Candi Plaosan: Review Sejarah, Lokasi dan Tiket Masuk

Kawasan Kalasan dan Prambanan bisa disebut dengan kawasan yang bersejarah. Dimana banyak candi dan situs budaya yang berdiri di kawasan ini Candi dan situs budaya ini perlahan mulai berbenah sehingga, menjadi sebuah kawasan yang bagus dan bersahabat untuk Sobat Native.

Sebelum digalakkannya pariwisata. Daerah ini hanya dikenal dengan Candi Prambanan saja. Padahal, masih banyak candi-candi yang berdiri kokoh menyimpan segala sejarah yang diperlukan untuk kemajuan bangsa dan negara. Apalagi, dunia pariwisata yang memang tidak pernah lepas dari yang namanya sejarah.

Candi Plaosan adalah kawasan candi yang dibangun di wilayah Kalasan. Ada beberapa perbedaan yang mungkin, sangat mencolok antara 7 tahun yang lalu, saat pertama kali saya ke sini dengan saat ini. Perbedaan inilah yang membuat saya terkejut saat mengunjungi candi ini untuk yang kedua kalinya. Walaupun, tidak bisa masuk candi karena sudah tutup.

Sejarah dan Asal-Usul Candi

Sebelum, Sobat Native tahu bagaimana candi ini dahulu dan juga sekarang. Alangkah baiknya bila, Sobat Native menyimak bagaimana sejarah dan asal-usul candi Plaosan ini.

Karena, ada pepatah yang mengatakan tak kenal maka tak sayang. Bila, tak kena sejarah dan asal-usul Candi Plaosan maka tak sayang dengan situs bersejarah ini.

Simak juga: Wisata sejarah di Benteng Vredeburg

Candi Plaosan BW
Image by: instagram.com/ilyasharjalaksana/

Candi Plaosan dibangun pada masa Raja Rakai Pikatan. Raja dari Mataram Kuno yang berasal dari Wangsa Sanjaya yang bekuasa dari taun 840 -856. Hal ini merupakan bukti bila penelitian yang dilakukan oleh De Casparis itu benar adanya. Dengan sebuah bukti yang cukup kuat yaitu prasasti Cri Kaluhuran yang dibuat pada tahun 842 masehi.

Prasasti ini mengatakan bahwa Candi Plaosan dibangun oleh Ratu Sri Kaluhuran yang didukung penuh oleh sang suami. Sri Kaluhuran sendiri adalah gelar Pramodyawardhani untuk seorang putri dari Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra yang menganut agama Buddha yang bersuami dari Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu yaitu Rakai Pikatan.

Bisa dibilang Candi Plaosan ini adalah sebuah saksi dari ikatan cinta yang suci yang ditunjukan oleh keduanya. Dimana, sejak awal kedua keluarga ini tidak menyetujui hubungan mereka. Hingga, mereka pun mencoba berbagi macam cara, agar keluarga kedua belah pihak merestuinya. Kekuatan cinta yang begitu kuat akhirnya meluluhkan hati kedua keluarga dan merestui hubungan keduanya.

Baca Juga :  Danau Toba, Ikon Wisata Indonesia Yang Memukau

Karena, berasal dari peristiwa yang bersejarah inilah. Masyarakat sekitar pun percaya bila ada kedua pasangan yang datang ke candi Plaosan ini maka, hubungan keduanya akan langgeng. Namanya, juga mitos bisa percaya dan juga bisa tidak. Semua dikembalikan kepada Sobat Native.

Simak juga: keindahan Pantai Baron Yogyakarta

Candi Plaosan Road To
Image by: instagram.com/tourjogja/

Rute, Lokasi, dan Harga Tiket Masuk

Alamat Candi Plaosan berada di daerah kalasan. Sobat Native bisa mengunjungi kawasan ini dengan dua cara. Yakni dengan Transportasi umum atau dengan Kendaraan pribadi. Sangat disarankan menggunakan Transportasi umum mengingat jalur dari kawasan ini adalah jalur langganan macet.

Bagi Sobat Native yang ingin menggunakan Transportasi umum bisa menggunakan bus Trans Jogja yang siap sedia mengantar Sobat Native hingga Candi Prambanan. Kemudian dari Candi Prambanan, Sobat Native bisa menggunakan Ojek dengan harga kurang lebih 20 ribu rupiah.

Bila menggunakan kendaraan pribadi. Arahkan kendaraan menuju kearah prambanan menggunakan jalur jalan solo bila dari arah kota Jogja. Kemudian, Sobat Native bisa belok ke kiri dan ikuti lajur jalan tidak usah belok-belok hingga menemukan kemegahan Candi Plaosan diantara sawah-sawah yang hijau.

Untuk harga tiket masuknya cukup murah hanya dengan mebayar 3000 riupiah saja. Dan dikenanakan tarif parkir sebesar 3000 rupiah untuk motor dan 5000 rupiah untuk mobil. Untuk jam operasional candi ini buka pada pukul 8 pagi dan tutup pada pukul 17.30 sore.

Baca Juga :  Sendang Geulis Kahuripan, Mata Air Indah di Bandung Barat

Baca juga: wisata keluarga di Museum Kereta Kencana Yogyakarta

Daya Tarik Wisata

Saat pertama kali saya datang ke Candi Plaosan. Kawasan ini masih sangat sepi. Tidak ada satu pun wisatawan yang datang. Waktu itu, harga tiket masih gratis, pengunjung hanya disuruh untuk mengisi buku tamu. Bangunan yang bisa dibilang sebagai Angkor watnya Indonesia ini tampak memprihatinkan.

Candi Plaosan Inside
Image by: instagram.com/jinmay_evelyn/

Tetapi, setelah beberapa tahun berjalan. Kawasan Candi Plaosan sudah berubah menjadi sebuah kawasan yang menarik dengan banyaknya pedagang kaki lima yang menjajakan jajanan mereka. Pedagang ini seakan menjadi saksi bila Candi Plaosan ini pamornya sudah naik.

Candi ini terbagi menjadi dua wilayah candi, yaitu Plaosan Lor dan Plaosan Kidul. Jarak pemisahnya hanya jalan raya. Jarak kedua candi ini hanya 200 meter saja. Untuk Candi Plaosan Kidul letaknya berada di dekat pemukiman warga.

Candi Plaosan Lor memiiki Candi Induk Utara yang berada di bagian utara. Dengan relief-reliefnya berisi wanita semua. Begitupula dengan cerita-cerita yang dihadirkan candi ini adalah cerita-cerita wanita. Sedangkan Candi Induk Selatan, reliefnya berisi laki-laki dengan cerita-cerita yang juga berhubungan dengan laki-laki.

Baca juga: daftar tempat wisata di Jogja yang populer.

Candi Plaosan Sunrise 1
Image by: instagram.com/irsydluqman/

Ada 2 pasang candi dwarapala yang saling berhadapan di pintu masuk candi ini. Dimana, ditengahnya terdapat sebuah pendopo yang luasnya kurang lebih 21×19 meter. Dan disebelah timurnya ada sebuah altar.

Disini Sobat Native akan disuguhkan candi yang berjumlah kurang lebih 172 candi. Dimana 116 berupa stupaperwara dan 56nya berupa candi perwara. Uniknya candi ini adalah adanya parit yang mengelilingi Candi. Parit ini ternyata mempunyai fungsi yang cukup penting. Sobat Native yaitu menurunkan air tanah sehingga tanah yang berada di sekitar candi menjadi padat.

Baca Juga :  Kebun Bibit Surabaya, Tempat Wisata Sekaligus Olahraga

Sementara itu, dibagian Kidul, memang tidak ditemukan candi induk seperti yang terlihat di Lor. Hanya ada beberapa candi Perwara dan juga stupa Walupun, tidak sebesar di lor. Candi ini tetap layak untuk dikunjungi dan jadi sebuah objek spot foto yang menarik.

Candi Plaosan sendiri pernah mengalami beberapa kali pemugaran. Tahun pertama pada 1962 yang dilakukan oleh Dinas Purbakala. Tahun kedua pada 1990 yang dilakukan oleh Suaka peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah.

Selain berkembang dengan hadirnya pedagang kaki lima. Kawasan ini pun juga berkembang dengan hadirnya spot-spot foto yang menari yang dikelola oleh warga yang berada di belakang candi Plaosan. Kawasan ini paling tepat untuk menikmati Candi Plaosan yang juga terkenal mempunya titik sunset yang cantik, lucu, dan juga menggemaskan.

Review: menikmati keindahan Seribu Batu Songgo Langit

Candi Plaosan View 1
Image by: instagram.com/novemlawalata/

Perbedaannya lagi adalah saat ini kawasan Candi Plaosan tidak bisa digunakan sebagai tempat duduk untuk menikmati senja. Suasananya yang sudah cukup ramai, membuat Sobat Native harus bergantian. Waktu yang paling tepat mengunjungi candi ini adalah sore hari. Jika ingin terbebas dari ramainya pengunjung bisa pergi ke tempat ini pada pagi hari atau siang hari yang masih sepi pengunjung.

Candi Plaosan adalah saksi bisu dari kemegahan kerajaan-kerajaan Nusantara pada waktu itu. Berkunjung ke tempat ini adalah sebuah kewajiban. Karena, keindahannya tidak kalah dengan Candi Borobudur atau Candi Prambanan sekali pun. Jadi, kapan Sobat Native mau mengabadikan foto bersama dengan candi ini?

80%
Awesome
  • Kenyamanan/Keindahan
  • Akses Lokasi
  • Fasilitas
You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.