Taman Suropati, Keteduhan Tropis di Tengah Gersangnya Jakarta

Di tengah panas dan gersang nya Kota Jakarta sebuah lahan terbuka hijau adalah kebutuhan mutlak. Kebutuhan bagi keseimbangan ekologi seperti wilayah serapan air penyerapan karbondioksida, maupun untuk manusianya. Bagi manusia jakarta, keberadan taman kota sangat penting. Penting untuk menyegarkan kepala kepala manusia-manusia yang sudah dipanaskan oleh sesaknya beban kerja sehari-hari.


Taman Suropati
Taman Suropati. Image via: jalanjalanmurahjakarta

Untuk memenuhi fungsi itu, sejak zaman kolonial Jakarta didesain untuk memilki beberapa taman taman kota. Salah satu yang terbesar adalah Taman Surapati yang terletak di Menteng Jakarta Pusat.

Taman yang sejuk ini dilengkapi dengan fasilitas kursi-kursi yang nyaman untuk duduk berlama lama. Juga tersedia kolam-kolam bersih yang menambah sejuk suasana. Secara umum taman ini bersih dan menyenangkan untuk dikunjungi.

Simak juga: daftar tempat wisata di Jakarta yang populer

Sejarah Taman Suropati

Di zaman kolonial, taman Taman Suropati awalnya bernama Burgemeester Bisschopplein. Pada awalnya nama taman ini diambil dari nama wali kota Batavia pertama, G.J. Bisshop (1916–1920).

Saat dibangun di zaman kolonial, Taman ini merupakan pusat kawasan Menteng, berada tepat di antara pertemuan tiga jalan utama, yaitu Menteng Boulevard (sekarang Jalan Teuku Umar), Orange Boulevard (sekarang Jalan Diponegoro), dan Nassau Boulevard (sekarang Jalan Imam Bonjol).

Lapangan yang kini disebut sebagai Taman Suropati ini sejak tahun 1920 menggantikan lapangan bundar yang luas dalam Rencana Sebelumnya.  Taman Suropati, yang disebut-sebut sebagai titik nol Republik Indonesia, kini menjadi taman yang rindang. Sejak tahun 2011 Taman Suropati dihiasi dengan patung-patung karya pematung dari negara-negara pendiri ASEAN.

Burung di Taman
Burung di Taman Suropati. Image via: tempatwisataseru.com

Kisah Mistis Taman Suropati

Meski berada dotengah kota yang modern dan ramai di dikunjungi oleh penduduk, Taman Suropati ternyata masih menyimpan kisah mistis. Ada tersebar desas desus soal kisah-kisah misteri dari makhluk-makhluk tak kasat mata.

Beberapa pedagang berkisah pernah mengalami peristiwa ganjil di lokasi taman ini. Pedagang yang mangkal di sekitar taman menceritakan kisah yang membuat bulu Kuduk merinding ketika mendengarnya.

Salahs atu kisah adalah soal  rombongan anak-anak yang sering muncul ketika hujan reda di sore hari. Mereka muncul mendadak dari Jalan Basuki, menyebrang dan masuk ke taman. Namun ketika ditengok kembali, anak-anak itu sudah tak tampak. Bahkan bekas orang berjalan pun tidak ada.

Ada juga kisah lain tentang suara suara tangisan yang terdengar pilu dan menyayat hati. Suara ini konon sering didengar oleh pengunjung yang kebetulan melintas di bawah pohon mahoni besar di tengah taman.

Aada pula cerita tentang sosok ibu tua berkerudung yang muncul tengah malam dan duduk menyendiri di keremangan taman. Si ibuk tua tampak seperti sibuk menabur nabur kan sesuatu.

Yoga
Yoga gratis di Taman Suropati. Image via: topskor.id

Lokasi Taman Suropati

Taman Suropati berlokasi di daerah Menteng Jakarta Pusat. Alamat lengkap yakni Jalan Taman Suropati RT 5/RW 5 Menteng.  Lokasi taman berada di lokasi sangat strategis yaitu titik temu dari Jalan Diponegoro dan Jalan Imam Bonjol dimana Sisi Utara nya terdapat ujung Jalan Teuku Umar. Sisi timur dan barat nya dapat Ujung Jalan Besuki dan Jalan Samsurizal.

Tiket Masuk Taman Suropati

Untuk masuk ke taman Suropati, pengunjung tidak dikenakan biaya. Taman ini merupakan fasilitas ruang terbuka publik milik Pemda. Alasan inilah yang membuat tidak ada pungutan untuk masuk ke taman ini.

Jam Buka Taman Suropati

Taman Suropasti buka 24 jam.

Hal Menarik di Taman Suropati

Ada berbagai hal unik yang bisa ditemukan di Taman Suropati, mulai dari tanaman yang rindang, trek joging di sekeliling taman, burung merpati jinak, hingga Monumen patung seniman terkemuka negara negara pendiri ASEAN.

  1. Burung Merpati Taman Suropati

merpati
Merpati jinak. Image via: liburananak.com

Di Taman Suropati terdapat sekumpulan merpati yang memang disediakan kandangnya. Merpati merpati ini jinak, sehingga pengunjung bisa bebas memberi makan. Walau tak sejinak merpati peliharaan, tetapi burung-burung ini tampak sudah terbiasa berada di sekitar manusia.

Adanya burung merpati yang dibiarkan bebas di Taman Suropati  membuat bersantai disini semakin menyenangkan. Paling tidak dengan melihat polah dan tingkah laku makhluk bersayap yang terbang kesana kemari. Bagi banyak orang hal sederhana semacam ini bisa memberikan kebahagiaan.

Selain merpati Taman Suropati juga miliki 3 sangkar ayam kate.

  1. Pepohonan yang Rindang

suasana taman
Pohon yang rindang. Image via: travelblog.id

Taman Suropati yang memiliki konsep taman tropis dipenuhi dengan kerimbunan berbagi jenis tumbuhan tropis yang tinggi besar dan rindang. Beberapa pohon itu diantaranya: Mahoni, sawo kecik, Ketapang, pohon Tanjung, pohon bungur, dan pohon Khaya.  Taman Suropati memiliki luas 16.328 M persegi, 1.173 m persegi diantaranya dipenuhi oleh tumbuhand an tanaman hias.

Keberadaa pohon-pohon yang besar dan Rindang ini membuat suasana sejuk dan nyaman sangat terasa di area taman. Kerindangan ini memebuat kegiatan duduk-duduk di kursi taman dibawah pohon adalah kegiatan menyenangkan. Menyenangkan untuk relaksasi otot dan otak setelah seminggu penuh berkutat dengan tekanan hidup di kota Jakarta.

  1. Joging Track

jalan-jalan
Jalanjalan di taman. Image via: jejakpiknik.com

Taman yang berada di Jalan Diponegoro, Menteng, ini juga menjadi lokasi jogging favorit warga Jakarta. Lingkungan yang asri dan tersedianya batas jalan setapak menjadikan Taman Suropati sangat nyaman dijadikan sebagai jogging track.

Di sekitar taman, biasanya juga terdapat beberapa penjual makanan dan minuman sehat, yang dapat kita nikmati selepas berolahraga.

  1. Taman Suropati Chamber

Suropati chambers
Suropati Chambers. Image via: zetizen.jawapos.com

Pada hari Minggu pagi, pengunjung dapat menikmati alunan musik merdu dari gesekan biola yang dibawakan oleh Taman Suropati Chamber.

Taman Suropati Chamber adalah komunitas penggiat musik khususnya biola. Kelompok ini digagas pendiriannya oleh Bapak Ages Dwiharso sebagai bentuk kepedulian akan pentingnya pelestarian budaya bangsa. Lagu lagu yang dibawakan kebanyakan lagu-lagu daerah.

Saat ini komunitas Taman Suropati Chamber berlatih dengan instrument Biola, Viola, Cello serta Gitar (sesuai dengan instruktur yang ada).

Jadwal Kegiatan Taman Suropati Chamber: Minggu, Pukul 10:00 – 13:00 WIB

Walau sebenernya ini hanya proses latihan, dan sama sekali bukan atraksi pertunjukan, namun harmoni yang dihadirkan tetap terasa seperti atraksi hiburan. Apalagi para pemainnya tergolong berbakat dan memainkan instrumennya dengan serius.

  1. Taman Bunga Dengan Air Mancurnya

taman
Taman bunga dengan patung dan air mancur. Image via: jakartabytrain.com

Taman Suropati juga memiliki koleksi bunga-bunga hias yang cantik. Ada 4 taman bunga kecil berbentuk persegi dan 4 taman kecil berbentuk lingkaran. Taman taman ini terisi bunga bunga aneka warna dan dilengkapi dengan kolam air mancur.

  1. Taman Suropati Malam

Musik malam
Pertunjukan musik di Taman Saat Malam. Image via: tempatwisataseru.com

Taman Suropati tidak hanya ramai pada pagi sampai sore hari saja. Taman Suropati Justru lebih ramai ketika malam hari. Rombongan anak muda serta keluarga kecil, sengaja datang ke taman untuk berjalan-jalan.

Salah satu hal menarik dari kunjungan malam ke Taman Siropati, adalah adanya penjaja kuliner rakyat yang murah meriah.  Menikmati kuliner di sekitar taman, pengunjung disuguhkan berbagai jenis kuliner rakyat seperti: gorengan, tahu gejrot, hingga makanan berat seperti mie goreng, nasi goreng, martabak, dan sate.

Untuk yang hobi ngopi, menikmati waktu ngopi  di Taman ini juga sangat nyaman. Apalagi jika pada malam minggu. Karena bisa menikmati kopi sambil ditemani oleh musik pengamen pengamen taman yang suaranya rata rata tidak jelek.

  1. Monumen ASEAN

Patung rebith
Patung rebirth, dari Filipina. Image via: artnatha

Taman Suropati yang rindang, sejak tahun 2011 dihiasi dengan patung-patung karya pematung dari seluruh ASEAN. Pada awalnya muncul gagasan, peletakan patung-patung disebarkan di berbagai area taman. Namun akhirnya di letakkan berkelompok di satu lokasi. Lokasi dipilih Taman Surapati, karena taman ini kosong dan keamanan lebih terjamin. Sampai sekarang pemeliharaan Monumen ASEAN dilakukan oleh Dinas Pertamanan DKI Jakarta.

Patung dari Philipina diberi judul rebirth atau kelahiran kembali karya Luis E. Yee Jr (Junvee) dari Philippines, berbentuk tonggak-tonggak kayu berjumlah 16 buah yang ditanam ke dalam tanah, terletak di baris barat paling selatan yang dekat dengan Jl. Diponegoro dan Jl. Imam Bonjol.

Patung dari Brunei Darussalam diberi nama Harmoni karya Awang Hj. Latif Aspar dari Brunei Darussalam dengan maksud harmoni dalam kehidupan di antara negara ASEAN, bentuknya mirip lambang ASEAN yang di bagian tengahnya terdapat simbol negara Brunei.

Patung dari Thailand berjudul Fratenity yang berarti persaudaraan karya Nonthivathn Chandhanaphalin. Pematung yang lahir pada 16 Oktober 1946 ini adalah juga dosen di Sculpture Department, Faculty of Painting Sculpture and Graphic Arts, Silpakorn University, Bangkok, Thailand, menggambarkan keakraban dua orang walupun tidak tahu jenis kelamin dari wujudnya.

Patung lain
Patung-Patung monumen ASEAN. Image via: wikipedia

Patung dari Indonesia diberi nama Peace yang artinya perdamaian karya Sunaryo yang mewakili Indonesia, berbentuk sosok tubuh manusia yang distorsi sedemikian rupa, sehingga bentuk manusianya hilang.

Patung dari Singapura berjudul The Spirit of Asean karya Wee Beng Chong. Seniman dan perupa patung terkenal yang lahir di Singapura pada 22 November 1938 ini adalah penerima pertama the Cultural Medallion pada 1979 yang digagas oleh Ong Teng Cheong, Presiden, dan kemudian Menteri Kebudayaan Singapura., berbentuk seperti tiang yang patah-patah namun tetap merupakan kesatuan.

Kemudian patung terakhir dari Malaysia dengan judul Peace, Harmon and One, bentuknya tidak sinkron karena berlatar belakang bentuk patung dari Jepang, sehingga menyerupai bentuk tradisional yaitu origami.

taman-suropati-4
Sosialisasi di Taman. Image via: backpackerjakarta.com

Lokasi Menarik di Sekitar Taman Suropati

Akibat lokasi taman Suropati yang berada di posisi strategis, maka Taman Suropati berdekatan dengan berbagai objek objek penting ibukota negara. Tidak perlu kawatir kekurangan objek wisata di jakarta ini. Di sebelah barat Taman terdapat rumah dinas duta besar Amerika Serikat. Sedangkan di sebelah kanan Taman terdapat rumah dinas wakil presiden.

Di sisi kanan taman terdapat rumah dinas Gubernur Jakarta. Sementara di depan Taman terdapat sebuah Loji kuno yang didirikan tahun 1830, Bangunan ini didesain oleh arsitek J. Trmp. Konon bangunan ini dulu adalah markas freemasonry, yang sekarang difungsikan sebagai gedung Bappenas.

Dalam jarak 50 meter dari taman, terdapat museum perumusan naskah Proklamasi. Dekat taman juga terdapat Masjid Sunda Kelapa yang letaknya di belakang gedung Bappenas,  dengan di sebelah kanannya terdapat gereja Paulus.

Sekian dulu cerita cerita kami soal taman suropati di DKI Jakarta ini. Semoga bisa jadi refrensi buat kamu kamu yang ingin menghabiskan akhir pekan, atau yang kebetulan ada rencana perjalanan ke Jakarta. Semoga bisa menikmati perjalanannya dengan menyenangkan.

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment