mancur Purwakarta tersebut.

Pertunjukan Air Mancur Sri Baduga yang mempunyai unsur light effect dan semburan api di atas air.

Tarian  Taman Air Mancur Sri Baduga terlihat sangat indah. Air mancur setinggi 2 menter dan 6 meter melenggak-lenggok. Sorot lampu warna-warni menambah indah penampilannya. Air mancur ini memiliki banyak variasi gerakan, disesuaikan dengan hentakan irama musik. Jika hentakan cukup cepat, air mancur pun akan menari dengan cepat. Namun jika alunan musik lambat, air mancur akan menari dengan gemulai.

  1. Spot Foto Indah

Spot Foto Taman Air MAncur Sri Baduga, disamping banyak spot indah lainnya
Spot Badak Cula 1. Image via: @dindaning

Pengelola Taman Air Mancur Situ Beleud menambah spot foto yang cukup instagamable di area taman air mancur Sri Baduga Situ Buleud.

Taman rekreasi ini menjadi salah satu tempat favorit untuk berfoto terutama saat malam. Pemandangan pertunjukan air mancur dengan tata cahaya yang mempesona, tentu tidak bisa diabaikan untuk diabadikan dotonya.

Selain saat malam hari, siang haripun tempat ini tidak kalah cantiknya sebagai lokasi foto foto. Ada berbagai ornamen taman mulai dari hiasan taman sampai patung-patung besar yang bisa digunakan spot foto.

3 patung besar di taman ini adalah  Patung badak cula 1 di depan Taman. Lalau patung satria berkuda di  tembok sisi luar taman. Dan yanglaing spektakuler monumen Prabu Siliwangi dengan 4 patung harimau nya yang berada di tengah taman.

  1. Olahraga Pagi

Suasana Pagi hari di Taman Air Mancur Sri Baduga, sesuai untuk tempat olahraga minggu pagi
Pagi di Sri Baduga. Image via: travelspromo.com

Taman situ beleud lokasi dari Taman Air Mancur Sri Baduga, juga berfungsi sebagai sarana olahraga. Pengunjung yang datang, terutama pada pagi hari, bisa berjalan-jalan atau jogging di lintasan jogging. Tidak jarang, di Sri Baduga, juga didapati kelompok yang sedang mengadakan senam bersama. Selain joging lari pagi, pengunjung juga bisa bersepeda di area Taman.

Selain untuk berjoging, pengunjung yang datang di pagi hari bisa menikmati matahari terbit. Semburat kuning akan menambah keindahan Taman Sri Baduga. Sambil menikmati matahari terbit, pengunjung juga bisa melakukan relaksasi. Misalnya melakukan pemanasan ataupun yoga untuk kesehatan tubuh.

  1. Pertunjukan Tarian Sunda

Pencak Silat Taradisional di Taman Air MAncur Sri Baduga saat Festival Silat Dunia
Pertunjukan Pencak Silat. Image via: medcom.id

Pada Taman Air Sri Baduga dilengkapi dengan papan panggung berbentuk “T” di tengah danau. Panggung apung ini diperuntukkan sebagai tempat pementasan tari di sela pertunjukan air mancur. Tarian tradisional Sunda yang terkenal energik, sangat sesuai untuk menghidupkan suasana meriah di dalam pertunjukan air mancur yang juga meriah.

Pada hari-hari istimewa tertentu, misalnya agustusan atau ulang tahun kabupaten, di panggung dalam situ ini dipertunjukkan tarian kolosal. Salah satu yang paling populer adalah tari kolosal berjudul Siliwangi Gugat dengan durasi 30 menit.

Tarian ini menceritakan sosok prabu siliwangi semasa memimpin kerajaan Padjajaran. Drama tari biasanya diakhiri dengan lagu ciptaan Bupati Dedi Mulyadi berjudul Ngahiang. Lagu tersebut menceritakan berakhirnya masa kejayaan sang Siliwangi yang ditandai dengan menghilang atau dalam bahasa Sunda disebut Ngahiang.

  1. Kuliner

kampung maranggi di depan Taan Air MAncur Sri Baduga sebagai sentra UKM khususnya Kuliner di Purwakarta
Kampung Maranggi. Image via: inilahkoran.com

Kurang lengkap rasanya jika mengunjungi sebuah daerah, tanpa kemudian mencoba mencicipi menu khas daerah itu.  Di sekitar Taman Air Mancur Sri Baduga ada banyak kuliner Purwakarta yang bisa dicicipi untuk merasakan menu khas setempat. Salah satu yang paling terkenal adalah Sate Marangi.

Sate Maranggi adalah sapi atau kambing yang khas dari Purwakarta. Rasa sate ini khas, karena bumbu rendaman yang digunakan sebelum dibakar. Setelah dibakar, siraman saus kacang menambah kenikmatan tersendiri.

Di Taman Air Mancur Sri Baduga, pengunjung bisa menikmati sate maranggi sambil menonton air mancur. Hal tersebut dikarenakan di tepat di bagian depan Situ Buleud terdapat Kampung Sate Maranggi. Kampong Sate Maranggi buka setiap Jumat dan Sabtu sehingga bisa menjadi teman bersantai saat di Situ Beleud.

memberi makan ikan di Taman Air Mancur Sri Baduga, salah satu aktivitas menyenangkan bersama keluarga dan anak anak
Memberi makan ikan. Image via: headlinejabar.com

Tips Mengunjungi Taman Air Mancur Sri Baduga

Untuk berwisata di taman air mancur Sri Baduga, tidak ada tips khusus yang mesti diperhatikan. Hal ini mengingat lokasi ini adalah wisata tengah kota, jadi semua hal menjadi mudah di tempat ini.

Kalaupun ada yang mesti dipersiapkan, itu untuk pengunjung dari luar kota yang datang memang sengaja untuk menikmati keindahan taman ini. Rencanakan Jadwal kedatangan pada hari Sabtu. Karena selain malam minggu, taman ini tidak menggelar pertunjukan air mancur. Sayang rasanya jika kunjungan jauh-jauh namun tidak sempat menonton pertunjukan air mancur terbesar se Asia tenggara, hanya karena salah waktu kunjungan.

Objek Wisata Dekat Taman Air Mancur Sri Baduga

Setelah beristirahat semalam, sehabis menikmati pertunjukan air mancur, keesokan harinya adalah hari minggu. Pada hari minggu itu, pengunjung bisa mengisi dengan perjalanan wisata seru ke Sasak Panyawangan. Lokasi ini berjarak 23 Km dari taman air mancur Sri Baduga. Di panyawangan, pengunjung bisa menikmati wisata alam, seperti tracking dan flaying fox.

Pilihan lain mengisi hari minggu pasca menonton pertunjukan Taman Air Mancur Sri Baduga, adalah pendakian wisata ke Gunung Lembu. Gunung dengan tingkat kesulitan rendah ini berjarak 24 km dari Situ Beleud, lokasi taman air mancur. Di gunung lembu pengujung bisa menikmati keindahan panorama alam. Atau bsia juga sekalian camping bermalam, menanti sunrise di Senin Pagi.

Sekian reviu kami mengenai Taman Air Mancur Sri Baduga. Semoga sahabat nativeindoensia.com bisa menggunakannya sebagai referensi dalam merencanakan berwisata di daerah Purwakarta.

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment