Taman Sari Jogja, Menyusuri Sejarah “Istana Air Jogja”

Taman Sari Jogja, jika kamu ketik kata tersebut di google maka akan muncul beberapa nama yang sama namun beda lokasi, seperti:

  • Taman Sari Bandung,
  • Taman Sari Bogor, dan
  • Taman Sari Jogja.

Di artikel ini kamu akan membaca deskripsi tentang Taman Sari Jogja, dimana taman ini bukanlah taman biasa. Taman ini merupakan saksi sejarah di masa lampau.

Berkunjung ke Taman Sari Jogja kamu akan menyaksikan kokoh dan megahnya bangunan zaman dulu, bangunannya memiliki gaya Portugis namun kental dengan simbol-simbol Jawa.

taman sari jogja
taman sari jogja. google maps. sumber: nur aziza renden

Baca juga: wisata ke Pantai Timang

Saat pandemi seperti ini pengunjung Taman Sari Jogja harus menunggu giliran untuk memasuki area taman, dimana 1 rombongan hanya berisi 10 hingga 14 orang saja yang kemudian akan dipandu oleh 1 orang pemandu. Dan setiap pengunjung wajib untuk menggunakan masker.

Sejarah Taman Sari Jogja

Taman Sari Jogja dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono I, yakni pada tahun 1758. Taman ini dibangun di atas puing-puing Pesanggrahan Garjitawati atau bekas keraton lama.

Taman Sari Jogja dibangun diatas lahan seluas 10 hektar lebih dengan memiliki 57 bangunan indah nan kokoh. Bangunan-bangunan tersebut meliputi:

  • Kolam pemandian,
  • Danau buatan beserta pulaunya,
  • Lorong bawah tanah,
  • Kanal air,
  • Jembatan gantung, serta beberapa bangunan lainnya.

Pembangunan Taman Sari Jogja ini dimulai setelah proses penandatanganan Perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Dimana sebelumnya telah terjadi perpecahan di dalam keraton sendiri, yang mengakibatkan terbelahnya Mataram menjadi 2 bagian yakni Kesultanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.

Taman Sari ini dimaksudkan sebagai tempat untuk menentramkan hati, tempat untuk beristirahat, serta tempat untuk rekreasi Sultan beserta keluarga. Selain itu, Taman Sari Jogja ini berfungsi juga sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi musuh.

lorong yang dapat menjadi spot berfoto
lorong yang dapat menjadi spot berfoto. google maps. sumber: Wisata Jogja

Simak juga: daftar tempat wisata populer di Jogja

Arsitek bangunan Taman Sari Jogja dipimpin oleh seseorang berkebangsaan Portugis, yang dikenal dengan nama Demang Tegis. Sehingga bangunan dari Taman Sari Jogja dominan bergaya portugis, meski tak terlepas dari simbol-simbol Jawa.

Pembangunan Taman Sari Jogja pada awalnya dipimpin oleh Tumenggung Mangundipuro, namun di tengah proses pembangunan beliau mengundurkan diri dan kemudian diganti oleh Pangeran Notokusumo.

Konon katanya biaya pembangunan Taman Sari Jogja seluruhnya ditanggung oleh Tumenggung Prawirosentiko yang pada saat itu menjabat sebagai Bupati Madiun.

Sebagai imbalan atas apa yang dilakukan oleh Tumenggung Prawirosentiko, penduduk Madiun dibebaskan dari kewajiban membayar pajak.

Lokasi dan Alamat Taman Sari Jogja

Alamat dari Taman Sari Jogja terletak di Jalan Tamanan, Patehan Keraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasinya berada sekitar 300 meter sebelah barat Keraton Yogyakarta.

umbul panguras
umbul panguras. google maps. sumber: Christopher Davito

Baca juga: Menikmati keindahan Hutan Pinus Pengger

Rute Menuju Taman Sari Jogja

Rute menuju Taman Sari Jogja jika dari arah keraton hanya sekitar 15 menit saja, selain itu untuk menuju ke sana banyak akses kendaraan umum yang dapat kamu gunakan.

Untuk kamu yang menggunakan kendaraan pribadi rute yang dapat diambil jika dari pusat Alun-Alun selatan tinggal melaju ke arah barat melewati Jl. Patehan Lor.

Kemudian kamu akan langsung menemukan Jl. Tamanan, lalu masuk hingga menemui gerbang dari Taman Sari Yogyakarta.

Jam Buka Taman Sari Jogja

Jam operasional Taman Sari Jogja dibuka setiap hari, mulai pukul 8 pagi hingga pukul 2 siang waktu setempat.

Tiket Masuk Taman Sari Jogja

Tiket masuk Taman Sari Jogja cukup membayar biaya sebesar Rp. 13.000,- saja per orangnya. Dan itu sudah termasuk biaya untuk tour guidenya.

spot foto vintage
spot foto vintage. google maps. sumber: Arif Septianto

Baca juga: wisata Bukit Panguk Kediwung di Jogja

Fasilitas Taman Sari Jogja

Taman Sari Jogja sudah menjadi kawasan cagar budaya yang menjadi tujuan para wisatawan untuk melakukan wisata sejarah. Oleh karena itu di sekitar Taman Sari Jogja sudah disertai beberapa fasilitas pendukung seperti:

  • Area parkir yang cukup luas,
  • Toilet,
  • Pemandu atau Tour guide,
  • Toko-toko souvenir,
  • Warung makanan dan minuman.

Daya Tarik Taman Sari Jogja

Jika kamu hendak mengunjungi Taman Sari Jogja, sebaiknya siapkan fisik seprima mungkin. Karena kamu akan menyusuri setiap bangunan yang ada.

Meski terlihat melelahkan, namun daya tarik yang dimiliki Taman Sari Jogja menghempaskan semua kelelahan yang ada. Daya tarik yang dimiliki Taman Sari Jogja yaitu:

1. Kolam Taman Sari

kolam taman sari
kolam taman sari. google maps. sumber: Leonardo Wieland

Simak: daya tarik sejarah Benteng Vredeburg

Daya tarik yang pertama kita bahas ialah mengenai kolam pemandian yang ada di Taman Sari Jogja, dimana terdapat tiga buah kolam dengan nama dan fungsi yang berbeda-beda.

Nama dan fungsi dari kolam-kolam tersebut ialah:

  • Umbul Pamucar untuk para selir raja.
  • Umbul Kawitan untuk putra-putri raja.
  • Umbul Panguras kolam untuk raja.

Dua buah kolam yakni Umbul Pamucar dan Umbul Kawitan letaknya dekat dengan pintu gerbang. Menurut cerita yang disampaikan oleh guide, selir-selir raja yang sedang berada di kolam akan diamati oleh raja dari sebuah menara yang letaknya berada dekat dengan Umbul Pamucar.

Kemudian raja akan melemparkan bunga kantil ke arah Umbul Pamucar, barangsiapa yang terkena bunga kantil tersebut akan ikut ke Umbul Panguras bersama raja.

Kolam-kolam tersebut dihiasi dengan ornamen air mancur dengan bentuk seperti kepala naga dengan hiasan pot di sekelilingnya.

Selain itu di setiap penjuru kolam terdapat tempat untuk menyalakan dupa atau wewangian, yang akan dinyalakan ketika raja, para selir, dan putra-putri raja sedang mandi.

2. Bangunan-Bangunan Yang Menawan

gerbang masuk menuju taman sari jogja
gerbang masuk menuju taman sari jogja. google maps. sumber: Pancha Batubara

Simak: review wisata Puncak Becici

Taman Sari Jogja dihiasi dengan berbagai bangunan atau gapura yang terlihat sangat kokoh, serta memiliki simbol tertentu. Gapura atau bangunan-bangunan tersebut diantaranya:

  • Gapura Panggung,
  • Gapura Agung,
  • Gedung Kenongo,
  • Terowongan atau lorong bawah tanah, dll.

Meski sudah berdiri sejak ratusan tahun yang lalu dan sudah mengalami beberapa kali renovasi, bangunan-bangunan yang ada di Taman Sari Jogja masih terlihat sangat kokoh. Hanya di beberapa bagian dindingnya saja yang tampak sudah mulai menghitam.

Ketika berada di Taman Sari Jogja, banyak pengunjung yang mengabadikan diri bersama dengan beberapa bangunan yang ada.

3. Sumur Gumuling

sumur gumuling
sumur gumuling. google maps. sumber: Andra Pradana

Simak juga: wisata keluarga di Sindu Kusuma Edupark

Lokasi selanjutnya bernama Sumur Gumuling, yang menjadi lokasi favorit pengunjung untuk berfoto. Sumur Gumuling bukanlah sebuah sumur biasa, melainkan sebuah masjid bawah tanah.

Selain berfungsi sebagai masjid, Sumur Gumuling juga berfungsi sebagai bunker perlindungan bagi sultan dan keluarga jika mengalami serangan yang membahayakan.

Masjid bawah tanah ini berbentuk dua tingkat melingkar hingga 360 derajat, dengan bagian tengahnya berlubang. Selain itu, di masjid ini terdapat sumur yang dikelilingi oleh lima buah tangga yang melambangkan jumlah Rukun Islam.

Lokasi ini merupakan tempat favorit pengunjung untuk berfoto, bahkan pernah digunakan untuk spot foto Prewedding. Hanya sayangnya saat pandemi seperti sekarang ini, Sumur Gumuling ditutup untuk pengunjung.


Tinggalkan komentar