Candi Sewu, Pelajaran Toleransi Dari Masa Lampau

Jalan jalan wisata di areal jogja, wisman disuguhkan menu beragam pilihan jenis objek wisata. Mulai dari objek pantai di gunung kidul, wisata dataran tinggi di lereng Merapi, dan tidak kalah luar biasanya adalah wisata sejarah dan kebudayaan.


Dibandingkan bagian lain dari tanah jawa, mungkin daerah Yogjakarta merupakan daerah terpadat dengan tinggalan sejarah. Terutama kompleks candi di area antara  lereng selatan Gunung Merapi di utara hingga pegunungan Sewu di selatan.

Candi Sewu adalah salah satu dari puluhan candi di area itu. Kompleks Candi Sewu merupakan kumpulan candi Buddha terbesar di kawasan sekitar Candi Prambanan. Kompleks candi ini memiliki bentang ukuran utara-selatan 185 meter dan timur-barat 165 meter.

Candi Sewu
Candi Sewu. Image via: wisnuherlambang

Simak: daftar tempat wisata di Yogya

Pintu masuk kompleks percandian berada di keempat penjuru mata angin. Namun mencermati susunan bangunannya, diyakini pintu utama terletak di sisi timur. Pada tiap pintu masuk, gerbang dikawal oleh arca Dwarapala. Dwarapala merupakan Arca raksasa penjaga setinggi 2 meter lebih.

Pada komposisi lengkap, kompleks candi sewu terdiri dari 249 bangunan candi, yang disusun membentuk mandala wajradhatu, perwujudan alam semesta dalam kosmologi Buddha Mahayana. Pada setiap penjuru mata angin terdapat masing-masing sepasang candi penjuru yang saling berhadapan. Nmaun saat ini hanya candi penjuru kembar timur dan satu candi penjuru utara yang masih utuh.

Candi-candi yang lebih kecil mengelilingi candi utama yang paling besar tetapi beberapa bagiannya sudah tidak utuh lagi. Di balik barisan ke-4 candi kecil terdapat pelataran beralas batu dan di tengahnya berdiri candi utama.

Candi Sewu 2
Candi Sewu. Image via: @elyahestika

Baca: info wisata Air Terjun Sri Gethuk

Candi utama memiliki denah poligon bersudut 20 yang menyerupai tanda silang yang berdiameter 29 meter dan tinggi bangunan mencapai 30 meter. Pada tiap penjuru mata angin terdapat struktur bangunan yang menjorok ke luar, masing-masing dengan tangga dan ruangan tersendiri dan dimahkotai susunan stupa.

Seluruh bangunan candi terbuat dari batu andesit. Berdasarkan temuan pada saat pemugaran, diperkirakan rancangan awal bangunan hanya berupa candi utama berkamar tunggal. Candi ini kemudian diperluas dengan menambahkan struktur tambahan di sekelilingnya.

Ruangan utama di tengah lebih besar dengan atap yang lebih tinggi, dan dapat dimasuki melalui ruang timur. Kini tidak terdapat patung di kelima ruangan ini. Akan tetapi berdasarkan adanya landasan atau singgasana batu berukir teratai di ruangan utama, diduga dahulu dalam ruangan ini terdapat arca bodhisattwa Manjusri atau buddha dari bahan perunggu yang tingginya mencapai 4 meter. Akan tetapi kini arca itu telah hilang, mungkin telah dijarah untuk mengambil logamnya sejak berabad-abad lalu.

Belajar di Candi Sewu
Belajar di Candi Sewu. Image via: bumn.go.id

Simak juga; info seputar wisata Merapi Park

Lokasi Candi Sewu Jogja

Candi Sewu berlokasi di komplek Candi Prambanan Yogyakarta. Tepatnya di Jl. Raya Solo KM. 16 Klurakbaru, Tlogo, Kalasan Sleman.

Rute dan Mode Transportasi Menuju Candi Sewu Jogja

Dari kota Yogyakarta, candi Sewu berjarak 17 km ke arah Solo.Mengingat lokasi I nada di daerah perkotaan maka pengunjung bisa mengandalkan google maps untuk bisa sampai ke lokasinya.

Sementara itu, bila ingin menggunakan angkutan umum ada beberapa pilihan, diantaranya:

Dari Bandara Adisucipto

Langsung naik bis Trans Jogja 1A yang ke arah Prambanan. Lalu turun di kawasan Candi Sewu atau Prambanan.

Stasiun Tugu

Naik bis Trans Jogja 1A. Lalu turun di kawasan Candi Sewu atau Prambanan.

Stasiun Lempuyangan

Naik laki KA Sriwedari dengan jurusan Solo dan turun di Maguwo. Dilanjutkan naik Trans Jogja 1A arah Prambanan dan turun di kawasan Candi Sewu atau Prambanan.

Terminal Giwangan

Naik bis Yogya-Solo dan turun tepat di depan kawasannya.

candi sewu tahun lama
Candi sewu tahun 1897. Image via: id.pinterest.com

Baca: review wisata Taman Sari Jogja

Jam Buka Candi Sewu

Jam buka Candi Sewu mengikuti jam operasional candi Prambanan. Dibuka dari pagi hari jam 06.00 dan akan ditutp sore hari jam 17.00.

Tiket Masuk Candi Sewu

Karena lokasinya yang masih satu komplek dengan Candi Prambanan, Harga tiket masuk Candi Sewu sudah termasuk dalam tiket Candi Prambanan. Harga tiket Rp 40.000 untuk dewasa dan Rp 20.000 untuk anak anak.

Aktivitas Menarik di Candi Sewu

Untuk pengunjung yang datang ke candi sewu, ada berbagai macam kegiatan menarik yang menanti. Mulai sekedar berburu foto cantik hingga kegiatan berbau olah raga, kesejarahan, edukasi, dan kebudayaan.

Menikmati Sunrise dan Sunset

Sunset
Sunset dikawal Dwarapala. Image via: @rooney088

Baca: menikmati keindahan Pantai Ngobaran

Menikmati pesona sunrise dan sunset memang sangat menyenangkan untuk sebagian  besar orang. Keindahannya moment peralihan gelap-terang ini menyuguhkan keagungan semesta, memanjakan mata para penikmatnya. Bagi yang suka memotret, moment sunset-sanrise di cadnis ewu bis amenjadi objek gambar yang menakjubkan untuk diabadikan.

Jam buka candi sudah disesuaikan untuk menikmati sunrise dan sunset, yaitu pukul 06.00 dan tutup jam 17.00.

Bersepeda

sepeda
Bersepeda. Image via: yogyakarta.panduanwisata.id

Menikmati Taman Wisata di lingkungan candi Sewu tidak hanya bsia dinikmati dengan jalan kaki. Pengunjung yang suka bersepeda bisa menyusuri keindahan lingkungan kompleks candi dengan menggunakan sepeda, sambil menikmati kesegaran mata dan suasana Taman di Candi Sewu pada pagi atau pun sore hari.

Pengunjung bisa bersepeda di sekitar taman atau mengelilingi daerah sekitar Candi Sewu kemudian dilanjutkan dengan mengelilingi candi-candi terdekat seperti Candi prambanan, Candi Bubrah dan Candi Lumbung.

Di lokasi ini tersedia penyewaan sepeda yang bisa dipinjam oleh pengunjung.

Berburu Foto Cantik

foto cantik
Foto cantik. Image via: @wisata_di_jogja

Untuk latar foto, lokasi ini jumlahnya banyak sekali. Bahkan hampir setiah hal di lokais ini b sia dijjadikan latar foto indah. Beberapa objek itu misalnya pepohonan yang berjajar rapi membetuk garis akan menarik perhatian untuk dijadikan latar belakang foto. Demikian juga berbagai bagain candi, entu bsia digunakans ebagai latar foto yang unik dan otentik, karena tidak akana da di tempat lain.

Bahkan sampai langitpun bisa dipakai latar foto di lokasi ini. Langit biru saat pagi akan terlihat indah dipadukan dengan bangunan candi yang kontras, begitupun langit jingga kala senja. Keduanya bisa menjadi latar yang sempurna untuk mengambil gambar terbaik.

Belajar Sejarah dan Budaya

Relief ajaran Budha Mahayana
Relief Budha Mahayana. Image via:  xissufotoday.space

Candi Sewu sebagai situs penting dalam khasanah ilmu sejarah, banyak dijadikan referensi untuk mempelajari sejarah. Khususnya sejarah kerajaan Buddha di Indonesia setelah Candi Borobudur. Berbagai relief di badan candi memiliki informasi terpendam mengenai kejadian kejadian di masa lalu. Baik itu kejadian sejarah sosial, maupun sejarah pandangan hidup.

Relief candi sebagian besar berkisah mengenai simbol agama budha. Hal ini memberikan pelajaran sejarah penting tentang kehidupan dimasa Dinasti Sailendra. Keberadaan Candi Sewu yang tak jauh dari Candi Prambanan juga menunjukkan pola pikir yang berkembang zaman itu. Yaitu sikap saling menghargai dan menghormati antar warga negara, walaupun terhadap pemeluk agama yang tidak sama dengan agama negara.

Mengunjungi Museum Candi Sewu

museum
Museum Candi Sewu. Image via: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Saat mengunjungi Candi Sewu, belum lengkap tanpa melangkahkan kaki ke Museum Candi Sewu. Pada salah satau display, Museum Candi Sewu bercerita tentang proses pemugaran candi. Sampai sampai saat ini upaya pemugaran telah berhasil memugar satu candi induk, Candi Apit dan beberapa Candi perwara. Namu pekerjaan masih sangat banyak. Masih ada 200 Candi yang belum dipugar.

Museum Candi Sewu berada di utara Kompleks Candi Sewu. Museum dilengkapi dengan ruang audio visual. Melalui pemnutaran film, pengunjung bisa menggali pengetahuan tentang candi-candi yang terletak di kawasan lereng selatan Merapi.

Menonton Sendratari Ramayana Prambanan

Sendratari Ramayana
Sendratari Ramayana. Image via: asatu.id

Setiap hari Selasa, Kamis, dan Jumat, di kompleks Taman Wisata Candi Prambanan dilangsungkan pagelaran Sendratari Ramayana. Pertunjukan ini memadukan seni tari, drama, dan musik jawa. Meski tanpa ada dialog antara pemainnya, kita tetap bisa mengikuti jalan cerita Ramayana.

Pagelaran kolosal nan indah ini dimulai pada pukul 19.30 – 21.30 WIB. Saat cuaca cerah di musim kemarau pertunjukan dilangsungkan di open theater. Namun pada musim penghujan pertunjukan dilaksanakan di Gedung Trimurti.

Tiket untuk menyaksikan Sendratari Ramayana berbeda dengan tiket masuk Candi Prambanan.

Sejarah Candi Sewu

Berdasarkan Prasasti Kelurak yang berangka tahun 782 nama asli candi ini adalah ”Prasada Vajrasana Manjusrigrha”. Istilah Prasadabermakna candi atau kuil. Sementara Vajrajasana bermakna tempat Wajra (intan atau halilintar) bertakhta, sedangkan Manjusri-grha bermakna Rumah Manjusri. Manjusri adalah salah satu Boddhisatwa dalam ajaran buddha.

perayaan-waisak
Perayaan Waisak di Candi Sewu. Image via: antarafoto

Candi Sewu diperkirakan dibangun pada abad ke-8 masehi pada akhir masa pemerintahan Rakai Panangkaran. Rakai Panangkaran (746–784) adalah raja yang termahsyur dari kerajaan Mataram Kuno.

Kompleks candi ini mungkin dipugar dan diperluas pada masa pemerintahan Rakai Pikatan, seorang pangeran dari dinasti Sanjaya. Setelah dinasti Sanjaya berkuasa, rakyatnya tetap menganut agama sebelumnya.

Posisi Candi Sewu yang bercorak buddha berdampingan dengan candi Prambanan yang bercorak hindu. Kedekatan kedua bangunan keagamaan ini menunjukkan zaman itu di Jawa umat Hindu dan Buddha hidup berdampingan secara harmonis dan saling menghargai.

Memperhatikan ukuran dan luasnya kompleks candi, candi Sewu diduga merupakan Candi Buddha Kerajaan, sekaligus pusat kegiatan agama buddha yang penting pada masa lalu.

Candi sewu sempat mengalami kerusakan parah akibat gempa Jogja 2006. Pecahan batu candi berserakan di atas tanah, retakan dan rekahan antar sambungan batu terlihat. Untuk mencegah keruntuhan bangunan, kerangka besi dipasang di keempat sudut bangunan untuk menunjang dan menahan tubuh candi utama. Meskipun situs dibuka kembali untuk pengunjung beberapa pekan kemudian setelah gempa pada tahun 2006, seluruh bagian candi utama tetap ditutup dan tidak boleh dimasuki demi alasan keamanan. Kini setelah dipugar, perancah candi utama telah dilepas dan pengunjung dapat memasuki ruangan dalam candi utama.

Candi-sewu-sebelum dipugar
Candi sewu sebelum dipugar (1865). Image via: id.pinterest.com

Fasilitas di Candi Sewu

Saat berwisata di Candi sewu, pengunjung tidak perlu kawatir untuk menghabiskan waktu berjam jam, bahkan sampai senja hari. Fasilitas wisata di candi ini juga terbilang lengkap. Tidak hanya terdapat area parkir yang luas, di sini juga terdapat kamar mandi, mushola, dan juga panggung hiburan. Kursi taman sebagai tempat istirahat pun terdapat di beberapa lokasi di areal Candi Sewu.

Untuk wisatawan yang ingin menginap, tidak perlu pergi jauh dari kawasan candi sewu. Di dekat lokasi terdapat beberapa penginapan dari harga murah sampai tinggi. Juga terdapat beberapa restoran yang menyajikan berbagai menu makanan.

Denah
Denah Candi Sewu. Image via: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Tempat wisata di Dekat Candi Sewu

Jika setelah menikmati waktu lburan di candi sewu, kita masih memiliki banyak waktu tersisa, atau belum terpuaskan keinginan untuk mengekplorasi objek sejarah, tersedia banyak lokasi lain di dekat candi sewu. Beberapa lokasi itu adalah Candi berambanan yang masih satu lokasi dengan Candi Sewu. Ke arah utara, dalam jarak 2 Km terdapat Candi Plaosan. Sedangkan ke arah Selatan, dalam jarak 3.5 Km terdapat Candi Sojiwan. Lebih keselatan lagi, dalam jarak 7 km, terdapat Istana Ratu Boko.

Wisata di CAndi Sewu memang menarik dikunjungi apalagi hampir setiapm bagiannya mengandung nilai sejarah dan juga nilai keindahan. Ditambah dengan perbaikan perbaikan fasilitas dan pemugaran candi yang terus dilakukan pihak pengelola, membuatnya semakin menarik untuk dikunjungi. Semoga rekomendasi di atas bisa membantu sobat native menentukan liburan di Candi Sewu Jogja.

Selamat berlibur!

Candi Sewu, Pelajaran Toleransi Dari Masa Lampau
4.3 (86.67%) 3 vote[s]

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment