Danau Rombebai, Danau Terbesar ke-2 di Tanah Cenderawasih

Danau ini terletak di tepi Sungai Memberamo atau sekitar 20 km dari Samudera Pasifik. Danau Rombebai termasuk danau terbesar kedua setelah Danau Sentani yaitu dengan luas danau mencapai 13.700 ha.

Danau ini terletak di tepi Sungai Memberamo atau sekitar 20 km dari Samudera Pasifik. Danau Rombebai termasuk danau terbesar kedua setelah Danau Sentani yaitu dengan luas danau mencapai 13.700 ha.
Senja di Danau Rombebai. Image via: @garasikayu.id

Kerena lokasinya yang cukup dekat dengan Samudera Pasifik. Pada musim – musim tertentu masyarakat setempat sering menemukan hiu masuk ke dalam perairan danau air tawar tersebut.

Hal tersebut cukup biasa terjadi sebab danau ini termasuk danau terbuka dan dekat dengan Sungai Memberamo. Sehingga pada musim hujan aliran sungai cukup deras untuk menuju ke Samudera Pasifik.

Tidak hanya keindahan alamnya saja, sumber daya alam yang terdapat di Danau Rombebai juga menjadi daya tarik tersendiri bagi beberapa pihak. Di salah satu sisi danau terdapat sumber gas alam yang melimpah jumlahnya dan saat ini sudah dikelola oleh AED Oil sebuah perusahaan eksplorasi minyak dan gas.

Anak-anak [enduduk lokal tampak santai bermain di danau Rombebai.
Anak-anak Rombebai. Image via: instagram.com
Simak juga: Lokasi indah wisata di Papua

Lokasi Danau Rombebai

Danau Rombebai terletak  di kecamatan Mamberamo  Hilir, Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua.

Danau Rombebai berada pada ketinggian sekitar 45 m di atas permukaan laut, dan berjarak kurang lebih 20 km dari laut Samudra Pasifik

Rute Menuju Danau Rombebai

Kabupaten Mamberamo Raya memiliki bandar udara bernama Bandara Kasonaweja. Untuk penerbangan berjadwal ada Susi Air pada Senin sampai Jum’at masing-masing sebanyak 1 Flight, ada juga Alda Air dengan jadwal tiap Senin sampai Kamis sebanyak 1 Flight.

Melayani penerbangan Mamberamo Raya-Sentani dan Sentani-Mamberamo Raya dengan penerbangan pesawat kecil single engine turboprop yang hanya bisa memuat sekitar 8-10 orang penumpang.

Bagi yang ingin menggunakan mode transportasi laut, dari Kota Jayapura, wisatawan bisa menggunakan Kapal Laut yang akan menempuh waktu selama 2 hari 1 malam dari arah Kota Jayapura, sedangkan jika dari arah Kabupaten Sarmi hanya menempuh 1 hari 1 malam.

selamat datang di kawasan danau rombebai
Selamat datang. Image via: @mahayu31

Pelabuhan Teba adalah pintu masuk kapal-kapal ini di muara sungai Mamberamo Raya. Selain itu untuk transportasi laut dari Bandara Kasonaweja, wisatawan menuju dermaga karena ibukota Burmeso  terletak diseberang Sungai Mamberamo.

Untuk menyeberang sungai, disediakan speedboat dengan biaya bervariasi antara 25 – 100 ribu perorang. Menyeberang ke dermaga Burmeso kurang lebih 30 menit.

Jam Buka Danau Rombebai

Danau LRombebai terbuka 24 jam sepanjang pekan untuk dikunjungi. Dengan demikian pengunjung bisa leluasa mengatur waktunya sesuai dengan kesempatan yang dimiliki.

Namun demikian tidak disarankan untuk berkunjung di saat hari sudah gelap. Selain faktor hambatan untuk menikmati keindahan panorama, juga karena kurangnya penerangan di lokasi maupun di jalur menuju lokasi.

Tiket Danau Rombebai

Di lokasi Danau Rombebai, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk. Jadi kalaupun ada dana yang harus disiapkan, itu adalah dana untuk transportasi saja.

Daya Tarik Danau Rombebai

  1. Berada di tepi sungai Terpanjang

Dermaga Kapeso tepi danau Rombebai.
Dermaga Kapeso tepi danau Rombebai. Image via: @garasikayu.id

Simak juga: Indahnya danau Laguna dekat laut

Danau Rombebai berada dalam sistem Daerah Aliran Sungai Mamberamo yang dialiri banyak sungai besar dan kecil. Namun sungai utama di Daerah Aliran Sungai ini terdiri dari tiga sungai besar yang seolah-olah membetuk huruf-T terbalik, yakni: Sungai Tariku (dulu disebut Sungai Rouffaer), Sungai Taritatu (dulu: Sungai Idenburg) , dan Sungai Mamberamo.

Sungai Taritatu mengalir dari timur ke barat, sedangkan Sungai Tariku dari barat ke timur, dan keduanya kemudian menyatu membentuk Sungai Mamberamo yang mengalir ke utara dan bermuara di punuk Pulau Papua, disekitar Tanjung D’Urville yang menghadap ke Samudra Pasifik.

Sungai Mamberamo terkenal mempunyai banyak liukan (meander) dan membentuk banyak danau kecil sebagai sungai mati (oxbow lake).

Danau Rombebai berada di sebelah kanan Sungai Mamberamo, sekitar 20 km dari muara. Sumber utama airnya adalah dari Sungai Mambeamo. Bila sungai tersebut meluap, air akan masuk ke danau melalui dua buah kanal alami.

Kanal alami itu panjangnya masing-masing sekitar 8 dan 10 km, lebar masing-masing 8 dan 12 m dan kedalamannya berturut-turut 10 dan 14 m. Sebaliknya bila air sungai surut, air danau akan keluar lewat kedua kanal yang sama.

Dengan demikian, tinggi permukaan air danau tergantung dari tinggi air di Sungai Mamberamo.Danau Rombebai yang ada di Papua ini memiliki luas 13.749 ha. Dengan angka itu, menjadikan danau ini danau terbesar kedua di Papua setelah Danau Sentani.

  1. Beragam Fauna

merpati kaisar salahs atu hewan endemik di sekitar danau rombebai
Merpati Kaisar, Hanya ada di Mambremo. kompas.com

Danau Rombebai termasuk dalam kawasan Suaka Margasatwa Mamberamo-Foya dengan luas 1.440.000 ha yang terentang dari daerah pantai di utara sampai ke pegunungan tinggi di selatan. Suaka ini mencakup beragam tipe habitat, mulai dari hutan mangrove di kawasan pantai, rawa gambut, sungai dan danau serta hutan pegunungan tinggi.

Suaka Margasatwa ini terkenal mempuyai keanekaragaman hayati yang sangat kaya atau sebagai kawasan megadiversity. Sedikitnya telah tercatat 28 spesies ikan air tawar di kawasan ini. Enam diantaranya terekam hanya ada di Sungai Mamberamo dan Danau Rombebai .

Selanjutnya terdapat pula 18 spesies yang endemik di Papua. Kawasan ini juga dikenal sebagai tempat populasi Buaya Muara (Crocodylus porosus) dan Buaya Papua (Crocodylus novaeguineae) yang terbesar di dunia. Buaya-buaya ini telah menjadi objek buruan dan juga ditangkarkan untuk tujuan ekonomi.

  1. Perikanan

nelayan penduduk lokal desa sekitar danau Rombebai menggantungkan hidupnya pada danau
Berangkat “Mendanau”. Image via: @garasikayu.id

Simak juga: Air Terjun Matayangu, rumah arwah Merapu

Perikanan merupakan hal penting untuk memenuhi kebutuhan protein bagi peduduk sekitar Danau Rombebai. Namun seiring dengan perkembangan penduduk, perikanan juga telah berkembang menjadi kegiatan ekonomi.

Ikan ditangkap dengan meggunakan alat sederhana seperti pancing, tombak, jala, dan sekali-sekali juga dengan racun dari herba lokal. Jenis ikan yang ditangkap termasuk antara lain ikan manyung, ikan mas dan ikan nila.

Belakangan ini para nelayan menangkap ikan manyung untuk mengambil isi perutnya berupa gelembung renang yang kemudian dikeringkan dengan dijemur. Kemudian dijual kepada pedagang dengan harga kiloan yang cukup mahal, dikirim ke Singapur dan Hongkong untuk menjadi bahan obat.

Selain menangkap ikan penduduk lokal sekitar Danau Rombebai juga mempunyai keahlian menangkap buaya. Keahlian yang diturunkan dari nenek moyang mereka, dan seiring pula dengan besarnya populasi buaya di sekitar kawasan ini.

Hasil tangkapan buaya itu terutama untuk dimanfaatkan kulitnya sebagai komoditi ekonomi yang mahal. Telah ada laporan bahwa eksploitasi penangkapan buaya yang berlebihan telah mengakibatkan menurunnya populasinya di alam.

  1. Budaya Berburu

mewariskans ejaran kebudayaanm elalui mengajarkan berburu pada anak anak sukus ekitar danau rombebai
Mewariskan Sejarah. Image via: yalipapua

Tradisi berburu merupakan bagian kehidupan dan budaya dari penduduk asli sekitar Danau Rombebai. Mereka tidak saja mahir berburu buaya di perairan, keahlian yang diwariskan dari nenek moyang mereka, tetapi juga berburu satwa darat di hutan-hutan.

Objek buruan mereka bisa terdiri dari berbagai jenis hewan seperti babi hutan, kanguru pohon, kasuari, kuskus, dan hewan lainnya.

Alat buru bisa terdiri dari panah, tombak, atau jerat. Mereka biasa memanfaatkan anjing untuk membantu melacak dan memburu hewan buruan. Tugas berburu ini merupakan tugas yang diemban oleh kaum pria. Kaum wanita lebih banyak bertugas mengurusi kebun dan urusan rumah tangga lainnya.

penduduk sekitar danau Rombebai telah meajdikan menangkap buaya sebagai keterampilan hidup
Tangkapan buaya. Image via: watopaocep

Simak juga: Air Terjun Cunca Walang

Objek Wisata Dekat Danau Rombebai

Selain danau Rombebai, kabupaten Mamberamo Raya, juga memeiliki beberapa objek wisata lain. Salah satunya Taman KAso Garden, yang berlokasi di Kasonaweja. Biasanya menjadi tempat berkumpulnya warga sekitar atau wisatawan dikala sore hari. Taman ini akan menjadi tempat berkunjung masyarakat untuk bersantai dan mengambil gambar atau foto.

Kawasan wisata lain yang juga menyimpan sejuta potensi adalah lembah Mameramo. Lembah Mamberamo kaya akan spesies Flora dan fauna. Bahkan, ada beberapa spesies yang belum masuk dalam khasanah sains modern.

Misteri yang tersimpan di daerah yang ditempati suku terasing Papua itu pun belum banyak yang terkuak. Tak heran bila Lembah Mamberamo sering dijuluki “Dunia yang Hilang”. Itu wajar saja karena Lembah Mamberamo di lereng Gunung Foja diselimuti hutan hujan seluas 3.000 km2.

Demikianlah sedikit pemaparan mengenai wisata di Danau Rembebai, yang masih diliputi sejuta misteri. JIkaa dan berkunjung di daerah ini anda akan benar-benar memasuki area asing dan misterius.

Baca juga:

Leave a Comment